Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
PERTEMUAN PERTAMA


__ADS_3

Pagi hari di Villa Atmaja yang terdengar riuh...


Hal seperti ini sudah biasa terjadi di keluarga Atmaja saat berkumpul, Shine dan Shiena yang ramai sendiri sementara anggota keluarga yang lain saling berbincang mengenai bisnis dan hal-hal diluar itu dengan seru dan menyenangkan.


"Jadi Tasya mau kesini mas?"


Tanya Azizah dengan wajah berbinar-binar. Ia mengantarkan kopi pada suaminya itu.


Oh, Tasya-nya yang manis, Azizah sangat merindukannya, hampir 1 tahun mereka tidak bertemu karena Tasya memutuskan untuk tinggal bersama Maya di Indonesia.


Padahal sebelumnya, Tasya tinggal bersamanya dan Abimana di Czech Republic. Sampai satu tahun yang lalu Maya menghubungi Abimana dan ingin Tasya tinggal bersamanya karena Maya kesepian juga tidak banyak pekerjaan yang adik Abimana itu lakukan.


Sebagai Informasi, Hubungan Maya dan Tasya sudah sangat membaik dan harmonis semenjak kejadian penculikan Azizah dulu. Namun karena kesibukan Maya sebagai model yang mengharuskannya untuk bepergian keluar negeri hampir setiap Minggu, akhirnya Abimana meminta agar Tasya tinggal bersamanya ada yang mengurusnya.


"Iya, Tasya baru bisa kesini karena baru libur sekolahnya Sayang"


"Alhamdulillah... Seneng banget akhirnya bisa ketemu Tasya, nggak kerasa udah setahun aja ya Mas, Kita nggak ketemu anak itu, pasti sekarang tambah tinggi"


"Hehe, Iya... Tasya juga seneng banget waktu mas bilang kalau kita akan tinggal di Indonesia 1 bulan kedepan sampai masa liburan anak-anak selesai"


Ucap Abimana seraya mengusap lembut punggung istrinya.


Ditengah kesibukan semua orang dalam keluarga itu, tiba-tiba...


"Maaf Bu, mengganggu, di luar ada tamu...."Ucap ART yang dipekerjakan oleh Karina.


"Tamu? Siapa mba?"


"Kurang tahu Bu, Tapi orangnya ganteng hehehe"


"Haduh si mbak ini, gantengnya aja yang di inget hmn" Ledek Karina seraya menggelengkan kepalanya.


"Biar Aku saja yang menemuinya, Honey"


Ucap Rheimon yang kemudian segera beranjak dari tempat duduknya. Ia sedikit penasaran dengan tamu yang datang di waktu sarapan begini.


"Okay"


Jawab Karina singkat kemudian kembali melahap Muesli kesukaannya.


*****


"Axel?"


Rheimon terkejut melihat mantan menantunya itu tiba-tiba datang ke tempat tinggalnya.


"Pagi Om, maaf mengganggu..."


Ucap Axel tersenyum canggung. Semalam suntuk Ia tidak bisa tidur karena gejolak hatinya yang terus menerus mengingat tentang kedua anaknya. Ingin sekali bertemu mereka.


"Kamu...?"


Jika kalian menebak Axel datang sendirian maka Kalian salah. Dania dengan percaya diri tengah berdiri di samping Axel, tak lupa senyuman yang selalu merekah di bibirnya.


"Saya Dania Om, teman..."


Dania melirik Axel yang juga menatapnya dingin. Dania sedikit salah tingkah mengingat kejadian buruk pagi ini di rumah Axel.


"Okey Saya mengerti. Kalau begitu ayo silahkan masuk"


Rheimon tentu langsung paham jika Dania ini pastilah memiliki hubungan spesial dengan Axel.


Axel dan Dania pun mengangguk kemudian mengikuti langkah kaki Rheimon memasuki Villa yang ternyata sangat besar dan mewah di dalamnya. Tidak seperti tampilan luarnya yang sederhana dan penuh bunga.


"Axel, Om tahu ini mungkin berat, tapi sebaiknya ikuti cara Om ya, untuk memperkenalkan kamu kepada Shine dan Shiena pelan-pelan agar mereka tidak kebingungan"

__ADS_1


"Tentu saja Om. Buat Saya saat ini, bertemu dengan Mereka adalah anugerah terindah dalam hidup Saya. Saya sudah cukup bersyukur karena Om mengizinkan Saya untuk menemui dan mengenal Mereka"


"Itu adalah kewajiban bagiku untuk memenuhi hak Kamu sebagai seorang Ayah, mengenal putra-putrinya. Nah itu Mereka... Shine... Shiena.."


Panggil Rheimon pada kedua bocah yang tengah asyik berlarian tak jauh darinya itu.


"Yes, Popa...."


Shiena dan Shine berlari kecil menghampiri Kakeknya itu. Sementara Axel tiba-tiba merasa gugup dan tegang. Ia akan melihat dan berkenalan dengan anak-anaknya untuk pertama kalinya.


"Waw... Uncle Candy?"


Shiena membulatkan matanya seraya berkedip-kedip lucu. Axel yang melihatnya pun tersenyum lebar. Gemas sekali kelihatannya.


"Uncle Candy?" Tanya Rheimon dengan dahi berkerut. Pria yang sudah beruban sebagian itu menatap Axel dan Shiena bergantian.


"Iya Popa, Shiena pernah ketemu Uncle ini waktu... Waktu Uncle Alen menikah.. Uncle ini Crying Popa"


Shiena menjelaskan layaknya seorang pembawa berita dengan wajah yang sangat serius serta bibirnya yang manyun. Membuat Rheimon terkekeh melihatnya.


"No, Sweetie I'm not Crying hehehe"


"Hmn, See? Anak nakal... Minta maaf sama Uncle"


Sahut Rheimon.


"I'm Sorry Uncle" Shiena tersenyum lebar, Axel pun mengangguk.


Berbeda dengan Shiena yang sangat ramah pada Axel, Shine lebih banyak diam. Ia hanya sekilas menatap wajah Axel, tatapannya tenang namun sikap cueknya terlihat sangat kentara.


"Shine... Kamu tidak menyapa Uncle Axel?"


Pinta Rheimon seraya menatap lembut cucu lelakinya itu.


"Hai..." Singkat. wajah Shine juga terlihat jutek dan tidak ramah. Rheimon yang sangat mengenal sifat cucunya yang tidak mudah berbaur dengan orang asing sangat memahami reaksi bocah ganteng itu.


"Seperti yang kukatakan, Pelan-pelan"


Ucap Rheimon seraya menepuk bahu mantan menantunya itu. Sementara Dania diam-diam memperhatikan Axel. Ia tahu bahwa anak-anak manis dan lucu di hadapannya itu adalah putra-putri Axel dari pernikahannya dengan Azizah. Ia sama sekali tidak cemburu, Apalagi Ia tahu bahwa Azizah sudah menikah lagi.


"Siapa Dad?"


Azizah dan Abimana muncul dari arah dapur, Mereka sedikit terkejut saat melihat Axel dan Dania berdiri disana.


"Mas Axel? Dania?" Sapa Azizah seraya tersenyum ramah. Ia hendak melepas approne yg Ia kenakan, dan dengan sigap Abimana membantunya.


"Terima kasih mas..."


"Sama-sama, Sayang"


Meski hampir berbisik, namun obrolan singkat romantis itu masih bisa di dengar oleh Axel. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa hati Axel masih pedih dan sakit setiap melihat Azizah nampak mesra dengan Abimana.


"Ehem"


Rheimon berdehem, mencoba menetralisir keadaan agar tidak menjadi canggung.


"Daddy....!" Tiba-tiba Shine berlari ke arah Abimana dan melompat ke pelukan Pria itu.


"Yes Son! Ada apa? Hmn? Kamu mengagetkan Daddy"


"Sorry Daddy, tapi... Daddy sudah janji mau main game sama Shine setelah sarapan selesai" Ucap Shine dengan wajah ceria. Ekspresinya berbanding terbalik saat barusan ia menatap Axel dengan cuek dan dingin.


"Mmmm"


Abimana terlihat bingung, entah kenapa Ia merasa tidak enak dengan Axel yang menatap sayu ke arah Shine. Tapi sejurus kemudian Azizah mengedipkan matanya, tanda menyetujui permintaan putranya untuk bermain game bersama Abimana.

__ADS_1


"Okay..." Abimana pun beranjak pergi dari sana bersama dengan Shiena yang ada di gendongannya.


Setelah mereka berlalu...


"Ayo mas, Mba Dania... kita duduk di ruang tamu... Ngobrol-ngobrol"


Ucap Azizah yang kemudian meraih jemari Shiena yang masih setia menatap Axel dengan tatapan kagum.


"Shiena..."


Panggil Rheimon dan Azizah bersamaan.


"Xixixixi... Mommy, Mommy, Uncle ini sangat handsome ya"


Ucap shiena dengan polosnya, membuat Axel dan Dania terkekeh, begitu juga dengan Rheimon


"Shienaaa" Azizah memelototi putrinya itu, namun bukannya menjawab Shiena malah cekikikan.


"Semua anak perempuan suka sama cowok handsome Mommy"


Ucap Shiena dengan polosnya.


"Astaghfirullah anak ini... Hmmm" Azizah menjawil pipi Shiena dengan gemas sekaligus kesal. Siapa sih yang mengajarinya?


Axel pun tertawa dan kemudian berjongkok. Tepat di hadapan Shiena.


"Apa Uncle beneran handsome?"


"Ehem..." Jawab Shiena diiringi dengan anggukan kepala yang penuh semangat.


"Hahaha, Kalau gitu apa Uncle boleh gendong Shiena?"


Tanya Axel, Shiena kemudian menoleh ke arah Ibunya seolah meminta pendapat. Ia selalu mengingat bahwa orang tuanya tidak pernah mengizinkannya untuk di gendong oleh orang asing.


Azizah mengangguk seraya tersenyum lembut.


"Karena Mommy mengizinkan, jadi boleh deh!" Ucap Shiena dengan wajah berbinar-binar.


Axel pun tidak membuang waktu, Ia mengangkat putri kecilnya itu kedalam gendongannya seraya memeluknya. mrasa hangat dan bahagia menjalar ke seluruh tubuhnya, memenuhi hatinya. Matanya tiba-tiba terasa panas karena merasakan keharuan ini.


Pria itu kemudian menatap dalam mata Azizah.


"Thank you so much" Ucapnya.


Azizah mengangguk seraya memejamkan matanya.


"Mba Dania, Ayo masuk... Ayo mas Axel kita ke ruang tamu... Ayo Dad"


Azizah mengajak semuanya untuk menuju ke ruang tamu. Agar bisa leih nyaman dan leluasa untuk berbincang.


***


"Siapa Dia Dad?"


Abimana menatap Shine yang tengah sibuk memainkan menata papan catur. Yups game ya g dimaksud oleh Shine adalah Catur. Shine memiliki kecerdasan yang tinggi. Ia bahkan bisa mengalahkan Rheimon dalam bermain catur kurang dari 2 menit.


"Siapa?"


"Pria itu..."


"Maksudmu? Uncle Axel?"


"Hmm... I don't like him at all"


Ucap Shine tanpa ekspresi. Sementara Abimana menunjukkan reaksi yang berbanding terbalik. Ia sangat terkejut mendengar penuturan Shine... Bukankah ini pertama kalinya Shine bertemu dengan Axel? Tapi kenapa....

__ADS_1


Abimana hanya terdiam. Ia sendiri bingung harus merespon bagaimana, karena Shine tidak bisa di bohongi.


Bersambung....


__ADS_2