
Nanda mengambil lembaran hasil ulangan hariannya. Nanda menatapnya lalu memfotonya dengan menggunakan kamera ponsel, menguploadnya di story medsosnya dan memberinya caption "Menghargai waktu dan menghargai usaha seseorang itu sama."
Lalu Nanda merebahkan tubuhnya ditempat tidur dan tak lama terdengar suara notification diponselnya.
"Nan, are you okay?" -Ayla-
"Iya Ay, aku sangat okay π€π€." -Nanda-
"Aku perlu kesana?" -Ayla-
"Gak usah Ay, udah malam, lagian aku gak kenapa-napa koq." -Nanda-
Nanda duduk dibalkon kamarnya sambil menikmati coklat hangat yang Bibi buatkan. Sesekali melihat ponsel dan masih berbalas pesan dengan Ayla. Hingga matanya tertuju kearah pagar rumahnya.
Diluar pagar, seseorang yang sangat ia kenali tersenyum sambil duduk diatas motornya, membuka helm dan tersenyum kearah Nanda.
"Regan." nanda tersenyum saat melihat sahabatnya itu sudah ada didepan pagar rumahnya.
Regan menggoyangkan kepalanya memberi kode untuk Nanda agar segera turun, dan entah magnet apa, Nanda pun segera berlari untuk menemui Regan.
"Mau nemenin aku jalan-jalan." Tanya Regan sambil memberikan helmnya pada Nanda.
"Aku ambil jacket dulu." Nanda hendak memutar tubuhnya namun tangannya dicekal oleh Regan.
"Lama." Regan turun dari motornya dan membuka bagasi motornya lalu memberikan jacket untuk Nanda.
Nanda tersenyum, "Makasih Regan."
Regan membawa Nanda berkeliling, Regan sangat tau situasi hati Nanda.
"Kamu kenapa?" Tanya Regan diatas motor dengan suara yang agak kencang agar terdengar oleh Nanda.
"Gak apa-apa." jawab Nanda yang juga menjawab dengan suara kencang.
Regan memberhentikan laju motornya disebuah taman kota. "Jagung bakar, mau?" Tanya Regan.
"Gak mau." Jawab Nanda cepat.
"Terus maunya apa?"
"Makan cuanki aja Re, enak kan malam-malam makan yang berkuah dan hangat."
"Okay." Regan dan Nanda berjalan mengitari taman dan berhenti saat menemukan penjual cuanki.
"Hmm, wanginya aja enak." Ujar Nanda saat menghirup aroma kuah cuanki dimangkuknya.
"Wangi MSG Nan." Regan tertawa.
Nanda pun tertawa, "Kayanya aku terlalu banyak makan MSG makanya gak pinter-pinter amat ya Re."
Mereka larut dalam obrolan santai sambil menikmati semangkuk cuanki, sesekali tertawa saat membahas hal lucu.
Regan menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, memberanikan diri untuk menasehati sahabatnya itu.
"Nan, jangan suka memaksakan diri. Jadilah diri kamu sendiri. Kamu cukup pintar dipelajaran, itu udah bagus koq." Sejenak Regan terdiam, kemudian berkata lagi, "Banyak orang yang melupakan dirinya sendiri demi menyenangkan hati orang lain, aku gak tau apa yang memotivasi kamu untuk jadi lebih unggul lagi dalam pelajaran, tapi percayalah Nan, sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik."
"Regan..." Lirih Nanda.
"Aku dan Ayla menyayangimu apa adanya Nan, tetaplah jadi dirimu sendiri, menjadi Nanda yang kami sukai."
Nanda menatap Regan, "Aku jatuh cinta Re, tapi aku belum bisa menceritakannya padamu dan Ayla." Batin Nanda.
__ADS_1
"Hei, kenapa diam?" Tanya Regan membuyarkan lamunan Nanda.
Nanda tersenyum. "Re, kalo nanti aku, kamu dan Ayla udah ketemu jodohnya masing-masing, kita masih bisa kumpul bertiga lagi gak ya?"
"Jodoh masing-masing?"
Nanda mengangguk, "Tapi aku inginnya sih kamu berjodoh sama Ayla."
Regan mengernyitkan keningnya. "Aku sama Ayla?"
"Iya.. Ayla gak bisa dekat sama cowok lain selain kamu, aku juga takut Ayla disakitin cowok, makanya aku maunya Ayla sama kamu."
Regan menyentil kening Nanda,
Pletakk..
"Awwsshhh, Regann." Pekik Nanda sambil mengusap keningnya.
"Masih SMA, jangan ngomongin jodoh." Regan berbicara dengan nada sedikit tinggi. Regan tidak mengerti mengapa Nanda menginginkan dirinya berjodoh dengan Ayla, tak taukan Nanda, bahwa Regan menyimpan perasaan untuk Nanda?
"Udah malam, ayo pulang." Ajak Regan setelah mereka menghabiskan semangkuk cuanki dan Regan membayarnya.
Diperjalanan pulang, Regan hanya diam dan Nanda diam, mereka larut dengan pikirannya masing-masing. Nanda yang memikirkan Raja, sementara Regan memikirkan perkataan Nanda.
Sementara disisi lain. Raja melihat story yang Nanda posting di media sosialnya.
"Ah Sh*it, harusnya aku gak sekeras itu sama Nanda." Raja mengusap wajahnya kasar.
Raja menatap ponselnya, ingin rasanya ia mendial nomer ponsel Nanda dan meminta maaf, namun tangannya seperti kaku dan pada akhirnya Raja memilih diam.
Seminggu sudah berlalu, Nanda tidak menghubungi Raja, begitupun Raja tenggelam dalam kesibukannya meski ia sering kali teringat akan Nanda.
Raja mengirimkan chat pada Aryo dan meminta maaf karna untuk sementara tidak bisa memberikan bimbingan belajar pada Nanda, dan akan menghubungi Nanda kembali saat akan mengajar Nanda kembali.
Siang sepulang sekolah, Nanda mampir kesebuah Kafe, dirinya berjanjian dengan Aryo yang akan mengajaknya makan siang bersama, namun sudah setengah jam Nanda menunggu dan Aryo tidak kunjung tiba.
Drrtt.. drttt
Ponsel Nanda berdering, terlihat nama bertuliskan Papa memanggil dilayar ponselnya.
"Iya Pa..." -Nanda-
"Sayang, maafkan Papa, Papa ada pertemuan mendadak dengan klien." -Aryo-
"Ya udah Pa, Gak apa-apa. Nanda pulang aja ya Pa, kita ketemu dirumah aja nanti." -Nanda-
"Iya Sayang, Papa janji nanti pulang cepat, Nanda bersiap juga ya, karna Papa akan mengajak Nanda ke pesta pernikahan anaknya teman Papa. Nanda mau kan?" -Aryo-
"Baiklah Pa, kalo gitu Nanda sekarang ke salon aja Pa, baru pulang dan bersiap." -Nanda-
Nanda menaruh ponsel disakunya lalu membayar minumannya dikasir.
"Jekfood 28." Panggil seorang kasir berbarengan dengan Nanda yang baru selesai membayar minumannya dikasir.
"Oupss maaf." Ucap driver ojek online tersebut saat bertabrakan dengan Nanda.
Nanda yang mengenal suara yang tak asing asing itu segera menoleh. "Mas Raja." Gumamnya yang tedengar oleh Raja.
"Nanda." Raja terkejut saat dirinya bertemu Nanda setelah satu minggu tidak bertemu.
"Sebentar Nan, kamu tunggu aku diluar ya, aku ambil pesanan dulu." Ucap Raja.
__ADS_1
Nanda mengangguk dan menunggu Raja, entah mengapa jantungnya berdebar kencang.
"Nan kamu mau pulang?" Tanya Raja.
Nanda mengangguk tetapi wajahnya tak melihat wajah Raja.
"Pulang bareng aku ya, tapi aku antar makanan ini dulu, mau ikut?" Tanya Raja lagi.
Nanda menggigit bibir bawahnya seolah menimbang ajakan Raja.
Raja menghela nafas, dia melihat ekspresi Nanda yang sulit diartikan, mana mungkin seorang Nanda mau menemani Raja mengantar makanan.
"Maaf Nan." Satu kata dari Raja.
"Pulanglah bersama supirmu. Sekali lagi maaf." Raja berucap dengan nada tidak percaya diri. Dirinya menyadari statusnya yang hanya driver ojek online dan pernah menjadi guru bimbingan belajar Nanda.
Raja berjalan gontai kearah parkiran motornya dan meninggalkan Nanda yang masih mematung didepan kafe, Nanda melihat punggung Raja yang semakin menjauh, entah apa yang ada dalam pikiran Nanda, Nanda berjalan cepat seolah mengejar Raja yang kini posisinya sudah duduk diatas motornya.
"Ngajakinnya gak niat nih, ngajakin tapi malah ninggalin." Ucap Nanda dengan khas gaya bicaranya yang asal.
Raja terkejut saat Nanda menyusulnya, kemudian tersenyum setelah mendengar perkataan Nanda.
"Mau ikut?" Tanya Raja sambil menawarkan sebuah helm untuk Nanda.
Nanda mengerdikan bahunya lalu mengambil helm dari tangan raja dan memakainya kemudian naik keatas motor Raja.
"Udah?" Tanya Raja lembut.
"Udah." Jawab nanda dengan tersenyum.
Raja mulai melajukan motornya, tanpa Nanda tau, wajah Raja tengah berseri.
Raja mengantar pesanan makanannya kemudian mengajak Nanda ke satu tempat.
"Kita mau kemana?" Tanya Nanda
"Nyulik kamu sebentar aja." Jawab Raja singkat.
Wajah Nanda memerah dan menahan senyumnya.
"Senyumnya jangan ditahan Nan." Ucap Raja.
"Isshh Mas apaan sih."
Raja meraih tangan Nanda yang bertumpu dikedua paha Nanda dan melingkarkannya dipinggang Raja. "Pegangan, nanti jatuh." Ucap Raja santai
Wajah Nanda kian memerah, dan Raja mempehatikannya dari kaca spion motornya.
.
Mumpung senin gitu,
Sepi nih, belum ada yg kasih vote π€
Boleh lah berbagi hadiah gitu buat Othor biar semakin rajin up π
*Bayangin wajah othor yg lg melas π₯Ίπ₯Ί
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....