
Disekolah.
Regan dan Ayla menjadi lulusan terbaik dengan nilai tertinggi tahun ini. Nanda sangat bangga akan kedua sahabatnya itu, meski Nanda tidak masuk kedalam lulusan siswa berprestasi, namun nilai Nanda diatas rata-rata, dan Aryo tetap bangga akan pencapaian putri satu-satunya itu.
"Papa pulang duluan aja. Aku nanti bareng sama Regan dan Ayla." Ucap Nanda yang diangguki oleh Aryo.
"Baiklah, hati-hati sayang. Papa langsung kekantor." Aryo mencium kening Nanda.
Nanda mencari keberadaan Regan dan Ayla. Sejak tadi mereka tidak bersama karna Regan dan Nanda berada di bangku khusus peraih prestasi.
"Nandaa.." Suara Ayla.memanggil Nanda.
"Ayyy." Nanda berhambur memeluk Ayla. "Selamat untuk prestasimu." Ucap Nanda tulus.
"Makasih Nan." Ayla melepaskan pelukan Nanda perlahan, "Om Aryo mana Nan?" Tanya Ayla.
"Papa langsung kekantor, katanya mau ada rapat akhir bulan, dan gak bisa dipending Ay." Jawab Nanda, Nanda mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang. "Regan mana?" Tanya Nanda.
"Regan sama teman-teman yang lain."
"Tumben, biasanya juga sama kita terus." Ucap Nanda sambil melipat kedua tangannya didada dengan raut muka kesal.
"Kenapa cemberut gitu sih Nan."
"Ayo kita samperin Regan Ay." Nanda menarik pergelangan tangan Ayla untuk menghampiri Regan.
Langkah Nanda dan Ayla terhenti saat mereka melihat Regan yang tengah asik berfoto dengan siswa perempuan yang sedari dulu mengejar Regan.
Ayla pun mematung melihat pria yang ia sukai berfoto bersama perempuan lain, pikirannya berkecamuk, mengapa Regan bisa seperti ini, bukankah Regan slalu mengabaikan perempuan-prempuan yang slama ini mengejarnya dan slalu berkata bahwa mereka adalah cewek centil yang tidak Regan sukai.
"Ay, ayo!!" Ajak Nanda.
Mereka berjalan menghampiri Regan.
"Re." Panggil Nanda.
Regan menoleh kearah Nanda dan Ayla,
"Sebentar ya." Ucap Regan genit pada perempuan yang berada disekitarnya lalu menghampiri Nanda dan Ayla.
"Hai Nan, baru kelihatan." Ucap Regan basa basi.
"Kamu yang kemana aja, lagian ngapain sih sama mereka." Ucap Nanda tak suka.
"Ya gak apa-apa dong Nan, aku kan pria bebas." Ujar Regan santai.
Nanda terkejut dengan jawaban Regan, kemudian menatap tajam wajah Regan yang tampak santai, namun kedua mata Regan terlihat ada kesedihan yang bercampur amarah. Ayla yang melihatnya langsung bertindak, "Nan, Re, udah dong kalian malah ribut disini."
Nanda menghela nafas, "Re, ayo pergi, kita kan punya acara kelulusan sendiri." Ajak Nanda memaksa.
"Ah aku lupa itu Nan, maaf. Tapi aku udah janji sama yang lain mau ngumpul di clubing.
Ayla merasa terkejut, Nanda mengernyitkan dahinya. "Clubing? Yang bener aja Re. Engga Re, aku gak ijinin kamu ke clubing, kita punya acara sendiri Re."
"Oh nanda, sudahlah. aku ini pria bebas. Biarkan aku bersenang-senang menikmati masa muda bersama teman yang lain." Regan tertawa seolah mengejek.
"Regan!!." Pekik Nanda.
"Re.." Lirih Ayla dengan wajah sendunya.
__ADS_1
Regan menghela nafas. Sungguh ia ingin menghindari Nanda, tapi tidak bermaksud untuk menyinggung Ayla.
Nanda yang kesal menarik kembali pergelangan tangan Ayla dan meninggalkan Regan.
Regan pun hanya berdiam diri tidak berusaha untuk mengejar Nanda dan Ayla.
"Maaf Nan. Ini caraku melupakan perasaanku untukmu." Gumamnya lirih.
Nanda masuk kedalam mobil yang disusul oleh Ayla. Supir Nanda masih menunggu karna rencananya supir Nanda akan mengantar Nanda, Ayla dan Regan untuk ke taman rekreasi dan naik wahana roller coaster selepas acara kelulusan.
"Kita pulang Pak." Ucap Nanda kesal.
"Kerumah Non?" Tanya pak Wanto.
"Iya pak, kita pulang kerumah."
"Nan, udah jangan kesal begitu." Bujuk Ayla, padahal hati Ayla pun tak menentu.
"Regan tuh kenapa sih Ay? kenapa dia berubah?" Tanya Nanda masih dengan nada kesal.
"Nanti kita tanya Regan pelan-pelan ya Nan. Sekarang biarin dulu Regannya."
Sementara disekolah.
"Regan." Panggil seseorang bernama pratiwi.
"Ya." Jawabnya dingin.
"Ini kalo gak salah tasnya Ayla deh, ketinggalan diruangan loker." Ucap Tiwi.
Regan dan Ayla memang datang sebelum acara dimulai untuk diberi pengarahan saat nanti acara menerima medali kelulusan dari sekolah, dan Ayla membawa tas yang ia simpan diruangan loker tanpa dimasukan kedalam loker.
"Dasar pelupa." Gumam Regan saat menenteng tas milik Ayla.
Regan tidak bersungguh-sungguh saat mengatakan bahwa dirinya akan ke clubing, ia hanya ingin Nanda tidak memaksanya lagi untuk ikut pergi bersamanya.
"Ayla pasti kerumah Nanda, gue bawa aja deh tas Ayla kerumah dulu." Gumam Regan kemudian segera menaiki motornya yang terparkir diparkiran sekolah.
Regan tiba dirumah dan merebahkan dirinya diatas kasur empuknya, matanya menatap langit-langit dinding kamarnya, sesekali ia menghela nafas yang membuatnya sesak sewaktu mengingat Nanda yang kini sudah resmi menjadi kekasih Raja, kakak tiri Regan sendiri.
Regan kembali duduk dan menyugar rambutnya kebelakang. "Kenapa harus Bang Raja Nan." Lirih Regan.
Ponsel Regan berbunyi notifikasi, lagi-lagi daya batrainya habis. Dan Regan masih belum membeli carger nya karna carger miliknya rusak, Regan terbiasa meminjam carger milik Raja, namun sejak kejadian kemarin, Regan enggan meminjam carger milik Raja lagi.
Mata Regan tertuju pada tas milik Ayla. "Ayla biasanya suka bawa powerbank, gue pinjem aja deh." Ucapnya pada diri sendiri.
Regan membuka tas milik Ayla, lalu mengambil powerbank milik Ayla. saat ingin menutup seleting tas milik Ayla, mata Regan tertuju pada selembar foto yang terselip didalam buku berwarna merah muda. Regan mengambilnya dan matanya terbelalak saat melihat foto dirinya yang diambil secara candid oleh kamera ponsel. "Foto gue? Kapan Ayla ambil foto gue?" Tanya Regan dalam hati.
kemudian Regan membalikan foto itu, terlihat ada sebuah tulisan tangan Ayla, "Hati yang tidak mungkin ku gapai." Regan semakin terkejut. "Ayla suka sama gue? ini apa maksudnya?" Tanya Regan bingung.
Lama Regan mencerna semuanya hingga ia membaca sebagian buku harian milik Ayla yang berisikan sebagian besar tentang perasaanya terhadap Regan.
Regan tertawa seperti orang bodoh.
"Lelucon macam apa ini? gue menyukai Nanda dan Ayla menyukai gue."
Regan menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya kasar, Regan kembali tertawa, "Tidak ada namanya persahabatan yang benar-benar terjalin antara pria dan wanita."
Keesokan harinya. Regan mengembalikan tas milik Ayla ke panti.
__ADS_1
"Re, kamu kenapa sama Nanda?" Tanya Ayla saat menemui Regan dihalaman panti.
"Gak apa-apa Ay." Jawab Regan dengan perasaan canggung.
"Aku pulang ya." Ucapnya lagi.
"Re.. Jangan abaikan Nanda." Ayla menatap wajah Regan dengan mata sendunya.
"Kamu begitu mengerti Nanda tapi tidak mengerti aku Ay." Lirih Regan.
"Aku tau Re, kamu menyukai Nanda kan?" Demi apa, Ayla menahan sesak saat mengatakan hal ini.
Regan menatap wajah Ayla dan merasa heran, bagaimana Ayla bisa mengatakan hal itu sementara hati Ayla juga menyukai Regan.
"Nanda sudah resmi pacaran sama Bang Raja." Ucap Regan dengan perasaan bergemuruh.
"Nanda pacaran sama Bang Raja?" Tanya Ayla heran.
Reganpun merasa heran karna Ayla tidak mengetahui hal ini. "Kamu gak tau ini Ay?" Tanya Regan.
Ayla menggelengkan kepalanya. "Aku gak tau Re, Nanda gak cerita, atau mungkin Nanda belum sempat cerita." Jawabnya apa adanya.
***
Seminggu berlalu, Regan masih menghindari Nanda, berapa kali Namda menghubungi lewat telpon maupun pesan singkatpun tak pernah Regan membalasnya.
"Regan ini kenapa sih." Kesal Nanda sambil melempar ponselnya keatas tempat tidur.
Sementara dirumah Haris.
"Jauh Re, kenapa kamu gak ambil universitas dikota ini?" Tanya Haris pada Regan.
Regan diterima diperguruan tinggi di kota S.
"Yah, tapi ini Universitas Negri, Regan mau ambil."
"Kuliah disini aja Re, Ayah akan berusaha membiayai kuliah kamu meskipun kamu masuk di universitas swasta."
"Yah Regan sekalian mau cari suasana baru, tolonglah Yah, ijinkan Regan untuk kuliah di Kota S. Gak semua orang bisa lolos masuk universitas negri apa lagi dikedokteran, dan beruntungnya Regan juga dapat beasiswa Yah."
Haris duduk dan menghela nafas, bukannya ia tidak bangga akan pencapaian putranya yang berhasil masuk ke universitas negri di fakultas kedokteran, namun Haris merasa berat jika harus berpisah dengan anak semata wayangnya, meskipun kini Haris sudah menikah kembali dan memiliki dua anak sambung.
***
Regan mau kuliah dikota S?" Tanya Nanda tak percaya pada Raja.
"Kenapa kamu terkejut Nan, bukannya kalian bersahabat? masa kamu gak tau?" Tanya Raja yang merasa heran dengan sikap berlebihan Nanda.
"Sumpah, Mas. Aku gak tau, Regan gak cerita apa-apa."
Nanda terdiam, pikirannya mengingat kembali hal apa yang membuat Regan berubah seperti ini, apa Nanda membuat kesalahan, atau ada hal yang menyinggung Regan.
"Aku mau ketempat Ayla, Mas bisa antar aku?" Tanya Nanda yang kemudian diangguki oleh Raja.
.
.
.
__ADS_1
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....