
Regan kembali keapartemen saat waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
Regan menekan kode passcode dan masuk keadalam apartemen, dilihatnya Ayla yang tengah duduk didepan jendela dengan sebuah laptop.
"Baby, belum tidur?" Tanya Regan yang kini memeluk Ayla dari belakang dan mencium puncak kepalanya.
"Belum, aku menunggumu sambil memikirkan konsep untuk wedding klienku." Jawab Ayla.
"Ini tempat Favoritmu mencari ide?" Kini Regan duduk disebelah Ayla.
Ayla mengangguk, menopang dagunya dengan satu tangannya, "Dan disini juga tempat aku yang slalu merindukanmu saat kita belum bertemu lagi Re."
Regan tersenyum, lalu pandangannya mengikuti pandangan Ayla yang lurus kedepan. "Aku sangat bersyukur bisa bertemu kembali denganmu, dan kini menikah denganmu, Ay. Dengan cintamu yang sangat besar, mampu meluluhkan hatiku yang tersesat tanpa arah."
Ayla menyandarkan kepalanya dibahu Regan "Kamu tidak menyesal menikahiku?"
"Tidak, aku bersyukur menikah denganmu." Tangan Regan menggenggam pundak Ayla.
Hening sejenak
Mereka larut dalam pemikirannya masing-masing.
"Biar aku hangatkan makanan untukmu."
"Terimakasih Baby, aku akan mandi dulu." Regan mencium mesra kening Ayla.
Selesai menghangatkan makanan, Ayla bergegas kekamar untuk menyiapkan pakaian ganti untuk Regan. Regan yang baru saja selesai membersihkan diri, memeluk Ayla saat Ayla yang tengah membuka pintu lemari.
"Re, Geli." Ucap Ayla saat Regan menciumi tengkuknya.
"Sudah satu minggu, sudah bersihkah?" Tanya Regan yang sepertinya hasratnya sudah diubun-ubun.
"Sepertinya sudah." Jawab Ayla malu-malu
"Bisa aku mulai sekarang?"
Ayla diam mematung, dirinya sungguh grogi memulai malam pertama dengan Regan.
"Baby..." Panggil Regan mesra.
Ayla membalikan tubuhnya menghadap Regan. "Kamu makan dulu, makanannya sudah aku hangatkan."
Regan tersenyum, "No, Baby.. Aku ingin memakan mu dulu."
"Re.. Tapi-"
Cup..
Regan mencium bibir Ayla sebelum Ayla menyelesaikan perkataannya.
Hmmmppp,
Ayla berusaha mengimbangi ciuman dari Regan tapi tetap saja Ayla kehabisan nafas dan mendorong perlahan dada Regan.
"Aku kehabisan nafas, Re!!" Ucap Ayla terengah-engah.
Regan menghapus sisa saliva dibibir Ayla, "Bibirmu seperti morvin, Baby. Aku sangat suka." Ucap Regan.
Regan menggiring Ayla ketempat tidur dan memangku tubuh mungil Ayla, tangannya membelai rambut Ayla yang hanya panjang sebahu itu,
"A.. aku gugup Re." Lirih Ayla.
"Gugupnya hanya diawal, Baby. Setelahnya pasti gak gugup lagi."
Ayla menggigit bibir bawahnya, sebelum akhirnya ia mengatakan sesuatu. "Re.. Aku kekamar mandi dulu ya." Ucapnya ragu.
Regan menaikan satu halisnya,
"Pleasee, bentar aja."
Regan menghela nafas, lalu Ayla mengecup sekilas bibir Regan. "Aku janji hanya sebentar, dan kamu juga akan menyukainya, tapi kamu duduk bersandar ditempat tidur, dan tutup mata."
Regan menarik sudut bibirnya dan tersenyum, "Baiklah Baby. Aku akan menunggu."
Ayla turun dari pangkuan Regan, membuka lemari dan mengambil sesuatu dari dalam sana, sedangkan Regan yang sedari tadi masih memakai handuk yang melingkar dipinggangnya, mengambil poisisi duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
Ayla mengganti piyama tidurnya dengan menggunakan lingrie, lingrie yang diberikan oleh Nanda untuk malam pertama Ayla dengan Regan.
"Oh my God, Ayla ini se*xy sekali." Ucapnya saat bercermin dan melihat dirinya dengan pakaian kurang bahan itu.
"Nanda benar-benar akan membuatku dimakan Regan malam ini."
"Baby, katanya gak lama." Teriak Regan dari dalam kamar.
"Iya Re ini udah selesai. Kamu masih tutup mata kan?"
"Masih Baby, ayo cepatlah keluar."
__ADS_1
Ceklek..
Ayla keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Regan yang masih duduk bersandar juga memejamkan matanya.
Perlahan tapi pasti, Ayla mendekati Regan dan naik keatas pangkuannya, lalu melingkarkan tangannya dileher Regan.
"Baby, boleh aku buka mata sekarang?" Tanya Regan.
Ayla mengecup sekilas bibir Regan. "Bukalah." Bisiknya sensual.
"Oh Aylaku sayang, kamu sexy sekali." Regan mengecupi wajah Ayla bertubi-tubi.
"Suka?" Tanya Ayla menggoda.
"Jangan ditanya. Mulai malam ini, kamu harus tidur dengan pakaian seperti ini. Ini baju dinasmu saat bersamaku."
Meskipun Ayla merasa malu, namun sisi liarnya perlahan keluar, usia Ayla sudah memasuki usia matang, ia sedikit mengerti teori tentang s*ex dan akan mempraktikannya bersama sahabat yang kini menjadi kekasih halalnya.
Tangan Ayla mengusap dada bidang Regan, membuat Regan sedikit berdesir, "Ashhh" De*sah Regan.
"Sejak kapan kamu berubah, Re?" Ayla mengecupi dada bidang Regan dan Regan membiarkan Ayla bermain-main disana.
"Saat kuliah, aku senang berolahraga dan mampir ke pusat kebugaran lalu ikut program menaikan berat badan. Kamu suka?"
Ayla mengangguk, "Aku suka." Jawabnya.
"Kamu akan lebih suka jika melihat juniorku, yang akan membawamu terbang, dan mencetak anak-anakku dengan bibit terbaik dirahimmu kelak."
Blushh..
Wajah Ayla memerah, memikirkan jika malam ini ia akan memberikan semuanya pada Regan.
"Sudah siap?" Tanya Regan yang kini menelusuri leher jenjang Ayla.
Ayla mengangguk sambil meremas kedua bahu Regan, menahan sesuatu yang sepertinya akan bergejolak.
Perlahan Regan membaringkan tubuh Ayla dan segera mengungkungnya, meski satu minggu ini Regan slalu mencumbui setengah dari tubuh Ayla, namun baru kali ini ia melihat nyata dan jelas seluruh tubuh Ayla.
"Cantik." satu kata yang keluar dari bibir Regan.
Regan mulai mengecup mesra kening Ayla, turun kehidung, kedua pipi kanan dan kiri, lalu ke bibir lembut Ayla.
"Aku mencintaimu, Ayla Putri." Lirihnya kemudian mengecup sekilas lagi bibir Ayla lalu menatap matanya.
"Aku lebih mencintaimu, Regan Aditya." Jawab Ayla dengan sorot mata penuh cinta.
Regan mulai membenamkan wajahnya diceruk leher Ayla, menghisapnya pelan dan tak mau meninggalkan jejak disana, ia sangat tau bahwa Ayla pemalu, ia tidak ingin membuat Ayla berada diposisi tidak nyaman.
Regan mulai membuka lingerie yang dipakai oleh Ayla, membuat dua gunung kembar Ayla menyembul dengan sempurna, Regan juga membuka handuk yang masih melingkar dipinggangnya dan melemparnya kesembarang arah.
"Oh sh*it. Kamu lebih se*xy dari apa yang aku bayangkan." Racau Regan yang kemudian melahap salah satunya dan jemarinya sibuk bermain ditempat satunya kembali, Regan membuat banyak tanda kepemilikan ditempat tersembunyi itu.
Ayla menekan kepala Regan yang berada di kedua dadanya, "Re..." Rintih Ayla yang kini mulai merasakan glenyar aneh ditubuhnya.
Puas bermain disana, kepala Regan mulai turun menciumi perut Ayla, "Aku akan menanam banyak benih disini, dan semoga bertumbuh dengan baik." Lalu Regan memberi satu tanda kepemilikannya disana.
Bibirnya kembali menelusuri bagian bawah Ayla hingga ia tiba dibagian inti Ayla yang membuat ia penasaran dan slalu ingin ia cicipi, Regan mulai bermain disana, lidahnya mengexplore bagian terdalam dan membuat Ayla meledakan sesuatu disana yang membuat Ayla tiba dipelepasan pertamanya.
"Ouhhh Regannn..." Racau Ayla.
Regan tersenyum puas saat membuat wanitanya itu menggelinjang kenikmatan hingga menjepit kepala Regan dibawah sana dengan kedua pahanya.
Nafas Ayla tersenggal-senggal dan Ayla berusaha mengatur nafasnya kembali.
"Suaramu se*xy sekali Baby, aku suka saat kamu berteriak menyebut namaku." Bisik Regan.
Sementara Ayla hanya diam sambil mengatur nafasnya. Regan kembali mehap bibir mungil Ayla, mel*umatnya dengan lembut dan Ayla membalasnya.
"Aku akan mulai ya." Ucapnya dengan tatapan penuh damba.
Ayla menangkup wajah Regan dan mengecupnya sekilas. "Pelan-pelan Re, aku takut. Juniormu besar sekali, apa bisa masuk?" Tanyanya yang membuat Regan tertawa.
"Pasti masuk, karna disini sarangnya." Regan memegang bagian inti Ayla dan memainkan jarinya disana. "Kamu basah sekali, Baby."
Regan kembali mengecup kening Ayla dengan lembut. "Aku mulai ya." Ucapnya sekali lagi masih dengan tatapan penuh damba yang diangguki oleh Ayla.
"Sshhh" Ayla menggigit bibir bawahnya saat Regan mulai menekan juniornya mencoba masuk.
Rega mengecup dan sedikit mel*umat bibir bawah yang Ayla gigit.
"Sakit?" Tanya Regan lembut yang diangguki oleh Ayla.
"Maaf ya." Regan mengecup ujung hidung Ayla.
Perlahan Regan mulai menekan juniornya untuk masuk kembali, Ayla memejamkan matanya menahan sakit, dan kedua tangannya mencengkram kuat bahu Regan.
"Akh Re, ini sakit sekali." Lirihnya.
__ADS_1
"Milikmu sempit sekali, Baby."
"Punyamu yang kebesaran!!" Cebik Ayla.
"Juniorku yang kebesaran ini akan kamu sukai."
Blesss
"Akhh, Regaaannn." Lirih Ayla saat pusaka Regan berhasil menerobos mahkota Ayla.
Sudut mata Ayla mengeluarkan cairan bening, Ayla menahan sakit saat mahkotanya diterobos oleh sang pemilik hati, kekasih halalnya yang sekian lama ia nantikan dan berujung bahagia.
Regan diam sejenak, merasakan aliran hangat yang keluar dipangkal pa*ha Ayla, Regan kembali menghujani wajah Ayla dengan kecupan-kecupan mesranya, hingga Ayla perlahan membuka matanya menatap mata sendu mata Regan.
"Trimakasih Baby, terimakasih Aylaku sayang. Kamu slalu menjaganya untukku dan menjadikan aku yang pertama."
"Aku mencintamu, Re. Sangat mencintaimu."
Regan tersenyum, lalu memulai pergerakannya, menaik turunkan pinggulnya, mengganti rasa sakit dengan kenikmatan, hingga membuat Ayla melenguh dan mende*sah sexy.
Mulai malam ini dan selamanya, Ayla adalah miliknya, wanitanya yang akan Regan jaga, yang harus Regan prioritaskan kebahagiaannya.
"Eungggg." Regan mengerang saat tiba dipelepasan pertamanya. Begitu juga Ayla yang sampai dipelepasannya.
Mereka sama-sama mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.
"Kamu nikmat sekali, Ay. Aku suka." Ucap Regan yang membuat wajah Ayla merona merah.
"Kamu sepertinya pengalaman sekali." Cibir Ayla.
Regan mengernyitkan dahinya, "Kamu berfikir aku seperti itu?" Tanyanya yang diangguki oleh Ayla.
"Oh Aylaku Sayang, demi apapun kamu yang pertama untukku, slama ini aku hanya tau teori, dan baru mempraktikannya denganmu."
Ayla tersenyum. "Iya aku percaya, aku tau kamu bukan pria pemain Re."
Regan menarik diri dari Ayla, saat ia mencoba untuk menarik selimut, ia melihat noda merah disprei berwarna putih itu.
Hatinya terenyuh, dan matanya berkaca-kaca. Ia tlah memiliki Ayla seutuhnya.
"Sakit ya? apa aku bermain dengan kasar?" Tanya Regan lembut.
Ayla menggelengkan kepalanya, ia mencoba duduk meski masih merasakan sakit dipangkal pahanya, "Itu sudah kewajibaku, aku ikhlas."
Regan memeluk tubuh Ayla yang masih polos dan ayla pun membalas pelukan Regan kemudian perlahan mengendurkannya.
"Sudah Re, kamu makan dulu sana. Aku mau membersihkan diri dulu." Ucap Ayla.
"Aku bantu, kamu tidak akan sanggup berdiri."
Regan mengangkat tubuh mungil Ayla, lalu mendudukannya dicloset.
Regan meraih jetshower, namun Ayla melarangnya saat Regan ingin membantu dirinya membersihkan bagian inti Ayla.
"Re, jangan. Biar aku saja." Ucap Ayla menahan malu.
"Hei, aku yang menyebabkanmu seperti ini. Biar aku yang membersihkan sisa percintaan kita."
Blushh
Lagi-lagi wajah Ayla memerah, Regan terlalu terang-terangan membahas urusan ranjang mereka.
"Jangan Re, aku malu." Tangan Ayla mencoba meraih jetshower dari tangan Regan.
"Diam, Ay. Aku sudah lihat semuanya, kenapa masih malu sih."
Ayla hanya pasrah, ia membiarkan Regan menguasai tubuhnya.
Selesai membersihkan diri, mereka lanjut makan malam yang kemalaman ini. Regan dengan telaten menyuapi Ayla.
"Sudah Re aku kenyang." Ucap Ayla saat Regan masih terus menyuapinya.
"Makan yang banyak, Ay. Kamu butuh banyak tenaga untuk melanjutkan malam panas kita." Jawab Regan.
"Hah...!" Mata Ayla membulat sempurna.
.
.
Udah dikasih yang panas, likenya makin bertambah juga dong, Othornya kasih hadiah gitu biar bahagia. #KodeKeras
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
__ADS_1