
"Ada informasi apa?" Tanya Raja dingin pada orang suruhannya yang ia suruh mencari Nanda, saat ini mereka berada disebuah club.
"Beberapa penjaga Villa disana mengatakan, ada gadis yang terjatuh kedasar bukit tempat Villa yang ia jaga."
"Lalu?."
"Setelah diselidiki lebih dalam, penjaga Villa tempat gadis itu ditemukan tidak mau bicara dan keesokan harinya tiba-tiba saja penjaga Villa itu menghilang."
"Ah sh*it.. Kalian kurang gerak cepat!!" Ucap Raja.
"Cari info pemilik Villa itu." Titah Raja.
"Sudah saya selidiki, tapi Villa itu sangat privasi, data pemiliknya disembunyikan oleh kepala daerah setempat, saya sudah mencoba menyogoknya namun dia tetap bilang tidak tahu. Villa itu dilindungi oleh preman penguasa diarea sana bos. Saya tidak berani melakukan lebih."
"Bodoh!! Kalian sungguh tidak berguna."
Suruhan Raja itupun pergi meninggalkan Raja. "Nanda, kamu dimana? Maafkan aku Nan, aku menyesal." Lirih Raja sambil meminum minuman kerasnya.
Semenjak Raja tau jika Olivia dan Sarah menculik Nanda, Raja menjadi lebih tertutup, ia tidak perduli lagi apa yang dilakukan oleh Sarah dan Olivia. Raja slalu menghabiskan malamnya diclub dan berakhir dengan mabuk.
Pras mengambil gerak cepat ketika ia mencurigai Nanda adalah korban penculikan, terlihat dari luka-luka yang terlihat dibeberapa bagian tubuh Nanda. Ia memberi perintah pada penjaga Villa untuk tutup mulut soal Nanda, ia juga memerintahkan beberapa preman untuk berjaga jika ada yang berusaha mencari tau soal Nanda.
Karna itu orang suruhan Raja maupun orang suruhan Regan tidak dapat mencari informasi apapun.
***
"Om, kenapa kita tidak berkencan diapartemenku saja." Ucap Olivia pada Yuda.
"Tidak, Sayang. Dikota J terlalu banyak mata-mata istriku. Terlebih anak pertamaku tinggal disana juga, dan anak bungsuku yang sedang kabur juga dia ada di kota J."
"Tapi aku bosan di Villa ini, sepi dan jauh dari keramaian." Ucap Olivia.
"Disini aman, Sayang." Yuda mengecup sekilas bibir Olivia. "Besok akan ada penjaga Villa baru untuk tinggal disini.
Olivia hanya mengangguk. "Aku membutuhkan uang, Om." Ucap Olivia.
"Nanti akan Om Transfer kerekeningmu. Sekarang puaskan Om hingga pagi, karna Om harus kembali kekota B dan akan bertemu denganmu dua minggu lagi."
***
Bulan demi bulan terlewati, sudah enam bulan dari hilangnya Nanda.
Kini kandungan Sarah berusia tujuh bulan dan kandungan Ayla berusia enam bulan.
__ADS_1
Sarah sudah tidak bekerja lagi sebagai sekertaris Raja dikarnakan kehamilannya yang semakin membesar.
Sarah juga sudah tidak bisa berkutik karna Ayla dan Roby selalu teliti saat menerima berkas dari Raja.
"Ay, bukti pencucian dan penggelapan dana sudah ada, kenapa tidak kamu jebloskan saja Pak Raja dan Sarah juga adik Pak Raja ke penjara?" Tanya Roby.
"Aku sama Regan masih mencari bukti kejahatan Sarah dan Olivia tentang penculikan Nanda, biar hukuman mereka semakin berat, Kak."
"Kamu benar, Ay. Dan biar lebih puas lagi jika Nanda sendiri yang menjebloskan mereka kepenjara."
"Ya, Kakak betul. Lagi pula aku menjaga image perusahaan dan nama baik Papa Aryo. Akan lebih baik menjebloskan mereka jika status Nanda dan Raja sudah resmi bercerai." Ucap Ayla.
"Ya, aku setuju. Jangan sampai berita mereka membawa dampak buruk untuk perusahaan."
***
Ditempat lain, Nanda sedang duduk melamun dihalaman belakang, Linda yang melihatnya langsung menghampirinya.
"Sayang, mengapa melamun?" Tanya Linda.
Nanda terkesiap lalu menoleh kesumber suara. "Eh Mami, bikin aku kaget saja." Jawab Nanda tersenyum.
"Apa yang kau pikirkan, Nak?"
"Oh Hana Sayang, apa itu artinya kamu akan meninggalkan kami terutama Disya jika ingatanmu kembali?" Linda menggenggam tangan Nanda.
"Tidak begitu Mami, aku akan slalu mengingat kebaikan Mami dan keluarga ini, juga Disya. Aku berjanji, jika ingatanku kembali, aku akan tetap menyayangi kalian."
"Apa kamu punya perasaan terhadap Pras?" Tanya Linda to the point.
"A.. apa maksud Mami?" Nanda menjadi gugup dan salah tingkah.
"Enam bulan kalian bersama, Mami suka memperhatikan Pras yang slalu memperhatikanmu, Hana." Linda tak dapat menahan diri untuk tidak membicarakan Pras pada Nanda.
"Be.. benarkah itu Mam? Tapi aku tidak tau itu." Kilah Nanda, padahal dirinya juga tau jika Pras sering memperhatikannya, namun Nanda mencoba menepisnya karna takut terlalu percaya diri.
Linda mengangguk, kemudian pandangannya lurus kedepan. "Pras punya trauma tersendiri dalam pernikahannya, Hana." Linda menghela nafas sejenak, "Dia menikah dengan Elena, wanita yang ia pacari dari SMA, mereka menikah saat umur mereka dua puluh lima tahun, saat itu Pras baru saja lulus jadi dokter spesialis dan Elena adalah seorang model yang sedang naik daun. Namun sudah lima tahun mereka menikah belum juga dikaruniai seorang anak, Pras yang seorang dokter Obgyn slalu memberi Elena vitamin untuk penyubur kandungannya, berharap agar Elena cepat hamil. Namun ternyata bukan Vitamin yang Elena minum melainkan obat pencegah kehamilan yang Elena dapatkan dari dokter Obgyn lain. Disitu Pras merasa marah, lima tahun menanti anak ternyata Pras sedang dibohongi oleh istrinya sendiri. Pras memberi pilihan pada Elena, bersedia hamil atau bercerai. Pada akhirnya, Elena mau meneruskan pernikahannya, ia tak lagi mengkonsumsi obat pencegah kehamilan itu. Setahun kemudian Elena hamil dan melahirkan Disya, namun Elena tidak pernah mau mengurus Disya, bahka ia tidak mau menyusui Disya dengan air susunya dengan alasan takut merubah bentuk tubuhnya, dengan Terpaksa Pras memberi susu formula pada Disya. Saat Disya berumur enam bulan, Elena kembali kedunia modeling, ia bahkan jarang pulang dan lebih sering tidur diapartemen miliknya." Suara Linda bergetar saat ingin melanjutkan ceritanya kembali.
"Mam, tidak usah diceritakan jika itu mengganggu Mami." Ucap Nanda meskipun Nanda sangat penasaran tentang istri Pras yang sudah meninggal.
"Tidak, Hana. Entah mengapa Mami ingin menceritakannya padamu, siapa tau kamu juga ada perasaan pada Pras, jadi kamu bisa mengobati hati Pras yang dulu pernah terluka." Ucap Linda lirih.
Linda menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, kemudian mulai bercerita kembali,
__ADS_1
"Saat perayaan ulang tahun Disya yang pertama, Elena tidak menghadirinya karna tengah berada di luar negri, saat itu Pras sudah sangat marah karna pekerjaan Elena membuat Elena lupa akan keluarganya terutama Disya. Saat menjelang ulang tahun Disya yang kedua, Mami tidak ingin melihat Pras dan Disya sedih lagi, Mami mencoba mendatangi apartemen Elena untuk memintanya menghadiri ulang tahun Disya, namun Mami melihat seorang pria bersama Elena sedang jalan bergandengan diparkiran apartemen, Mami menegurnya dan memfotonya untuk bukti pada Pras, lalu Elena tidak terima dan mengejar Mami, saat itu Mami menyetir sendiri, Mami melajukan mobil Mami dengan kencang dan Elena mengejarnya, saat Mami mencoba menyalip truck yang berjalan lambat didepan Mami, Mami tidak bisa menyeimbangkan kemudi Mami hingga menabrak pembatas jalan, sementara Elena yang mengejar Mami malah menabrak belakang Truck." Linda kembali menghela nafas, "Mami menjadi lumpuh, dan kondisi Elena begitu kritis. Sebelum ia meninggal, ia mengakui perbuatannya pada Pras yang berselingkuh dengan pria lain. Pras sangat terpukul hingga saat Elena meninggalpun ia tidak mau bicara pada siapapun."
Nanda menutup mulutnya, ia merasa terkejut dengan cerita Linda. Ia tak menyangka jika Pras mengalami pengkhianatan.
"Apa kaki Mami bisa disembuhkan?" Tanya Nanda.
"Bisa, asal Mami rajin mengikuti terapi. Sudah satu tahun ini Mami menjalani Terapi, dan sedikit demi sedikit, kaki Mami sudah bisa digerakan."
Nanda mengangguk. "Apa Disya..." Nanda tidak melanjutkan perkataanya.
"Disya melupakan Elena begitu saja, mungkin karna tidak ada yang berkesan dalam memory nya, terlebih memang Elena tidak pernah mengurus Disya."
Nanda tersenyum, "Disya pasti tidak akan kekurangan kasih sayang karna memiliki Oma dan Opa yang begitu mencintanya." Ucap Nanda tulus.
"Tapi Disya butuh seorang ibu, Han. Dan Disya menyukaimu." Ucap Linda.
Nanda hanya tersenyum dan tidak menjawabnya.
Tanpa Nanda sadari, sedari tadi Pras memperhatikan percakapannya bersama sang Ibu. Entah mengapa Pras merasa ia tlah jatuh cinta pada Nanda, namun ia tidak ingin menggali perasaannya lebih dalam lagi, ia takut kecewa, ia takut jika ternyata Nanda sudah memiliki kekasih atau bahkan sudah menikah.
"Mam boleh aku bertanya?" Tanya Nanda.
"Silahkan, Sayang. Apa yang mau kamu tanyakan?"
"Siapa itu Hana? Kenapa Mami memberikan nama itu padaku?" Tanya Nanda hati-hati.
"Hana adalah adiknya Pras yang hilang saat usianya dua tahun. Hana diculik oleh saingan bisnis keluarga kami, Hana adalah putri yang kami tunggu-tunggu, karna setelah setelah Pras lahir, Mami sulit sekali memiliki anak lagi, karna itu usianya jauh dengan beda sepuluh tahun dengan Pras."
"Maafkan aku, Mam." Ucap Nanda lirih merasa tak enak.
"Tidak apa Nan, mungkin sekarang usianya sama denganmu, Mami yakin usiamu kisaran duapuluh lima, sama seperti Hana saat ini."
Nanda menggenggam tangan Linda,
"Mami berharap Hana masih hidup dan bersama orang yang tepat. Mami slalu berdoa agar suatu saat nanti Hana segera kembali."
Nanda tertegun mendengar setiap cerita Linda tentang Pras maupun Hana, meskipun Nanda belum ingat jati dirinya, namun ia bersyukur karna berada dikeluarga yang baik.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....