BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Archel Ocean


__ADS_3

Pras menggendong Disya dan menemui Linda diruang televisi.


"Mam." Sapa Pras.


Linda menoleh kearah Pras. "Mana Nanda?"


Pras menurunkan Disya dan duduk dengan malas disofa, "Sedang mandi."


"Wajahmu kenapa? kusut sekali." Cibir Linda.


Pras mengehela nafas, "Mami kira wajah Pras ini cucian kering yang belum disetrika apa ya, kusut."


Linda tertawa, "Apa Disya mengganggumu?"


"Mami sudah tau jawabannya, jadi buat apa bertanya lagi." Jawab Pras semakin malas.


Linda pun semakin tertawa, "Jadi gagal buka puasa? Oh kasian sekali dokter Pras ku ini." Linda semakin meledek Pras.


"Stop Mam, harusnya Mami datang lebih sore lagi."


"Masih banyak waktu, Pras. Bukankah kalian sudah tinggal bersama."


"Iya Mam, dan maafkan Pras karna tidak bisa membawa Nanda pulang kerumah, Nanda ingin tinggal disini, dirumah peninggalan Papanya."


Linda mengangguk. "Tidak apa Pras, Mami mengerti, dan Mami akan sering mengunjungi Nanda kesini."


***


Hari-hari Nanda lalui dengan bahagia, meski dalam hatinya merasa kebahagiaanya belum sempurna karna belum mendapatkan restu dari Irwan. Namun Nanda terus meyakini dirinya bahwa semuanya sudah lebih dari cukup. Pras yang begitu perhatian, siaga dan juga menyayangi Nanda, Disya yang slalu menempel pada dirinya, Ayla dan Regan yang slalu mensupport dirinya, juga Linda yang memberikan kasih sayangnya pada Nanda. Membuat Nanda merasa tidak kesepian.


Nanda berada dikantornya, ia mandatangi rapat sekaligus memeriksa laporan keuangan.


Robi benar-benar mengelola perusahaan dengan baik, keuntungan perusahaan bahkan semakin besar dan mengalami kemajuan yang sangat pesat.


"Bumil jangan banyak bekerja, lebih baik nikmati masa-masa kehamilanmu, sebentar lagi kan mau melahirkan." Ucap Robi sambil memberikan coklat hangat dimeja kerja Nanda.


"Aku bosan dirumah terus Kak, Mas Pras sibuk kerja di rumah sakit, Disya ada kegiatan disekolahnya didampingi oleh Mami Linda, dan hari ini Ayla juga sedang meninjau lokasi untuk acara WO klien nya, makanya aku kesini."


Robi mengangguk, "Kamu bahagia?" Tanya Robi.


Nanda tersenyum, "Iya, aku bahagia, sangat bahagia."


"Ada rencana kembali kekantor?" Tanya Robi lagi.


Nanda mengerdikan bahunya, "Perusahaan sudah baik-baik saja tanpa aku, ada Kak robi, aku percaya sama kak Robi."


"Kakak akan membantumu menjaga perusahaan sampai anakmu dewasa, bukankah dia laki-laki?"


Nanda mengusap perutnya yang buncit. "Iya, kelak dia akan menjadi pimpinan ARDA KARYA GRUP, penerus Papa."


"kakak akan mengajarinya banyak hal. Hingga ia menjadi anak yang penuh tanggung jawab."


Tiba tiba Nanda merasakan sakit didaerah bagian bawah perutnya.


"Aw.. sshhh." Rintih Nanda.


Robi yang tengah membaca berkas langsung melihat Nanda, "Ada apa Nan?"


"Kak, perutku sakit. Sepertinya bayinya mau keluar." Lirih Nanda.


"Hah!!" Robi membolakan matanya. "Jangan lagiran disini Nan." Robi berdiri dan mulai panik.


Robi menuju pintu kemudian kembali lagi, membuka layar ponselnya kemudian menutupnya kembali, Robi kembali menuju pintu dan tak lama kembali lagi.


"Kak, mau ngapain sih?" Pekik Nanda.


"Kakak juga gak tau, Kakak harus bagaimana Nan?" Tanyanya bingung.


"Bawa aku kerumah sakit."


Robi menepuk keningnya. "Ya ampun, maaf Nan." Robi menggendong Nanda ala bridal.


"Denis, tolong kamu telpon security untuk siapkan mobil berikut supirnya. Nanda akan melahirkan. Dan kamu juga hubungi suaminya Nanda atau Ayla dan Regan, bilang kalau Nanda langsung Kakak bawa kerumah sakit."


Denis yang melihat Robi panik, segera menjalankan perintahnya.


Beberapa karyawan dilantai tempat Nanda bekerja membantu Robi yang menggendong Nanda, hingga tiba diloby dan segera memasukannya kedalam mobil


Pras yang baru saja menyelesaikan praktik di polinya mendapatkan telpon dari Denis yang mengabarkan kondisi Nanda, Pras langsung menuju IGD dan menyiapkan kursi roda untuk Nanda dan menunggu kedatangannya disana.


"Siapkan ruang bersalin!!" Titah Pras pada petugas rumah sakit.


Robi tiba dan Pras segera mengeluarkan Nanda dari dalam mobil. "Sayang... Bertahanlah."


Pras membawa Nanda ke ruang bersalin. Ia segera melakukan tindakan dengan memeriksa bagian inti Nanda, "Masih pembukaan satu dan sepertinya akan stuck di satu." Gumam Pras.


Pras pun memeriksa dengan alat transducer, "Air ketubannya semakin menipis."


Pras menghela nafas, kemudian mengecupi wajah Nanda. "Aku akan mengoperasimu, Bayi kita minta keluar, namun tidak ada jalan, ketubamu juga sudah semakin sedikit."


Nanda mengangguk, "Aku percaya padamu, lakukan yang terbaik untuk bayi kita."


Pras mencium dalam kening Nanda. Lalu memerintahkan suster untuk menyiapkan ruang operasi.


Ayla datang dan Reganpun memberitahu tentang kondisi Nanda.


"Aku mau menemani Nanda diruang operasi, Re." Pinta Ayla.


"Iya Ay, aku tau dan aku sudah bilang sama dokter Pras, dia mengijinkan."


Ayla memakai baju steril dan penutup kepala, ia bersiap akan mendampingi Nanda. Regan pun menjadi asisten Pras untuk menangani Nanda.


"Ay, ajak Nanda bicara terus ya." Ucap Regan.


Ayla mengangguk, Ayla duduk diatas kepala Nanda yang sedang berbaring, tangannya mengusap kening Nanda.


"Bentar lagi jadi Mommy beneran." Ucap Ayla saat Regan memberikan kode untuk mengajak Nanda berbicara.

__ADS_1


"Aku sudah menjadi Mommy beneran saat Disya memanggilku Momy, Ay." Jawab Nanda asal.


"Nanti kita ketempat baby spa bareng ya Nan."


"Iya Ay, dulu kita kesalon bareng sekarang ke tempat baby spa ya, Ay."


"Perlu ajak Regan dan Mas Pras?" Tanya Ayla mencoba membuat Pras yang tegang menjadi tenang.


"Perlu, habis dari baby spa kita belanja, dan mereka yang akan membawa belanjaan kita dan menggendong bayi-bayi kita."


Oweekkk.. oweeekkk


Terdengar suara tangisan kencang dari bayi mungil yang diangkat dari perut Nanda.


"Ay, apa itu bayiku?" Tanya Nanda.


"Bayi kita, Sayang." Sahut Pras dengan nada bergetar.


Pras membawa bayinya untuk diperlihatkan pada Nanda, Regan mengambil alih tindakan selanjutnya.


"Tampan sekali." Lirih Nanda yang kini meneteskan air matanya.


"Biar dibersihkan dulu oleh suster." Ucap Pras kemudian menyerahkan bayinya pada suster, Pras melanjutkan tindakan yang sempat dialihkan pada Regan.


Setelah selesai, Nanda dipindahkan keruangan observasi, kemudian setelah keadaanya stabil, Nanda masuk kedalam ruang perawatan khusus pemilik rumah sakit, ruang perawatan yang lebih mirip dengan kamar hotel yang cukup mewah.


Disya dan Linda sudah menunggunya disana. Tetapi saat memasuki ruang perawatan, Nanda tertidur karna pengaruh obat.


"Onty, apa Mommy baik-baik saja?" Tanya Disya cemas.


"Mommy, baik-baik saja, Mommy hanya tertidur karna lelah. Disya jangan berisik ya." Ucap Ayla lembut.


Pras masuk bersama Regan, Linda menyambutnya dan mengucapkan selamat karna kelahiran putranya.


Ayla pun memeluk Pras dan mengucapkan selamat pada Pras.


Keesokan harinya, kondisi Nanda mulai membaik, bahkan Nanda sudah bisa duduk di brankarnya.


Suster memberikan bayi Nanda untuk disusui.


"Mau kamu beri naman siapa?" Tanya Ayla.


Nanda menatap bayi mungilnya itu,


"Archel Ocean, yang berarti pemimpin yang suka berpetualang dilautan." Ucap Nanda, ia memberi nama itu karna Aryo sangat menyukai lautan hingga membeli beberapa kapal boat untuk menelusuri laut pantai ketika Aryo sedang ingin ketenangan.


"Ocean, yang berarti lautan? Apa itu melambangkan Papa?" Tanya Ayla.


Nanda mengangguk, "Papa sangat menyukai lautan"


"Pantas saja hati Papa begitu luas seperti lautan." Ayla tersneyum.


Kabar Nanda melahirkan putranya sampai ditelinga Irwan.


Dirumahnya, Irwan sangat tidak tenang, ia ingin sekali menjenguk Nanda dan melihat cucu ketiga nya itu, namun tidak mempunyai keberanian.


***


Ayla membuat pesta resepsi pernikahan Nanda dan Pras dengan sangat meriah, ini merupakan bagian hadiah dari Ayla, Regan dan Robi. Disya pun tampak cantik memakai gaun ala princes yang sama seperti Nanda.


Tidak disangka, Irwan pun menghadiri pesta itu Ayla dan Regan menghampiri Irwan.


"Papi.." Panggil Ayla.


Irwan hanya diam dan menatap kearah pelaminan dimana Nanda bersanding dengan Pras dan terlihat sangat bahagia.


"Papi datang untuk memberi restu pada mereka." Ucap Irwan tulus.


Ayla menatap wajah Regan dan Regan menganggukan kepalanya.


Mata Irwan tertuju pada bayi yang sedang Ayla gendong. "Apa dia cucu Papi?" Tanya Irwan.


Ayla mengangguk. "Papi mau menggendongnya?" Tanya Ayla.


Irwan mengangguk, "Dia lucu sekali, mirip Disya sewaktu bayi."


"Ay, antarkan Papi menemui Mas Pras dan Nanda." Ucap Regan.


Ayla mengangguk, lalu matanya tertuju pada Irwan. "Ayo Pap."


Irwan mengangguk, "Biar Archel Papi gendong."


Dipelaminan, Nanda melihat Irwan yang menggendong Archel, tetiba Nanda menjadi tegang dan tangannya bergemetar.


"Honey, kamu kenapa?" Tanya Pras, lalu mata Pras mengikuti arah pandang Nanda.


"Papi." Gumam Pras.


"Tenang, Honey." Ucap Pras pada Nanda.


Irwan berdiri didepan Nanda dan Pras sambil menggendong Archel.


"Maaf." Ucap Irwan.


"Maaf Papi datang meski kalian tidak menginginkannya." Irwan berbicara terbata-bata.


"Papi hanya ingin melihat cucu Papi, dan memberikan kalian restu."


"Papi merestui kami? Papi menerima Nanda?" Tanya Pras meyakinkan.


Mata Irwan menatap mata Nanda. "Maaf, sungguh Papi menyesal dengan apa yang terjadi dimasa lalu. Semoga kamu mau memberi kesempatan pada Papi."


Nanda tersenyum, Pras mengambil alih Archel, lalu Nanda memeluk Irwan. "Maafkan Nanda juga Pap, maafkan Papanya Nanda juga." Nanda tersedu didalam pelukan Irwan.


Irwan mengangguk, "Mari kita lupakan masa lalu, dan kita hidup bahagia dimasa kini dan masa depan." Irwan mengusap punggung Nanda dengan tulus.


***

__ADS_1


Pras langsung mellu*mmat bibir Nanda ketika mereka sudah berada didalam kamar hotel. Pras sudah tidak bisa menahan diri lagi, selama lima bulan menjadi suami Nanda, belum pernah ia menyentuh Nanda kembali karna Disya yang slalu menginginkan tidur bersama Nanda.


Awalnya Nanda terkejut dengan sikap spontanitas Pras, namun pada akhirnya Nanda memilih Pasrah dan mengikuti alur permainan Pras.


Pras membopong tubuh Nanda ala bridal style dan membawanya ke ranjang mereka. Pras menidurkan Nanda dengan sangat lembut dan nafas yang mulai memburu.


Tatapan lembut Pras begitu membuat Nanda terhipnotis, tangan Pras terulur untuk membelai pipi mulus Nanda.


"Kenapa kamu begitu cantik." Lirih Pras mengagumi wajah imut Nanda. "Wajahmu yang cantik ini membuatku ingin melahapmu tanpa henti, Akhh jangan salahkan aku jika aku tidak bisa berhenti." Ucap Pras.


Pras kembali meraup bibir Nanda. Memainkan bibirnya disana dan mengeksplore setiap sudut rongga dengan permainan lidahnya.


Pras melucuti pakaian Nanda dan juga dirinya, mere*mas dada Nanda dan memainkan puncaknya, bibirnya memberi gigitan kecil diatas kulit Nanda yang putih dan mulus. "Kamu milikku, Honey." Racaunya.


Pras menciumi tubuh Nanda dari ujung kepala hingga ujung kaki, kemudian menetap dibagian inti Nanda dan memainkan lidahnya disana, Nanda mere*mas rambut Pras dan mulai merintih.. "Uhhh Masss."


Pras menghentikan kegiatannya setelah sesuatu meledak didalam sana, ia menatap wajah Nanda yang sudah merona merah sambil mengatur nafasnya.


"Suka?" Tanya Pras ambigu.


Nanda mengangguk sambil terengah engah.


Pras mulai memposisikan diri setelah Nanda memintanya untuk melanjutkan kembali aksinya.


Blesss..


"Akhhh..." Rintih Nanda.


Pras mendiamkan sesaat miliknya saat terbenam sempurna ditempat yang ia bilang rumahnya itu. "Sepertinya aku akan terus ketagihan bercinta denganmu." Ucapnya lembut.


"Aku akan melayanimu." Jawab Nanda.


Pras mulai bergerak memaju mundurkan miliknya hingga tercipta suara indah dari Nanda.


"Mau yang lambat atau cepat, Honey?" Tanya Pras disela sela penyatuannya.


"Faster, Hubby."


Pras menyeringai, ia melakukan apa yang Nanda minta hingga tubuh mereka basah karna peluh.


"Mau coba diatas, Honey?" Tanya Pras pada Nanda.


Nanda mengangguk, dirinya telalu malu jika harus membahas soal berbagai macam gaya. Tapi Pras terlalu berpengalaman, ia menguasai teori dan mempraktikannya dengan Nanda, mencari celah kenikmatan bersama.


Kini Nanda berada diatas Pras, ia duduk menghadap Pras, Pras memainkan bagian dada Nanda dan Nandapun memulai menari indah diatas tubuh Pras.


"Ouhhhh Honey, kamu nikmat sekali. Jangan berhenti, Sayang." Racau Pras.


Nanda semakin bersemangat, kedua tangannya mencengkram kedua bahu Pras.


"Mas, aku udah gak tahan." Ucap Nanda terengah-engah.


Pras mengambil posisi segera membalik tubuh Nanda dan Pras berada diatasnya, "Bersama, Sayang." Ucapnya dan menggerakan dengan cepat iramanya.


"Engggggg" Suara erangan Pras saat tiba dipelepasannya.


Sesaat Pras mendiamkan dirinya kemudian berguling dan terlentang disamping Nanda.


Nafas mereka saling terengah-engah, mereka menatap langit-langit kamar hotel kemudian saling menoleh dan pandangan mereka saling bertemu, Pras tersenyum namun tidak dengan Nanda.


"Apa kita melupakan sesuatu, Mas?" Tanya Nanda sambil mengernyitkan dahinya.


"Apa?" Tanya Pras yang juga mencoba mengingat-ngingat.


Kemudian keduanya saling membulatkan matanya dan duduk berhadapan.


"Aku belum KB."


"Kamu belum KB."


Ucap mereka bersamaan dengan nada terkejut


.


.


TAMAT


.


Trimakasih othor ucapkan untuk Readers setiaku, Readers yang baik hati slalu menyumbangkan satu votenya setiap minggunya dan hadiah-hadiah berupa bunga, hati maupun kopi.


Bentuk perhatian seperti itu membuat othor jadi makin smangat meski masih minim like, dan votenya.


Next othor mau revisi dulu novel othor yang berjudul ELDISKA DAN CINTA ERLANG.


kalian yang baru mampir disini, mampir juga ke novel othor lainnya ya.


Author @shann29


Instagram @miss.shann29


Karya Author hanya terbit di Novel Toon ya, dengan judul-judul:


1. ELDISKA


2. CINTA ERLANG


3. MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU


4. TAKDIR CINTA


5. BEFORE WE DONE


Ditunggu jejak-jejak kehadirannya..


love u full Readersku 😘😘

__ADS_1


__ADS_2