BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Tiga Tahun Kemudian


__ADS_3

Tiga tahun kemudian.


Regan berhasil meraih gelar dokter muda dengan spesialis obgyn diusia dua puluh lima tahun. Haris sangat bangga dengan pencapaian putranya tersebut.


Namun sayang, Regan enggan kembali ke kota J, ia memilih menetap di kota S dan menerima tawaran untuk bergabung dengan salah satu rumah sakit terbesar dikota itu.


"Apa Bang Raja suka membawa Nanda kerumah, Yah?" Tanya Raja pada Haris saat Haris mengunjungi Raja dikota S.


"Jarang" Haris mengerdikan bahunya, "entahlah mungkin Nanda teringat kamu jika berada dirumah, hanya saja waktu Ayah sakit dan dirawat dirumah sakit, Nanda dan Ayla sering datang menjenguk Ayah. Selebihnya hanya Ayla yang sering menemui Ayah, itupun dikantor, Ayla rajin membawakan Ayah makan siang dengan pola menu sehat yang mengandung rendah gula dan minyak." Haris tertawa, "Andai Ayla juga menjadi menantu Ayah." Gumamnya yang terdengar oleh Regan.


Regan hanya mengangguk dan kembali mengaduk kopi creamer dicangkirnya.


"Walaupun Ayla sering menemui Ayah, tapi dia tidak pernah menanyakanmu Re. Apa kamu sungguh tidak ingin pulang?"


Regan menghela nafasnya, "Tujuh tahun lebih Regan tinggal disini dan Regan merasa betah Yah." Jawab Regan.


"Benarkah? bukan karna menghindari Nanda dan ayla?" Haris menatap putranya penuh selidik.


"Sudahlah Yah, jangan dibahas."


"Padahal Ayah ingin salah satu dari Nanda dan Ayla yang jadi menantu Ayah."


"Bukannya Nanda sudah menjadi menantu ayah?" Regan tersenyum getir.


"Kalau begitu, jadikan Ayla menantu Ayah juga." Ucap Haris serius. "Move on lah Re, Sudah tiga tahun Nanda menikah, apa kamu tidak ingin menyusulnya?"


"Regan masih ingin meneruskan karir Regan dulu Yah."


Haris menghela nafas, ia tidak bisa memaksa apapun yang sudah menjadi keputusan Regan.


"Bulan depan Ayah tidak perlu lagi jauh-jauh menjenguk Regan, Yah."


Haris mengernyitakan dahinya, "kenapa?"


"Regan akan segera mutasi ke kota B, Pemilik Rumah sakit baru saja mendirikan rumah sakit disana, peresmiannya sebentar lagi, dan Regan dimutasi kesana."


Haris mengangguk, "Baguslah, Kota J ke kota B cukup dekat, hanya butuh waktu tiga jam perjalanan. Ayah bisa lebih dekat saat menjengukmu."


***


Sejak menikah dan sebelum Aryo berangkat ke luar negri, Aryo menaikan jabatan Raja untuk menggantikan Nanda sebagai CEO. Sementara Nanda sendiri, menjabat sebagai Presdir pemilik perusahaan, sedangkan Ayla lebih memilih mengundurkan diri dan mendirikan usaha dibidang Event Organizer.


Nanda jarang sekali datang kekantor dan lebih mempercayakan urusan perusahaan kepada Raja. Nanda hanya menandatangani berkas-berkas yang sudah Raja pelajari terlebih dulu, dan datang kekantor hanya sesekali.


Ayla mendirikan sebuah usaha Event Organizer, tentunya Aryo yang memberikan modalnya, selama tiga tahun ini, EO milik Ayla berkembang pesat, pelanggannya adalah relasi dari perusahaan Aryo. Ayla pun kini lebih memilih tinggal di apartement, Apartement yang merupakan Hadiah dari Nanda saat ulang tahun Ayla ke dua puluh lima.


"Susah banget ketemu sama kamu Ay." Nanda yang masuk begitu saja kedalam ruangan Ayla.


"Hai Nan." Ayla berdiri dan memeluk sahabatnya itu.


"Jangan sibuk terus." Nanda kini duduk disofa dalam ruangan Ayla.


"Ini bulan emas Nan, banyak yang menikah dan mempercayan weddingnya di EO aku."


"Melebarkan sayap ke weding, Ay?" Tanya Nanda.


Ayla mengangguk. "Ini impianku, Nan. Mewujudkan impian pernikahan untuk pasangan kekasih yang akan menikah."

__ADS_1


"Aku kesepian, Ay." Lirih Nanda.


Ayla menatap Nanda, sungguh tidak ada lagi keceriaan diwajah Nanda. Entah apa penyebabnya.


"Jadi dewasa itu gak enak, Ay." Ucapnya lagi. Sementara Ayla, setia mendengarkan keluh kesah sang sahabat.


"Mas Raja sibuk, Papa masih berobat jalan di Paris, dan kamu juga sibuk."


Ayla menggenggam tangan Nanda. Seolah menyalurkan kekuatan untuk sahabatnya itu.


"Kenapa kamu gak kerumah ibu mertuamu Nan? kamu kan bisa mengobrol sama ibu mertua dan adik iparmu."


Nanda berdecak, "Ck, aku gak suka sama si mulut cabe itu, Ay."


Ayla tertawa, Nanda masih saja menjuluki Olivia si mulut cabai, "Kenapa memangnya?"


"Tiap ketemu slalu nyindir aku, kapan aku hamil dan punya anak, slalu bandingin aku, katanya kalau temannya aja baru dua bulan menikah udah hamil, sedangkan aku yang udah tiga tahun nikah masih belum hamil juga."


"Benarkah? terus bagaimana dengan ibu mertuamu?" Tanya Ayla mendalam.


"Ibu meetuaku sih hanya diam, dia tidak menyudutkanku, tapi tidak juga membela aku. Aku bingung sama sikapnya."


"Ayah Haris?" Tanya Ayla.


"Ayah slalu menguatkanku, Ay." Jawab Nanda tersenyum saat mengingat wajah Ayah mertuanya itu.


"Kamu gak coba program ke dokter kandungan Nan?"


Tiba-tiba Nanda tersenyum, "Jadi inget Regan, dulu Regan ingin jadi dokter Obgyn, apa Regan udah berhasil ya, Ay?"


"Kamu ga pernah tanya Ayah Haris bagaimana kabar Regan?" Tanya Ayla menyelidik.


Hening sejenak..


"Ay, Mas Raja gak pernah mau aku ajak konsultasi ke dokter kandungan, kata Mas Raja, mungkin memang belum waktunya aku dan dia punya anak." Ucap Nanda sedih.


"Sabar Nan, mungkin Raja masih mau menikmati berduaan sama kamu." Ayla berkata bijak.


"Aku sama dia pacaran empat tahun, menikah sudah tiga tahun, rasanya jenuh kalau begini terus, Ay. Mas Raja sibuk kerja dan pulang juga cuma langsung tidur."


"Kenapa kamu gak kembali keperusahaan? kamu masih memegang jabatan sebagai presdir kan Nan?"


Nanda mengangguk, "Mas Raja melarang aku, Ay. Katanya biar aku gak capek, jadi urusan perusahaan aku serahin ke dia, cuma kalo ada berkas penting, aku tinggal tanda tangan dirumah, dan hadiri rapat-rapat penting aja."


Ayla mengernyitkan dahinya, "Untuk apa Raja melarang Nanda keperusahaan, alasan capek bukanlah hal yang logis, karna Nanda hanya memegang kendali perusahaan, bukan bekerja ekstra." Batin Ayla.


"Kamu gak mau kerumah Ibu mertuamu, apa karna disana masih ada bayangan Regan?" Tanya Ayla.


Nanda menyandarkan punggungnya disandaran sofa. "Regan benar-benar jahat ya Ay. Tujuh tahun dia gak hubungin kita."


"Kamu Rindu Regan?" Tanya Ayla.


"Aku rindu kebersamaan kita saat remaja dulu, Ay." Jawabnya seakan menelusuri kemasa lalu.


Ayla pun ikut terhanyut menelusuri masa lalu, dimana ia, Nanda dan Regan slalu tertawa bersama, hingga suara pintu diketuk membuyarkan lamunan kedua sahabat yang sedang asik tenggelam dalam masa lalu.


Tok.. tokk.. tokk

__ADS_1


"Masuk." Jawab Ayla.


Pintu terbuka, asisten Ayla masuk dengan membawa berkas file.


"Miss Ay, ini berkas untuk project dikota B." Ucap Tyas, Asisten pribadi Ayla.


"Okey Yas, makasih ya." Ayla menerima berkasnya dan meletakannya dimeja.


Nanda yang penasaran dengan pekerjaan Ayla, meraih berkas milik Ayla dan membacanya.


"Kamu mau keluar kota, Ay?" Tanya Nanda yang masih membaca berkas itu.


"Iya Nan, akhir pekan ini. Ada Event disana yang mempercayakan acaranya ke EO milikku." Jawab Ayla.


"Kota B yang sejuk, udah lama gak jalan-jalan kesana, itu kota kelahiran Mas Raja. Berapa lama disana, Ay?"


"Sekitar lima hari, Mau ikut aku Nan kesana?" Ajak Ayla.


Nanda menggelengkan kepalanya, "Akhir pekan waktunya quality time bareng mas Raja, Ay."


Ayla hanya mengangguk.


Setelah seharian menghabiskan waktu dikantor Ayla, Nanda pulang kerumah, terlihat mobil Raja sudah terparkir dihalaman rumah, rumah yang Raja beli setelah menikah dengan Nanda.


"Bapak sudah pulang Bi?" Tanya Nanda.


"Sudah Non, tadi nyariin Non, saya bilang Non lg kekantor Non Ayla."


Nanda mengangguk dan langsung menuju kamarnya untuk menemui suaminya.


"Mas.." Panggil Nanda saat memasuki kamar mereka.


Raja yang sedang melonggarkan dasinya menoleh kearah Nanda. "Dari mana? koq baru pulang? kamu gak nyambut aku." Raja merajuk.


"Maaf." Nanda memeluk Raja. "Aku gak tau kamu pulang cepet."


Raja mengendurkan pelukannya lalu mencium kening Nanda. "Aku sedang lelah." Jawab Raja sambil menatap mata coklat Nanda.


"Kamu terlalu lelah dikantor, gak pernah lelah sama aku diatas ranjang, gimana mau punya anak." Kini giliran Nanda yang merajuk sambil melepaskan dirinya dari pelukan Raja dan memutar tubuhnya membelakangi Raja.


Raja memeluk Nanda dari belakang, "Maaf, Sayang." Bisiknya ditelinga Nanda.


"Aku juga lelah Mas, tiga tahun lebih kita menikah dan belum dikasih momongan, adik kesayangan kamu tuh slalu nyindir-nyindir aku, dan kamu gak pernah belain aku."


"Nanda, please stop!!" Regan mukai menaikan nada bicaranya setelah melepas pelukannya pada Nanda.


"Kenapa aku harus berhenti saat membicarakan adikmu Mas? Ini semua kenyataan, Olivia sering menyindir aku yang belum bisa memberimu anak, tanpa Olivia tau kalau kamu jarang sekali menyentuhku!!" Nanda berucap kesal, kemudian meninggalkan Raja yang hanya diam, Nanda masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintunya kasar.


Raja hanya bisa mengusap wajahnya kasar, tidak bisa ia pungkiri, Raja memang jarang menyentuh Nanda. Disaat menyentuhpun, Raja hanya menyelesaikan hasratnya sendiri.


Kehidupan rumah tangga Nanda dan Raja memang berjalan harmonis, tetapi Raja jarang menyentuh Nanda, dan saat diatas ranjang, Raja seperti tidak berhasrat, ia seringkali menuntaskan hasratnya tanpa memikirkan Nanda yang belum merasakan apa-apa.


Jika Nanda membahas hal ini, Raja hanya beralasan lelah karna pekerjaan.


.


.

__ADS_1


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2