
"Tidak tau? Tapi aku tau semuanya Mas."
Mata Nanda menatap tajam kearah Raja, Sarah dan Olivia.
"Sayang, apa maksudmu?" Tanya Raja yang kini perasaannya mulai diselimuti rasa takut.
Mata Olivia tertuju pada tangan Nanda yang membawa paperbag berisikan berkas-berkas.
"Bang, sepertinya istri Abang membawa suarat-surat penting." bisik Olivia yang terdengar oleh Sarah.
Sontak hal itu membuat pandangan Raja dan Sarah beralih melihat kearah yang dituju.
Nanda tau maksud tatapan mereka.
"Aku berangkat duluan kekantor Mas." Ucap Nanda yang merasa was was jika ketiga orang pengkhianat itu akan berbuat hal yang tidak diinginkannya.
Raja menarik tangan Nanda, "Kita pergi bersama." Ucap Raja.
"Raja!!" Pekik Sarah.
"Diam kamu Sar, aku akan pergi bersama istriku."
"Aku juga istrimu!!" Teriak Sarah yang membuat langkah Nanda terhenti.
Rajapun memberhentikan langkahnya lalu menoleh kearah Nanda yang sudah menatapnya tajam. " Sayang, aku bisa jelaskan semuanya."
"Kamu menikah dengannya?" Tanya Nanda.
Raja hanya diam tidak menjawab.
"Jawab aku Mas!!" Bentak Nanda.
Raja masih diam membisu.
"Kamu berselingkuh dan membawanya kerumah kita, dan kamu juga sudah menikahinya? pengkhinatan macam apa ini, Mas?" Nanda memukul-mukul dadanya sendiri seakan dadanya itu sesak.
"Aku salah apa sampai kamu tega seperti ini?" Tanya Nanda lirih.
"Sayang, maafkan aku." Raja menahan tangan Nanda yang terus memukul dadanya sendiri.
Nanda menghempaskan tangan Raja, "Lepas!! Aku akan menggugatmu cerai, Mas."
Nanda segera pergi meninggalkan rumah Raja.
"Bang, kenapa Nanda Abang lepas? dia bawa surat-surat berharga." Ucap Olivia.
"Diam Oliv!! Abang tidak mempermasalahkan surat-surat itu." jawab Raja Frustasi.
"Raja, jangan bodoh kamu, kita butuh surat-surat itu, bagaimana nasib anak kita nanti."
"Dan kamu Sarah, jika kamu masih mau denganku, kamu harus menerima kondisiku yang tidak memiliki apapun, karna semua yang aku miliki adalah milik Nanda." Tegas Raja.
Sarah menghentakan kakinya lalu pergi meninggalkan rumah Raja, ia akan mencari ketenangan dan jalan untuk bisa terus mengendalikan Raja.
Sementara Nanda, ia pergi menenangkan diri, menuju pantai dan merenung disana. "Mas Raja tlah berselingkuh, bahkan ia akan memiliki anak dari selingkuhannya." Lirih Nanda yang sedang duduk dibibir pantai.
Rajapun hanya berdiam diri dirumah, ia menyesali perbuatannya yang tlah mengkhianati Nanda, padahal Nanda mencintainya tulus tanpa syarat, bahkan ia menerima Raja apa adanya.
"Gue memang be*jat, gue udah nyakitin orang yang begitu menerima gue apa adanya." Batin Raja.
Sementara Olivia mengejar Sarah dan membawa Sarah keapartemen sewaan Olivia, mereka merencanakan niat jahat untuk mencelakai Nanda.
***
Seminggu berlalu, Nanda tidak menceritakan masalahnya pada Aryo. Ia hanya menunggu waktu yang pas untuk bertemu dengan Ayla dan menceritakannya pada Ayla juga Regan.
Selama itu juga Raja tidak pernah menampakan dirinya dikantor. Hanya saja hari ini. Raja memberanikan diri untuk datang kekantor dan menemui Nanda.
__ADS_1
"Sayang.." Panggil Raja saat baru saja masuk diruangan Nanda.
"Jangan panggil aku Sayang, kamu tidak pernah sayang padaku Mas!!." Ucap Nanda.
"Sayang, pleasa maafkan aku. Aku khilaf."
Nanda tersenyum sinis, "Khilaf?"
"Pergilah Mas, aku tidak akan berubah pikiran, kita tetap akan bercerai."
"Nanda please, aku mencintaimu." Lirih Raja
"Berhenti berkata cinta Mas!! Jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan berselingkuh dengan dia hingga akan mempunyai anak!!" Emosi Nanda sudah naik.
Raja hanya diam mematung, memperhatikan Nanda yang meluapkan emosinya. Sungguh, Raja telah meremehkan perasaan Nanda.
"Aku akan menceraikannya, aku tidak ingin berpisah denganmu."
"Tapi aku sudah tidak ingin menjalani pernikahan ini denganmu, Mas."
Hening sejenak,
"Pergilah Mas, jangan pernah temui aku kecuali saat dipersidangan Nanti. Keluar juga dari perusahaan, aku tidak mau melihatmu lagi."
"Aku tidak mau bercerai denganmu, Nan. Sampai kapanpun, kamu adalah istriku!!" Raja meninggalkan ruangan Nanda dengan membanting pintunya kasar.
Robi segera masuk kedalam ruangan Nanda.
"Kak, bantu aku menghubungi pengacara, aku ingin menggugat cerai Mas Raja."
"Nanda, apa kamu sudah yakin"
Nanda mengangguk.
Nanda meraih ponselnya dan segera menelpon Ayla, ia ingin menceritakan semua masalah dan segala rencananya.
Namun saat diparkiran, Sarah terlihat sudah menunggu Nanda percis didepan mobil Sarah.
"Berani sekali kamu mencariku?" Tanya Nanda sinis.
"Nanda, kita perlu bicara." Ucap Sarah.
"Aku tidak ada urusan denganmu." Nanda melewati Sarah dengan angkuhnya, dan saat akan meraih handel pintu mobil, tiba-tiba saja seseorang membekap Nanda dari belakang dan membuat Nanda pingsan.
Olivia membawa mobil Nanda setelah membuat Nanda pingsan, sebelumnya ia tlah menyuruh orang lain untuk merusak cctv yang berada di parkiran.
Olivia dan Sarah membawa Nanda kesebuah rumah yang jauh dari kermaian, rumah itu Olivia sewa dari temannya.
"Liv, apa yakin disini aman?" Tanya Sarah.
"Tenang aja Kak, disini Aman. rumah ini memang sengaja dibuat sama orang tua temanku saat ingin berlibur dengan suasana tenang.
"Bagaiman jika Raja tau kita berbuat nekat, Liv?" Tanya Sarah khawatir.
"Kakak tenang aja, Kak Raja gak akan mencurigai kita, Udah ayo kak kita keluar, besok pagi kalo Kak Nanda bangun kita suruh tandatanganin kesepakatan." Ucap Olivia menarik Sarah keluar dari kamar yang Nanda tempati.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi Nanda sudah tersadar, ia hanya pura-pura melanjutkan pingsannya, dan Nanda mendengar semuanya.
"Aku akan pastikan, Mas Raja akan murka pada kalian!! Gumam Nanda.
Nanda tidak bisa bergerak karna tangannya terikat. Efek obat bius pun membuatnya masih terkantuk-kantuk dan tertidur kembali.
***
Aryo merasa ada yang aneh dengan Nanda, sedari tadi ponselnya tidak aktif, dia meminta Robi untuk menyelidiki hal ini, Robi menemukan kejanggalan saat tidak bisa melacak cctv kantor diatempat Nanda biasa memarkirkan kendaraanya.
Aryo segera mendatangi Rumah Raja, mencari Nanda kesana.
__ADS_1
"Papa." Raja merasa terkejut saat melihat Aryo datang kerumahnya bersama Robi.
"Dimana Nanda?" Tanya Aryo yang mulai tau masalah Nanda, Robi sudah menceritakan semuanya pada Aryo.
"Nanda? Raja tidak tau Pa. Apa Nanda tidak pulang?" Tanya Raja yang mulai merasa cemas.
"Jangan bohong kamu, Raja. Papa kecewa denganmu. Harusnya kamu kembalikan Nanda baik-baik ke Papa dari pada kamu menyakiti dia seperti ini." Bentak Aryo yang tak terima Nanda disakiti oleh Raja.
"Pa, tidak ada niat Raja menyakiti Nanda, Raja juga tidak mau berpisah dengan Nanda, Raja sedang berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Nanda." Ucap Raja.
Aryo menghela nafas dengan kasar, "Papa akan mendukung apa yang Nanda putuskan, perselingkuhanmu dengan sekertarismu tidak bisa ditolerir."
"Pa, Raja mohon jangan pisahkan Raja dengan Nanda, Raja mencintai Nanda, Pa." Pinta Raja memelas.
Namun Aryo hanya diam dan segera meninggalkan rumah Raja bersama Robi.
"Robi, cari orang untuk mencari Nanda, dan selidiki siapa wanita itu." Ucap Aryo pada Robi saat dalam perjalanan pulang.
"Baik Pak." Jawab Robi.
"Apa Ayla sudah bisa dihubungi?" Tanya Aryo yang sedari tadi susah menghubungi Ayla.
"Belum Pak, menurut info, Sepulang dari Kota S, Nona Ayla disibukan meninjau lokasi tempatnya mengadakan EO, dan lokasinya berada dikota B, dan hari ini suaminya menyusulnya, Itu info yang saya dapat."
"Jadi kemana Nanda? dia biasanya mencari Ayla jika ada masalah." Aryo mulai cemas memikirkan Nanda.
Sementara dikota B
Ayla mulai mencarger ponselnya yang kehabisan daya. Seharian ini Ayla sibuk bekerja meninjau lokasi kemudian Ayla dan Regan berkeliling kota B. Regan menunjukan pada Ayla tempat-tempat yang wajib dikunjungi.
Ayla melihat diponsel banyak panggilan tidak terjawab dari Aryo dan Robi.
"Ada apa ya Papa Aryo dan Kak Robi menelfonku?" Gumam Ayla yang terdengar oleh Regan.
"Jangan-jangan disuruh Nanda buat gangguin kita, Nanda kan pinter banget prank orang." Sahut Regan.
"Gak mungkin sampe bawa-bawa Papa Aryo dan Kak Robi, Re."
Ayla menelpon balik Aryo namun tidak diangkat, lalu Ayla menelpon Robi dan terjawab didering ke tiga.
"Kak Robi, ada apa Nelpon aku? Papa dan Nanda baik-baik aja kan?" -Ayla-
"Ay, maaf ganggu liburanmu, Kakak mau kasih info, Nanda menghilamg dari siang dan hingga kini belum ketemu, ponsel nya juga mati, apa Nanda ada menghubungimu hari ini?" -Robi-
"Nanda hilang?" Ayla mulai panik, "Aku belum komunikasi sama Nanda hari ini Kak." -Ayla-
"Pak Aryo sepertinya mulai drop, Ay. Maaf kakak memberitahumu." -Robi-
"Tolong jaga Papa dulu, Kak. Ayla akan pulang sekarang juga." -Ayla-
Ayla mematikan panggilannya.
"Re kita harus pulang." Ayla berucap sambil mulai berkemas.
"Ay, apa ini bukan akal-akalan Nanda yang prank kita."
"Kalo Nanda prank, gak mungki bawa-bawa Papa dan bilang Papa mulai drop. Aku tau Nanda." Ayla terus meyakinkan Regan.
Regan segera membuka ponsel dna mencari penerbangan malam ini juga.
"Dua jam lagi penerbangan terakhir ke kota J, kamu mau ambil? tapi kelas ekonomi." Ucap Regan.
"Ambil Re, kita udah gak bisa milih." Ayla masih terus berkemas.
.
.
__ADS_1
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....