BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Hati Regan Yang Terluka


__ADS_3

Seminggu terlewati, hari-hari berat saat ujian bisa terlewati oleh ketiga sahabat itu, bahkan Nanda tidak mengeluhkan adanya soal-soal yang sulit.


Baiklah, Nanda kini sudah pintar.


"Siang itu Regan begitu bersemangat, ia telah memutuskan untuk mengungkapkan perasaanya pada Nanda saat selesai ujian, dan waktu ini adalah waktu yang tepat.


"Smoga Nanda nerima perasaan gue." Gumamnya sambil menyisir rambutnya didepan cermin.


Regan menuruni anak tangga sambil bersiul.


"Mau kemana Re?" Sapa Haris yang barus saja duduk di ruang makan.


"Eh Ayah, biasa Yah mau kerumah Nanda." Jawabnya kemudian duduk dikursi meja makan, disana sudah ada Olivia dan Rini.


"Sama Ayla? Udah lama Ayah gak ketemu Ayla dan Nanda."


"Kemarin kan sibuk belajar Yah, ngurangin waktu main. Makanya jarang kesini."


"Bang Raja mana Bu?" Tanya Regan pada Rini


"Raja keluar, mungkin ada orderan food online nya." Jawab Rini, ibu sambung Regan.


Regan menganggukan kepalanya.


"Kapan pengumuman penerimaan mahasiswa baru?" Tanya Haris.


"Belum tau Yah, yang pasti pengumuman kelulusan dulu nih."


"Ayah berharap sekali kamu diterima di kedokteran Re."


"Iya Yah, doakan Regan ya Yah."


"Skripsi Bang Raja sudah diterima Yah, tinggal nunggu sidang." Sahut Olivia membanggakan Raja sebagai abang kandungnya itu.


"Ya, Ibumu sudah cerita." Jawab Haris.


"Bang Raja hebat Yah, bisa selesai kuliah S1 dalam waktu tiga tahun." Ucap Olivia lagi dengan bangga.


Regan tidak terlalu memasukan dalam hati ucapan Olivia, sedari dulu memang Olivia mulutnya selalu nyelekit, begitulah pemikiran Regan. Kalau kata Nanda, mulut Olivia itu enaknya dicabein.


"Regan berangkat ya Yah." Regan mencium punggung tangan Haris dan Rini bergantian.


"Salam untuk Nanda dan Aryo." Ucap Haris.


Sebenarnya Regan tidak memberitahu kedatangannya pada Nanda, ia ingin memberi kejutan padanya. Jika Nanda tau kalau Regan akan kerumahnya, pasti Nanda akan menyuruhnya untuk menjemput Ayla terlebih dahulu, padahal Regan butuh waktu berdua bicara dengan Nanda.


"Motor Bang Raja, Bang Raja disini?" Gumam Regan pada dirinya sendiri saat memarkirkan motornya percis disebelah motor Regan.


"Eh Den Regan." Sapa Bi Asri yang sedang menyapu lantai teras.


"Didalam ada Bang Raja ya Bi?" Tanya Regan heran.


Pasalnya Nanda sudah tidak les lagi dengan Raja, lalu untuk apa Raja masih datang kerumah Nanda.


"Iya ada Den Raja, sedang dihalaman belakang dengan Non Nanda." Jawab Bi Asri. "Den Regan masuk aja."


Regan hanya mengangguk, tanpa pikir panjang, Regan berlalu masuk kedalam. Hari ini Regan akan mengajak Nanda keluar rumah untuk mengungkapkan perasaanya.


"Jadi sekarang kita resmi pacaran?" Tanya Nanda dengan tatapan penuh arti pada Raja.


Raja mengangguk lalu meraup tubuh Nanda kedalam pelukannya.


Duarrr


Hati Regan teriris saat mengetahui bahwa Nanda baru saja menerima perasaan Raja.


Tanpa suara, Regan membalikkan tubuhnya dan segera berlalu dari pemandangan menyakitkan itu.


"Lho Den Regan, mau kemana? Baru juga sampai, udah ketemu sama Non Nanda." Tanya Bi Asri.


"Belum sempet Bi, saya baru inget ada urusan lain." Regan segera menyalakan mesin motornya dan melajukannya, jauh meninggalkan rumah Nanda dan pemandangan yang menyakitkan itu.

__ADS_1


Flashback On!!


"Tumben kesini." Ucap Nanda saat menemui Raja diruang tamu.


"Tadi abis anter penumpang kedeket sini, makanya mampir." Jawabnya berbohong. Padahal Raja memang sengaja ingin bertemu dengan Nanda, gadis yang hampir satu tahun ini mengisi hari-harinya.


"Kirain kangen sama aku." Ucap Nanda merengut.


"Emang boleh kangen Nan?" Tanya Raja menggoda.


Nanda berdiri dari duduknya, "Tau ah." Ucapnya kesal sambil berjalan kehalaman belakang dan meninggalkan Raja.


Raja tersenyum dan segera mengejar Nanda yang sudah berdiri membelakangi Raja ditepi kolam renang. "Aku menyukaimu." Ucap Raja.


"Udah tau." Jawab Nanda asal.


Raja tertawa. "Mau jadi pacarku?" Tanyanya dengan nada menggoda.


Nanda membalikan tubuhnya. "Jadi sekarang kita resmi pacaran?" Tanya Nanda dengan tatapan penuh arti pada Raja.


Raja mengangguk lalu meraup tubuh Nanda kedalam pelukannya.


Flashback Off!!


Regan mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, pikirannya melayang jauh, "Sejak kapan Bang Raja menaruh hati pada Nanda? Sejak kapan Nanda menyukai Bang Raja."


Rasanya Regan hampir frustasi memikirkan hal-hal yang tidak ia ketahui.


***


Tring..


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Regan.


"Re .." -Ayla-


"Iya Ay." -Regan-


"Kamu dimana sekarang?" -Regan-


"Dipanti." -Ayla-


"Bersiaplah, aku jemput ya Ay. Tunggu sepuluh menit lagi." -Regan-


Regan menyadari, kesedihannya tidak ada apa-apanya dibanding kesedihan Ayla. Ayla yang tidak tau asal usul dirinya, tidak tau dimana kedua orang tuanya, itulah kesedihan yang terdalam dibanding ditolak sebelum menyatakan perasaannya.


Regan menjemput Ayla didepan Panti, pemilik maupun pengurus panti sangat mengetahui kedekatan Ayla dengan Regan dan Nanda, sehingga mereka merasa percaya jika Ayla keluar bersama Regan ataupun Nanda.


"Pantai yuk Ay." Ajak Regan.


"Udah sore Re."


"Bentar aja Ay, aku lagi bad mood."


Ayla mengangguk kemudian naik keatas motor Regan.


DiPantai..🏝


Regan duduk ditepi pantai, pandangannya lurus menatap ombak kecil. Ayla duduk disamping Regan.


"Laut itu luas ya Ay." Lirih Regan.


Ayla merasa ada yang aneh dengan Regan. "Re, are you okay?" Tanya Ayla sambil memegang pundak Regan.


Regan menunduk dan menenggelamkan wajahnya dikedua lututnya, seolah tidak ingin terlihat lemah dihadapan Ayla.


"Re... Kamu ada masalah? bisa cerita sama aku." Ucap Ayla tulus.


Ayla sedikit melupakan kesedihannya saat melihat kesedihan yang begitu mendalam dimata Regan.


Regan mengangkat wajahnya dan menatap Ayla, "Jangan sedih Ay, laut begitu luas, luaskan jugalah hatimu Ay. Meskipun kamu tidak tau orang tuamu dimana, tapi ada aku yang akan slalu menjaga kamu." Ucap Regan bijak seolah sedang menasehati dirinya sendiri.

__ADS_1


Ya, laut begitu luas..


Ayla tersenyum. "Ada kamu dan Nanda." Lirihnya.


Regan pun tersenyum, senyum yang dipaksakan. "Ya, ada aku dan Nanda." Gumamnya.


"Kamu ada masalah Re?" Perasaan Ayla begitu peka terhadap Regan.


"Tidak. Aku tidak ada masalah dan baik-baik aja Ay." Regan tersenyum, tangannya terulur merapihkan rambut Ayla yang teracak oleh tiupan angin pantai.


Regan kembali menatap kedepan, melihat ombak yang datang dan pergi sesuka hati.


"Hatiku sakit, Ay. Tapi aku tidak bisa mengungkapkannya." Batin Regan.


"Andai bisa seperti ini terus Re, aku menyukaimu, bahkan lebih dari suka. Akankah kau bisa membalas perasaanku Re?" Batin Ayla.


***


Dirumah Aryo.


"Hati-hati." Ucap Nanda pada Raja saat Raja bersiap diatas motornya dan akan mememakai helmnya.


"Iya." Jawab Raja sambil tersenyum.


"Salam untuk Regan dan Om Haris."


"Ke aku gak disalamin." Raja pura-pura merajuk.


Nanda tersenyum,


Cupp..


Nanda mencium pipi kanan Raja.


Raja terkejut, lalu menatap wajah Nanda yang tengah berdiri disamping motornya.


"Jangan lihat aku kayak gitu Mas." Nanda menunduk malu.


Tangan Raja terulur mencubit pipi Nanda. "Anak manis, aku pulang dulu ya."


Nanda mengangguk dan tersenyum, Raja melaju bersama motornya meninggalkan Nanda yang masih tersenyum menatap kepergiannya.


Setelah motor Raja tak terlihat lagi, Nanda masuk kedalam rumahnya, "Kopi untuk siapa Bi?" Tanya Nanda saat berpapasan dengan Bi Asri didapur.


"Buat Pak Amin Non."


"Pak Amin nonton bola?" Tanya Nanda lagi. "Biasanya kalo ada pertandingan bola ngajak Regan nonton juga." Gumamnya yang terdengar oleh Bi Asri.


"Lho tadi Den Regan kan kesini Non."


Uhuukk Uhukkk..


Nanda tersedak air yang sedang ia minum.


"Regan kesini? kapan?" Tanyanya heran.


"Tadi Non, pas Non Nanda sama Den Raja dihalaman belakang. Den Regan saya suruh masuk, eh gak lama Den Regan keluar lagi dan buru-buru pulang. Pas saya tanya koq balik lagi, jawabnya baru inget ada urusan lain. Begitu Non."


Nanda segera naik keatas kamarnya dan meraih ponselnya, tidak ada satupun pesan maupun telpon masuk dari Regan.


Nanda segera menelpon Regan, namun panggilannya hanya berbalaskan suara operator.


"Regan kesini, tapi koq gak ngabarin dulu. Mau ngapin ya? dan kenapa balik lagi?" Tanya Nanda dalam hatinya.


.


.


Kalau hari ini Hadiah, like dan Vote bertambah, besok othor mau crazy up sekitar 3-4 bab langsung 😁😁


.

__ADS_1


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2