BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Hari Ujian


__ADS_3

"Kalian saling kenal?" Tanya Nanda menatap kearah Raja dan Regan bergantian.


Raja bersikap setenang mungkin, sementara Regan tetap merasa heran, terlebih rasa terkejutnya belum menghilang.


"Kamu disini Re?" Tanya Raja menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Iya Bang, Nanda teman sekolahku." Jawab Raja. "Abang-" Regan balik bertanya tetapi tidak meneruskan kalimatnya.


"Abang guru les Nanda." Jawabnya.


"Tunggu, tunggu... Kalian saling kenal?" Tanya Nanda yang masih bingung, sementara Ayla hanya memperhatikan situasi yang mendadak terasa dingin mencekam


"Bang Raja ini kakak tiriku Nan." Jawab Regan yang membuat Nanda terkejut.


Sementara Ayla baru menyadarinya oernah bertemu dengan Raja dirumah Regan saat dulu.


"Kalian saudara tiri? kalian serumah? jadi ini Abang tiri kamu Re?" Tanya Nanda yang masih tak percaya.


"Iya Nan, Regan adik tiriku." Bukan Regan yang menjawab, melainkan Raja yang menjawabnya.


"Waah aku ga nyangka kalo Mas Raja itu Abangnya Regan." Nanda tersenyum dibalik wajah pucatnya.


"Nan, Batagornya." Sahut ayla yang memecah ketegangan.


Mereka duduk bersama disofa yang melingkar di ruang televisi.


Regan dan Raja duduk bersebelahan, hubungan yang sudah membaik mendadak menjadi canggung kembali.


"Ay, nginep sini ya.." Bujuk Nanda.


"Ishh pasti deh kalo main kesini berujung disuruh nginep." Jawab Ayla.


"Udah Ay temenin aja, biar cepet sembuh." Sahut Regan.


"Kamu juga Re, biar besok Ayla pulang sama kamu." Ucap Nanda.


"Gak ah, lagi gak mood." Jawab Regan.


"Regan jahat." Nanda merengut kesal.


"Re, jangan macem-macem deh Re." Ucap Ayla memperingatkan. Pasalnya Nanda akan ngambek lama jika Regan atau Ayla tidak menuruti kemauannya, terlebih sekarang Nanda tengah sakit.


Regan menyandarkan tubuhnya. "Aku bisa apa kalai begitu." Ucapnya pasrah.


Nanda dan Ayla saling bertatapan, "Bisa main catur sama pak Amin." Ucapnya serempak sambil tertawa.


Raja memperhatikan ketiga sahabat itu, sungguh Nanda sangat cantik saat tertawa lepas bersama temannya. Namun pikiran Raja melayang jauh, dimana ia mengingat ucapan Regan soal perempuan yang sulit ia gapai, Apakah Nanda yang Regan maksud, atau Ayla. Karna Regan sangat dekat dengan keduanya.


Raja juga tidak menyangka, jika Regan bisa sedekat ini dengan Nanda dan penghuni rumah Nanda, dari mulai ART sampai securitynya. Mungkinkah Regan juga akrab dengan Aryo? pertanyaan itu kini menari-nari dikepala Raja.


Seminggu berlalu,


Regan dan Raja meski tinggal satu atap namun keduanya memang jarang bertemu. Walaupun sudah sejak lama hubungan mereka membaik, tapi mereka tidak saling ikut campur urusannya masing-masing.

__ADS_1


"Kopi Re." Raja memberikan mug kecil berisikan kopi untuk Regan yang saat ini sedang duduk dibalkon rumah Haris.


"Thank you Bang." Regan menerima mug kopi tersebut, dan Raja duduk dibangku sebelah Regan yang hanya terhalang meja kecil.


"Udah lama Bang ngajarin Nanda les?" Tanya Regan memecah keheningan.


"Lumayan lama, tapi belum sampai setahun."Jawab Raja apa adanya.


Raja ingin menanyakan soal perempuan yang pernah dibicarakan sekilas oleh Regan, perempuan yang katanya sulit Regan gapai. Jika benar Nanda yang tengah Regan kejar, maka Raja akan mencoba untuk mundur, seperti layaknya kompetisi. Namun Nanda bukanlah sebuah piala yang harus mereka kejar, Nanda adalah tujuan untuk arah dimana hati mereka berlabuh.


"Pantes aja nilai Nanda bagus terus, ternyata lo gurunya." Regan tertawa kecil.


"Bisa aja lo Re, Nanda tuh sebenarnya memang pintar, cuma dia kurang motivasi aja." Raja pun ikut tertawa.


"Biasanya Nanda gak pernah sampai satu bulan bertahan dengan guru bimbel nya Bang. ujung-ujungnya balik lagi ke Ayla dan gue."


"Iya, Pak Aryo juga bilang begitu sama gue. Dan gue gak nyangka teman Nanda yang dimaksud Pak Aryo itu lo Re."


"Dunia sempit sekali." Gumam Regan yang terdengar oleh Raja.


"Salah." Raja melirik sekilas kearah Regan. "Yang betul itu Dunia sangat luas, dan area kita aja yang sempit." Raja tertawa.


"Gue kira lo gak bisa deket sama cewek Bang, dan gue kira murid lo itu laki-laki."


"Nanda murid gue satu-satunya." Lirih Raja.


"Lo deket banget sama Nanda." Ucap Raja mencoba memancing reaksi Regan.


"Nanda dan Ayla itu satu paket Bang, gue gak bisa bilang engga sama mereka, kita dekat dari SMP."


Regan tersenyum, menyesap kopinya. "Ya, Nanda dan Ayla malaikat tak ternilai, gue udah janji juga bakal jaga mereka."


"Dari mereka berdua, ada yang lo suka?" Tanya Raja pada akhirnya karna tidak bisa membendung rasa penasarannya.


"Gue suka dua-duanya." Rega tertawa. "Lo tau Bang? kalo gue lagi jalan sama mereka berdua, gue ditengah, Ayla dikiri dan Nanda dikanan, gue udah kayak sugar baby."


Raja hanya tersenyum tipis, sebenarnya Raja ingin mengorek lebih dalam lagi perasaan Regan pada Nanda, namun Raja tidak ingin Regan mencurigainya.


***


Bulan silih berganti, tak terasa kini Nanda akan bersiap menghadapi ujian akhir di sekolahnya.


"Doa dan fokus." Satu pesan masuk diponsel Nanda.


Nanda tersenyum saat membaca pesan dari Raja.


"Raja?" Tanya Aryo membuyarkan lamunan Nanda.


Nanda menoleh kearah Aryo yang sedang mengemudikan mobilnya. "Iya Pa.." Jawab Nanda.


"Kamu menyukai Raja?" Tanya Aryo menyelidik.


"Kami saling menyukai dan sudah mengungkapkannya, hanya saja kami tidak pacaran Pa.."

__ADS_1


Aryo melirik sekilas kearah Nanda, "Really? Why?"


"Mas Raja bilang mau memantaskan diri dulu, dan nunggu aku lulus sekolah, karna Mas Raja gak mau pacaran sama anak sekolah." Jawabnya dengan tatapan lurus kedepan.


Aryo mengangguk sambil fokus menyetir, "Pantas saja Raja tidak mau Ayah bayar untuk mengajar kamu les."


Nanda merasa terkejut, ia tidak tau jika Raja tidak mau menerima hasil jerih payahnya. "Mas Raja gak mau dibayar Yah?" Tanya Nanda heran.


"Iya, Awalnya Ayah bingung, tapi Raja bilang merasa belum pantas karna Raja bukan seorang guru profesional..Hanya itu sih alasannya.


"Lho Pa, jadi Mas Raja ngasih bimbel ke Nanda cuma-cuma?"


"Iya, dan Papa hanya satu kali memayar Raja, selanjutnya Raja tidak mau menerimanya."


Nanda terdiam dan merasa tidak enak pada Raja.


"Raja anak yang baik, pekerja keras, kuliah sambil bekerja bahkan memberi bimbingan pelajaran bukanlah hal yang mudah. Papa suka anak muda seperti Raja, tidak pantang menyerah."


"Kalau Nanda pacaran sama Mas Raja, boleh Pa?" Tanya Nanda hati-hati.


"Boleh, slama ini Raja baik sama kamu, tidak pernah macam-macam juga sama kamu. Apa lagi dia anak yang sopan dan pekerja keras."


Nanda tersenyum kemudian menghela nafas.


"Sekarang, fokus dulu sama ujian sekolah, buktikan ke Papa, bimbingan belajar dari Raja tidak sia-sia. Jangan sampai kamu juga mengecewakan Raja."


Tiba disekolah.


Regan dan Ayla sudah berdiri didepan gerbang.


Nanda menghampiri kedua sahabatnya itu.


"Kartu ujian dibawa?" Tanya Regan


"Nih." Ucap Nanda sambil mengalungkan kartu ujian dilehernya.


"Pensil dan penghapusnya?" Tanya Regan lagi


"Ada Re, didalam tas."


"Tadi aku juga ditanyain gitu Nan sama Regan." Sahut Ayla.


"Jangan baper dulu, aku nanya gitu biar gak dirusuhin kalian nanti, jangan sampe aku harus lari-lari ke minimarker cuma untuk beliin pensil, rautan, atau penghapus kalian yang ketinggalan." Sanggah Regan beralasan.


Sedari tadi, Regan bertanya pada Ayla dan Nanda soal kelengkapan yang dibawa. Regan sangat menjaga kedua sahabatnya itu.


"Okey, Om doakan semoga kalian diberikan kemudahan, jangan lupa berdoa." Ucap Aryo pada Nanda, Ayla dan Regan.


Nanda, Ayla dan Regan jalan memasuki sekolah, dan Aryo kembali kekantor setelah mengantar Nanda.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2