BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Aku Jatuh Cinta


__ADS_3

"Maafkan aku Nan. Maaf kalo terakhir kali bertemu, sikapku menyinggungmu." Raja menatap mata Nanda dengan sendu.


"Mas.. Aku..." Nanda berbicara dengan terbata-bata sebelum akhirnya Raja memotong ucapan Nanda.


"Aku menyukaimu." Ucap Raja mengungkapkan perasaanya. "Aku sangat menyukaimu." Ucapnya sekali lagi.


Nanda terkejut, ternyata Raja mempunyai perasaan yang sama dan diluar dugaan Nanda, Raja mengutarakan perasaanya.


"Nan.." Panggil Raja dengan lembut dan berhasil membuyarkan lamunan Nanda.


"Eh iya Mas." Nanda semakin gugup.


Raja tersenyum, "Ga usah jawab sekarang, aku hanya ingin mengeluarkan isi hatiku agar tidak mengganjal disini." Raja menunjuk dadanya dengan jari telunjuknya.


Saat ini Raja membawa Nanda ke pantai yang berada di kotanya, Raja sengaja membawa Nanda selain untuk meminta maaf juga untuk mengutarakan hatinya pada Nanda.


Nanda tersenyum. "Kenapa Mas suka sama aku? aku kan gak pinter-pinter banget."


Raja mengernyitkan keningnya, "Maksud kamu?"


"Bukannya Mas Raja suka cewek yang pinter ya?" Tanya Nanda meyakinkan.


"Kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu Nan? Pemikiran dari mana? hem?" Tanyanya heran.


Nanda menggigit bibirnya dan menunduk, Raja menyentuh dagu Nanda dengan satu telunjuknya dan mengangkatnya agar Nanda mau menatap mata Raja.


"Waktu itu, aku nanya Mas, mantan pacar Mas pasti cantik ya. Terus Mas jawab Cantik itu relatif, yang jelas she's smart."


Raja menepuk keningnya sendiri dan berucap, "Oh my God, Nanda kenapa ucapanku itu membuat kamu menyimpulkan kalo aku menyukai cewek yang pintar?" Raja sedikit tertawa.


Tangan raja memegang kedua bahu Nanda, "Nanda dengar ya, aku gak bisa mendeskripsikan wanita seperti apa yang aku suka, aku tidak bisa menilai wanita itu cantik atau tidak karna memang cantik itu ralatif. Mungkin aku dulu menyukainya karna ada daya tarik dari dia sendiri yang membuat aku menyukainya. Sama seperti sekarang ini Nan, aku menyukaimu karna kamu membuat aku terpesona, kamu membuat pikiran dan hatiku tertuju padamu, dan itu tanpa alasan."


Deg.. deg.. deg ...


Jantung Nanda berdegup lebih kencang.


"A.. Aku juga menyukai Mas Raja." Cicit Nanda sambil menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti tomat.


Raja tersenyum, "Perasaanmu sama dengan perasaanku?"


Nanda yang masih menundukpun mengangguk.


"Kalau begitu tunggu aku ya Nan."


Nanda mendongakan wajahnya dan menatap mata Raja, "Maksud Mas?"


"Tunggu sampai aku sukses. Bisa?"


"Kita.. kita saat ini?" Tanya Nanda ragu.


"Tetap seperti ini, aku guru yang membimbing belajar kamu."


"Bukan pacaran?" Tanya Nanda heran.


Raja menggelengkan kepalanya.


"Kamu lulus dulu sekolah ya, aku gak mau pacaran sama anak sekolah." Raja tertawa.


"Sampai aku lulus?" Tanya Nanda lagi.


"Jujur Nan, aku gak pede pacarin kamu, aku ingin meraih kesuksesanku dulu setidaknya sampai aku punya pekerjaan tetap."


Nanda terdiam seolah mencerna apa yang dikatakan oleh Raja.

__ADS_1


"Kita saling suka Mas, kenapa gak pacaran aja?"


"Nan, aku gak bisa. Saat ini kamu harus fokus belajar dan lulus. Setelah kamu lulus nanti, kita bicarakan lagi hubungan kita ya." Bujuk Raja.


"Kalo ternyata nanti kamu pacaran sama cewek lain." Lirih Nanda.


"Apa aku terlihat seperti pria yang gampang jatuh cinta?"


Nanda menggelengkan kepalanya.


"Nan, yang penting kita udah saling tau perasaan kita masing-masing. Hubungan itu hanya sebuah status, yang terpenting saling percaya."


Nanda mengangguk, "Tapi Mas jaga jarak sama cewek ya, aku ini orangnya posesif lho Mas, tidak suka milikku disentuh orang lain."


"Benarkah? baiklah kalau begitu, aku akan menjaga perasaanmu Nan." Raja mengacak rambut Nanda karna gemas.


***


Ayla menyenggol Regan dengan sikutnya dan memberi kode untuk memperhatikan Nanda.


Raja bertanya pada Nanda dengan kode mengernyitkan keningnya, dan Ayla menjawab dengan mengerdikan bahunya.


"Nan." Panggil Ayla.


"Ya Ay.." Jawab Nanda sambil bermain ponsel.


"Chat sama siapa sih Nan? Asik sendiri dari tadi." Tanya Regan.


Nanda mendongakkan kepalanya, lalu menyimpan ponselnya disaku bajunya. "Gak chat sama siapa-siapa." jawabnya santai.


"Eh Ay, besok jadi ada acara dipanti?" Tanya Nanda mengalihkan pembicaraan.


"Jadi dong Nan."


"Bisa bangun pagi kalo libur Nan?" Ledek Regan.


"Ishh bisa dong Re, demi Aylaku."


Besok akan ada acara peresmian dipanti, setelah sekian tahun, akhirnya panti tersebut sudah memiliki surat surat resmi tanda kepemilikan tanah dan bangunannya, hal tersebut dilakukan oleh Aryo sebagai donatur utama dipanti. Aryo membebaskan sengketa tanah yang diperebutkan oleh pihak panti dan ahli waris, padahal sebelumnya pemilik tanah sudah menghibahkan tanah tersebut kepada pihak panti, namun tidak ada surat yang resmi. Dan saat pemilik tanah sudah meninggal, para ahli warisnya mempermasalahkannya.


***


Nanda berangkat pagi sekali untuk menghadiri acara dipanti, sedangkan Aryo akan datang saat acara akan dimulai.


Nanda sengaja berangkat pagi sekali agar bisa membantu persiapan dipanti.


"Nan, aku datang agak siangan ya, mau service motor dulu." Sebuah pesan yang dikirim oleh Regan.


Nanda masuk kedalam panti, namun Ibu Susan pemilik panti bilang kalau Ayla bersama Ibu Widi tengah kepasar membeli buah-buahan yang belum sempat dibeli.


Nanda memutuskan menunggu Ayla dikamarnya, kamar yang Ayla tempati bersama dua orang pengurus panti.


Nanda tau letak tempat tidur Ayla dan sejenak duduk bersandar pada sandaran tempat tidur.


Matanya menatap kesebuah nakas disebelah tempat tidurnya, terdapat satu foto yang terbingkai figura, Nanda tersenyum kala menatap foto itu, foto saat kelulusan Nanda, Ayla dan Regan sewaktu dibangku SMP.


Ponsel Nanda berbunyi notifikasi, memberitahukan bahwa ponsel Nanda kehabisan daya.


Nanda membuka laci nakas ingin meminjam carger milik Ayla, namun dirinya melihat buku harian berwarna putih, buku harian itu kado dari Nanda untuk Ayla saat ulang tahun Ayla tahun lalu.


"Ayla suka nulis apa ya?" Gumam Nanda dan dengan isengnya melihat buku harian Ayla.


Isinya hanya membahas hal-hal yang berkesan untuk Ayla, seperti saat diajak Nanda pergi belanja, nonton, bahkan saat mereka naik kapal boat yang baru saja Aryo beli saat itu.

__ADS_1


Nanda tersenyum saat melihat selembar foto terselip dibuku harian Ayla, Foto selfi Nanda bersama Ayla dan Ayla menuliskan sebuah kalimat dibalik foto itu. "Sahabat terbaik, semoga kita slalu menjadi sahabat dengan baik. Aku menyayangimu Nan." Tulis Ayla dibalik foto itu. "Aku juga menyayangimu Ay." Gumam Nanda sambil menutup buku harian Ayla. Namun saat Nanda menutup buku harian Ayla dan ingin menaruhnya kembali, selembar foto kembali terjatuh ke lantai. Nanda mengambilnya dan ternyata foto Regan yang diambil secara candid.


"Regan." Gumam Nanda. Nanda membalik fotonya dan melihat sebuah tulisan dibalik foto itu. "Hati yang tidak mungkin ku gapai."


Nanda menghela nafas. "Aku tau Ay, aku tau kamu menyimpan perasaan pada Regan." Nanda tersenyum dan kembali merapihkan buku harian Ayla dan menaruhnya kembali ditempatnya.


Nanda mengisi daya ponselnya sambil membaca buku novel milik Ayla. setelah dua puluh menit, Ayla kembali dan langsung menghampiri Nanda.


"Nan, udah nunggu lama? Maaf ya." ucap Ayla.


"Santai Ay, aku tau smua orang disini lagi sibuk." Jawab Nanda. "Aku nunggu kamu disini, pinjem carger, ponsel ku kehabisan daya."


Ayla mengangguk. "Iya Nan."


"Yuk keluar, kita bantuin diluar." Ajak Nanda yang diangguki oleh Ayla.


Nanda tidak membahas soal Regan, ia ingin menghargai privasi Ayla meskipun tadi Nanda sedikit lancang membuka buku harian milik Ayla.


"Ay.. " panggil Nanda.


"Iya Nan.." Jawab Ayla.


Saat ini mereka tengah menata kue-kue dan buah ke piring saji.


"Aku jatuh cinta Ay.." Ucap Nanda.


Deg.. degg.. degggg.


"Nanda jatuh cinta? Apa Nanda jatuh cinta dengan Regan." Batin Ayla.


"Ay.. Kamu gak dengerin aku ya."


Ayla sedikit gugup. "I.. iya Nan, ka.. kamu jatuh cinta sama siapa?"


Nanda tersenyum, ia tau apa yang Ayla pikirkan. Ayla pasti berfikir kalau Nanda akan bilang jatuh cinta pada Regan.


"Aku jatuh cinta sama guru les aku Ay."


Uhukkkk..


Nanda terbatuk dan mengehentikan aktifitasnya, "Tunggu sebentar, guru les?" Tanya Ayla meyakinkan.


"Iya Ay.. dan dia juga menyukaiku. Tapi kita gak pacaran Ay.. dia bilang tunggu aku lulus sekolah dulu karna dia gak mau pacaran sama anak SMA." Nanda tertawa.


"Nan...ini serius?" Tanya Ayla bingung.


Nanda menghentikan aktifitasnya. "Aku serius Ay, aku sama dia udah saling ungkapin perasaan suka kami masing-masing. Tapi kami belum pacaran, seperti yang aku bilang tadi, dia nunggu aku lulus SMA karna gak mau pacaran sama anak sekolah."


"Nan, apa dia baik? Om Aryo tau? kamu harus kenal dia lebih dalam lagi Nan, aku gak mau dia cuma mainin kamu aja." ucap Ayla khawatir.


"Ya ampun Ay, kamu tenang aja, Papa tau dia koq, dan kata Papa, dia tuh baik karna dulu dia pernah nolongin Papa, dia anak yang jujur dan Papa juga menyukainya." Nanda kembali menyusun kue-kue dipiring. "Jangan khawatir begitu Ay, harusnya aku yang khawatir sama kamu, aku takut kamu disakitin cowok."


"Siapa yang disakitin cowok?" Suara seseorang yang membuat Nanda dan Ayla seketika menoleh bersamaan kearah sumber suara.


"Regan." Pekik Nanda dan Ayla bersamaan.


.


.


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....

__ADS_1


__ADS_2