
"Sudah siap?" Tanya Ayla saat membuka pintu kamar Nanda.
Nanda mengernyitkan dahinya saat melihat Ayla yang juga sudah berpakaian rapih.
"Kamu mau kemana, Ay? Jangan bilang kalau kamu mau ikut aku kekantor juga?"
Ayla menghela nafas, "Aku mau dampingin kamu, Nan. Aku takut Raja menykitimu, dan aku takut mereka menculikmu lagi jika mereka tau kamu sudah kembali."
"Ya ampun, Ay.. Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu. Aku bisa lebih waspada lagi, Ay. dan aku pake supir yang sekaligus bodyguard aku. Disana juga ada Kak Robi dan Kak Tedy."
Aryo memang sudah menyiapkan satu bodyguard terbaik sekaligus merangkap sebagai supir untuk Nanda. Bodyguard itu pun dibekali senjata api untuk melindungi Nanda.
"Tidak, Nan. Aku tetap ikut denganmu."
"Ay, kamu baru satu minggu melahirkan, kasihan Ryu kalau harus kamu tinggal."
"Aku sudah siapkan stock asi, dan Bi Ning pun tau apa yang harus dia lakukan."
"Engga, Ay. Biarkan aku kekantor sendiri!!"
"Aku ikut atau kamu tidak boleh berangkat Nan, aku tunggu dibawah, stop berdebat denganku." Ayla keluar dari kamar Nanda dan Nanda tidak bisa menahannya.
Nanda segela menyelesaikan ritual dandannya dan turun untuk sarapan bersama. Dimeja makan sudah terlihat Regan dan Aryo juga Ayla.
"Re, laranglah Ayla untuk ikut bersamaku kekantor." Pinta Nanda yang sambil menarik kursi untuk duduk.
"Kalian berdua ini sama-sama keras kepala, dan aku bisa apa Nan?" Tanya Regan.
"Ay, kamu bisa dirumah, biar Papa yang kekantor menemani Nanda." Ucap Aryo.
"Tidak Pa, Papa istirahat aja dirumah. Ayla hanya setengah hari aja dikantor sampai Nanda bicara dengan Raja." Jawab Ayla dengan tenang.
Nanda menghela nafas. Mereka menyelesaikan sarapannya dan bersiap untuk kekantor, Regan pun akan mengantarnya karna hari ini ia hanya ada praktik dipoli siang hari.
Robi menyambut Nanda didepan loby, semua karyawan dan kepala divisi juga ikut menyambut kedatangan Nanda. Tidak ada cerita yang tersebar soal penculikan Nanda, semua karyawan dikantor hanya tau Nanda pergi menenangkan diri karna perselingkuhan Raja dengan Sarah, sekertarisnya.
Nanda menaiki lift khusus petinggi perusahaan, menuju lantai tempat ia bekerja.
"Aku mau keruangan CEO dulu." Ucap Nanda.
"Pak Raja belum datang, Bu." Jawab Robi formal karna mereka tengah bersama dengan beberapa kepala divisi.
"Tidak apa, kita kesana sekarang. Cukup Kak Robi, Ayla dan kepala divisi HRD yang ikut dengan saya, lainnya silahkan kembali keruangannya masing-masing."
Kepala divisi HRD adalah Tedy anak pertama Ramli orang kepercayaan Aryo yang berarti Kakaknya Robi.
Nanda masuk kedalam ruangan Raja, terlihat ruangan yang masih rapih karna pemilik ruangan itu belum datang.
Selain bodyguard, Regan terpaksa ikut mendampingi Nanda, karna Ayla takut Raja bertindak macam-macam pada Nanda.
sepuluh menit kemudian Raja tiba dikantor, ia merasa heran saat melihat banyak orang diruangannya, Raja semakin bingung saat melihat Ayla dan Regan yang juga ada disana.
"Ada apa ini? kenapa kalian berada diruanganku?" Tanya Raja.
"Masih berani kamu bilang ini ruanganmu setelah apa yang kamu lakukan padaku?" Suara Nanda membuat Raja terkesiap, Nanda duduk dikursi kebesaran Raja dan memutarnya sehingga Raja dapat melihatnya.
"Nanda.." Lirih Raja yang menatap wajah Nanda .
Raja melangkahkan kakinya kearah Nanda,
__ADS_1
"Stop!! Jangan dekati aku." Ujar Nanda sambil mengangkat satu tangannya.
"Sayang, aku merindukanmu." Ucap Raja.
Nanda tertawa, "Masih bisa kamu bilang Rindu setelah apa yang kamu lakukan padaku, Mas?"
"Sayang, aku mencarimu slama ini kemana-mana." Ujar Raja.
Nanda menatap sinis Raja.
"Kak Robi, berikan berkas itu pada dia." Ucap Nanda dingin.
Robi memberikan amplop coklat pada Raja, Raja menerima dan segera membukanya.
"Surat gugatan cerai?" Gumam Raja.
"Tandatangani!! Setelah itu masih ada beberapa dokumen yang harus kamu tandatangani kembali."
Raja menghela nafas dan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kita butuh bicara berdua Nan." ucap Raja sambil melangkahkan kakinya untuk dekat dengan Nanda namun terhenti ketika bodyguard bertubuh besar itu menahan Raja.
"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan lagi Mas, tandatangani saja surat itu."
"Tidak!! kita tidak akan bercerai. Aku mencintaimu."
"Omong kosong dengan cintamu itu, Mas." Nanda menjeda ucapannya, "Aku beri waktu satu kali dua puluh empat jam, kamu harus tanda tangani itu. Setelah itu tinggalkan perusahaan ini, kamu aku pecat!!"
Raja terkejut mendengar ucapan Nanda, "Kita bisa bicarakan ini baik-baik." Bujuknya.
"Tanda tangani, atau kamu aku laporkan kepolisi dengan tuduhan korupsi dan penggelapan dana perusahaan."
Raja terkejut mendengar ucapan Nanda, tak ada lagi Nanda yang lembut dan baik hati, yang ada hanyalah Nanda yang dingin dengan tatapan tajamnya.
"Nanda.." Lirih Raja yang seperti tidak mengenalinya.
Nanda tersenyum ala devil, "Oh iya, selamat atas kelahiran putrimu. Pasti putrimu senang karna aku memberi kado surat perceraian pada ayahnya."
"Nanda!!" sentak Raja, kini kesabarannya sudah benar-benar habis.
"Raja tandatangani saja surat perceraian itu, Nanda sudah tidak ingin lagi bersamamu." Sahut Ayla.
"Jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga kami, Ay." Jawab Raja sinis.
"Urusan Nanda adalah urusan kami Bang, kami tidak akan membiarkan Nanda memaafkan perselingkuhanmu itu." Sahut Regan.
"Bahkan Papa Aryo dan Ayah Haris sudah menyetujui perceraian ini." kata Ayla lagi.
Raja menatap tajam Ayla dan Regan. "Kalian memberitahu Ayah dan Ibu?" Tanya Raja tak percaya, pasalnya Raja slalu menyembunyikan masalah rumah tangganya pada sang ibu.
"Pak Raja, disini adalah bukti-bukti penggelapan dana yang anda lakukan bersama sekertaris anda. Perusahaan sudah membekukan rekening anda sebagai jaminan. Anda akan dibebaskan dari segala tuduhan jika mengembalikan dana perusahaan dalam waktu tujuh kali dua puluh empat jam." Ucap Robi yang masuk kedalam pembicaraan.
Jedarrr
"Apa lagi ini? habislah aku." Batin Raja.
Nanda memberikan kode pada bodyguard agar Raja menandatangani dulu surat perceraian.
"TANDA TANGANI INI!!" Bentak bodyguard.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak akan menandatangani surat perceraian ini."
"Terserah, jika kamu tidak mau. Kak Robi akan segera memproses laporan perusahaan untuk memenjarakanmu bersama selingkuhanmu." Ucap Nanda dingin.
"Nan, please maafkan aku. Aku sudah tidak tinggal bersama Sarah, aku begitu marah pada Sarah dan Oivia saat mengetahui mereka menculikmu, aku berusaha mencarimu dan mendapatkan maaf darimu." Ucap Raja memelas.
"Terlambat, Mas. Hatiku sudah terlalu sakit saat kamu membawa wanita itu kerumah bahkan kamu bercinta dengannya dikamar kita." Teriak Nanda histeris.
Ayla mendekat pada Nanda dan menenangkan Nanda dengan mengusap punggungnya.
"Maafkan aku, Nan. Kita mulai semuanya dari awal lagi, aku janji tidak akan menyakitimu lagi."
Nanda mendekat pada Raja, tubuh Raja masih ditahan oleh bodyguard, "Never ever." Ucap Nanda dingin sambil melewati Raja menuju keluar ruangan.
Langkah Nanda terhenti saat didekat pintu, tanpa menoleh, Nanda bicara, "Pastikan dia menandatangi surat perceraian itu, bereskan semua barangnya dan bawa dia keluar dari sini." Ucap Nanda dingin.
Ayla dan Regan mengikuti Nanda keruangannya.
Sementara Robi, Tedy dan bodyguard masih memaksa Raja untuk menandatangani surat perceraian dengan segala macam penekanan.
Didalam ruangan Nanda, Nanda duduk disofa dengan hati yang hancur, ia sama sekali tidak merasa bahagia dengan perceraian bahkan dengan pemecatan Raja sekalipun.
"Nan.." Panggil Ayla pelan yang duduk disamping Nanda.
"Done.." Lirihnya.
"Selesai semuanya Ay. Pernikahanku dengan Mas Raja sudah selesai." Nanda tidak dapat menahan lagi air mata yang sedari tadi berdesakan ingin meluncur bebas di pipi mulus Nanda.
Ayla dengan sigap memeluk Nanda. Reganpun mengusap punggung Nanda, ikut menenangkan sahabatnya itu.
Diruangan Raja, Robi terus menekankan hal buruk jika Raja tidak mau menandatangani surat perceraian itu.
"Kamu berkhianat padaku Robi, kamu asistenku, tau apa yang aku lakukan dan kamu membiarkannya, ini jebakanmu." Ucap Raja dingin.
"Aku tidak berkhianat padamu, kamu sendiri yang tidak tau batasan, berselingkuh dikantor mertuamu sendiri. Aku memang asistenmu, tapi aku tidak akan mengkhianati orang yang sudah mengangkat derajat keluargaku seperti Pak Aryo dan Nanda." Balas Robi.
"Lebih baik anda tanda tangani surat itu, Pak Raja." Sahut Tedy kepala divisi HRD, Kakaknya Robi.
"Jika anda tidak mau tandatangan, maka saya terpaksa melaporkan anda kepolisi." Tekan Tedy.
Raja mendengus kesal, lalu mengambil pulpen dari tangan Robi dan menandatanganinya.
Robi mengambil kertas yang sudah ditandatangani Raja, lalu Tedy memberikan berkas lainnya.
"Apa lagi ini?" Tanya Raja kesal.
"Surat perjanjian pengembalian dana perusahaan, dalam waktu tujuh kali dua puluh empat jam anda harus mengembalikan dana perusahaan atau kasus ini kita bawa ke jalur hukum" Jawab Tedy.
"Argghh sh*it." Raja terpaksa menandatanganinya, meski ia bingung dari mana ia akan mengembalikan semuanya, karna uang yang Raja tarik dari rekening Sarah dan Olivia jumlahnya sudah jauh berkurang. Sarah dan Olivia membawa Raja kedalam jurang kehancuran.
Setelah selesai tanda tangan, orang-orang Robi mulai membereskan barang-barang Raja. Hatinya merasa sakit saat melihat papan nama bertuliskan Raja Anggara as CEO Arda Karya Group dimasukan kedalam kardus untuk dimusnahkan. Hancur sudah pencapaian Raja ambisinya tlah menutupi logika dan perasaannya.
Kini perasaannya benar-benar hancur sama seperti rumah tangga yang ia hancurkan sendiri. Raja terlalu terlena dengan cinta pertama yang datang menggoda kembali, ia juga terlalu ambisius dan ingin balas dendam dengan Yuda dengan menunjukan keberhasilannya. Namun semua itu kini hancur, bahkan Raja harus menjual aset-asetnya seperti rumah dan kendaraannya juga barang-barang investasi lainnya seperti mas batangan, tanah dan sebagainya untuk menutupi kekurangan pengembalian dana kepada perusahaan milik Aryo.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....