BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

"Jadi kalian akan bulan madu?" Tanya Nanda yang saat ini sedang berada dikantor EO milik Ayla.


"Besok kita berangkat." Jawab Ayla.


"Aku bisa mengirim kalian liburan ke luar negri, tapi kalian malah memilih kota S." Cibir Nanda.


Ayla tersenyum, "Kita bukan mau nolak hadiah dari kamu Nan, tapi Regan hanya bisa cuti tiga hari, dan kami memutuskan untuk kekota S, tempat Regan kuliah."


"Iya Nan, kalau kamu mau ikut hayu. Aku sama Ayla bukan cuma bulan madu, tapi Ayla penasaran sama kota S tempat aku bersemedi selama tujuh tahun." Sahut Regan.


"Dih, Ogah!! Aku harus ngekorin kalian yang lagi bulan madu." Jawab Nanda asal yang membuat mereka tertawa.


Namun Ayla melihat ada yang tidak beres didiri Nanda, seperti menyembunyikan sesuatu.


"Kalau kalian pulang, harus bawa ponakan ya buat aku." Ucap Nanda tulus.


"Anakku nanti juga akan jadi anakmu Nan, jika aku Mamanya, maka kamu adalah Mommynya." Jawab Ayla.


Nanda memeluk Ayla, sementara Regan teraneyum melihat persahabatan Nanda dan Ayla.


***


"Sepertinya aku hamil." Ucap Sarah pada Raja


"Apa? Hamil?" Tanya Raja tak percaya.


Sarah mengangguk.


"Sarah, ini gak bisa diteruskan, aku pria beristri."


"Dan aku juga istrimu Ja." Sahut Sarah.


Raja menggusar rambutnya kebelakang. "Gugurkan."


"Raja!!" Pakik Sarah. "Kamu harusnya senang karna aku bisa memberimu keturunan, lihat istrimu sudah mau empat tahun belum juga bisa memberimu seorang anak."


"Aku memang menginginkan anak, tapi tidak darimu, melainkan dari Nanda." Jawab Raja kasar.


Plakk


Sarah menampar Raja.


"Tega kamu, Ja."


"Sarah, kamu sudah tau aku pria beristri, dan kamu yang slalu menggodaku. Aku tidak akan memilih kamu, apapun yang terjadi, istriku hanya Nanda seorang." Tegas Raja.


"Kenapa? Jangan bilang kalau kamu mencintai Nanda?"


"Aku memang mencintainya." Lirih Raja.


Sarah tertawa, "Cinta?" Lalu tertawa lagi. "Kamu pengecut, kamu juga munafik."


"Pergilah Sar, bawa semua uang yang sudah kamu manipulasi, aku tidak akan membocorkannya, dan jangan pernah mencariku lagi." Ucap Raja.


"Engga!! Aku tidak ingin pergi Ja." Sarah tetap keras kepala dengan pendiriannya.


"Tapi bagaimana dengan kandunganmu?"


"Anak kita Ja, didalam kandunganku adalah anak kita."


Raja menghela nafas, "Apa maumu." Tanya Raja.


"Kita teruskan dan kita pergi keluar negri setelahnya."


Raja hanya diam dan tidak menjawab.

__ADS_1


"Pemilik apartemen memberitahuku, bahwa minggu ini apartemen ini harus dikosongkan, pemiliknya tidak akan menyewakannya lagi karna akan menempatinya." Ucap Sarah.


"Carilah apartemen yang lain." Jawab Raja datar.


"Tidak mau, bukankah istrimu sudah tidak pernah pulang kerumahmu semenjak ada mertuamu? bawa saja aku kerumahmu."


"Jangan gila Sar, bagaimana jika sewaktu-waktu Nanda pulang."


"Sudahlah, pikirkan itu Nanti Ja."


***


Untuk pertama kalinya, Nanda kembali pulang kerumah yang Raja beli, tanpa memberitahu Raja terlebih dahulu.


Nanda sengaja pulang cepat dari kantor agar ia bisa mengambil surat-surat pentingnya. Ia segera masuk dan menuju kamarnya.


"Akhhh, terus Sar.. Jangan berhenti, kamu hebat sekali. Akhhh." Racau Raja disela-sela penyatuannya.


Degg.


Nanda mendengar semua dari pintu kamar yang sedikit terbuka.


"Mas Raja membawa ja*lang itu kerumah? keterlaluan kamu Mas." Batin Nanda.


Nanda mengeluarkan ponselnya lalu merekam perselingkuhan Raja dan Sarah sebagai bukti perselingkuhan. Setelahnya, Nanda segera turun dan keluar dari rumah, Nanda berpapasan dengan ART yang baru saja kembali membawa kantung belanjaan, sepertinya habis belanja kebutuhan disuper market.


"Ibu.." Panggil Sumi.


"Bik, apa Bibi tau ini? Sejak kapan?" Tanya Nanda pada ART.


"Maaf Bu."


"Saya maafkan jika bibi ada dipihak saya." Ucap Nanda tegas.


Sumi mengangguk.


"Seminggu yang lalu Bu, sepertinya perempuan yang Bapak bawaitu sedang hamil, makanya dibawa kesini." Jawab Sumi pelan.


"Hamil?" Tanya Nanda tidak percaya,


Nanda merasakan tubuhnya hampir ambruk, ia mencari pegangan dan tangannya bertumpu pada dinding pintu, satu tangannya memegang kepalanya yang mulai terasa berat.


"Ibu.." Sumi membantu Nanda untuk tetap berdiri stabil.


"Bi, jangan kasih tau mereka saya kesini dan sudah mengetahui hubungan mereka. Saya akan kembali lagi kesini saat mereka tidak dirumah." Ucap Nanda.


"Ibu baik-baik aja?" Tanya Sumi.


"Saya gak apa-apa Bi. Saya berharap Bibi berada dipihak saya."


Sumi mengangguk tanda paham.


Nanda segera meninggalkan rumah Raja dan pergi menenangkan diri, ia tidak ingin Aryo melihat dirinya kacau saat ini.


Selama ini Nanda mengira jika Raja hanya bereselingkuh diapartemen, Nanda tidak menyangka Raja sudah membawa Sarah kerumahnya, bahkan mereka memadu kasih dikamar yang biasa Nanda tempati.


Nanda mengemudikan mobilnya kearah pantai, ia melepaskan kesedihannya disana.


Nanda yang tadinya kembali pulang hanya untuk mengambil surat-surat penting, malah menyaksikan kejadian yang membuat hatinya semakin hancur.


Nanda meraih ponselnya dan menelpon Robi.


"Iya Nan." -Robi-


"Kak Robi, apa Mas Raja ada urusan diluar kantor hari ini?" -Nanda-

__ADS_1


"Iya, Pak Raja ada pertemuan dengan klien direstoran food sekalian makan siang dengan klien. Ada apa Nan?" -Robi-


"Tidak ada, Kak. Aku hanya bertanya." -Nanda-


Nanda mematikan panggilannya.


"Pantas saja, restoran Food sangat dekat dengan rumah, dan mereka mampir hanya untuk bercinta." Lirih Nanda sambil tersenyum getir.


Nanda menghela nafas beratnya.


"Ayla, Regan.. Aku sungguh membutuhkan kalian." Lirihnya lagi dan menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya.


Nanda kembali kerumah Aryo saat malam larut, sementara Aryo sudah tidur. Nanda melihat mobil Raja sudah terparkir diluar.


"Pak, masukan mobil kegarasi dalam, dan segera tutup dengan cover." ucap Nanda pada Pak Wanto dan memberikannya kunci mobilnya.


Nanda segera naik kedalam kamarnya setelah melihat keadaan Aryo yang sudah tertidur.


"Sayang, dari mana?" Tanya Raja mesra.


"Ah maaf Mas, aku kira kamu pulang kerumah, aku lupa waktu habis ngobrol sama Ayla." jawab Nanda berbohong.


Raja yang tidak mengetahui bahwa Ayla dan Regan tengah berbulan madupun mempercayai ucapan Nanda.


"Kamu mau mandi? aku siapkan air hangatnya ya?" Raja bersikap semanis mungkin.


"Tidak usah, Mas. Biar aku sendiri saja." Nanda segera meninggalkan Raja menuju kamar mandi.


Nanda bersikap sebiasa mungkin agar Raja tidak mencurigainya.


"Baiklah Mas, aku akan menjadikanmu kembali keasalmu. Before we done!!" Gumamnya saat berada didalam kamar mandi.


***


Keesokan harinya, Nanda menelpon Sumi yang memberi kabar bahwa Sarah sudah berangkat dijemput oleh Olivia yang akan mengantarkannya kekantor.


Hal itu dijadikan kesempatan Nanda untuk kembali pulang sebentar mengambil surat-surat berharga miliknya.


Nanda masuk kedalam rumah yang sudah lama ia tinggalkan, ia segera mengambil surat-surat berharga juga berbagai macam perhiasannya dari dalam brankas.


Nanda mengucapkan terimakasih pada Sumi karna mau berada dipihaknya, lalu Nanda meminta Sumi untuk meninggalkan rumah Raja dan datang kerumah Aryo untuk bekerja disana.


Nanda segera keluar dari rumah Raja, namun dirinya bertemu Olivia dan Sarah yang tiba-tiba kembali kerumah Raja.


"Kak Nanda ngapain disini?" Tanya Olivia.


"Lho, inikan rumahku juga. Apa kamu lupa?" Nanda balik bertanya sambil menatap sinis pada Olivia dan Sarah.


"Olivia, Nanda. Sedang apa kalian disini?" Tanya Raja yang baru saja tiba-tiba muncul.


"Aku pulang untuk mengambil beberapa barangku yang tertinggal, lagian inikan rumahku juga Mas, apa tidak boleh jika aku pulang?" Nanda membalas dengan santainya.


"Bukan begitu maksudku, Sayang." Raja berubah menjadi gugup.


"Lalu sedang apa sekertarismu berada dirumah kita Mas? Apa dia tidak bekerja jika bosnya tidak ditempat?" Tanya Nanda sinis sambil menunjuk Sarah dengan dagunya.


"A.. Aku tidak tau, Sayang.." Jawab Raja bingung.


"Tidak tau? Tapi aku tau semuanya Mas."


Mata Nanda menatap tajam kearah Raja, Sarah dan Olivia.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2