BEFORE WE DONE

BEFORE WE DONE
Regan Kembali


__ADS_3

Raja memeluk Nanda dari belakang, mendaratkan dagunya dibahu Nanda.


"Sayang, kita program anak yuk." Ajaknya dengan sungguh.


Nanda terkejut karna kini Raja yang mengajaknya untuk program kehamilan, Nanda memutar tubuhnya menghadap Raja dan menatap mata Raja.


"Kamu serius?" Tanya Nanda mencari kesungguhan dari mata Raja.


Raja menganggukan kepalanya, "Aku serius." Raja menempelkan keningnya dikening Nanda.


Nanda tersenyum dan memeluk Raja, setelah sekian lama Nanda membujuk Raja akhirnya kini Raja mau untuk memulai program kehamilan.


"Cari dokter wanita ya, aku tidak mau kedokter pria." Ucap Raja dengan posesifnya.


Nanda tersenyum, namun pikirannya teringat Regan, Regan yang mempunyai impian menjadi dokter kandungan dengan niat mulia yang ingin menyelamatkan wanita dari berjuangnya saat melahirkan.


"Oh iya Mas, Ayah Haris tadi menelponku. Besok makan siang dirumah Ayah Haris."


Raja mengangguk, ia sudah tau karna sebelumnya Haris sudah memberitahunya tentang kepulangan Regan, Haris mengajak Raja dan Nanda untuk makan siang bersama, tapi Haris juga tidak memaksa jika Raja merasa keberatan apa lagi membawa Nanda.


Namun Raja bersikap bijak, ia tetap berfikir bahwa Regan adalah adik tirinya dan sahabat dari istrinya. Raja mencoba berfikir bahwa Regan juga tidak akan nekat merebut Nanda yang kini sudah menjadi kakak ipar nya.


Hanya saja Haris dan Raja sama-sama tidak memberitahu tentang kepulangan Regan pada Nanda.


"Kamu mau datang?" Tanya Raja.


"Sebenarnya aku malas bertemu dengan adikmu, tapi karna Ayah yang menelponku langsung, aku tidak enak menolaknya."


"Sayang, berdamailah dengan Olivia." Bujuk Raja.


"Mas, adikmu itu yang slalu mulai. Tidak akan ada asap jika tidak ada api."


"Maaf Sayang, Olivia masih labil."


"Mas, umur Olvia denganku hanya berbeda dua tahun, labil dari mana Mas? Emang sikapnya aja yang menyebalkan."


Raja hanya mengusap pelipis matanya, Sudah tiga tahun menikah namun Nanda tidak bisa berdamai dengan Olivia, Nanda pun tidak terlalu dekat dengan Ibunya Raja, padahal Raja sangat ingin Nanda bersikap manis ke Ibunya seperti Nanda bersikap manis ke Ayah tirinya.


***


"Ini apartement mu?" Tanya Regan saat memasuki apartemen milik Ayla,


Apartemen milik Ayla bahkan lebih luas dari apartemen yang Regan sewa dikota B.


"Iya, hadiah dari Nanda." Jawab Ayla yang kini membuka pintu kaca besar kearah balkon dan berdiri disana.


"Setelah menikah nanti, kamu tinggal bersamaku, aku masih memikirkan untuk membeli rumah atau unit apartemen. Menurutmu bagaimana?" Regan meminta pendapat Ayla.


"Kenapa tidak disini saja?" Tanya Ayla.


"Hei, aku nanti yang menjadi suamimu, aku akan memberimu sebuah tempat, Ay."


Ayla tampak berfikir, "Apartemen aja, Re. Kita kan hanya butuh untuk tidur, hari-kita sibuk kerja masing-masing."


"Setelah menikah, apa kamu akan terus bekerja, Ay?"


"Tentu saja, Re. Apa kamu keberatan?"


Regan berbicara dengan hati-hati. Ia tidak ingin salah bicara maupun membuat Ayla tersinggung.


"Tidak apa-apa, Ay. Aku hanya bertanya. Tapi sepertinya aku akan membeli sebuah rumah saja Ay. Supaya anak-anak kita nanti tumbuh disebuah lingkungan bermasyarakat."


"Anak?" Tanya Ayla memastikan.


"Jangan kamu berfikir kita menunda anak, Ay."


Wajah ayla bersemu merah, menikah dengan Regan pria yang sangat dicintainya saja sudah membuat Ayla bahagia, apalagi jika memiliki anak, Ayla akan mempunyai keluarga yang ia impikan sejak dulu.

__ADS_1


"Re, pernikahan kita...." Ayla tidak meneruskan ucapannya.


"Pernikahan kita benar adanya dan kita akan menjalaninya dengan nyata sebagai pasangan suami istri. Jadi jangan berfikir aku menikahimu hanya karna status, Ay."


Perasaan Ayla terenyuh saat mendengar ucapan Regan. Rasanya ingin sekali Ayla berhambur memeluk Regan, namun tak disangka Regan merentangkan tangannya, memberi kode agar Ayla masuk kedalam pelukannya. Air mata Ayla turun begitu saja, ia langsung berhabur memeluk Regan dan Regan dengan erat mendekap Ayla.


"Besok kita kerumah Ayah." Ucap Regan saat mengendurkan pelukannya pada Ayla.


"Apa boleh aku memberitahu Nanda?" Tanya Ayla yang kini duduk diatas sofa dan disusul oleh Regan.


"Nanda dan Bang Raja akan datang besok, Ayah sudah mengundangnya untuk makan siang bersama dirumah, hanya saja aku tidak tau, apa Ayah memberitahu tentang kepulanganku atau tidaknya." Jelas Regan.


"Hmm.. Ayah tau soal kita?" Tanya Ayla ragu-ragu.


"Tentu saja tidak, aku akan memberi kejutan besok."


"Nanda pasti marah."


"Biarin, kali-kali lah ngerjain dia." Regan menarik Ayla agar bersandar didadanya."


"Sudah sore, Re. Pulanglah. Aku ingin istirahat."


"Aku akan menginap disini dan kerumah Ayah besok bersamamu."


"Re, kita belum menikah. Tidak baik tinggal bersama."


"Kita akan menikah, lagipula aku tidak macam-macam, Ay. Paling hanya meluk kamu, dan kamu juga menyukainya kan?" Tanya Regan menggoda.


"Re, sejak kapan kamu jadi mesum begini?" Ayla seperti tidak mengenali sosok Regan, namun tak bisa ia pungkiri, Ayla menyukainya.


"Sejak akan menikah dengan kamu." Regan menghujani puncak kepala Ayla dengan ciuman.


***


Keesokan harinya dirumah Haris.


Olivia berdecak. "Ibu belain aja terus dia. Anak ibu tuh aku atau dia sih?"


"Oliv, Nanda juga anak ibu, dia istri abangmu. Kamu harus menghormatinya, jangan cari masalah terus, jangan membuat abangmu merasa serba salah."


"Ya, ya, yaaa.. Terserah ibu saja."


Haris duduk dikursi meja makan. "Raja dan Nanda belum datang?" Tanyanya pada Rini.


"Belum, Mas. Mungkin sebentar lagi." Jawab Rini.


"Nanti datang paling bilangnya macet." Cibir Olivia.


Haris menghela nafas, sungguh ia tidak menyukai prilaku anak tirinya ini.


"Oliv, diam!!" Seru Rini yang merasa tidak enak pada Haris.


"Assalamualaikum" Ucap Raja dan Nanda bersamaan.


Haris menoleh kearah sumber suara dan menjawab salamnya. "Waalaikum salam."


Nanda mencium punghung tangan Haris dan memeluknya. "Ayah apa kabar?"


Haris mengendurkan pelukannya, "Baik. Kamu?"


"Slalu baik Yah." Nanda tersenyum manis. Lalu bergantian dengan Raja yang menyalami Ayah tirinya.


Nanda mencium tangan Rini dan memeluknya juga. "Ibu sehat?"


Rini mengendurkan pelukannya, "Sehat, terlebih hari ini kamu dan Raja nengok ibu."


"Maafin Nanda, Bu. Nanda janji nanti akan sering-sering nengok ibu kesini."

__ADS_1


"Ibu akan menunggunya." Jawab Rini lembut.


Sementara Raja menyunggingkan senyumnya melihat Nanda yang mulai bisa dekat dengan ibunya.


"Duduklah dulu sambil menunggu--" Ucapan Haris terhenti saat tiba-tiba terdengar suara seorang pria bersama seorang gadis memasuki ruang makan.


"Assalamualaikum" Ucap Regan yang diikuti oleh Ayla disampingnya.


Seketika membuat semua menoleh kearah sumber suara.


Nanda terkesiap saat melihat sosok sahabatnya yang selama tujuh tahun ini pergi dan tak pernah memberinya kabar.


Nanda berdiri dari duduknya dan menatap sinis pada Regan lalu bergantian menatap Ayla.


Regan hanya tersenyum dan membentangkan kedua tangannya. "Tidak rindu padaku?" Ucap Regan tanpa rasa bersalah.


Raja memperhatikan interaksi Nanda dan Regan.


"Ay, nemu Regan dimana?" Tanya Nanda asal. Percis seperti Nanda tujuh tahun yang lalu.


Regan menurunkan tangannya ketika Nanda tidak kunjung memeluknya.


"Kamu kira, aku kucing, pake nemu segala." Jawab Regan.


"Kita gak sengaja ketemu dikota B, Nan. Waktu aku ngurusin EO disana, ternyata Regan kerja dirumah sakit dikota B."


"Pantes betah dikota B. Rupanya kalian kangen-kangenan dulu berdua tanpa mengajak aku." Nanda memasang wajah cemberut.


Regan merangkul Ayla, "Lihat Ay, aku pulang malah diomelin. Kayaknya kita balik lagi aja ke kota B."


"Sudah-sudah. Re, kamu ini pulang malah cari masalah sama Nanda. Bukannya salaman dulu sama orang tua." Sahut Haris mengalihkan perhatian.


Regan langsung berhambur memeluk sang Ayah, kemudian menghampiri Rini dan mencium punggung tangannya. Lalu Regan beralih pada Raja dan mereka saling berpelukan.


"Sehat Bang?" Tanya Regan.


"Untungnya sehat, kalo sakit bisa-bisa lu langsung periksa gue." Ledek Raja.


"Ah bisa aja lu Bang, kayaknya nikah sama Nanda, mulutnya ikutan jadi asal." Cibir Regan.


Mereka tertawa.


"Bang Regan." panggil Olivia.


Regan menoleh dan menyapanya. "Hai Liv."


Namun tidak bagi Olivia, ia menghampiri Regan dan memeluknya seolah mereka sangat akrab. Regan hanya bersikap kaku dan tidak membalas pelukan Olivia.


Selesai makan siang bersama, mereka berkumpul di ruang tamu, tempat yang menjadi ruang keluarga juga.


"Jadi kamu pulang dan akan menetap disini?" Tanya Raja pada Regan.


"Mungkin sekitar dua bulan lagi Bang, menggantikan salah satu dokter yang akan dimutasi, baru aku akan mengisi tempatnya." Jawab Regan.


"Jadi ini kabar baiknya? kamu akan menetap disini?" Tanya Haris.


"Iya Yah, ini salah satu kabar baiknya. Dan ada kabar baik utamanya."


Haris mengernyitkan dahinya, "Apa Re?"


"Regan akan nenikah."


.


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....

__ADS_1


__ADS_2