
Malam yang begitu panjang dan juga melelahkan sudah berhasil dilalui oleh Dafira, mentari pagi kini sudah menyapa dunia hingga malampun berganti.
Cahaya sang mentari yang menyapa dunia terasa begitu hangat dan juga menyilaukan, hingga cahayanya ini menyelinap masuk kedalam kamar Dafira, lalu membangunkan Dafira dari tidurnya yang tidak nyenyak.
Dafira mengusap usap matanya dengan kedua tangan seraya duduk diujung tempat tidur, kepalanya terasa berat dan matanya terasa berkunang kunang karena tadi malam ia hanya bisa tidur dua jam.
Bersamaan dengan bangunnya Dafira seekor kucing gembul yang menggemaskan sudah datang ke depan kaca balkon kamarnya. Kucing itu berusaha mendobrak pintu sambil mengeluarkan ngeong-ngannya, hal ini sebagai tanda bahwa sekarang ia sedang ingin masuk kedalam kamar Dafira.
Dafira pun tersenyum melihat tingkah laku sikucing yang merupakan kegiatannya sehari hari. Dafira melangkahkan kakinya untuk turun dari tempat tidur lalu membukakan kaca jendela balkon agar sikucing gembul bisa masuk kedalam kamar.
Kucing gembul itu tidak lain adalah Pekono, kucing kesayangan Dafira sejak dulu dan satu satunya dunia ini.
Pekono yang melihat bahwa jendela kamar sang majikan sudah terbuka lebar, tanpa membuang waktu lagi ia langsung berlari masuk kedalam kamar sang majikan, tanpa ada menunggu izin dari sang pemilik kamar untuk masuk sikucing gembul itu sudah langsung melompat ke atas tempat tidur Dafira dengan enaknya.
Disana Pekono terlihat sangat bahagia, ia bergeliat layaknya seekor ulat, sambil mengibas ngibaskan ekornya nan tebal dan juga panjang.
"Menggemaskan nya". Dafira yang melihat kelakuan kucing nya ini langsung merasa gemas dan ingin mencubit pipi gembul dari Pekono yang sedang bermain di atas tempat tidur.
Sesaat setelah Pekono masuk, ketukan pintu dari maid pribadi Dafira yang bernama Eleen pun terdengar.
"Tok... tok...nona apa anda sudah bangun ??". Panggil Eleen dari luar pintu.
"Iya Eleen aku sudah bangun". Jawab Dafira seraya membukakan pintu kamar untuk Eleen.
Eleen langsung menyapa Dafira ketika ia melihat sosok sang nona muda yang keluar dari balik pintu.
"Selamat pagi nona". Ucap Eleen sambil sedikit membungkuk.
"Selamat pagi juga Eleen". Dafira pun menjawab salam itu dengan ramah.
Namun sesaat setelah Dafira membukakan pintu untuk Eleen, raut wajah Eleen sedikit berubah, sambil memperhatikan wajah Dafira dengan lekat dan serius.
"Apa anda tidak bisa tidur tadi malam nona ??". Tanya Eleen setelah melihat wajah Dafira.
Ternyata Eleen dapat mengetahui bahwa hampir semalaman penuh Dafira sama sekali tidak bisa tidur dan beristirahat dengan tenang.
Mendengar kalimat Eleen ini Dafira langsung meraba wajahnya. "Apa ada yang bengkak, Eleen ??".
"Tidak ada nona".
"Kalau begitu kenapa Eleen bisa tau aku tidak bisa tidur tadi malam ??".
"Saya dapat mengetahuinya karena mata anda sedikit merah dan ada lingkaran hitam dibawah nya". Eleen menyentuh lingkaran hitam pada mata Dafira.
"Ahhh !!!". Sontak Dafira kaget saat mendengar bahwa ada lingkaran hitam di matanya, padahal hari ini dia ada pemotretan bersama Rafaela.
"Aduh !!, Eleen bagaimana ini, aku tidak bisa pemotretan kalau sedang begini". Dafira langsung bergegas menuju cermin dan melihat seberapa parah lingkaran hitam yang ada dimatanya.
Setelah melihat wajahnya di cermin barulah Dafira menyadari ternyata lingkaran hitam di matanya sangatlah parah, apa lagi ditambah dengan mata yang memerah dan sedikit sembab, ketika melihat itu kepanikan sudah tidak bisa ditutupi oleh Dafira lagi.
__ADS_1
"Tenanglah nona, ini tidak akan jadi masalah untuk anda, saya akan membuat nona berpenampilan layaknya seorang yang baru saja terbangun dari tidur nyenyak". Eleen berusaha menenangkan Dafira yang tengah panik.
"Benarkah Eleen ?".
"Tentu saja serahkan semuanya kepada saya, sekarang anda mandilah dulu setelah itu baru saya akan membuat wajah anda fresh kembali".
Pilihan Dafira saat ini hanyalah menurut dengan apa yang dikatakan oleh maid pribadinya itu, tidak perlu waktu lama Dafira pun menuju kamar mandi dan melakukan beberapa kegiatan dan langkah yang harus ia lakukan untuk membersihkan diri.
...~~~~...
Satu jam pun kini sudah berlalu, Dafira yang tengah berada didepan cermin pun sudah terlihat sangat cantik dengan balutan kemeja pink yang berpadu dengan warna putih.
Apa yang dikatakan oleh Eleen tadi ternyata bukalah kebohongan semata, kini jika dilihat dari sudut mana pun mata Dafira yang tadinya ada lingkaran hitam sekarang sudah tidak terlihat sedikit pun.
Tentu saja keberhasilan ini membuat Dafira merasa begitu senang dan bangga dengan kemampuan sang maid pribadinya ini.
"Woahh !!, terimakasih Eleen, sekarang lingkaran hitam mata ku sudah tidak terlihat". Dafira berterimakasih kepada Eleen dengan suara setengah memekik karena kesenangan.
"Iya tak masalah nona. Ayo cepat menuju mobil nanti anda terlambat". Perintah Eleen kepada Dafira.
"Iya, sekali lagi terimakasih ya Eleen, sampai jumpa lagi nanti".
Setelah melambaikan tangannya kepada Eleen, Dafira pun langsung melangkah pergi menuju gerbang rumah dimana mobil dan sopir sudah menunggu, untuk mengantarkan kestudio pemotretan.
"Selamat pagi nona". Sapa sopir Dafira.
"Baik nona".
Setelah Dafira masuk kedalam mobil, sopir Dafira pun langsung melajukan mobilnya menuju ketempat tujuan sang nona muda.
Sesampainya di studio pemotretan...
"Dafira !!". Seorang wanita berambut pink melambai lambaikan tangannya kearah Dafira didepan pintu masuk studio pemotretan.
"Sofia ??". Batin Dafira.
Yah. benar sekali...
wanita itu bernama Sofia, salah satu sahabat dan juga partner diperusahaan Dafira.
Karena melihat kalau sahabat nya sudah menunggu, Dafira pun dengan bergegas langsung berlari menghampiri Sofia.
"Sofia kenapa kamu berdiri disini ??".
"Tentu saja aku sedang menunggu mu, lalu apa lagi ?".
"Yaampun, seharusnya kamu menunggu didalam saja Sofia".
"Hei. Apakah tidak ada sebuah cerita yang mau kamu sampaikan kepada ku ?". Wajah Sofia seketika berubah menjadi masam, dan memandang kearah Dafira dengan sangat tajam.
__ADS_1
"Ya... mungkin ada sedikit". Dafira jadi mengalihkan pandangannya dari arah Sofia.
"Ya...lalu ??".
"Ah~ Yaampun nanti saja ya aku ada pemotretan hari ini, dan sudah sangat terlambat".
"CK !!, kamu ini selalu saja seperti itu". Sofia mulai terdengar kesal karena sahabatnya ini dari tadi terus terusan berkelit.
"Maaf deh, nanti aku pasti akan menceritakannya kepada kalian berempat, aku janji".
"Yasudah deh kalau begitu, aku juga akan melakukan pemotretan disini, bye bye Daf". Sofia pun langsung berjalan pergi menuju ruang pemotretannya.
Sedangkan Dafira, tentu saja bersamaan dengan perginya Sofia ia langsung berlari menuju lift yang keberadaannya tidak jauh dari balkon studio. Namun lagi lagi ditengah jalan ada saja penghalang untuk Dafira segera sampai ke ruang pemotretan.
"Buk !!". Tanpa sadar karena sangking terburu-buru nya Dafira menabrak seseorang yang ada didepannya.
"Aduh~". Ringis Dafira sambil memegang kepalanya yang terbentur.
" Nona !, apa anda baik baik saja ??". Ucap seorang wanita sambil mengulurkan tangannya kepada Dafira.
Ternyata orang yang ditabrak oleh Dafira adalah seorang wanita cantik yang memiliki tubuh tinggi, dengan potongan rambut pendek yang bergelombang, jika dilihat sekilas ia adalah salah seorang model yang melakukan pemotretan di studio itu.
"Iya, saya baik baik saja. Terimakasih ya bantuannya". Dafira langsung menerima uluran dari wanita itu.
"Maaf ya nona saya tidak melihat anda datang tadi, jadi saya menabrak anda deh".
"Tidak nona, ini adalah salah saya karena tidak berhati hati sebelumnya. Saya minta maaf ya".
"Tidak masalah nona. Oh iya, apa ada yang sakit nona ??". Wanita itu bertanya kepada Dafira dengan raut wajah yang cemas.
"Sudah tidak ada nona anda jangan khawatir". Dafira menjawab pertanyaan dari wanita itu dengan senyuman hangat.
"Syukurlah, anda mau kemana sekarang nona ??".
"Saya ingin menuju lantai tiga".
"Wah !, anda seorang model juga ??". Tanya wanita itu dengan semangat.
"Iya, bagaimana anda bisa tau ??".
"Tidak, hanya saja dilantai tiga biasanya digunakan sebagai pemotretan untuk para model, jadi saya langsung menebaknya saja deh". Wanita tersebut menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Anda sangat jeli ya nona". Balas Dafira sambil tertawa kecil.
"Maaf ya nona saya sudah sangat terlambat untuk pemotretan, jadi saya permisi".
"Baik nona, sampai jumpa".
Tanpa menunggu waktu lama lagi Dafira pun langsung berjalan pergi menuju lantai tiga dengan setengah berlari, lalu setelah sampai dilantai tiga ia pun mencari ruang pemotretan yang sudah ditentukan oleh fotografer nya.
__ADS_1