BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Nanda Menikah


__ADS_3

"Maafin aku, Ay. Aku membawamu kemasalah ini." Lirih Regan saat menurunkan Ayla didepan gerbang Panti.


Ayla hanya diam membisu, dalam pikirannya andai semua itu benar adanya, Regan menyukai dirinya, pastilah Ayla sangat bahagia.


Ayla tersenyum menatap Regan. "It's okay Re, don't worry about it." Ucapnya tulus dan bergetar menahan sesak.


Hati Regan merasa tersentil melihat senyum yang menutupi kesedihan diwajah Ayla. Regan tau Ayla menyimpan harapan, berharap Regan benar menyukainya, tapi Regan enggan memberi luka yang dalam untuk Ayla. Sungguh, Regan tidak ada niat memberi luka dihati Ayla.


"Kamu harus bahagia Ay, jika nanti kamu bersedih, datangi saja pantai, lihat laut pantai yang begitu luas, ombak yang bergulung akan hilang dengan cepat, seperti itulah kesedihan."


Ayla mengangguk, "Jaga diri Re, jangan kembali kepergaulan lamamu, jangan masuk ke club, jauhi hal yang membawamu kedalam kerugian, semoga impianmu tercapai." Ucap tulus Ayla.


Regan mengangguk dan mulai malajukan motornya, meninggalkan Ayla didepan gerbang panti, semakin lama semakin menjauh dan hilang dari pandangan Ayla.


"Nanda yang aku sakiti, kamu yang terluka, Ay. Maafkan aku." Batin Regan.


Hari itu, hari terakhir kalinya Regan bertemu dengan Nanda dan Ayla.


Regan pergi membawa lukanya dan meninggalkan kesedihan dihati Ayla dan Nanda.


Persahabatan mereka, hanya tinggal kenangan dan menjadi sebuah cerita untuk dimasa depan.


***


Empat tahun kemudian.


Hari wisuda Nanda dan Ayla.


"Papa bangga sama Nanda dan Ayla." Ucap Aryo.


"Trimakasih Pa.." Ucap Nanda dan Ayla yang berada didalam satu pelukan Aryo.


Kini Ayla memanggil Aryo dengan panggilan Papa, setelah kepergian Regan yang tanpa pamit. Nanda mengalami insiden, jatuh dari tangga dan sempat tidak sadarkan diri selama dua hari. Sejak saat itu, Aryo meminta Ayla untuk tinggal bersama dengan Nanda dirumahnya agar tidak kesepian jika ditinggal Aryo bekerja. Karna setelah Regan pergi, Nanda terlihat lebih murung dari biasanya.


Hubungan Raja dan Nanda terus berjalan, Raja sering membantu Nanda untuk mengerjakan tugas kuliah. Terlebih sudah dua tahun ini Raja juga bekerja diperusahaan Aryo dan menjabat sebagai manager HRD setelah dua tahun sebelumnya hanya staf diperusahaan Aryo.


"Papa gak ijinin Mas Raja untuk datang diwisuda Nanda ya." Nanda merajuk saat Raja tidak bisa menghadiri wisuda Nanda.


"Siapa bilang? Raja sendiri yang tidak mau ambil kesempatan, Raja gak mau dituduh memanfaatkan kedekatan kamu dan seenaknya bisa meninggalkan pekerjaan." Jawab Aryo.


"Pacar Nanda baik ya Pa." Tanya Nanda dengan tersenyum.


Aryo hanya tersenyum menanggapinya.


Aryo membawa Nanda dan Ayla untuk makan siang bersama direstoran.


"Gak terasa kalian sudah lulus kuliah, rasanya baru kemarin kalian memakai baju SMA. Ayah jadi inget Regan, pasti Regan sudah jadi dokter dan tinggal melanjutkan ke spesialis."


"Jangan ngomongin Regan Pa." Ucap Nanda.


"Nan." Panggil Ayla lembut.


"Udah deh Ay, kita gak punya sahabat yang bernama Regan Aditya, kita gak pernah kenal Regan."


"Sudah empat tahun Nan, kamu belum bisa memaklumi pilihan Regan?" Tanya Aryo.


Nanda hanya diam.


"Kamu akan segera menikah dengah Raja, apa kamu tidak ingin memberitahu Regan?" Tanya Aryo menyelidik.


Nanda menghela nafas, "Om Haris pasti akan memberitahu Regan." Jawab Nanda.


"Ya sudah, kita bahas hal lain. Kapan kalian akan masuk ke perusahaan?" Tanya Aryo.


Nanda akan menjabat sebagai CEO dan Ayla sebagai Asisten pribadi Nanda.


"Bulan depan ya Pa, Nanda dan Ayla mau liburan dulu."


Aryo hanya mengangguk.


Raja temenung dimeja kerjanya, hari wisuda Nanda ia lewati, bukan karna tidak ingin menemani sang kekasih, hanya saja Raja tidak mau disebut memanfaatkan kebaikan Aryo.


Apa lagi Aryo banyak merubah hidup Raja. Setelah lulus kuliah, Raja kerja diperusaan Aryo sebagai staf, dan dua tahun sesudahnya, Aryo memberikan jabatan manager HRD untuk Raja.

__ADS_1


Pikiran Raja teringat janjinya pada Sarah, meski Sarah sudah memutuskan hubungannya dan perasaan Raja juga sudah menguap pergi entah kemana, tetapi tetap saja, Raja penasaran ingin tau kabar Sarah. Terlebih satu minggu lagi usia Sarah genap dua puluh lima tahun.


Raja membuka media sosialnya, terakhir kali ia melihat medsos Sarah ketika Sarah memutuskan hubungannya.


Raja membuka medsos Sarah dan ternyata medsos Sarah sudah lama tidak aktif.


Raja menutup kembali medsosnya, ia berfikir bukan salahnya jika mengingkari janjinya, karna Sarah duluan yang tidak sabar menunggu Raja dan mengakhiri hubungannya.


Dan pada akhirnya, Nanda akan menikah dengan Raja.


Aryo yang harus segera berangkat keluar negri untuk melanjutkan pengobatannya, membuat Nanda pada akhirnya harus mempercepat pernikahannya dengan Raja.


Menjelang Hari Pernikahan,


Ayla ingin menghubungi Regan, namun Nanda slalu melarangnya.


"Setidaknya kita memberitahu Regan, Nan." Ucap Ayla bijak.


"Om Haris pasti sudah memberitahu Regan, Ay."


"Tapi alangkah lebih baiknya jika kamu atau aku yang memberitahunya."


"Untuk apa, Ay? Regan gak akan datang, dia udah gak anggap kita sebagai sahabatnya, dia asik dengan impiannya sendiri."


Ayla hanya menghela nafas, ia sangat tau bahwa Nanda sangat keras kepala.


"Ay, malam ini temanin aku tidur ya." Ucap Nanda mengalihkan pembicaraan.


"Iya Nan, besok kan kamu udah jadi istri Raja," Ayla tersenyum hangat pada Nanda.


Malam itu, mereka tidur bersama, Nanda dan Ayla saling bercerita tentang masa lalu, kenangan masa kecil hingga remaja. Hingga tanpa Nanda sadari, Nanda bercerita soal kelucuan dan kebaikan Regan.


Ayla tertidur, dirinya cukup lelah sehari ini untuk memantau acara pernikahan Nanda untuk besok, ia memastikan semua berjalan dengan baik, karna ini sebagian dari impiannya, Ayla ingin memiliki wedding organizer, karna itu Ayla mengaturnya dengan sesempurna mungkin, terlebih ini untuk sahabat terbaiknya, Nanda.


Nanda membenahi selimut Ayla kemudian menatap wajah lelah Ayla, dirinya merasa bersyukur mempunyai sahabat sebaik Ayla.


Nanda berdiri dan berjalan kebalkon dikamarnya, ia menatap langit hitam yang luas, pikirannya jauh nelayang mengingat Regan. "Re, besok aku akan menikah. Kembalilah pulang, temani Ayla karna aku tidak bisa slalu bersamanya lagi." Nanda segera menghapus lelehan air mata dipipinya.


***


"Ay, walaupun aku sudah menikah dengan Mas Raja, kamu tetap sahabat aku, kamu tetap harus bercerita sama aku jika ada apa-apa ya. Jangan dipemdam sendiri."


"Iya Nanda sayang,, kamu udah bilang hal itu terus dari semalam."


"Aku deg-deg an, Ay."


"Rilex Nan, kamu kan pacaran udah mau lima tahun sama Raja."


"Tapi kan ini beda, Ay."


Ayla menggenggam tangan Nanda yang terasa dingin itu.


Raja mengucap ikrar dalam satu tarikan nafas,


kini Nanda resmi menjadi istrinya.


Haris memeluk Nanda dengan penuh kasih sayang.


"Om, maafin Nanda." Lirih Nanda dipelukan Haris.


"Panggil Ayah, Nan, sekarang kamu anak Ayah juga."


"Regan-" Nanda tidak meneruskan ucapannya.


"Maafkan Regan, Regan sibuk meneruskan kuliah spesialisnya. Dan maafkan Ayah tidak bisa membawa Regan datang menghadiri acara pernikahanmu.


Nanda tersenyum dan mengangguk.


Acara demi acara telah berjalan dengan baik, kini sepasang pengantin itu memasuki kamar hotel untuk berisitirahat dikamar pengantin mereka.


Nanda membersihkan make up nya dan Raja sibuk melihat ponselnya, tangan Nanda mencoba membuka resleting dibelakang gaun pengantinnya, namun saat sedang membukanya, Nanda terkejut saat Raja membantunya. Tangan besar Raja menyentuh punggung putih nan mulus Nanda, membuat Nanda sedikit meremang.


"Mandilah dulu, Sayang." Ucap Raja ditelinga Nanda.

__ADS_1


"I.. iya Mas.." Ucap Nanda gugup.


Nanda bergegas masuk kedalam kamar mandi, sementara Raja kembali melihat ponselnya.


Perasaan Nanda tidak menentu, entahlah sepertinya Nanda salah mengartikan perasaanya slama ini. Tapi semua ini sudah tidak bisa kembali, kini ia dan Raja sudah menikah, dan Nanda harus melayani semua kebutuhan suaminya.


Nanda keluar dari kamar mandi dengan memakai bathtrub, Raja segera menaruh ponselnya dinakas dan menghampiri Nanda.


"Kamu cantik sekali." Ucap Raja sambil mengecup bibir Nanda dan sedikit mel*lu*matnya.


"Mandi dulu Mas." Nanda bekata dengan gugup.


"Jangan dulu tidur, tunggu aku." Raja mengerling nakal dan Nanda hanya tersenyum.


lima belas menit kemudian, Raja keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melingkar dipinggangnya dan menutupi asetnya. Raja tampak menawan saat mengeringkan rambutnya yg basah dengan menggunakan handuk kecil ditangannya.


Raja tersenyum smirk, lalu mendekat pada Nanda.


"Kamu gugup?" Tanya Raja sambil mengusap pipi Nanda.


Nanda hanya menggigit bibir bawahnya, hal itu membuat Raja gemas, dan membuat Raja mengecup sekilas bibir Nanda.


"Mas.." Lirih Nanda.


"Aku ingin memulainya sekarang, Sayang. Apa boleh aku menyentuhmu sekarang?" Tanya Raja dengan suara berat.


Nanda mengangguk malu.


Raja mencium Nanda dan menahan tengkuknya, tanpa melepas pagutannya, Raja menggiring Nanda menuju tempat tidur dan mereka jatuh bersama diatas tempat tidur yang bertaburkan lembaran kelopak mawar merah.


Ciuman Raja semakin memanas, tangannya mulai bergerilya membuka tali bathrub dan mencari dua gundukan yang menantang, satu tangan Raja mulai mere*masnya dan bibirnya menghisap satu bagian lagi.


"Eumm, Mas, Akhhh.." Suara des*sahan Nanda membuat Raja semakin berga*irah.


Raja memberikan tanda kepemilikan di area da*da Nanda, tangannya turun menyentuh bagian sensitif Nanda.


"Mas.. Aku, akhh."


"Lepaskan, Sayang."


Nanda mencengkram bahu Raja saat dirinya mencapai pelepasan pertamanya.


Raja kembali mensejajarkan wajahnya dengan wajah Nanda. "Kamu sekksi sekali, Sayang." Bisik Raja.


"Aku mulai ya." Ucap Raja dengan suara parau dan diangguki oleh Nanda.


"Ini sedikit sakit, dan aku janji akan pelan-pelan." Raja mencium kening Nanda, turun ke hidung dan ke bibir Nanda, tanpa Nanda sadari, Raja memulai aksinya, mamasukan juniornya kebagian sensitif milik Nanda.


"Masss..." Nanda menahan pinggang Raja yang akan bergerak turun.


Raja menatapnya dengan tatapan penuh damba.


"Sakit." Lirih Nanda.


Raja kembali membuat Nanda rilex dengan memberikan sentuhan di area-area sensitifnya,


Bless


Akhhh..


Ujung mata Nanda mengeluarkan cairan bening, tanda Nanda menahan sakit yang luar biasa dibagian intinya.


Raja mendiamkan sejenak juniornya di bagian inti Nanda, terasa sekali aliran hangat mengalir dipangkal paha Nanda.


"Terimakasih, Sayang." Bisik Raja ditelinga Nanda.


Nanda mengangguk, setelah Nanda mulai merenggangkan pegangan dipinggang Raja, Raja memulai aksinya, memaju mundurkan juniornya dan mengganti rasa sakit dengan sebuah kenikmattan yang mendalam.


.


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....

__ADS_1


__ADS_2