Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Pertemuan Axel dan Rheimon


__ADS_3

Abimana, Axel, Azizah, Darren juga Nayla tengah menunggu di depan ruang UGD dimana Maya tengah mendapatkan penanganan serius. Sebagian lengan kanannya mengalami luka bakar sebesar 40% akibat air 🔥 yang mengenainya, memang tidak terlalu besar, tapi jika tidak cepat ditangani, dikhawatirkan akan mengalami infeksi yang serius.


"Maaf... semuanya gara-gara Aku..."


Azizah membuka suara untuk pertama kali. Ia merasa ini semua akibat keteledorannya, pergi tanpa memberitahu siapapun kecuali Nayla.


Abimana mendekati Azizah, Pria itu meraih jemari tangan wanita itu dan berkata dengan lembut.


"Jangan merasa bersalah, apa yang terjadi sudah menjadi takdir. Mas bersyukur karena Kamu tidak apa-apa, Maya juga sudah ditangani, untungnya luka bakarnya tidak terlalu lebar"


Ucap Abimana dengan lembut, Pria itu melupakan keberadaan Axel yang kini memandangi dua insan itu dengan tatapan terluka.


"Tapi besok-besok jangan diulang lagi Zizah. Kalau mau kemanapun wajib kasih tahu Gue atau Abimana, Kalau aja Nayla nggak ngasih tahu Gue, Gue nggak tahu bakal gimana jadinya"


Azizah menoleh kearah Nayla, membuat Nayla merasa tidak enak, jadi gadis itu hanya tersenyum canggung. Namun Azizah justru sangat berterima kasih pada Nayla, jika tidak ... Ia pasti akan lebih menyesali apa yang terjadi.


"Iya Mas, Aku janji nggak akan begini lagi"


"Good Girl!"


Tak lama kemudian Pintu ruang UGD itu terbuka, Seorang dokter muda bersama dengan perawat di sampingnya keluar dari ruangan dan menghampiri Abimana dan yang lainnya.


"Bagaimana keadaan adik Saya dokter?"


"Syukur Alhamdulillah, lukanya sudah berhasil di tangani, mungkin akan tetap membekas tapi untungnya segera di bawa kesini, jadi luka bakarnya belum sampai merusak jaringan kulit terdalam"


"Alhamdulillah..."


Ucap Abimana dengan lega, diikuti oleh yang lainnya juga.


"Setelah ini pasien akan dipindahkan ke ruang rawat, mungkin harus rawat inap hingga 3 hari kedepan sampai lukanya benar-benar mengering dan sudah bisa di rawat di rumah"


"Baik Dokter, terima kasih"


"Sama-sama, kalau begitu Saya permisi"


Dokter muda itu pun berlalu meninggalkan Abimana dan yang lainnya.


"Ngomong-ngomong, itu Alexa gimana ya, Haduh Gue bisa bayangin, mukanya pasti lumer kaya es krim"


"Hush, musibah orang nggak boleh buat bahan bullyan Pak Dirut!"


Tegur Nayla seraya menggelengkan kepalanya.


"Iya nih Mas Darren nggak boleh gitu"


Sambung Azizah.


"Dih... Musibah yang bikin Dia sendiri ya salah Dia lah, makanya jadi Manusia kalo mau jahat juga kira-kira, Alexa mah jahatnya udah kebablasan"


Seru Darren membela diri, membuat Abimana tersenyum kecil.


"Eh... Lupa Gue... ada pacarnya Akexa disini, ntar ada yang sakit hati Gue ngomong begini"


Ejek Darren sembari melirik sinis ke arah Axel yang sedari tadi hanya diam dan bersandar pada dinding.

__ADS_1


Axel tidak menanggapi, Ia terlalu malas meladeni Darren yang memang selalu berbicara pedas kepadanya semenjak tak lagi menjalin persahabatan dengannya.


Tak berselang lama, Karina dan Rheimon datang dengan tergesa-gesa.


Beberapa saat lalu Darren memang memberitahu Ibunya bahwa Azizah sedang di rumah sakit saat Karina dan Rheimon datang ke rumah Bibi Ani.


Namun seperti biasa, sebelum selesai bicara, Karina sudah lebih dulu menutup panggilannya.


Dan sekarang, bisa dipastikan bahwa ibunya kini tengah salah paham dan mengura Azizah lah yang kembali di rawat di rumah sakit.


Akhir-akhir ini Darren sedikit mencurigai Ibunya, karena menurut penilaiannya, Sikap Karina pada Azizah sedikit berlebihan. Buktinya sekarang, dari kejauhan Darren bisa melihat raut kekhawatiran dan ketakutan yang tercetak jelas di wajah Mama tercintanya itu.


"Son... Dimana Azizah?"


Tanya Karina dengan panik. Azizah yang tengah duduk di kursi tunggu pun sontak menoleh.


"Saya disini Tante"


Sahut Azizah seraya mengangkat tangannya, persis murid SD yang tengah di absen.


Azizah juga sama bingungnya dengan Darren, kenapa Karina terlihat sangat khawatir??


"Sayang... Kamu nggak apa-apa?"


Karina segera berlari menghampiri Azizah diikuti oleh Rheimon di belakangnya.


Axel yang melihat kedatangan dua orang itu mendadak gugup, terutama saat melihat Rheimon Hayes Atmaja.


Disisi lain, tanpa sadar Rheimon sudah berkaca-kaca. Hatinya berbunga-bunga, melihat foto copy an Karina saat muda berada di hadapannya. Princessa-nya benar-benar masih hidup!!


"Emangnya Saya kenapa Tante??"


"Kamu bilang Azizah di Rumah sakit, Son?"


Tanya Karina sewot, Ia sudah panij setengah mati hingga rasanya hampir terkena serangan jantung, ternyata Azizah baik-baik saja. Alhamdulillah, hanya saja Ia sudah sangat ketakutan tadi.


"Lha emang ini kan di rumah sakit Ma, gimana sih!"


Sahut Darren tanpa merasa bersalah. Lah, pada kenyataannya yang salah memang Mamanya, tidak mau mendengarkan secara lengkap dan suka heboh sendiri.


"Darren!!"


Kali ini Rheimon yang menegur seraya melayangkan tatapan tajam ke arah putranya itu. Membuat Darren mau tidak mau langsung terdiam.


"Tadi Mama telepon Aku Pa, Aku bilang lagi sama Azizah di rumah sakit. Aku kan belum selesai ngonong, mama udah matiin aja teleponnya"


Kini gantian Rheimon yang memelototi istrinya, Karina malah tersenyum lebar, lebih mirip cengiran kuda.


"Tapi emang bener, tadi Azizah hampir celaka Ma"


Ucap Darren yang kemudian membuat Karina dan Rheimon menegang seketika.


"Celaka kenapa??"


"Jadi gini, Alexa Sadewo, anaknya Bram Sadewo hampir aja nyiramin air keras ke wajah Azizah, untungnya adiknya si brewok datang tepat waktu, jadi Azizah selamat dan sekarang adiknya brewok lagi di rawat karena tangannya kena air keras juga"

__ADS_1


"Oh My God...."


"Alexa itu..."


Rheimon mencoba mengingat nama itu...


"Tuh... pacarnya Dia!"


Ucap Darren seraya menunjuk Axel dengan dagunya.


Rheimon menoleh seketika ke arah Axel.


Deg.


Axel yang mendapat tatapan tajam dari Ayah kandung Azizah itu seketika menjadi gugup.


Rheimon pasti sudah tahu bahwa Dia adalah mantan suami putrinya. Axel bisa menebak, Rheimon berada disini pasti karena sudah tahu kebenaran tentang identitas Azizah yang merupakan putri kandungnya.


"Jadi, Kamu yang namanya Axel??"


Tanya Rheimon dengan suara berat dan dingin. Aura hitam dan dominan menyelimuti pria berusia 55 tahun yang masih nampak muda itu.


Sementara Azizah yang entah masih bingung dengan sikap orang-orang baru di hidupnya itu ikut menegang.


"Tante..."


Baru saja Azizah ingin mengatakan sesuatu namun Karina segera mencegahnya. Wanita itu tersenyum kemudian mengajak Azizah pergi meninggalkan tempat itu, menuju kantin rumah sakit.


"Kita ke kantin saja, Okay? Ayo Nayla..."


"Tap-tapi Tante..."


"Udah... nurut sama Tante, Okay?"


Karina segera menggandeng lengan putrinya, membiarkan suaminya yang entah akan melakukan apa pada mantan menantunya itu.


"Bisa Kita bicara berdua? Tuan muda Djaja?"


Tanya Rheimon, suaranya pelan tapi nada sinis penuh kebencian tersirat jelas.


Darren pun ikut memperhatikan interaksi keduanya, namun kali ini Ia lebih mendukung Ayahnya jika ingin menghajar Axel, entah apa sebabnya, tapi Darren juga kini sangat tidak menyukai Axel atas semua perbuatannya pada Azizah selama ini.


"Baik Om..."


"Kita bicara di tempat sepi... Kamu tentu tahu kapasitas saya disini, Saya adalah..."


"Ya, Saya sudah tahu Om..."


"Bagus. Ayo kita bicarakan ini secara gentleman"


Deg. Axel meneguk ludahnya dengan kasar. Tidak ada yang tidak tahu tabiat seorang Rheimon. Ia adalah pebisnis sekaligus kepala perdagangan gelap terkuat di kalangan pengusaha.


Meski Perusahaannya tidak seterkenal Djaja Group tapi sahamnya bisa di katakan lebih banyak dan besar dibandingkan Djaja Group.


Axel diam-diam menghela nafas berat. Ia tak menyangka jika Azizah adalah putri Rheimon Atmaja. Tidak pernah terbayang sama sekali dalam benaknya.

__ADS_1


Entahlah, Axel kini hanya bisa pasrah jika hari ini Rheimon mungkin akan menghabisinya.


Bersambung


__ADS_2