
"Kita mau kemana, Re?" Tanya Ayla saat tersadar rute yang mereka lalui bukan menuju apartemennya.
"Aku lapar, mau makan dulu." Jawabnya santai sambil fokus mengemudi.
"Gak makan diapartemen aja? Aku mau masak."
"Engga, kita makan malam bersama, besok kan aku harus balik ke kota B lagi."
Ayla diam dan sesekali menghela nafas, seperti ada beban yang ia simpan sendiri.
Mereka tiba disebuah kafe bernuansakan romantis, Regan sudah menyiapkan sesuatu yang akan berkesan untuk Ayla.
"Kafenya bagus, tapi sayang sekali sepi." Ucap Ayla dengan polosnya saat memasuki kafe tersebut, sepertinya Ayla masih belum menyadari kejutan apa yang akan diberikan oleh Regan.
Regan menarik kursi untuk diduduki oleh Ayla, setelah itu Regan juga menarik kursi untuk dirinya sendiri.
"Nemu dimana Kafe ini? harusnya tadi kita ngajak Nanda sekalian Re." Ucap Ayla sambil mengedarkan pandangannya mengamati disekitarnya.
Regan hanya memutar malas bola matanya. Ayla tidak pernah tidak memikirkan Nanda. Ayla memang wanita berhati baik. Terkadang Regan berfikir, betapa beruntungnya ia jika menikahi Ayla, terlebih sang Ayah yang begitu menyukai Ayla dan berharap Ayla menjadi menantunya juga.
"Ay.." Panggil Regan saat mereka baru selesai memesan menu makanan.
"Iya, Re." Jawab Ayla.
Regan menyentuh tangan Ayla. Tiba-tiba lampu kafe sedikit meredup.
Ayla menatap mata Regan, entah kenapa jantung Ayla berdegup kencang.
Regan berdiri dan menarik pelan tangan Ayla yang sedari tadi digenggam olehnya keatas panggung kecil.
"Re.. Kamu mau ngapain?" Tanya Ayla yang mulai merasa aneh dengan tingkah Regan.
Regan mengambil mic lalu membawa sebuket bunga untuk Ayla, lampu sorot panggung terus tertuju pada pergerakan mereka.
"Ay.." Panggil Regan dengan mesra.
Mata mereka saling bertatapan.
"Ay, sebelas tahun kita saling mengenal, berteman dan kamu adalah wanita yang slalu mengerti aku. Walaupun akhirnya, tujuh tahun belakangan ini kita berpisah, namun akhirnya kita dipertemukan lagi dengan sesuatu yang bernama takdir. Dan aku berharap, Takdir juga akan membuatmu untuk menjadi pendampingku."
Regan menghela nafas sejenak.
"Aku harap, pertemanan kita selama sebelas tahun ini, akan menjadi pertemanan seumur hidup, dimana kamu bukan hanya menjadi temanku, tetapi menjadi teman hidupku juga, menua bersamaku."
Ayla diam terpaku, sungguh, ia tak menyangka jika Regan akan melamarnya seromantis ini.
"Ay.. Menikahlah denganku, jadilah teman hidupku." Regan menyerahkan sebuket bunga mawar untuk Ayla.
Ayla menitikan air matanya, begitu terharu, namun Ayla belum menjawab apapun dan belum menerima buket bunga nya dari Regan.
"Ay.. Please.." Wajah Regan memelas.
Ayla berhambur memeluk Regan. "Aku mau Re, aku mau." Ayla menangis sambil memeluk Regan dan Regan membalasnya.
"Aku akan menjagamu seumur hidupku." Bisiknya ditelinga Ayla.
__ADS_1
Regan mengendurkan pelukannya, ia memberikan buket bunga dan Ayla menerimanya, lalu Regan mengambil kotak kecil berisikan cincin disaku celananya dan menyematkannya dijari manis Ayla.
"Terimakasih karna sudah menerima lamaranku, Ay." Ucapnya lembut lalu mengecup cincin yang terpasang dijari manis Ayla.
Lampu seketika menyala, terlihat wajah-wajah orang sudah memenuhi meja didalam kafe yang ternyata sudah Regan booking itu.
"Re, mereka ada disini?" Tanya Ayla pada Regan.
"Aku mengundang mereka, dan hebatnya lagi, Nanda bisa membantuku untuk memberi kejutan ini padamu, juga asisten pribadimu Tyas, dia yang menyiapkan ini semua. Dan aku juga mendatangkan Papa Aryo untuk menyaksikan ini, dan tlah memintamu padanya."
Ayla kembali memeluk Regan, "Kamu membuatku semakin mencintaimu, Re."
"Itu yang aku harap, Ay."
FLASHBACK ON.
Sebelum Tyas pulang dari kota B, Regan mencarinya dan berbicara padanya soal rencana akan melamar Ayla.
Tentu saja Tyas terkesiap saat mendengarnya, pasalnya saat pertama kali bertemu Regan, Regan adalah orang yang cuek, namun Tyas mendukung penuh dan membantu Regan mempersiapkan semuanya, dari mulai menyiapkan konsep dan mencari tempat.
dan Hari ini, setelah mengantar Ayla kekantor, Regan menghubungi Nanda, untuk membantu membuat Ayla sibuk dan menemaninya ngobrol seharian.
Regan juga datang kekantor sang Ayah, dan meminta restu untuk melamar Ayla, tentu saja Haris mendukung penuh putranya.
Regan juga sudah menghubungi Aryo, saat Ayla berada dirumah sakit, Regan menceritakan kejadiannya dan minta maaf juga pada Aryo, lalu Regan menceritakan niatnya yang akan pulang kekota J untuk bertemu Nanda dan melamar Ayla disana, pada awalnya Aryo kurang percaya akan perasaan Regan, namun Regan meyakinkan Aryo dan akhirnya Aryo memberikan restu bahkan Aryo memutuskan pulang untuk melihat Ayla yang akan dilamar, dan akan menetap sampai Ayla resmi menikah dengan Regan. Kepulangan Aryo ini tidak diketahui oleh Nanda maupun Raja.
FLASHBACK OFF.
Ayla berhambur pada Aryo, memeluk orang yang ia hormati sebagai pengganti orang tuanya.
"Selamat, Ay. Aku sungguh bahagia melihatmu bahagia." Ucap Nanda tulus.
Ayla tersenyum, "Terimakasih Nan."
Setelah Ayla menghampiri Haris dan Rini, mereka duduk bersama kembali. Tidak ada Raja dan Olivia yang datang.
"Nan, Raja kemana? koq gak datang?" Tanya Ayla berbisik.
"Entahlah, Ay. Aku telpon gak diangkat, terus malah jadi gak aktif." Jawab Nanda lesu.
"Mungkin lagi sibuk, Nan."
Nanda mengangguk. "Iya Ay, bahkan Mas Raja belum tau kalo Papa pulang."
Ayla tersenyum dan terus menggenggam tangan Nanda. Sementara Aryo terus memperhatikan wajah Nanda yang kini berubah tidak seceria dulu.
Mereka kembali ke rumahnya masing-masing setelah acara makan malam selesai. Regan akan menikahi Ayla dua bulan lagi setelah dirinya resmi pindah kekota J kembali.
"Jadi kamu akan pulang dulu?" Tanya Ayla pada Regan saat memeluk Ayla diatas tempat tidur.
"Bukan pulang, Ay. Tapi pergi sementara hingga urusanku selesai."
"Pernikahan kita, boleh aku yang menentukan konsepnya?"
Regan mengeratkan dekapannya, "Tentu saja, aku percayakan padamu Miss Ayla Putri. Kamu mau konsep seperti apa?"
__ADS_1
"Foto prewedingnya, aku mau di Sekolah kita dulu Re, dan kita memakai seragam SMA."
"Ay, Seragamku tak tau entah kemana."
"Beli lagi, Re. Seragamku juga sudah tidak ada, di iya nya masih ada tidak mungkin masih muat kamu pakai. kamu udah gak kerempeng lagi." Ayla mentertawai Regan.
"Kamu gak suka aku yang sekarang, Ay?" Tanya Regan yang tangannya masih setia mendekap tubuh mungil Ayla.
"Aku suka kamu dulu maupun sekarang Re, aku tidak melihat fisikmu. Aku menyuaki kamu yang begitu baik dan perduli sama aku, aku juga menyukai Ayah Haris, dia sangat baik padaku."
Regan menghujani kecupan dipuncak kepala Ayla.
Sementara dirumah Aryo, Nanda memutaskan untuk menginap dirumah Aryo, ia memasuki kamarnya yang sudah lama tak ia tiduri. Hingga malam ini, Nanda masih belum bisa menghubungi Raja. Bahkan Nanda berbohong pada Aryo saat menanyakan keberadaan Raja, Nanda hanya menjawabnya jika Raja tengah disibukan dengan urusan pekerjaannya.
"Sudah Sar, aku mau pulang." Ucap Raja saat Sarah merayunya untuk melakukan hubungan lebih dalam, saat ini mereka berada dikamar hotel.
"Ayolah Ja, apakah kau tidak ingin menyentuhku? Aku sedang bergairah." Bujuk Sarah.
"Sar, stop!! Aku masih mempunyai istri dan aku hanya akan melakukan hubungan dengan istriku."
Sarah tersenyum sinis. "Tapi kamu mau bercumbu denganku, Ja."
"Itu karna kamu yang terus-terusan menggodaku."
Sarah tertawa. "Karna kamu masih mencintaiku, Ja."
"Sar, lupakan aku dan pidahlah dari kota ini."
"Tenang saja, Ja. Jika waktunya sudah tiba, aku akan kembali ke kota B." Jawabnya santai.
Raja menatap lekat wajah Sarah yang tubuhnya masih setengah naked, "Kamu akan menikah dengan pria tua itu."
Sarah turun dari ranjang dan mengambil sebatang rokok lalu menyulutnya dan mengh*sapnya. "Tidak ada pilihan lain."
"Sar, jangan pulang. Pergilah ketempat lain." Pinta Raja.
"Tidak, kecuali jika kamu menikahiku."
"Aku sudah menikah." Raja menghela nafas.
"Akan kukirimkan uang kerekeningmu, keluarlah dari kantor mertuaku, dan carilah tempat tinggal yang layak." Ucap Raja lalu meninggalkan Sarah dikamar hotel sendirian.
.
.
Mumpung Senin nih, othor bagi Vote gitu.. Kali aja ada Readers yg baik hati dan menyumbangkan satu Votenya utk Othor.
Bunga dan Kopi juga Othir terima koq.
Trimakasih Readersku..
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
__ADS_1