BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Dokter Pras


__ADS_3

Raja pulang dan tidak menemukan keberadaan Nanda dirumah mereka, sedari tadi, Sarah slalu mengalihkan perhatian Raja dengan mengajaknya bercumbu mesra hingga Raja mengabaikan panggilan dari Nanda.


"Nanda pasti marah, dia pasti nginep diapartemen Ayla." Gumamnya.


Namun seketika bayangan Regan yang masih berada dikota J dan tinggal diapartemen Ayla memenuhi pikiran Raja yang membuat hati Raja menjadi tak karuan.


"Ah sh*it." Ucap Raja sambil gerakan memukul udara.


"Harusnya gue tidak mengabaikan Nanda." Raja menggusar rambutnya, ia kembali melihat ponselnya yang mati dan segera mengisi dayanya.


Tring


satu pesan masuk diponsel Raja saat Raja mulai mengaktifkannya kembali.


"Mas kamu dimana? hari ini Regan akan melamar Ayla dikafe Amora, datanglah segera karna Papa juga pulang untuk menghadiri lamaran Ayla."


Raja semakin frustasi, dia takut Aryo hilang kepercayaan terhadap dirinya. Ia mendial nomor ponsel Nanda namun tak aktif.


"Pasti Nanda pulang kerumah Papanya." Raja semakin gusar, ia ingin menyusul Nanda namun waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan akan menjadi pertanyaan jika Raja mendadak mendatangi rumah Aryo selarut ini.


***


Ayla melepas Regan dengan berat saat Regan akan kembali ke kota B.


"Jangan sedih Ay, dua minggu lagi aku akan kesini lagi menemuimu." Ucap Regan saambil mengemudikan mobilnya kerumah Aryo, pagi ini Aryo mengundang Regan dan Ayla untuk sarapan bersama sebelum akhirnya Regan kembali ke kota B. Aryo sangat merindukan kebersamaam Nanda bersama Ayla dan Regan dirumahnya.


"Kamu tidak akan menghilang lagi?" Tanya Ayla.


"Setengah diriku sudah menjadi milikmu, Ay." Jawab Regan lalu menggenggam tangan Ayla.


Tak terasa, Regan dan Ayla tiba dirumah Aryo. Aryo menyambut baik kedatangan Regan dan Ayla.


"Harusnya jangan dulu kembali kekota B Re, kamu belum menemani Papa main catur." Ucap Aryo sambil melepas pelukan Regan.


"Dua minggu lagi, Regan kembali lagi untuk membantu Ayla menyiapkan persiapan pernikahan, Om." Jawab Regan.


"Stop memanggil Om, Panggil Papa karna kamu akan menikahi anak Papa. Ayla juga anak Papa, Re."


Regan mengangguk. "Iya Pa."


"Jadi sekarang kamu dokter Obgyn?" Tanya Aryo.


Regan mengangguk.


"Sudah banyak pasiennya?" Tanya Aryo lagi.


"Belum Pa, seringnya masih banyak dampingin dokter yang sudah ahli. Masih terus banyak belajar."


Aryo mengangguk. "Papa yakin suatu saat kamu akan menjadi dokter yang hebat, Re."


"Selamat pagi." Suara Raja yang membuat semua orang menoleh padanya.


Nanda berdiri dan menghampiri Raja lalu memeluknya dan membisikan sesuatu. "Kalau Papa bertanya, bilang ke Papa kalau kamu kemarin sedang meninjau lokasi didaerah terpencil."


Raja hanya mengangguk dan seketika perasaanya merasa bersalah terhadap Nanda.


"Pa.." Raja mendekat pada Aryo dan mencium punggung tangannya.


"Kamu terlihat lelah, Ja." Ucap Aryo.


"Maaf Pa, Raja tidak tau Papa pulang."


"Tidak apa, Papa memang sengaja membuat kejutan untuk Nanda." Jawab Aryo.


Raja beralih menyalami Ayla dan Regan, serta memberinya selamat atas pertunangannya sekaligus meminta maaf karna tidak bisa ikut menyaksikan keromantisan mereka berdua, tentu saja dengan alasan yang sudah dipersiapkan oleh Nanda, dan Raja mengikutinya.


***

__ADS_1


Dua bulan berlalu, dan kini Regan resmi pindah bertugas dirumah sakit di Kota J.


Dokter Pras dokter senior sekaligus anak dari pemilik rumah sakit H Medika menyambut baik kedatangan Regan, karna sebebarnya sudah lama pihak rumah sakit menawarkan Regan bertugas dikota J namun Regan slalu menolaknya. Kini Regan memutuskan untuk menata hidupnya bersama Ayla dan kembali kekota J dengan perasaan dan hidup barunya.


"Selamat bergabung, dokter Regan." Ucap Prasetyo setelah Regan resmi menandatangani kontrak kerja sama dirumah sakit H Medika.


"Terimakasih dokter Pras, Mohon bimbingannya." Ucap Regan merendah.


Pernikahan Regan dan Ayla digelar secara sederhana. Kemauan Ayla yang menikah dengan hanya mengundang keluarga inti serta karyawannya yang tidak terlalu banyak juga pengurus panti.


Dengan konsep outdoor membuat pernikahan mereka menjadi terkesan santai, mereka saling berbaur dengan tamu-tamu.


"Pa, Ayla cantik ya." Ucap Nanda memandang Ayla dari kejauhan.


"Iya, Sayang. Ayla terlihat sangat bahagia." Jawab Aryo.


"Papa benar, Ayla terlihat sangat bahagia, Regan juga ya Pa?." Nanda bersandar dipundak Aryo.


"Kamu sedih?" Tanya Aryo yang didengar oleh Raja.


"Tentu saja tidak Pa, Nanda sangat bahagia melihat Ayla menikah, terlebih itu dengan Regan."


"Ya, betul itu. Dan Papa pun berharap kamu bahagia bersama Raja."


Nanda tidak menjawabnya, ia hanya tersenyum. Nanda merasakan Raja tidak sehangat dulu, entah Raja yang berubah, atau perasaan Nanda yang kian memudar. Terlebih Raja mengingkari janjinya yang akan menjalani program kehamilan untuk Nanda. Nanda tidak mau ambil pusing, ia cukup melupakan masalahnya saat Aryo pulang, dan sudah dua bulan ini juga Nanda tinggal kembali bersama Aryo, sementara Raja, ia terkadang kembali kerumahnya sendiri dan terkadang pulang kerumah Aryo hanya karna tidak ingin Aryo menilainya buruk.


Bug..


"Ah maaf Nona, saya tidak sengaja." Ucap Pras saat tak sengaja bertabrakan dengan Nanda dan menumpahkan minuman Nanda hingga mengenai gaun pesta Nanda.


"Tidak apa-apa." Jawab Nanda ramah dengan ciri khasnya.


Nanda mencari toilet untuk membersihkan gaunnya yang terkena tumpahan sirup, sementara Pras menghampiri Regan dan Ayla.


"Selamat atas pernikahan anda, dokter Regan." Ucap Pras memberi selamat pada Regan dan Ayla.


"Terimakasih dok, dan terimakasih juga sudah menyempatkan hadir dipernikahan saya." Jawab Regan.


Pras terkesiap saat melihat Ayla, "Mata itu" Batin Pras, "Seperti mata Mami." Batinnya lagi.


Lamunan Pras terhenti saat seorang gadis kecil berusia tiga tahun menghampirinya. "Daddy." Panggil putri kecil yang lucu itu.


"Adisya." Pras menggendong Adisya lalu memperkenalkannya pada Regan dan Ayla.


"Dokter Regan, ini putri saya, Adisya." Ucap Pras.


"Cantik sekali." Gumam Ayla yang terdengar oleh Regan dan Pras.


"Pasti Mommy nya juga cantik." Ucap Ayla lagi.


"Iya, Mommynya sangat cantik seperti bidadari." Jawab Pras tersenyum.


"Benarkah? Apa Mommynya ikut kesini juga?" Tanya Ayla.


"Sst Sayang, sudah ya." Regan memberikan kode pada Ayla untuk tidak meneruskan pertanyaannya.


"Maaf dokter Pras." Ucap Regan merasa tidak enak.


"Tidak apa dokter Regan. Istri anda kan tidak tau." Pras tersenyum hangat.


"Istri saya sudah meninggal dua tahun yang lalu." Jawabnya.


"Hm, maafkan saya dok." Ayla merasa tidak enak.


Pesta pernikahan Regan dan Ayla pun berjalan dengan lancar, semua orang pun tlah berpamitan untuk pulang.


Regan dan Ayla juga sudah dari jauh hari memutuskan untuk kembali ke apartemen dan tidak menginap dihotel.

__ADS_1


"Re, apa kamu tidak memperhatikan Nanda dan Raja, Nanda terlihat cuek dan Raja juga bersikap acuh."


"Ya, aku melihatnya." Jawab Regan sembari melihat email dari ponselnya.


"Apa sesuatu terjadi pada mereka?" Tanya Ayla.


"Entahlah Ay, apa Nanda tidak bercerita padamu?" Kini Regan mendekap Ayla kedalam pelukannya.


Ayla menggelengkan kepalanya. "Nanda hanya cerita kalau Raja tidak menepati janjinya untuk menjalani program kehamilan."


"Mungkin itu masalahnya. Andai saja mereka mau program kehamilan, aku akan merekomendasikan dokter pras untuk jadi dokter mereka."


"Dokter Pras, dokter Obgyn juga?" Tanya Ayla.


"Iya, dia dokter Obgyn juga, aku pernah menjadi asistennya sewaktu di kota S. Saat dokter Pras pindah kesini, dokter Pras mengajakku, hanya saja aku menolaknya dan aku memilih bergabung dengan rumah sakit cabang dikota B."


Ayla mengangguk, "Berapa usia dokter Pras?" Tanya Ayla.


"Usianya beda sepuluh tahun dengan kita, kalau gak salah usianya sekitar 35 atau 36 tahun. Istrinya meninggal dua tahun yang lalu, kecelakaan lalu lintas."


"Kasian sekali anak kecil yang menjadi putrinya itu." Gumam Ayla.


"Jangan memikirkan dokter Pras, Ay. Ini malam pertama kita." bisik Regan menggoda.


Blushh.


Wajah Ayla merah padam memikirkan bahwa ini adalah malam pertamanya bersama Regan, meski sudah tidur satu ranjang, tetapi mereka hanya benar-benar tidur tanpa berc*nta, dan tanpa cumbuan panas.


"Apa kamu cemburu?" Tanya Ayla mengalihkan pembicaraan.


"Ya, aku cemburu kamu memikirkan duda tampan seperti dokter Pras." Lirih Regan yang kini mulai menciumi kecil-kecil wajah Ayla.


"Cemburu tanda cinta, Re. Apa kamu sudah mencintaiku?" Tanya Ayla mendalam.


"Bukan sudah, Ay. Tapi aku telat menyadari bahwa aku juga mencintaimu."


Ayla menangkup wajah Regan, mencari kejujuran dimata Regan, namun yang terlihat hanyalah tatapan penuh damba.


"Ck, matamu terlihat seperti anak kecil yang berharap diberi hadiah."


"Aku menginginkannya, Ay. Bolehkah aku meminta hakku?" Tanya Regan dengan suara parau.


"Tutup matamu." Pinta Ayla.


Regan menaikan satu halisnya.


"Tutup matamu sekarang, Re!!" Seru Ayla.


Regan menutup matanya, posisi mereka saat ini duduk bersandar disandaran tempat tidur.


Ayla naik keatas pangkuan Regan dan menghadapnya, kedua tangannya melingkar dileher Regan.


Regan terkesiap lalu membuka matanya.


"Aylaku, ternyata kamu sangat nakal." Ucap Regan dengan suara berat, kedua tangannya memeluk pinggang ramping Ayla. Ayla merasakan sesuatu yang sudah mengeras dibawah sana.


Ayla mengecup sekilas bibir Regan.


"Maaf Re, sepertinya kita harus menundanya. Aku sedang datang bulan." Mata Ayla mengerling nakal seolah menggoda Regan.


"Oh sh"it. Kamu mempermainkanku Baby." Ucap Regan kesal dengan nada sensual.


.


.


*Li**ke dan hadiah dululah biar Travelingnya lancar* 😁😁

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2