Benang Merah Yang Terputus

Benang Merah Yang Terputus
Chapter spesial: Cahaya dimalam Oktober


__ADS_3

Kakakku, yang sudah kehilangan akal sehatnya akan kejadian yang baru saja menimpanya tadi pagi...


Dimalam Oktober yang penuh bintang, ia lebih memilih untuk berdiri di tepi atap vila baru miliknya sendiri.


Dengan tatapan mata yang kosong, dan juga kondisi buruk kakak menatap ke langit yang penuh bintang dengan raut wajah sendu. Seakan akan tatapan itu tersirat makna bahwa ia sudah tidak memiliki harapan hidup lagi, jika saat ini dia mati maka kakak sudah pasrah dengan takdir itu. Begitulah makna yang akan terbaca oleh orang orang yang melihat tatapan mata kakak, ketika ia tengah menatap langit penuh bintang dimalam bulan Oktober.


Disaat itu pula kakak yang selalu berbalik ketika mendengar teriakan ku, untuk pertama kalinya tidak mau membalikkan tubuhnya dan memilih untuk tidak menghiraukan jeritan kerasku yang bercampur dengan tangisan rasa takut.


Kalian tidak akan tau betapa takutnya aku saat itu, jika kakak mengambil satu langkah salah saja maka kakak ku akan pergi kelangit dan hanya meninggalkan kenangan dalam bagi orang orang yang mencintai nya.


Hahh~ kalau ditanya, saat itu aku mungkin akan ikut mati jika kakak benar benar melompat kebawah, karena jantung ku hampir saja meledak karena cemas melihat kakak yang ingin bunuh diri dimalam itu.


Lalu. Bagaimana reaksi bibi dan paman dimalam Oktober ?


Paman yang melihat pilihan kakak ini tentu saja menjadi panik setengah mati, paman begitu berusaha keras untuk membawa kakak ketempat yang aman. Dengan pikiran yang kacau dan campur aduk, dengan cepat paman menelfon semua bodyguard dan juga polisi yang bekerja sama dengan perusahaan miliknya. bahkan apa kalian tahu dimalam itu, sangking paniknya tentara negara saja sampai ditelfon oleh pamanku. Yahh... ini sih hal biasa, karena tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh konglomerat nomor satu.


Disaat itu keriuhan dan teriakan sudah tidak bisa disembunyikan lagi.


Terlebih teriakan histeris bibi, aku tidak tau apa yang sebenarnya yang dirasakan oleh bibik saat itu. Tapi ketika melihatnya hanya satu kalimat yang terlintas dikepalaku "bibiku terlihat seperti orang gila".


Bagaimana tidak bibi yang selalu berpenampilan rapi dan juga elegan bak seorang ratu yang begitu dimanja, kini berpenampilan layaknya seorang gelandang dipinggir jalan. Rambut bibi yang selalu tersisir rapi dan tetap terawat indah, dimalam itu terlihat sangat kusut dan juga bergumpal, belum lagi baju jas yang bibi pakai terlihat begitu berantakan dan juga sudah kotor, menambah kesan buruk dimalam itu.


Dimalam Oktober Bibiku juga sudah tak bisa mengendalikan dirinya saat melihat pilihan kak Rahel, harga dirinya yang begitu tinggi dan juga terjaga pada malam itu sudah terlihat sangat jatuh dan juga hancur tak tersisa. Teriakan histeris bercampur dengan tangisan meraung-raung membuat semua orang terkejut dan tak berkutik lagi. Bahkan sampai akupun terpaku melihat itu

__ADS_1


keriuhan ini terasa begitu lama dan sangat menegangkan, perasaan tak sabar dan ketakutan juga bercampur didalam hati ku.


Dengan perasaan yang seperti ini aku mengambil langkah nekat dengan tujuan membawa kakak ketempat yang aman secepat mungkin.


Aku yang sedang berada didalam pelukan mama memulai sebuah pemberontak kecil, aku berusaha melepaskan genggaman mama yang begitu kencang dengan seluruh kekuatanku saat itu.


"Rafaela !!!, kamu mau kemana".


Teriakan mama yang kaget ketika aku memberontak dan langsung berlari menuju Kakak sudah tak mau aku hiraukan lagi.


Dengan akal yang sudah tak jalan, akupun langsung mendekat kearah dimana kakak berdiri, tanpa adanya rasa takut dan gentar aku juga ikut berdiri ditepi atap yang sama dimana kakak ku terpaku sekarang.


Disaat berlari itulah aku melihat sesosok kakak yang sudah sangat hancur, bahu yang biasanya sanggup menanggung beban sebesar apapun kini terlihat sudah patah dan tidak bisa menanggung beban kembali.


" Aku akan lompat juga kalau kakak lompat!!!, aku...aku... pokoknya akan ikut kemanapun kakak pergi !!!".


Aku melihat mata kakak terbelalak saat itu, lalu setelahnya kakak pun menatap kearah ku, dengan tatapan kosong yang penuh kesedihan.


"Rafaela". Begitu panggil kakak ku.


"Kakak saat ini sudah tidak memiliki hal yang berharga lagi, dunia ini dan seisinya bagaikan sudah menolak kakak untuk berada didalamnya. Jadi, untuk apa kakak bertahan didalam dunia seperti sampah ini ?".


"Tapi...tapi, kakak masih punya aku. Kalau...kakak tinggalkan aku, aku tidak akan punya siapa siapa lagi".

__ADS_1


"Tidak Rafa, didunia yang seperti sampah ini masih ada yang menginginkan keberadaan mu, kau juga masih dibutuhkan oleh orang orang yang mencintai kamu, jadi kau harus tetap disini. Bersama mama dan papa mu".


"Tidak !!!!, pokoknya kalau kakak lompat aku juga akan lompat !!".


Tanpa sadar disaat itu aku langsung membalikkan tubuh mengarah ketepi atap vila milik kakak, tanpa adanya pertimbangan sama sekali akupun langsung bersiap siap untuk terjun kebawah seraya memejamkan mata dan berdoa didalam hati ku.


Namun disaat itu pula kak Rahel menarikku mundur ketempat yang aman, dengan otomatis rencana kakak untuk bunuh diri pun dimalam itu gagal untuk direncanakan.


"Jangan...jangan pernah lakukan itu lagi Rafa, hanya karena kamu kakak bisa bertahan dan bernafas didalam kesesakan. Jadi tolong tetaplah hidup demi kakak mu ini".


Semua ucapan kakak itu terdengar sangat rendah dan penuh dengan rasa sedih, didalam pelukan kakak itu juga aku bisa merasakan getaran hebat dan debaran jantung yang luar biasa. "Maaf kakak aku membuatmu khawatir".


Hanya kalimat itu yang mampu aku ucapkan, lalu setelahnya air mata pun langsung berlinang membasahi pipiku, suara tangisan langsung memenuhi langit dikala itu. Tanpa sepatah katapun kakak mengucapkan maaf nya dengan air mata dan pelukan erat yang ia berikan kepadaku.


" Dasar kakak bodoh, aku akan memukul kakak kalau ada kejadian seperti saat ini lagi !!".


"Maaf Rafa, maaf".


"Kakak bodoh !!".


"Maaf".


"Dasar payah !!!".

__ADS_1


Begitulah malam Oktober yang menegangkan berakhir, dimulai dengan keriuhan luar biasa dan diakhiri dengan tangisan dalam antara adik dan kakak yang tak bisa dipisahkan.


__ADS_2