
Didalam ruang operasi...
Semua dokter sudah mengerahkan kemampuannya dengan sangat susah payah selama satu jam, namun tidak ada perkembangan yang baik dilihat dari kondisi Jhennite sekarang. Para dokter diruangan itu merasa sedikit cemas bahwa operasi yang mereka lakukan hanya akan menghasilkan kegagalan nantinya, ditambah lagi sekarang ini Jhennite kehilangan banyak sekali darah karena pendarahan dibagian kepalanya tadi.
Dokter Chandra yang sekarang sudah diperbolehkan masuk kedalam ruang operasi tidak mau mengotori pikiran nya dengan kecemasan akan kegagalan operasi ini, ia tetap berusaha berfikir positif dan melakukan yang terbaik untuk Jhennite sekarang.
"Kita butuh tiga kantung darah sekarang". Dokter Chandra memberi kode kepada para perawat yang ada didalam ruang operasi.
Para perawat yang mendengar kode itu pun dengan sigap langsung berlari keluar, dan menemui para anggota keluarga Jhennite, guna mencari donor darah yang sedang dibutuhkan.
Diluar ruangan operasi...
Berbeda dengan suasana ruang operasi yang begitu tegang, diluar ruang operasi hanya ada suara hembusan angin dan derapan langkah kaki orang yang berlalu lalang. Memang... tadi Aldo ada melontarkan sebuah pertanyaan kepada Reno, namun seperti yang kita ketahui pertanyaan itu merupakan rahasia bagi Reno, ditambah lagi ada Dafira dan Sovia disampingnya, jadi pertanyaan itu akan sangat sulit untuk mendapatkan jawabannya.
Disela sela keheningan yang canggung itu, salah satu perawat yang mendampingi pelaksanaan operasi Jhennite keluar dari ruang operasi dan menghampiri, Dafira beserta teman temannya yang lain.
"Permisi". Ucap perawat itu, mengalihkan semua pandangan yang ada didepan ruang operasi.
"Ya!. Apa operasinya Jhennite berhasil ??, bagaimana keadaannya sekarang ??". Sedangkan Reno yang melihat perawat sudah keluar dari ruang operasi langsung berdiri dan melontarkan semua pertanyaan yang ada dihatinya dengan menggebu.
__ADS_1
Perawat itu hanya bisa diam mendengar pertanyaan Reno itu, karena sekarang ia tidak dapat mengatakan kondisi Jhannite yang sebenarnya.
"Kami sekarang membutuhkan darah golongan O sekarang, apa kalian wali nona Jhennite ??".
"Ya, mama dan papa Jhennite sedang di luarnegri, jadi kami yang jadi perwakilannya".
Dafira menjawab pertanyaan sang perawat tadi menggantikan Reno yang diam terpaku.
"Baiklah kalau begitu, apa ada yang bisa mendonorkan darah untuk nona Jhennite sekarang ??".
"Berapa kantung yang diperlukan ??". Tanya Sovia bergantian dari Dafira.
"Untuk kondisi sekarang, nona Jhennite hanya membutuhkan dua kantong darah saja". Jawab perawat dengan cepat.
Perawat yang sudah mendapatkan pendonor pun langsung mengangguk setuju, lalu membawa Sovia beserta Dafira keruangan lain untuk menandatangani perjanjian dan melakukan proses pendonoran darah.
Karena sekarang sudah berdua saja dengan Reno, Aldo kembali melontarkan pertanyaan yang sama kepada Reno. "Ren, jawab yang jujur apa yang sebenarnya terjadi tadi ??". Aldo mendekat kearah Reno dan menatap nya dengan lekat.
Reno hanya bisa tertunduk mendengar pertanyaan Aldo yang menyakitkan itu untuk kedua kalinya. Lalu dengan perlahan ia mulai ingin menjawab pertanyaan Aldo karena Reno merasa sekarang membutuhkan teman untuk mengadu.
__ADS_1
"Aku menyakiti hati Jhennite tadi tanpa sengaja". Begitu jawab Reno seraya memendam wajahnya didalam lipatan tangan.
"Bagaimana kau menyakitinya ??". Dan Aldo yang tidak mendapatkan jawaban pasti menanyakan kembali apa maksud dari jawaban Reno tadi.
"Aku...aku mengatakan, bahwa pertunangan ini hanya untuk perjanjian perusahaan saja".
Mendengar satu jawaban itu hantaman yang kuat pun langsung melayang dari tangan Aldo yang mendidih karena marah.
"Plakk !!". Begitulah suaranya yang dapat membelalakkan mata Reno hingga membuatnya kaget tidak kepalang.
"Dasar payah !!!. Kau pikir perasaan wanita itu bagaimana hah ?!!!, coba kau pertimbangkan lagi sebelum ucapan itu keluar dari mulut mu itu, kau lihat sekarang !, Jhennite diambang Kematian karena kau !!!".
Aldo benar benar hampir mengumpat kasar saat itu, hatinya yang marah sangat tidak bisa dikendalikan sampai tamparan kedua terlepas kembali dari tangannya.
"Reno ingatlah hal ini, kau baru menyadari betapa berharganya Jhennite jika ia sudah tidak ada disamping mu". Aldo berbicara seraya menahan tamparan ketiga yang akan terlepas sebentar lagi.
"Kau melihat Dafira kan ??, apa kau ingin merasakan hal sama dengan Dafira ??, selain itu Dafira sudah memiliki kenangan yang sangat indah bersama pasangannya, jadi tidak mungkin dia berpaling".
"Jadi kau, jaga saja Jhennite dengan baik. Jangan pikirkan lagi tentang Dafira yang kau tinggalkan !!".
__ADS_1
Setelah kalimat terakhir itu Aldo pun langsung beranjak dari sisi Reno, ia tak tahan melihat wajah Reno yang sudah membuat tunangannya sendiri menjadi diambang kematian, ia berasa setengah iblis karena amarah yang tidak tertahankan sekarang, bisa bisa Aldo akan membuat Reno pingsan dengan tenaga power nya yang melegenda.
"Hahh~~, Jhennite, maafkan aku, kamu harus sadar Jhennite".