Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
Udah Puas Loe???


__ADS_3

"Jadi, mas-mas ini suaminya Bu Azizah semua?" Tanya Bu dengan polosnya.


"Enggak Bu Dokter, Mereka semua orang gila, Saya adiknya mba Azizah Bu" Seru Nayla dengan wajah merah karena malu sekaligus kesal. Bisa-bisanya tiga orang pria itu, bikin malu aja. Batin Nayla.


"Oh... Ya sudah, mari ikut ke ruangan Saya, ada yang perlu Saya sampaikan"


"Baik Dok"


Bu Dokter itupun mengangguk, kemudian beliau mempersilahkan Nayla untuk mengikutinya menuju ruangan dokter itu.


Sesampainya Disana...


"Mba Nayla, silahkan duduk"


"Terima kasih Dok"


Nayla pun segera duduk dan memperhatikan ucapan Dokter yang bernama Daisy yang nampak serius itu.


Tiba-tiba Nayla merasakan firasat buruk.


***


"Udah puas Loe Xel? Loe harus liat Azizah celaka dulu baru Loe nggak gangguin Dia lagi??"


"Jadi, selama ini Loe juga yang nyembunyiin keberadaan Azizah?"


"Itu nggak penting. Yang jelas sekarang Azizah dibawah perlindungan Gue, Jadi kalo Loe macem-macem sama Dia, Loe bakal ngadepin Gue"


"Gue kesini buat minta maaf sama Azizah Ren"


"Telat!!! Kenapa baru sekarang hmn? Karena Loe baru tahu kebusukan Alexa? baru Loe sadar kalo loe punya bini gitu?


Axel dibuat bungkam oleh pertanyaan Darren.


"Nggak bisa jawab kan Loe?"


Ucap Darren sengit. Abimana sebenarnya masih ingin menghajar Axel karena telah membuat Azizah tertekan hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit. Tapi Ia sadar saat ini Ia tak memiliki hak apapun untuk ikut campur.


"Terserah Loe mau ngomong apa Ren, yang jelas Gue mengakui Gue salah dan Gue mau memperbaiki semuanya"


Ucap Axel dengan suara parau.


"Telat Xel, Loe udah terlalu banyak melewatkan kesempatan yang Azizah kasih. Sekarang biarkan Azizah memulai hidup baru dan mencari kebahagiaannya sendiri, kalo Loe masih punya rasa kasihan sama Dia"


"Justru karena Gue kasihan sama Azizah yang udah banyak menderita karena Gue Ren, Gue pengen nebus semuanya"


"Tapi Azizah udah nggak mau Xel, Loe nggak boleh paksa Dia!"


Sahut Darren dengan suara serak. Ia semakin emosi melihat sikap keras kepala Axel.


"Tapi Aku sama Dia masih terikat Ren, Dia lagi hamil anak Gue!"


"Sekarang Loe baru mengakui itu anak Loe? Inget bro, dulu Loe sekongkol sama nyokap loe buat bunuh anak kandung Loe yang bahkan belum sempat melihat dunia! jadi nggak usah sok yes sekarang!"


"Gue inget Ren, Itu sebabnya Gue mau membayar semuanya, Tuhan aja Maha memaafkan"


"Yups. Loe bener. Dan Gue yakin Azizah pasti udah maafin Loe karena dia perempuan yang baik. Tapi kalo untuk kembali, nggak cuma Azizah. Gue sama Kakek Loe juga nggak akan setuju, dan.. Nggak akan membiarkan itu terjadi"

__ADS_1


Pungkas Darren kemudian menjauh menuju ke ruang dokter yang tidak jauh dari mereka.


Abimana pun memutuskan untuk mengekori langkah Darren.


****


Nayla keluar dari ruangan dokter itu dengan wajah lesu. Entah apa yang telah disampaikan dokter Daisy sampai membuat Nayla begitu sedih.


"Gimana Nay? Apa kata Dokter?"


Ucap Abimana yang kebetulan melihat Nayla keluar dari ruangan dokter. Membuat Darren dan Axel yang berdiri tak jauh dari sana ikut mendekat.


"Dokter bilang mba Azizah harus bed rest dan dirawat intensif sampai beberapa hari ke depan. soalnya ada beberapa tindakan pemeriksaan yang harus dilakukan oleh dokter. Katanya, karena mba Azizah hamil kembar dengan satu ginjal maka ada banyak resiko yang harus di waspadai"


Abimana dan Darren seketika menghela nafas berat seraya memejamkan matanya. Apalagi Abimana, Pria itu langsung meninggalkan ruangan dokter itu dan menuju ruang Azizah di rawat. Ia ingin melihatnya walaupun hanya di balik kaca.


"Azizah hamil kembar?"


Tanya Axel dengan ekspresi terperangah.


Nayla mengangguk, sementara Darren memutar bola matanya jengah.


"Kenapa? kaget Loe? nggak usah merasa terbebani. Ada Gue, Nayla ama si Brewok yang bakal ada terus buat Azizah sama bayi-bayinya. Mereka nggak butuh Loe!"


"Ren!!"


Seru seseorang yang tak lain adalah Radit. Beberapa waktu lalu Ia memang mengirimkan pesan pada Axel dan Axel memberitahu keberadaannya saat ini di rumah sakit.


"Elah, komplotannya dateng"


ucap Darren sinis.


"Itu dulu bro, sekarang bukan!"


"Astaga Ren, Loe bener-bener yah!"


Radit hendak maju untuk memberi Darren pelajaran, namun Axel dengan cepat mencegahnya.


"Jangan, ini rumah sakit. Jangan bikin keributan Dit"


"Tapi Gue muak banget sama Darren. Dia juga sama kaya kita, bukan manusia suci. suka mainin perempuan juga! Dia nggak punya hak menghakimi Loe kaya gini, kaya Dia bener aja!"


Ucapan Radit membuat Darren seketika melirik Nayla yang juga tengah menatapnya. Ia merasa kesal seketika karena Radit mengobrak-abrik aibnya di depan Nayla. Maka, dengan cepat Darren membela diri,


"Gue emang bajingan, brengsek dan suka main perempuan. Tapi itu dulu. Dan perlu Loe catet ya Dit, Gue nggak pernah memperlakukan perempuan secara kasar dan tidak manusiawi kaya Axel temen Loe ini. Gue selalu menghargai perempuan yang 'main' sama Gue even Mereka hanya partner One night stand Gue. Gue ngga pernah sekalipun melakukan sesuatu yang merendahkan mereka"


"Ya tetep aja Loe main perempuan!"


Sarkas Radit tetap tak terima. Membuat Darren ingin sekali menghadiahinya bogem mentah.


Di tengah ketegangan itu, Pintu ruang rawat Azizah tiba-tiba terbuka.


Membuat semua orang yang sedang menunggunya menoleh ke arah pintu.


"Maaf, Ada yang bernama Bapak Axel William? Ibu Azizah ingin bertemu"


Ucap perawat itu. Axel yang mendengarnya bagai di terpa angin sejuk dari lautan.

__ADS_1


'Azizah ingin bertemu denganku? Sungguh?' Batin Axel bahagia.


Namun tidak dengan Darren dan Abimana.


Darren mendelik tajam, emosinya seketika tersulut.


"Apa-apaan sih Azizah"


Pria itu kemudian nyelonong masuk kedalam ruangan Azizah meskipun sudah di teriaki oleh suster tersebut.


Sementara itu, Abimana hanya tertunduk lesu. Batinnya mencelos kecewa.


'Apa Azizah akan kembali padanya?'


Wajah Pria itu seketika menjadi murung.


Sesampainya di ruang rawat....


"Loe gila ya Azizah?? ngapain Loe mau ketemu Axel segala?? Jangan bilang kalo Loe mau..."


"Mas..."


Potong Azizah dengan suara lemah, Ia tersenyum lembut kemudian melanjutkan.


"Aku nggak mungkin selamanya menghindari masalah. Aku hanya akan membuat diriku tertekan dan ketakutan sendiri. Aku harus menyelesaikan masalah ini dengan tidak mengandalkan orang lain. Aku harus berani menghadapi mas Axel. Aku nggak boleh lemah seperti dulu. Aku adalah Azizah yang berbeda sekarang. Aku akan menjadi seorang Ibu yang akan melakukan segala cara untuk melindungi anak-anaknya. Jadi, biarkan Aku menyelesaikan ini sendiri mas"


Terang Azizah seraya menatap manik cokelat terang milik Darren, Seolah ingin meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja meski Ia menghadapi Axel sendirian.


"Oke... Tapi kalau ada apa-apa..."


"Nggak akan terjadi apa-apa mas, percaya sama Aku"


"Heum.... Baiklah... Kalau begitu Aku suruh si brengsek itu masuk"


Jawab Darren dengan tidak ikhlas.


"Terima kasih..."


Darren hanya mengangguk kemudian berlalu dari ruangan itu.


Sesampainya di luar, Darren tak mengucapkan sepatah katapun, hanya melayangkan tatapan tak bersahabat pad Axel kemudian berlalu dengan kesal menuju kursi tunggu didepan ruang rawat itu.


"Udah sana masuk" Radit berusaha memberi semangat Axel yang tampak sangat gugup.


Axel mengangguk, kemudian perlahan berjalan memasuki ruangan dimana Azizah tengah berbaring seraya menatapnya.


Sungguh melihat tatapan Azizah membuat jantung Axel seperti ingin melompat keluar. Tatapan itu sangat datar dan dingin hingga mampu membuat bulu kuduknya meremang.


Ia seperti bukan berhadapan dengan Azizah, melainkan orang lain, karena selama mengenal Azizah, Ia tak pernah melihat Azizah menatapnya dengan sorot dingin seperti sekarang ini.


Bersambung....


Terima kasih atas kunjungannya teman-teman, semoga terhibur dan cerita gaje ini dapat dipahami ya ☺️❤️❤️


Maaf telat update, karena dari kemarin aku snagat sibuk. Hongkong sedang memasuki musim dingin jadi Aku dapet tugas tambahan buat ngeluarin semua baju musim dingin yang tersembunyi di balik kasur haha ya begitulah, jadi tidak sempat merevisi tulisan yang sejak kemarin aku masih belum sreg gitu...


semoga tetap nyambung dan tidak mengecewakan hehehe

__ADS_1


luvv banyak-banyak ❤️🌹🌹🤩


Insya Allah kalau dilancarkan waktunya hari ini up ,w Bab... ❤️


__ADS_2