
Setahun berlalu,
Sudah setahun ini juga Raja lost contact dengan Sarah. Hampir setiap hari Raja mengirimkan pesan di media sosialnya, namun Sarah tidak membukanya padahal statusnya sedang online.
"Kamu kenapa Sar? kenapa tidak pernah membuka pesanku?" Tanya Raja pada dirinya sendiri.
Sarah sering memposting story, dirinya berada diluar negri, Sarah juga sering memposting dirinya bersama pria-pria yang berbeda dengan pose mesra.
"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu kuliah diluar negri? Dan siapa pria-pria itu?" Raja terus bergumam sendiri.
"Mungkinkah kamu menyerah Sar?" Raja menghela nafas.
Raja duduk disebuah cafe sambil menunggu hujan reda, dirinya baru saja mendapatkan orderan untuk mengantarkan makanan, karna selain kuliah, dirinya juga menjadi driver ojeg online.
"JekFood 12." Panggil seorang kasir.
Regan mengambil pesanannya dan meng'scan barcode diponselnya sebagai pembayarannya.
"Terimakasih." ucapnya lalu bergegas keparkiran untuk mengambil motornya."
Setahun ini sikap Raja banyak berubah, ia lebih membuka diri dan bergaul dengan teman-temannya dikampus. Namun hubungannya dengan Regan tidak kunjung membaik, meski mereka tinggal satu atap, namun mereka jarang bertemu, Raja yang mempunyai kesibukan sehingga jarang dirumah, setelah selesai kuliah, Raja akan bekerja sebagai driver ojek online hingga malam, sehingga saat pulang kerumah, semua penghuni rumah sudah tertidur.
Saat Raja berjalan keparkiran, dirinya menemukan sebuah dompet, isinya lumayan banyak dan terdapat banyak kartu-kartu penting. Raja menengok kekanan dan kekiri mencari seseorang, namun sepi. Dirinya melihat kartu identitas dan ternyata berdekatan dengan area pengantaran orderan makanan yang akan ia antar.
Selesai mengantarkan makanan, Raja melajukan motornya untuk mengantarkan dompet yang ia temukan kepada pemiliknya, namun naas, jalanan yang masih digenangi oleh air, membuat Raja tidak melihat lubang yang tertutup genangan air itu, hingga Raja terjatuh dari motornya karna tidak bisa menyeimbangkan motornya ditambah jalanan saat itu sangat licin.
Sikut dan lutut Raja terluka, dan motornya mengalami sedikit kerusakan dibagian stang dan baret-baret dibagian bodynya.
Raja menghela nafas, karna jalanan cukup sepi, tidak ada satupun yang membantu Raja.
Raja menjalankan motornya dengan perlahan, hingga ia tiba disebuah rumah yang cukup mewah.
"Pak, maaf apa benar ini rumah Aryo Darmawan?" Tanya Raja pada security yang menjaga rumah Aryo.
"Iya betul, ada apa Mas?" Tanya Amin, Security dirumah Aryo.
"Saya mau mengembalikan dompet, tadi saya menemukannya diparkiran kafe amora." Raja menyerahkan dompet itu pada security.
"Oh iya Mas, terimakasih." Ucap Amin sambil menerima dompet itu.
"Mas terluka? habis jatoh apa Mas?" Tanya Amin kemudian, karna melihat robekan dicelana Raja percis dibagian lututnya dan darah yang masih basah dibagian celana jeansnya.
"Iya Pak, tadi saya jatuh karna tidak melihat lobang yang tertutup genangan air."
"Masuk dulu Mas, di pos ada obat merah, biar diobati dulu." Ajak Amin.
"Tidak usah Pak, biar saya obati dirumah aja, saya titip dompetnya ya Pak."
Raja hendak meninggalkan rumah Aryo, namun sebuah mobil tiba didepan rumah Aryo. Aryo membuka kaca di pintu mobilnya.
"Siapa Min?" Tanya Aryo.
"Maaf Pak, dia ojek online, nemuin dompet bapak dan mengembalikannya." Ucap Amin sambil memberikan dompet milik Aryo.
Aryo turun dari mobil dengan segera. "Hei Mas." Panggil Aryo.
Raja menengok kearah sumber suara dan menghampirinya.
"Terimakasih." Ucap Aryo sambil memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu namun ditolak oleh Raja.
"Tidak usah Pak, maaf saya tidak mau menerimanya."
__ADS_1
"Ambil ini Mas, sebagai tanda terimakasih dari saya." Aryo terus memaksa.
"Jangan Pak." Raja terus menolak.
Hujan turun kembali dengan sedikit deras.
"Ayo masuk dulu, hujan Mas." Aryo menarik lengan Raja hingga tiba di teras rumah Aryo.
"Hujan, jika kamu tidak mau menerima uang ini, tolong jangan tolak secangkir kopi panas untuk menghangatkan tubuhmu." Ucap Aryo.
Raja mengangguk. "Baiklah Pak, saya akan menghargai ajakan bapak." Jawab Raja sopan.
"Masuk Mas." Ajak Aryo.
"Celana saya kotor Pak, diteras aja." tolaknya sopan.
Amin menyerahkan kunci motor pada Raja setelah Aryo menyuruhnya memasukan motor Raja.
"Maaf Mas, ini kunci motornya, sepertinya motor Mas rusak, stangnya miring." Ucap Amin.
"Rusak? habis jatuh Mas?" Tanya Aryo.
"Iya Pak, tadi Mas nya jatuh terperosok ke lubang yang tergenang air. Kakinya juga luka." Bukan Raja yang menjawab, melainkan Amin.
"Masuk aja Mas, saya ambilkan pakaian bersih." Aryo memaksa Raja masuk dan akhirnya diikuti oleh Raja.
Setelah berganti pakaian bersih milik Aryo yang belum pernah dipakai, Raja duduk bersama Aryo diruang tamu sambil menikmati secangkir kopi.
"Sudah lama jadi ojek online Mas?" Tanya Aryo.
"Hampir satu tahun Pak." Jawab Raja.
"Kenapa tidak cari pekerjaan tetap?"
"Wah bagus itu, kuliah ambil jurusan apa?"
"Manajemen bisnis Pak."
"Papaaa.." Panggil Nanda dan menghampiri Aryo lalu memeluknya.
"Papa tumben pulang sore." Ucapnya manja.
"Papa sedang tidak banyak kerjaan, sayang." Jawab Aryo.
Pandangan Nanda beralih melihat Raja yang duduk disebrangnya. Nanda tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda sopan.
Raja membalasnya dengan senyuman tipis dan menganggukan kepalanya juga.
"Oh iya Nanda, Mas ini udah nolongin Papa, dia menemukan dompet Papa yang terjatuh."
Nanda hanya tersenyum kikuk.
"Siapa nama kamu Mas?" tanya Aryo.
"Raja Pak." Jawab Raja.
"Mas Raja, karna diluar masih hujan, saya ingin mengajak Mas Raja makan disini ya, dan jangan ditolak karna saya tidak menerima penolakan."
Dengan terpaksa Raja mengangguk, sebenarnya ia merasa tidak enak, namun ia lebih tidak enak lagi jika diberi uang.
"Baiklah, Nanda tolong temanin Nak Raja dulu, Papa mau membersihkan diri dulu."
__ADS_1
"Iya Pa.." Jawab Nanda.
Nanda dan Raja berada diruang tamu, suasana canggung menyelimuti keduanya.
"Mas Raja tinggal dimana?" Tanya Nanda berbasa basi.
"Dirumah." Jawabnya mencoba singkat.
Nanda mengernyitkan dahinya, "Iya dirumah, tapi dimana alamatnya Mas?" Tanya Nanda yang mulai mengeluarkan sikapnya yang asal.
Raja tertawa.
Deg...
Deg...
Degggg...
Jantung Nanda berdegup sedikit kencang.
"Rahasia." Jawab Raja.
"Ishh nyebelin." Nanda merengut kesal.
"Kalo rumah kamu dimana?" Tanya Raja kemudian.
"Dijalan merpati blok xx." Nanda menjawab kemudian berfikir, seketika pikiran Nanda mengingat sesuatu, bahwa mereka sedang berada dirumah Nanda. "Ish Mas nyebelin. Ini kan rumahku, ngapain lagi coba tanya alamat."
Raja tertawa, entah mengapa Raja yang biasanya cuek dan datar bisa bersikap hangat. "Telat nyadarnya."
Aryo mengajak Raja untuk makan malam bersama. Selesai makan malam, mereka lanjut berbincang. Dan tentunya Nanda juga ikut mengobrol bersama.
Aryo merasa takjub dengan kepintaran Raja diberbagai pelajaran, hingga dirinya mendapat banyak tawaran bea siswa.
"Nak Raja, bagaimana jika Nak Raja manjadi guru les pelajaran tambahan untuk Nanda, anak saya. Kebetulan saya sedang mencari guru les untuk Nanda, karna sekarang Nanda kelas tiga dan akan menghadapi ujuan akhir." Pinta Aryo pada Raja.
"Maaf Pak, tapi saya tidak percaya diri jika harus mengajar jadi guru privat."
"Dicoba saja dulu, soal bayaran, saya akan membayar setara dengan guru-guru profesional."
Raja sedikit tergiur dengan bayaran yang ditawarkan oleh Aryo, tidak dipungkiri, dirinya harus mendapatkan uang lebih untuk tambah-tambah keperluan kuliahnya.
Nandapun terlihat sedikit berharap Raja mau menerima tawaran dari Aryo. Dan tatapan itu tertangkap jelas oleh Raja.
"Haruskah aku menerima kesempatan yang tidak mungkin datang dua kali? apakah ini jalan menuju kesuksesanku? Haruskah aku memanfaatkan situasi ini?" Gumam Raja dalam hatinya.
"Bagaimana Nak Raja?" Tanya Aryo meyakinkan.
"Baiklah Pak, saya akan coba dulu, dan untuk waktunya, saya minta keringanan untuk menyesuaikan dengan jadwal kuliah saya Pak."
"Tidak masalah, silahkan atur saja dengan Nanda, kalian bisa saling bertukar nomer ponsel untuk lebih lanjutnya."
Hati Nanda merasa senang, entah mengapa sedari tadi Nanda terus mengulas senyum.
Raja pun menyadari dirinya diperhatikan oleh Nanda. Raja merasa, ini awal ia akan memulai segalanya.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....