BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Nanda Kemana?


__ADS_3

Byuurrr


Olivia mengguyur Nanda dengan menggunakan gayung kecil hingga membuat Nanda terbangun.


"Oliviaa!!" Teriak Nanda.


"Selamat pagi kakak iparku, bagaimana tidurnya?" Tanya Olivia seolah mengejek.


"Apa mau kamu Liv?" Tanya Nanda.


Olivia tertawa, "Aku ingin kamu memberi Bang Raja sebagian dari kekuasaan dan hartamu. Gampang bukan?"


"Raja yang menyuruhmu?" Tanya Nanda menyelidik meskipun Nanda ragu jika Raja tega melakukan ini padanya.


"Apa kamu berfikir Abangku akan bisa melakukan hal sekeji ini?" Olivia balik bertanya.


Olivia tertawa, "Bang Raja tidak pernah takut menjadi miskin, tapi aku tidak akan membiarkan Bang Raja kembali miskin, karna akan berpengaruh pada kehidupanku."


Kini gikiran Nanda yang tertawa, "Aku sudah mengira, kamu adalah parasit dirumah tanggaku dengan Bang Raja, dan wanita ja*lang itu juga pasti mendekati Raja hanya karna hartanya, Jika Raja aku buat miskin kembali, pasti ja*lang itu akan meninggalkannya."


Plakk


Sebuah tamparan mendarat sempurna dipipi mulus Nanda.


Olivia mencapit kedua pipi Nanda, "Dengar ya Kakak iparku tersayang, Bang Raja dan Kak Sarah saling mencintai. Tidak akan berpengaruh pada Kak Sarah meski Bang Raja jatuh miskin sekalipun, buktinya Kak Sarah rela meninggalkan keluarganya yang kaya raya demi Bang Raja dan rela menjadi yang kedua."


Nanda terkejut mendengar cerita dari Olivi, tanpa Olivia tau yabg sebenarnya bawah Sarah tengah melarikan diri dari Papanya yang akan menjualnya untuk menjadi istri pria tua demi menyelamatkan perusahaanya, Olivia hanya mengira, demi cintanya, Sarah rela meninggalkan semuanya.


Sarah yang mendengar dari celah pintu, hanya tersenyum penuh kemenangan, "Da*sar bodoh, ternyata Olivia tidak sepintar yang aku kira, mudah sekali mempengaruhinya."


Sementara dirumah Aryo, kondisi keadaan Aryo menurun. Semalam Ayla dan Regan langsung menuju rumah Aryo untuk memastikan kondisi Aryo, disana sudah ada Robi dan beberapa bodyguard yang setia berjaga.


Robi telah menjelaskan pada Ayla tentang apa yang terjadi pada Nanda, dari mulai perselingkuhan Raja hingga akan menggugat cerai Raja. Robil juga menceritakan soal Raja yang melakukan pencucian dana bersama sekertarisnya yang tak lain adalah selingkuhannya.


Regan menatap Robi dengan perasaan tak percaya, namun semua bukti berupa lembaran foto perselingkuhan hingga bukti pencucian dana tlah Robi berikan pada Ayla dan Regan pun melihatnya. Robi juga sangat tidak menyangka jika Olivia pun ikut terlibat dalam pencucian uang.


"Nanda simpan masalah ini sendirian, Re." Ayla mulai terisak dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Regan pun tampak shock mendengarnya. Ia tak menyangka Raja tega berbuat seperti ini pada Nanda. Regan mengepalkan tangannya mencoba menahan emosinya.


Regan berdiri dan hendak meninggalkan Ayla. "Re mau kemana?" Lirih Ayla saat melihat Regan berjalan keluar.


Langkah Regan terhenti, "Aku akan cari Bang Raja, akan kubuat dia menyesal tlah menyakiti Nanda."


"Jangan, Re. Papa disini butuh kita."


"Kamu tetap disini, Ay. Raja pasti tau dimana Nanda." Raja melangkah keluar segera mengendarai mobil yang sudah Robi siapkan.


Regan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia langsung mendatangi rumah Raja berdasarkan info dari Robi.


Brakk


Raja yang dari semalam hanya tidur disofa ruang tamu pun terkejut saat melihat Regan dengan wajah merah padam menahan amarah.


Regan langsung menghampiri Raja dan menarik kaos kerahnya.


"Dimana Nanda?" Tanya Regan dengan emosi.


"Gue gak tau!!" Jawab Raja.


Bughh

__ADS_1


Satu pukulan mendarat di perut Raja.


"Jangan bohong!!" Bentak Regan.


"Gue gak tau, Re. Sumpah." Ucap Raja melas.


Regan menatap mata Raja, tidak ada kebohongan disana.


Regan melepaskan kerah baju Raja dengan kasar. "Tega lu Bang, gue kira lu tulus sama Nanda, tapi lu sakitin dia." Lirih Regan.


"Gue gak ada maksud, Re. Gue mencintai Nanda." Jawab Raja.


Bughh.


Satu pukulan lagi mendarat di pipi Raja hingga membuat Raja tersungkur.


"Bukan cinta kalau namanya menyikiti Bang!!" Teriak Regan.


Hening sejenak.


"Lu tega Bang, Nanda begitu baik, kenapa lu tega menyakitinya."


"Gue akan memperbaikinya, Re. Setelah Nanda pulang, gue akan memperbaiki semuanya."


Prankk


Regan melempar vas bunga ketembok hingga vas bunganya pecah.


"Sebelum lo perbaiki hubungan lo sama Nanda, lo benerin dulu itu vas bunga sampai jadi utuh lagi. Dan kalo lo berhasil buat vas bunga utuh kembali, lo lihat masih ada bekasnya dan gak akan sempurna, seperti itu juga hubungan lo dan Nanda." Ucap Regan berapi-api lalu meninggalkan rumah Raja.


Raja segera mencari ponselnya, ia menghubungi Nanda dan masih juga belum aktif. "Kamu dimana, Nan. Maafkan aku." Lirihnya menyesal.


"Gimana Re?" Tanya Ayla.


Regan menggelengkan kepalanya, "Bang Raja bilang tidak tau dimana Nanda."


"Apa Nanda pergi menenangkan diri?" gumam Ayla.


"Tapi ada hal yang janggal, Ay. Cctv ditempat Nanda biasa memarkirkan mobilnya seperti dirusak dengan sengaja. Hal itu masih kita selidiki." Sahut Robi.


"Bagaimana Papa, Ay?" Tanya Regan.


"Papa masih demam." Jawab Ayla.


"Aku akan memeriksanya lagi." Regan segera menuju kamar Aryo dan memeriksanya.


Ayla dan Robi mengikuti Regan.


"Kita harus bawa Papa kerumah sakit, demamnya tinggi dan tensinya juga tinggi. Papa butuh oksigen juga." Ucap Regan.


Ayla mendekat dan duduk ditepi tempat tidur. "Pa, Papa harus kuat. Ayla janji akan cari Nanda." Ucap Ayla terisak.


Aryo dipindahkan menggunakan ambulan, Ayla dengan setia menemani, Regan akan menjaga Aryo selama dirumah sakit dan memantau terus kondisinya.


"Ay..." Panggil Aryo.


"Iya Pa.." Ayla segera menghampiri brankar Aryo dan menggengam tangan Aryo.


"Nan.. daa.."


"Nanda ada, Pa. Nanti Ayla cari Nanda ya."

__ADS_1


Aryo mengangguk, sepertinya Aryo hanya mengigau, lalu tertidur kembali.


***


Sudah dua hari berlalu dari hilangnya Nanda, Robi memberitahu Regan bahwa mobil yang Nanda pakai menuju area perbukitan, terlihat dari cctv lalu lintas jalanan yang Nanda lalui, sayangnya hanya itu petunjuknya dan tidak ada petunjuk lainnya.


Rajapun mencari Nanda, sejak Regan mendatanginya, ia slalu mencari Nanda dan menyewa orang untuk mencarinya juga.


"Ay, bisa kita bicara sebentar?" Ucap Robi dengan wajah serius.


Nanda mengangguk,


"Ayo keluar sebentar." Ajak Robi yang diikuti pula oleh Regan.


Mereka duduk didepan ruangan perawatan Aryo.


"Ada apa Kak? ada kabar soal Nanda?" Tanya Ayla cemas.


"Bukan soal Nanda, Ay. Tapi soal perusahaan."


Ayla mengernyitkan dahinya, "Ada apa?"


"Perusahaan goyang, kabar perselingkuhan Pak Raja dengan sekertarisnya dan kabar hilangnya Nanda juga kabar Pak Aryo masuk rumah sakit membuat para pemegang saham ingin menarik sahamnya, sebagian ada yang ingin menjualnya."


Ayla menghela nafas, "Kenapa jadi begini?" Lirihnya.


Regan dengan setia mengusap punggung Ayla seolah menguatkan.


"Para pemegang saham tetap ingin ada yang memimpin perusahaan, jika tidak mereka akan menarik sahamnya." Ujar Robi.


"Apakah ini maksudnya mereka menginginkan Raja kembali keperusahaan?" Tanya Ayla.


Robi menggelengkan kepalanya. "Tidak, Ay. Tetapi mereka ingin kamu kembali keperusahaan menggantikan Nanda. Hanya saja-" Robi ragu melanjutkan perkataannya.


"Apa Kak?" Tanya Ayla.


"Saat ini pemegang saham tertinggi adalah Pak Raja, karna saham Nanda dan saham miliknya itu akan digabungkan otomatis. Belum ada perceraian diantara mereka, Pak Raja berhak atas saham Nanda."


"Apakah Raja mau memimpin kembali?" Tanya Ayla.


"Bukan soal Raja, Ay. Tapi sebelum Nanda pergi, Nanda tidak ingin Raja membawa apapun jika mereka bercerai. Yang artinya, Nanda akan mengambil semuanya."


"Lalu kita harus bagaimana Kak?" Tanya Ayla.


"Kamu harus kembali Ay." Ucap Raja.


"Sahamku tidak besar Kak, sedangkan Saham Raja akan digabungkan dengan saham Nanda. Dan itu pasti Raja menang mutlak untuk memimpin sementara perusahaan."


"Tidak jika para pemegang saham akan berpihak padamu, datanglah besok saat rapat dengan pemegang saham, Rajapun akan datang."


Ayla menoleh kearah Regan dan Regan menganggukan kepalanya. "Kamu pasti bisa, Ay. Aku akan mendukungmu." Ucap Regan.


"Baiklah, Kak Robi. Ayla akan kembali keperusahaan besok." Ucapnya mantap. "Demi Papa dan Nanda." Ucapnya lagi.


.


.


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....

__ADS_1


__ADS_2