BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Mulai Bermain Cantik


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Semakin hari, kecurigaan Nanda kepada Raja semakin membesar, Robi pun memberikan laporan soal gerak gerik Raja dan Sarah yang mencurigakan, mulai dari Sarah yang berlama-lama didalam ruangan Raja, juga soal Raja yang lebih sering berada diapartemen sewaannya itu.


"Kamu bermain-main denganku Mas. Kamu tidak mengenal siapa diriku yang sebenarnya." Ucap Nanda pada dirinya saat mengintai Raja yang masuk kedalam gedung apartemennya itu. Raja terlihat turun dan menggandeng mesra Sarah meninggalkan parkiran dan masuk menuju unitnya.


Tidak ada lagi air mata yang keluar dari matanya, yang ada hanyalah kebencian yang begitu mendalam pada Raja.


Keesokan harinya, Nanda memutuskan untuk kembali kekantor.


Raja yang melihat istrinya tengah bersiap itu mengernyitkan dahinya.


"Kamu mau kemana, Sayang?" Tanya Raja sok mesra.


"Aku mau kekantor, Mas." Jawab Nanda santai sambil memoles wajahnya dengan make up.


Wajah Raja menegang, "Kantor?"


"Aku jenuh dirumah, Mas."


Raja terlihat pucat, Nanda memperhatikannya. Raja memang gampang sekali panik, dan hal itu menjadi kelemahannya.


"Sayang, bukankah ada Papa, lalu siapa yang akan menemani Papa dirumah?" Raja mencoba melobi Nanda.


"Papa sudah tau dan mendukungku agar aku bisa lebih menguasai soal perusahaan."


Raja diam dan tidak bisa lagi menentang keputusan Nanda, jika Aryo saja mendukungnya mengapa Raja menahannya? Bukankah nanti Nanda akan mencurigainya? Batin Raja.


"Oh ya Mas, kamu pergi dengan mobilmu saja, aku akan pergi diantar supir karna aku akan mampir dulu ketempat Ayla."


"Ke.. Kenapa kita tidak berangkat sama-sama aja, Sayang?" Raja mulai gugup.


Wajar saja Raja gugup, karna Ayla adalah gadis yang pintar, ia sering sekali salah tingkah jika berhadapan dengan Ayla, takut kebohongannya akan terbongkar meskipun Ayla sudah mengetahuinya.


"Tidak, kamu duluan saja." Nanda berbohong dan menolak. jelas saja, Nanda akan berangkat sambil mengendarai mobil yang hingga kini tidak Raja ketahui karna Nanda slalu memarkirkannya digarasi dalam dan sesudahnya slalu ditutup cover, berbeda dengan Raja yang hanya memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Aryo. Hal ini dijadikan kesempatan oleh Nanda untuk mengintai Raja.


"Sudah siap kembali kekantor?" Tanya Aryo disela-sela sarapannya.


"Siap dong Pa.. Perusahaan itukan nantinya milik Nanda, masa Nandanya jarang kekantor, bisa dicuri nanti." Nanda menekan kata milik dan curi untuk menyindir Raja.


Pasalnya, Robi slalu memberi laporan soal Raja yang sepertinya melakukan tindakan pencucian uang, dan hal itu dibantu oleh Sarah yang ahli memanipulasi data. Namun Robi lebih cerdik lagi terlebih setelah Ayla mengajarkan pada Robi tentang ketelitian menganalisa laporan yang mencurigakan.


"Raja, kamu harus sering membantu Nanda memegang perusahaan. Diluaran sana banyak yang ingin menjatuhkan perusahaan kita, persaingan bisnis sangatlah ketat."


"Tentu saja Mas Raja akan membantuku Pa, kita kan nanti lebih sering bersama." Bukan Raja yang menjawab melainkan Nanda yang menjawab. "Ya kan Mas?" Tanya Nanda sambil melirik pada Raja.


"I.. iya Pa.. Raja pasti akan membantu Nanda."


Raja segera menyelesaikan sarapannya dan bergegas menuju kantor. Nanda yang melihatnya hanya tersenyum sinis, Nanda sangat tau, jika sang suami akan menjemput dulu selingkuhannya.


Tak lama dari kepergian Raja, Nandapun beranjak untuk mengintai Raja, benar saja, mobil Raja masuk kedalam gedung apartemen terlebih dahulu.

__ADS_1


Tanpa menunggu mobil Raja keluar lagi, Nanda segera menuju kantornya.


Robi memberikan laporan yang ia curigai dan Nanda segera mempelajarinya.


"Kakak Yakin, ini pencucian dana?" Tanya Nanda.


"Sangat yakin Nan, Ayla sudah mengajari Kakak untuk menganalisanya." Robi menunjukan file satunya lagi. "Dan dananya masuk ke dua rekening atas nama Sarah Triana dan Olivia Anggraeni."


"Jadi Olivia juga terlibat ya? Baiklah. Aku akan bermain cantik bersama mereka." Nanda mengangguk dan matanya masih tertuju pada file yang robi berikan.


"Nanda, siapa yang menyimpan surat-surat berharga?" Tanya Robi.


"Untuk surat-surat penting perusahaan itu berada di brankas bank, Tapi ada beberapa aset seperti surat rumah utama, tanah, mobil dan surat kepemilikan saham yang ada di aku Kak, dan aku menyimpannya di rumahku bersama Mas Raja."


Nanda tampak berfikir. "Aku harus segera mengamankannya, apalagi surat tanda kepemilikan sahamku."


Robi mengangguk, "Iya Nan. Kamu harus mengamankannya sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.


Nanda mengangguk paham.


Menjelang siang, Nanda mendatangi ruangan Raja. Nanda tidak melihat adanya Sarah didepan ruangan Raja. Dengan angkuhnya, Nanda langsung masuk kedalam ruangan Raja.


Sarah yang sedang duduk dimeja Raja segera turun dan merapihkan berkah-berkas seolah terlihat sedang bekerja.


"Kak Robi, sejak kapan sekertaris bekerja didalam ruangan bos nya?" Tanya Nanda dengan menatap sinis Sarah.


"Sa.. sayaang.. maaf.. Tadi Sarah sedang membantuku membereskan file."


"Benarkah?" Tanya Nanda dengan senyum mengejek. "Aku kira dia sedang menggodamu."


Raja semakin gugup karna tersudutkan.


"Ti.. tidak mungkin Sayang." Jawab Raja.


"Apa yang tidak mungkin?" Kini mata Nanda menatap tajam mata Raja.


"Tidak mungkin aku tergoda dengan wanita lain."


Nanda tertawa, "Iya, tidak mungkin kamu tergoda, Mas. Tidak mungkin kamu mengkhianati berlian dengan kerikil yang murahan dan kotor. Bukan begitu?" Nanda bersikap seolah merayu Raja, tangannya bermain diatas dada suaminya itu.


Sarah terlihat geram namun memilih diam, ia tidak ingin sandiwaranya terbongkar, meski akan mendapatkan raja kembali, namun ia tidak ingin hidup susah kembali.


Brakk


"Abang." Pekik Olivia yang dengan barbarnya masuk kedalam ruangan Raja.


"Oupss." Olivia yang tadinya akan marah langsung menahan diri ketika melihat banyaknya orang diruangan Raja.


"Olivia, ada apa?" Tanya Raja bingung.


"Kenapa kartu kreditku Abang blokir, aku malu Bang saat akan membayar belanjaanku, beri aku uang cash." Pinta Olivia tanpa malu.

__ADS_1


Olivia sama sekali tidak menganggap kehadiran Nanda disana.


Mungkin Olivia lupa kalau kantor ini adalah milik Nanda.


"Apa maksudmu Liv? Abang tidak mengerti." Jawab Raja.


"Aku yang sudah memblokirnya." ucap Nanda santai yang kini duduk manis dikursi kebesaran yang biasa Raja duduki.


Olivia menghentakan kakinya. "Kamu tidak punya hak memblokirnya."


"Tentu saja aku punya Hak. Selama ini perusahaan yang membayar tagihan kartu kreditmu."


"Bang.." Pekik Olivia meminta pembelaan.


"Nan.. ada apa? kenapa kamu jadi seperti ini?" Tanya Raja.


"Olivia sudah dewasa, dia sudah lulus kuliah, harusnya dia bisa menghasilkan uang sendiri, bukan bisanya hanya meminta." Jawab Nanda dengan ketus.


"Dan kamu Mas, jangan pernah kamu pakai uang perusahaan untuk keperluan pribadi. Apa gajimu sebagai CEO selama ini kurang besar?"


Nanda meninggalkan ruangan Raja dengan perasaan puas. Satu orang pengkhianat tlah merasakan pembalasannya.


"Bang, bagaimana ini" Tanya Olivia.


"Diam Oliv!! Lebih baik kamu pulang."


"Apa istri Abang tau rencana kita menguasai asetnya?" Tanya Olivia lagi.


"Aku rasa tidak mungkin. Hasil kerjaku sudah sangat sempurna." Sahut Sarah dengan percaya dirinya.


"Sempurna, tapi namanya manipulasi tetap saja manipulasi." Ucap Raja dingin.


"Atau Kak Nanda udah mengetahui hubungan kalian?" Tanya Olivia.


"Tidak mungkin. Abang selalu bermain rapih." Jawab Raja secepat mungkin.


"Ck, bermain rapih juga tetap saja selingkuh." Kali ini Sarah membalikan kata-kata Raja.


"Sudahlah, kalian hanya membuat aku pusing. Keluar kalian." Titah Raja pada Olivia dan Sarah.


Sementara diruangan Nanda. Nanda termenung memikirkan apa yang akan ia lakukan kedepannya. Nanda tidak menyangka jika suaminya tlah berselingkuh dan tega mencuri sedikit demi sedikit asetnya.


Ingin rasanya Nanda mengadu pada Aryo, namun mengingat kondisi Aryo yang masih belum stabil membuatnya mengurungkan niatnya.


Nanda juga enggan menceritakannya pada Ayla, ia merasa ini adalah aibnya, terlebih saat ini Ayla tengah bahagia karna baru saja menikah dengan Regan. Sungguh Nanda tidak ingin mengganggu kebahagiaan Ayla.


"Mama.. Bantu Nanda melewati semuanya sendirian dan menyelamatkan aset milik Papa." Gumam Nanda.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2