BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Pesona Nanda


__ADS_3

Satu bulan sudah Nanda dengan semangat menjalankan bimbingan belajar dengan Raja, Aryo melihat sedikit perubahan pada Nanda yang mulai memiliki mood belajar, pasalnya Nanda termasuk anak yang cuek akan segala hal termasuk dalam pelajaran, Nanda type orang yang termasuk cepat puas dan tidak pernah mau berusaha lebih jika sudah mendapat nilai yang menurutnya cukup.


Nanda bukan anak yang bodoh, tapi tidak bisa dibilang pintar juga, Nanda berada di nilai rata-rata dalam pelajarannya, posisi seperti itu membuat Nanda merasa cukup berada di zona aman sehingga Nanda tidak berusaha untuk keluar dari zona amannya dan mendapatkan hal yang lebih baik.


"Nan, nanti ulangan harian, kalo ada yang kamu gak bisa, kasih kode ke aku ya." Ucap Ayla pada Nanda seperti biasanya.


Nanda memang slalu mengandalkan Ayla, sedikit mencontek dan semua tugas hariannya pun tidak luput menyalin dari tugas milik Ayla.


"Kerjain sendiri dong, kan udah les. Hebat loh Nanda bisa bertahan sampai sebulan les nya." Ledek Regan.


"Isshh Regan resee!!" Nanda merengut kesal "Aku pasti bisa kerjain sendiri, lihat aja." Ucap Nanda percaya diri.


"Jangan dengerin Regan Nan, kalo ada yang gak bisa, nanti kamu kasih kode ke aku aja." Sahut Ayla.


"Iya Aylaku sayaang.. Kamu tenang aja, ulangan harian kali ini aku pasti bisa kerjain sendiri." Nanda merangkul pundak Ayla.


"Nah gitu dong Nan, sekali-kali bisa selesein tugas atau ulangan harian. Kayaknya guru les kamu mantap juga." Ucap Regan.


"Iya Re, baru kali ini aku cocok sama guru les aku, cara dia ngajarin aku tuh santai tapi serius, jadi bikin aku nya juga santai dan gak jenuh."


"Wah bagus dong Nan, aku jadi penasaran." Sahut Ayla.


"Kapan-kapan kita belajar bareng sama guru les ku ya Ay, abisnya aku susah sih kalo buat janjian, kadang dianya bisa, kadang dianya gak bisa, jadi slalu nunggu sebisanya dia."


"Oh ya? koq gitu Nan?" Tanya Regan heran.


"Iya Re, soalnya guru les aku tuh sambil kuliah juga, terus sambil kerja juga, jadi ya nunggu waktu dia kosong, seringnya sih sore atau malam." Jawab Nanda menjelaskan.


"Oh gitu, Abang tiriku juga dia kuliah sambil ngajar Les, sekarang banyak ya mahasiwa yang kuliah sambil punya penghasilan sampingan juga, salut aku sama orang-orang begitu."


"Hubungan kamu dan abang tirimu semakin membaik ya Re?" Tanya Ayla.


"Ya dibuat baik lah Ay, meski gimanapun, aku sama dia tinggal satu atap, ayahku dan ibunya udah jadi suami istri, aku coba ngalah biar gak bikin Ayah kepikiran, eh ternyata dia juga orangnya baik, mungkin kita harus mengenal dulu baru tau sisi lain dari orang itu sendiri Ay."


"Ya syukur lah Re, kapan-kapan kenalin kita ke abang tirimu itu ya." Ucap Nanda.


"Iya kapan-kapan Nan, soalnya abang tiriku jarang dirumah. Kalo pulang juga malam banget."


***


Siang itu seperti biasa, Nanda pulang sekolah dijemput oleh sang supir, Namun ditengah perjalanan, mobil yang Nanda tumpangi mengalami pecah ban, untungnya sang supir berhasil mengendalikan mobil dan menepikannya.


"Non, mau saya panggilkan taxi untuk lanjut pulang?" Tanya pak Wanto, supir pribadi Nanda.


Nanda tampak berfikir sambil melihat kesekitar, matanya tertuju pada tukang mie ayam pinggir jalan namun terlihat bersih. "Bapak ganti aja ban nya, saya nunggu sambil makan mie ayam disana ya." Ucap Nanda menunjuk pada tenda dan gerobak yang menjual mie ayam dengan jarak lima belas meter.


"Oh baik Non, nanti saya susul Non kesana kalo sudah selesai." Ucap Pak Wanto.

__ADS_1


Nanda turun dari mobil dan berjalan ke tempat yang menjual mie ayam itu, "Bang mie ayam satu ya, banyakin sayurnya." Ucap Nanda lalu mengambil tempat duduk dan bermain ponsel sambil menunggu pesanannya jadi.


"Sendirian, boleh aku duduk disini?" Tanya seseorang.


Nanda mendongakkan kepalanya dan melihat sosok Raja yang tengah berdiri dan hendak duduk didepan Nanda.


"Mas Raja? Disini juga?" Tanya Nanda dengan senyum mengembang.


Padahal Nanda tengah membuka sosmed miliknya dan dengan iseng Nanda menstalker akun medsos milik Raja, tak disangka kini Raja berada dihadapannya.


"Harusnya aku yang tanya, koq kamu bisa disini? Sendirian pula." Raja duduk percis didepan Nanda.


"Makan mie ayam, laper." Jawab Nanda sambil nyengir.


Raja menaikkan halisnya satu, pertanda meminta Nanda menjelaskan lebih detailnya lagi.


"Itu Mas, mobilku pecah ban." Nanda menunjuk kearah mobil dengan arah matanya, "Nah aku nunggu sambil ngadem juga makan disini." Sambungnya.


Raja menganggukan kepalanya setelah melihat mobil yang ban nya sedang diperbaikin oleh supirnya Nanda.


"Ini Mbak pesanannya." Suara tukang mie ayam yang mengantar pesanan Nanda membuyarkan lamunannya.


Lalu tak lama tukang mie ayam pun mengantar pesanan milik Raja juga.


"Kamu biasa makan begini Nan?" Tanya Raja dengan nada heran, mengingat Nanda orang kaya yang bisa saja slalu makan direstoran mewah.


"Ishh pertanyaan macam apa itu Mas, aku sama kedua temanku biasa makan dipinggir jalan begini, asal tempatnya bersih." Jawab Nanda sambil mengaduk mie ayam dimangkuknya


"Mas Raja koq bisa disini?" Pertanyaan Nanda membuyarkan lamunan Raja.


"Oh tadi abis antar penumpang kedekat sini." Jawabnya.


"Mas gak capek? pulang kulaih terus jadi driver, teeus kadang ngajar aku les." Tanya Nanda.


"Kalo boleh ngeluh, iya aku capek banget. Tapi aku jalanin semua dengan ikhlas, jadi semua gak berasa berat."


"Orang tua Mas tinggal dimana?" Tanya Nanda hati-hati.


Nanda cukup penasaran mengapa Raja bekerja keras dan tidak ada waktu untuk sekedar berkumpul bersama teman-temannya.


"Ayah kandungku pergi merantau ke pulau sebrang, tapi tidak pernah kembali dan dia menikah lagi dengan wanita lain disana, lalu ibuku memutuskan menggugat cerai dan dikabulkan oleh pengadilan. Sekarang ibuku sudah menikah lagi, aku dan adikku ikut bersama Ayah tiri kami."


"Hmm.. Maaf Mas.. Aku ga maksud-.." belum selesai Nanda berbicara, Raja sudah menyelaknya.


"Santai Nan, aku jarang cerita begini sama orang, cuma sama kamu aja." Ucapnya.


Nanda tersenyum dan lanjut memakan mie ayam nya.

__ADS_1


"Non, mobilnya sudah selesai saya ganti ban nya." Pak Wanto mencoba memberitahu majikannya itu.


"Iya Pak, Nanda makan dulu ya Pak. Bapak makan aja sekalian." Nanda menyuruh sang supir untuk duduk.


"Bang mie ayam nya satu lagi ya." Ucap Nanda pada penjual mie ayam.


Raja semakin mengagumi Nanda, Nanda mempunyai sikap rendah hati, mau makan dan duduk bersama dengan supirnya sendiri, Nanda benar-benar membuat Raja terpesona akan kebaikan dan ketulusan hatinya.


"Nan, abis dari sini mau kemana?" Tanya Raja.


"Mau ke toko buku dulu Mas."


"Oh sama dong, aku juga mau ke toko buku. Mau bareng?" Tanya Raja lagi.


"Boleh." Hati Nanda sedikit berbunga menerima permintaan itu.


"Tapi naik motor, kamu gak apa-apa?"


Nanda mengenyitkan dahinya, "Ada yang salah?"


Raja tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, Nanda memang berbeda dengan Sarah, Sarah mana pernah mau berboncengan dengan Raja. Entahlah bagaimana bisa mereka dulu bisa menjalin hubungan.


"Biar aku yang bayar." Ucap Raja saat selesai makan.


"Lho jangan Mas, soalnya aku ajak makan pak Wanto juga." Nanda mencoba menolak.


"Gak apa-apa. Biar aku sekalian." Raja membayar tiga mangkuk mie ayam beserta minuman teh botol nya itu, memang kemarin dirinya baru saja menerima gaji pertamanya sebagai guru bimbingan les Nanda dan jumlahnya diluar perkiraan Raja. Aryo membayar Raja benar-benar layaknya seperti guru profesional.


"Pake helm." Raja menyerahkan sebuah helm pada Nanda.


Nanda naik keatas motor setelah memakai helmnya. Nanda masih canggung karna ini pertama kalinya Nanda naik motor bersama Raja.


"Sebelumnya pernah dibonceng motor Nan?" Tanya Raja yang melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


"Pernah." Jawabnya singkat. Sungguh, Nanda sangat gugup berada satu motor dengan Raja.


"Sama pacar?" Tanya Raja mendalam.


"Bukan Mas, tapi sama teman."


"Kirain sama pacar." Diam-diam Raja tersenyum.


"Aku belum pernah pacaran Mas." Jawab Nanda yang semakin membuat Raja melebarkan senyumnya tanpa Nanda lihat.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2