Azizah, Istri Rasa Simpanan

Azizah, Istri Rasa Simpanan
S2. Shine & Shiena


__ADS_3

"Shine... Bisa tolong Mommy panggil Daddy buat sarapan?"


Ucap Azizah yang tengah membantu Shiena, Saudara kembar Shine memakai seragam sekolahnya.


"Oke Mommy!" bocah kecil nan ganteng yang kini berusia 6 tahun itu segera meluncur ke kamar untuk memanggil Daddy-nya.


Beberapa saat kemudian...


"I'm ready honey... Shiena udah siap?"


Ucap seorang Pria yang kini menggendong Shine di pundaknya. Membuat bocah ganteng itu berseru senang.


"Udah Mas, Ayo sarapan.. Udah jam 7 nih"


Sahut Azizah dengan lembut pada Suaminya itu.


"Daddy... Shiena mau digendong juga"


Abimana terkekeh, Ia sudah bisa menebak, Shiena pasti akan merengek jika melihat kakaknya di gendong seperti ini.


"Okeee princess, sini..."


Pria itu kemudian mengangkat putri kecilnya itu dan meletakkannya di dadanya.


Jadilah sepasang anak kembar itu memenuhi tubuh Abimana. Yang satu di depan yang satunya lagi di belakang.


Azizah hanya menggeleng kecil melihat kelakuan putra-putrinya itu.


Tapi, diam-diam Wanita itu tersenyum bahagia, Ia bersyukur anak-anaknya tidak kehilangan sosok Ayah karena kehadiran Abimana yang sangat tulus mencintai mereka bertiga, tanpa pamrih, tanpa lelah.


Yah, Setahun lalu Azizah pada akhirnya menerima pinangan Abimana Aryasatya Dharmawangsa. Sedikit merasa bersalah karena membuat Pria itu menunggu sangat lama.


Sebenarnya Azizah merasa tidak pantas untuk bersanding dengan Pria itu. Ditambah rasa traumanya terhadap pernikahannya dengan Axel membuatnya takut untuk membangun rumah tangga yang baru.


Ia tahu Abimana dan Axel berbeda. Abi meminangnya karena memang mencintainya, berbeda dengan pernikahannya terdahulu dengan Axel yang dibangun diatas perjodohan paksa.


"Mommy..."


Sebuah kecupan di pipinya mengejutkan Azizah.


"Kenapa melamun?"


Tanya Abimana lembut. Ia memeluk Azizah dari belakang.


"Mas, nanti anak-anak lihat..."


"Mereka lagi sibuk makan pancake Honey, Aku masih kangen yang semalam"


Goda Pria itu seraya menenggelamkan wajahnya di bahu istri tercintanya itu.


"Astaghfirullah mas, hiih Kamu ini"


"Hehehe, Ya udah sarapan yuk.. Kamu di rumah aja biar Aku yang anter anak-anak"


"Beneran? Nanti mas telat lho..."


"Enggak, ada Malik yang nanganin, lagian mas nggak punya rapat penting pagi ini"


"Oh ya udah, makasih ya mas..."


"Ck, Makasih buat apa sih..."


Mereka kemudian mengobrol sambil berjalan ke ruang makan.


"Karena udah nerima Aku sama anak-anak"


"Mmmm, tapi itu nggak gratis lho honey..."


"Maksudnya?"


Tanya Azizah penasaran.


"Kamu harus bayar..."


Ucap Abimana yang membuat langkah Azizah terhenti. Ia menatap Suaminya dengan wajah bingung.


Abimana tersenyum puas, Sepertinya Ia berhasil mengerjai istrinya yang masih polos ini.

__ADS_1


Pria itu mendekati Azizah, kemudian berbisik dengan sensual,


"Jangan lupa jatah untuk Daddy nanti malam, Mommy yang seksih"


Azizah sukses melongo, wajahnya menjadi Semerah tomat rebus. Suaminya ini benar-benar...


"Anak-anak ayo berangkat, hari ini Daddy yang antar kalian"


Seru Abimana setelah sukses membuat wajah istrinya merona karena malu. Ia kemudian meraih jasnya yang terlampir di kursi meja makan.


"YEAYYY!!! Terdengar sorak Sorai Shine dan Shiena yang berbahagia karena hari ini tidak diantar oleh supir.


"Salim dulu sama Mommy"


"Dah Mommy, Assalamualaikum"


Ucap Shine di susul oleh Shiena yang kemudian bergantian mengecup pipi Ibunya.


"Hari ini mas pulang agak telat, mau ngurus kerjaan bareng Kakak kamu yang gendeng itu"


"Mas..."


"Dia kapan tobatnya sih, Honey? Udah 6 tahun lho Dia masih sama nyebelinnya..."


Keluh Abimana dengan wajah merengut, Sungguh tensi darahnya selalu naik tiap kali mengingat kelakuan Pria yang kini menjadi kakak iparnya itu.


"Hihihi, sabar ya... Mungkin kak Darren bakal berubah kalau udah nikah sama Nayla"


"Oh ya, Minggu depan mereka jadi nikah? Nayla nggak bakal nyesel punya suami modelan begitu"


"Hahahah, mas Kamu ini lagi ngomongin kakak Aku lho...


"Hadeh, capek Aku ngadepin Dia yang hyperactive itu"


"Iya sabar yaa .. Ya udah sana berangkat, nanti anak-anak telat. Aku juga habis ini mau ketemu Mommy, mau bahas pembukaan toko pastry Aku yang baru "


"Okay, Hati-hati ya... Kamu jalan sendiri?"


"Enggak Ma, Nanti Mommy kesini jemput Aku"


"Okay... Sampai ketemu nanti malam Honey... Jangan lupa jatah mas di..."


"Hahahaha... Bye Honey.."


Abimana secepat kilat menyambar bibir tipis Azizah dan segera kabur sebelum Istrinya itu mengomel.


Tak lama kemudian mobil merekapun melaju meninggalkan Azizah dengan senyum yang merekah di bibirnya.


Lagi dan lagi Ia bersyukur pada yang Maha Kuasa atas kebahagiaan yang Ia rasakan saat ini.


Azizah kembali masuk kedalam rumahnya di kawasan elite salah satu kota yang terkenal dengan keindahan alamnya di Wilayah EropaTimur, Yaitu Prague, Czech Republic.





"Nak, Kamu yakin nggak mau nerima Dania? Dia gadis yang baik untuk Kamu, dari keluarga baik-baik. Anaknya juga sopan... Ya kan Pa?"



Tamara melirik ke arah Adhitama yang hanya diam saja. Jujur, Pria sepuh itu sudah sangat bosan dengan tema obrolan saat makan malam yang melulu itu itu saja.



Reaksi Axel tidak jauh berbeda dengan Adhitama, Ia hanya membisu. Pria yang telah berhasil lolos dari maut setelah koma berminggu-minggu itu tak memberi jawaban apapun.



Ia sudah mati rasa, Melupakan Azizah saja Dia masih tidak mampu, bagaimana bisa Ia menerima perempuan lain untuk menjadi istrinya?



"Move on dong Xel, Azizah sudah menghilang sejak 6 tahun lalu nak, tanpa jejak, bisa jadi Dia juga sudah menikah lagi kan?"


__ADS_1


Ting. Axel meletakkan sendoknya dan berhenti makan seketika. Rasa laparnya hilang sudah mendengar ucapan Mommy-nya itu.



"Aku sudah kenyang, Mommy sama Kakek lanjutkan saja makan malamnya"



Pria itu bangkit dari duduknya. Dan hendak pergi kembali ke ruang kerjanya.



"Axel... Mommy belum..."



"Sudah, jangan dipaksakan. Kalau Axel belum mau menikah jangan dipaksa, Nanti kejadian lagi seperti Azizah bisa nyesel dua kali Kamu"



Pungkas Adhitama yang kemudian juga meninggalkan meja makan untuk kembali ke kamarnya.



Adhitama kembali tinggal di Mansion utama dan tidak lagi tinggal di rumah sakit. Semenjak kejadian naas yang menimpa Axel dan merubah sikap Cucunya itu 180°, Adhitama langsung pindah kembali ke kediamannya. Untuk mengawasi dan juga melihat perkembangan kesehatan cucu satu-satunya itu. Meski sempat kecewa pada Axel, tapi rasa sayangnya terhadap Axel tidak akan pudar.



Biarlah seiring berjalannya waktu, Axel bisa lepas 100% dari masa lalunya dan memulai hidup baru seperti yang kini Azizah lakukan.



Ia kadang ingin memberitahu tentang keberadaan anak-anak Axel, tapi janjinya kepada Rheimon untuk tetap menjaga rahasia tidak mungkin Ia ingkari, atau Ia tidak akan memiliki kesempatan sama sekali untuk menjenguk mereka.



"Maafkan Kakek Axel, Biarlah... biar takdir yang mempertemukan Kamu dengan anak-anakmu. karena hubungan darah tidak akan bisa di pisahkan oleh siapapun"



Ucap Adhitama seraya menatap cahaya rembulan yang temaram dari balik kaca jendela kamarnya.



Sementara itu, Axel kembali berkutat dengan dokumen-dokumen yang rasanya tidak pernah berkurang. Semakin hari semakin menumpuk.



Ia sangat bekerja keras sejak 3 tahun lalu, begitu Ia pulih dan mengetahui bahwa perusahaan Djaja tengah diambang kebangkrutan, Ia dibantu oleh Radit dan Vano untuk membangun kembali kejayaan perusahaan itu dari 0.



Kenapa dari 0, karena selama Axel menjalani perawatan selama setahun penuh, semua investor mencabut semua saham dari Perusahaannya.



Jadi, keuntungan perusahaan saat itu hanya cukup untuk membayar karyawan dan juga menutup biaya produksi serta membayar pajak. nilai keuntungannya sama dengan 0.



Untunglah, Axel masih bisa menyelamatkannya meski harus berjibaku selama 3 tahun lebih dan baru memetik hasilnya sekarang. Perusahaan Djaja kembali berkembang.



Merasa lelah, Axel menghentikan kegiatannya. Pria itu menyandarkan kepalanya di badan kursi kerjanya.



Wajahnya menengadah keatas, tiba-tiba kesedihan itu kembali menyeruak, menghiasi wajah tampannya dengan kabut hitam.



"Aku sungguh merindukannya, sangat.... Azizah...."



Bersambung....

__ADS_1



Haiii selamat datang di season 2 ❤️❤️❤️🫂


__ADS_2