
"Nan, besok lusa jalan pagi di car free day yuk." Ajak Raja pada Nanda disela-sela mereka sedang melihat-lihat buku.
Nanda menoleh kearah Raja, "Mas ngajakin aku ngedate?" Tanya Nanda penuh harap dengan mata berbinar.
"Bukan." Raja menjawab dengan cepat.
"Yaa, kirain ngajak aku ngedate." Nanda kembali melihat ke rak buku dan memilih kembali buku-buku yang akan ia beli.
Raja tersenyum, dirinya merasa gemas akan sikap Nanda yang cuek dan berani mengungkapkan apa yang ada dipikirannya.
"Masa ngajak ngedate ke tempat car free day."
"Lah memang kenapa?"
"Ngajak kamu ngedate mungkin harus ke kafe, nonton bioskop, main ke dufan mungkin?" Raja sekedar menebak, padahal dirinya ingin tau jauh lebih dalam bagaimana sifat Nanda.
Nanda tertawa, "Gak harus begitu kali Mas, sekedar makan mie ayam pinggir jalan kayak tadi juga oke oke aja."
Raja mengerdikan bahunya.
"Udah dapat bukunya?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan.
"Udah dapat, nih." Nanda mengangkat dua buku yang ia mau beli, menunjukannya kepada Raja.
Selesai dari toko buku, Nanda dan Raja berjalan keparkiran untuk pulang.
"Mau lanjut Les?" Tanya Raja.
"Baru semalam Les." Jawab Nanda sambil sedikit tertawa.
"Ya biar sekalian soalnya."
"Emang Mas gak capek?" Tanya Nanda.
"Engga lah, ngajarin kamu Les kan duduk ditempat, gak sambil lari-lari. Capek disebelah mananya?" Raja memakai helmnya sendiri.
"Ya kali otaknya capek gitu Mas." Nanda pun memakai helmnya sendiri.
Raja menaiki motor maticnya dan mulai menyalakan mesinnya. "Capek otak sih gak apa-apa Nan, asal jangan capek hati aja." Ucap Raja ambigu.
"Belum move on Mas?" Nanda naik keatas motor.
Raja tertawa dan mulai melajukan motornya. "Move on lah Nan, life must go on."
"Cinta pertama ya Mas? kayaknya berbekas banget, susah lupanya." Ledek Nanda yang sebenarnya penasaran.
"Cinta yang salah mungkin ya." Jawab Raja.
"Salahnya dimana?" Nanda masih terus saja penasaran.
Raja diam tidak menjawab, hingga dua puluh menit perjalanan mereka akhirnya Nanda dan Raja tiba dirumah Aryo.
Nanda turun dari motor Raja dan membuka helmnya.
"Mampir Mas." Ajak Nanda.
"Lain kali aja kalo ngajar kamu Les lagi."
"Kali ini mampir sebagai teman aku dong, bukan sebagai guru les."
"Lain kali aja ya, udah sore juga."
Nanda mengangguk, padahal hatinya kecewa, Nanda ingin sekali mengenal lebih dalam tentang Raja. Karna jika saat les, Raja jarang sekali mau diajak mengobrol soal dirinya.
"Nan..." Panggil Raja lembut.
__ADS_1
"Iya.." Nanda menatap wajah Raja yang memanggilnya namun pandangannya tetap lurus kedepan tanpa melihat Nanda yang kini berdiri disisi kiri motornya.
Raja tampak berfikir, namun entah mengapa ia hanya berucap, "Belajar yang serius, biar aku gak gagal jadi guru les kamu." Ucapnya lalu tersenyum tipis dan menengok kearah Nanda lalu mengacak rambut Nanda.
"Ishh kirain mau ngomong apa?"
Raja tertawa, "Emangnya kamu ngarepin aku ngomong apa?"
"Ya kirain mau nembak aku gitu Mas." Jawab Nanda cuek dan asal.
Raja tertawa, "Berat nembak kamu tuh Nan." Raja menghela nafas. "Udah ah, aku pulang dulu ya." Raja bersiap untuk melajukan motornya.
"Hati-hati dijalan Mas." Ucap Nanda dan Raja membalas dengan senyuman.
***
"Oh Nanda, ada apa dengan perasaanmu." Ucap Nanda pada dirinya sendiri didepan cermin.
Ceklekk..
Suara pintu terbuka.
"Papaa.." Sapa Nanda saat melihat sosok pria yang slalu menyayanginya.
"Tidak menyambut Papa pulang." Aryo memeluk Nanda.
"Maaf Pa, Nanda baru selesai mandi, ini baru mau turun." Jawabnya merasa bersalah sambil mengendurkan pelukannya.
"Kata Pak Wanto tadi Nanda pergi sama Raja? dan kata Bibi juga tadi pulang diantar Raja?" Tanya Aryo menyelidik.
Nanda tersenyum. "Pak Wanto juga cerita kan, mobil kami tadi mengalami pecah ban." Nanda menjawab apa adanya.
Aryo tertawa, Nanda memang pintar menjawab dan memutar balikan fakta.
"Ishh Papaa, tadi tuh aku sama Mas Raja ke toko buku dulu, terus Mas Raja anterin aku pulang, ya masa aku gak dianterin pulang sih Pa." Jawab Nanda yang slalu tepat walaupun asal.
"Kirain Papa, Raja ngajakin Nanda ngedate gitu."
Nanda tertawa, "Nanda juga mikirnya gitu Pa."
Aryo dan Nanda keluar dari kamar, Aryo merangkul Nanda sambil menuruni anak tangga. "Anak Papa sepertinya sedang jatuh cinta." Tebak Aryo.
"Nanda menyandarkan kepalanya dibahu Aryo, "Boleh Pa?"
Aryo menganggukan kepalanya, "Boleh, asal Nanda harus buktikan sama Papa, bisa lulus sekolah dengan nilai memuaskan, itu tandanya Raja berhasil ngajarin Nanda."
"Papa gak keberatan kalo Nanda misal pacaran sama Mas Raja?" Tanya Nanda ragu-ragu.
"Kenapa harus keberatan?" Aryo mendudukan Nanda di kursi meja makan, kemudian dirinya juga duduk didekat Nanda. "Raja anak yang baik, giat, pekerja keras, dan Papa rasa Raja anak yang tanggung jawab."
Nanda tersenyum, "Nanda suka sama Mas Raja Pa." kemudian Nanda menatap wajah Aryo, "Tapi Nanda gak tau gimana perasaan Mas Raja sama Nanda."
Aryo mengusap puncak kepala Nanda, "Jodoh gak kemana, kalo Raja jodohmu dia akan terus bersamamu."
Mereka mulai makan malam dengan sesekali diselingi obrolan santai. "Papa kira kamu akan jatuh cinta sama Regan." Aryo tertawa.
"Regan?" Tanya Nanda sambil mengernyitkan keningnya.
Aryo mengangguk, "Papa sempat berfikir, Regan yang akan menjadi pendamping kamu."
"Malah Nanda maunya Regan itu sama Ayla Pa." Nanda berucap dengan serius.
"Kenapa sama Ayla?"
"Karna Ayla gak bisa deket sama cowok manapun selain Regan, aku takut Ayla disakiti cowok Pa, cuma Regan yang cocok sama Ayla."
__ADS_1
Aryo seperti berfikir sambil mengunyah makanannya.
"Ya, andai Regan itu ada dua, Papa mau Regan untuk kamu dan Ayla."
Nanda tertawa, "Sayangnya Regan gak punya kembaran ya Pa.." Nanda tersenyum kemudian berkata lagi, "Tapi kan ada Mas Raja Pa."
"Ya, sepertinya otak mu sudah penuh dengan Raja, tidak bisa memikirkan pria lain." Aryo tertawa sementara Nanda hanya tersenyum.
***
"Yeayy sembilan puluh." Ucap Nanda sambil melihat hasil lembaran ulangan tempo hari."
"Wisshh Nanda keren lho ya, tanpa nyontek dapet sembilan puluh, ini sih makan-makan." Sahut Regan.
"Ishh modus, bilang aja minta ditraktir." Ayla tertawa.
"Tenang-tenang.. Karna aku lagi bahagia, aku traktir kalian makan di-..." Ucapan Nanda dipotong oleh Regan.
"Kafe Awan." Regan menaik turunkan halisnya.
"Ishhh beneran modus nih Regan." Pekik Nanda.
"Ayolah Nan, masa traktir dikantin, ujung-ujungnya cuma makan siomay dan es teh manis. Bosan sangat tau Nan."
"Oke.. Oke.. Kafe Awan, kalian bebas makan apa aja, bebas nambah juga."
"Nandaku memang terbaik." Ayla memeluk Nanda. "Selamat Nan, untuk hasil ulangan harian yang murni kamu kerjain sendiri." Ayla masih memeluk Nanda.
"Sama-sama Aylaku.."
"Mas Raja pasti bangga sama aku, kalo aku smart, pasti Mas Raja suka sama aku." Batin Nanda sambil perlahan mengendurkan pelukan Ayla dan menatap lembar ulangan harian itu.
***
Nanda bergegas pulang kerumahnya setelah mentraktir Ayla dan Regan di Kafe. Tadi Raja sudah mengirimnya chat bahwa dirinya akan mengajar les jam empat sore.
Nanda tiba dirumah jam lima sore dan terlihat Raja yang sedang mengerjakan tugas di laptopnya, karna memang seperti itu biasanya, Raja mengajar les Nanda sambil mengerjakan tugas kuliahnya.
"Mas maaf, udah lama nunggu ya." Ucap Nanda.
"Dari tadi." Jawab Raja cuek dan pandangannya tidak lepas dari layar laptopnya.
"Maaf Mas, aku tadi-..."
"Nan, belajarlah menghargai waktu, waktu adalah uang, mungkin untuk kamu waktu itu tidak penting, tapi buat aku waktu itu berharga, kalo memang kamu hari ini gak mau les, kamu bisa bilang dari tadi siang."
Nanda diam dan menunduk.
Raja membereskan laptopnya dan memasukannya kedalam tas. "Kita lanjut Lusa, kabari aku kalo memang lagi gak bisa. Maaf aku harus pulang, aku masih banyak tugas lainnya." Raja beranjak dari duduknya dan meninggalkan rumah Aryo.
Nanda menghela nafas, ini pertama kali dirinya tidak bisa berkutik didepan orang yang sedang memarahinya, padahal bisa saja Nanda membela diri, namun entah mengapa Nanda memilih diam sehingga tidak bisa membela dirinya sendiri.
.
Sepi nih, belum ada yg kasih vote 🤭
Boleh lah berbagi hadiah dan vote gitu buat Othor biar semakin rajin up 😁
*Bayangin wajah othor yg lg melas 🥺🥺
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
__ADS_1