
,"Tak... tak... tak !!".Suara langkah kaki Dafira menggema di seluruh ruangan , semua orang yang mendengar langkah kaki itupun langsung membungkuk hormat didepannya.
"Selamat pagi nona besar". Sapa mereka sambil membungkuk.
"Selamat pagi semuanya".
Melihat kalau Dafira sudah sampai dilobi perusahaan serketaris Kim langsung menghampirinya dan membacakan jadwal Dafira untuk saat ini .
"Selamat pagi Nona besar,hari ini anda akan menemui model baru pengganti ia adalah anak pimpinan dari donatur perusahaan kita,model itu akan datang 30 menit lagi Nona besar".
Jelas sekretaris Dafira .
"Apa hanya itu saja Kim ?".
"Tidak Nona besar jam sembilan nanti anda akan menghadiri rapat CEO,pada jam sepuluh anda akan melakukan fitting baju pesta,jam 12 anda akan mengadakan rapat dengan presdir donatur baru , lalu..... ".
"Sudah Kim aku bisa memahaminya". potong Dafira .
"Ahh !!~ baiklah Nona besar".
Dafira pun langsung berjalan menuju ruang Presdir bersama serketaris Kim dan beberapa bodyguard pribadinya , namun saat sedang diperjalanan kaki Dafira langsung terhenti mendadak .
" Dek !!!".
Dadanya juga berdebar kencang sekaligus terasa sakit , kesedihan yang tadinya tidak ada tiba-tiba saja muncul seiringan dengan menetesnya air mata Dafira .
" Yaampun apa ini ? , seharusnya Aku tidak boleh begini kan ?".
tubuh Dafira tiba tiba mulai bergetar keringat dingin juga mulai mengalir dijidat Dafira . Melihat hal ini bodyguard dan serketaris Kim langsung menghampiri Dafira dengan perasaan panik .
" Nona besar apa anda baik baik saja ".
serketaris Kim memegang tubuh Dafira yang hampir jatuh kelantai .
" Nona anda tidak papa ??".
Tanya salah satu bodyguard Dafira .
Semua orang pada akhirnya bertanya hal yang sama kepada Dafira namun sayang pertanyaan itu tidak direspon oleh Dafira , mata Dafira juga menunjukkan bahwa ia tidak bisa melihat orang lain selain foto tunangannya yang telah tiada .
" Rey tolong panggil dokter Candra sekarang juga !!!". Pinta serketaris Kim dengan panik .
" Baik serketaris Kim ".
__ADS_1
Rey adalah bodyguard Dafira sejak kecil usia mereka berdua bisa dibilang tidak terlalu jauh , mereka juga tumbuh bersama sama sehingga Rey dan Dafira terlihat sangat dekat bagaikan seorang sahabat .
" Hah... hah... nafasku sesak , mereka semua terlihat sangat panik ta... tapi kenapa aku tidak bisa mendengar suara mereka ???".
Dafira tampak sangat sulit bernafas saat ini , tubuh Dafira yang tadinya masih sanggup ditahan oleh serketaris Kim sekarang semangkin berat dan begitu lemah sampai sudah tidak bisa ditahan lagi oleh tenaga serketaris Kim .
" Bruk !!". Dafira jatuh tersungkur ke lantai.
suara jatuhnya tubuh Dafira ini langsung membuat semua orang panik seketika.
" Nona besar !!!". Teriak serketaris Kim sambil tetap berusaha menopang tubuh Dafira.
"Hah... hah... kenapa dengan ku ini , kepalaku sakit dadaku juga sakit, pandangan mata ku sangat kabur pendengaran ku juga tidak berfungsi. Apa yang terjadi denganku ?? rasanya sakit ...sekali..., tolong ... siapa saja tolong aku".
Mata Dafira perlahan lahan mulai meredup tubuhnya yang tadi masih sanggup untuk duduk sekarang sudah terkulai lemas tanpa kesadaran ., orang orang yang melihat kalau Dafira sudah pingsan langsung panik dan menimbulkan keriuhan diperusahaan .
"Nona muda anda tidak papa ??,nona !!!, bangunlah nona!!".
serketaris Kim berusaha mengembalikan kesadaran Dafira dengan menggoyang goyangkan tubuh Dafira,namun sayang hal itu tidak berhasil membangunkan Dafira.
"Saya akan menggendong nona kedalam ruang istirahat". Ucap salah satu bodyguard pribadi Dafira.
"Baiklah tolong hati hati ya".
Setelah mendapatkan ijin dari serketaris Kim bodyguard itu langsung mendekati Dafira dan mengangkat tubuhnya secara perlahan lahan.Semua orang yang melihat kalau CEO mereka sudah dalam kondisi aman langsung menarik nafas lega dan kembali ke aktifitasnya masing masing .
Diruangan istirahat CEO .........
"clak !!".
Suara pintu yang terbuka mengagetkan semua orang yang menunggu didepan ruangan istirahat CEO .
"Bagaimana keadaan nona besar dokter ??".
Tanya serketaris Kim dengan panik.
"Nona besar sudah lebih tenang sekarang,tapi tetap saja seperti yang saya bilang nona besar lebih baik tidak perlu melihat hal hal yang berkaitan dengan tuan Rahel".
Jelas dokter Candra kepada semua orang yang berada didepan ruangan istirahat CEO.
"Hahh!!... baik dokter Candra kami mengerti, terimakasih atas bantuan anda".
"Tidak masalah,kalau begitu saya permisi dulu ya".
__ADS_1
" Baik". Serketaris Kim membungkukkan tubuhnya kepada dokter Candra sebagai tanda terimakasih.
Beberapa menit setelah dokter Candra pergi nyonya dan tuan Dauson datang ke perusahaan cabang PT Dauson Corporecion dengan berlari lari untuk melihat keadaan anaknya saat ini.
"Bagaimana keadaan Dafira?." Tanya nyonya Dauson kepada serketaris Kim.
"Nona besar sudah tidak papa nyonya,ia hanya perlu istirahat saja."
"Huff !!, syukurlah."
"Kenapa depresi anakku bisa kambuh lagi ??."
Saat itu semua orang terdiam dan ketakutan karena mendengar suara dingin dan aura kemarahan dari sang Tuan besar Dauson.
"Kenapa kalian diam saja ??, jawab aku."
Nyonya Dauson yang mengetahui kalau situasi saat ini tidak baik langsung menghentikan kemarahan sang suami yang sedang membara.
"Sayang sudahlah jangan diperpanjang lagi, ayo kita masuk kedalam ruangan dan melihat kondisi Dafira". Nyonya Dauson langsung menarik tangan suaminya itu dan masuk kedalam ruang istirahat CEO.
" Hufff !!!".
Seluruh orang yang tadinya hampir terkena masalah akhirnya dapat menghela nafas lega setelah melihat tuan Dauson sudah masuk kedalam ruang istirahat CEO bersama dengan istrinya.
Didalam ruang istirahat CEO ...
"Ternyata selama ini depresi kamu belum benar benar sembuh ya sayang ??".
Nyonya Dauson membelai kepala Dafira tatapan yang sendu .
Tuan Dauson merasa sedih melihat kondisi anaknya saat ini, ia juga merasa terenyuh ketika melihat raut wajah istrinya yang saat ini begitu terpukul.
"Ava, kamu baik baik saja ??". Ucap tuan Dauson dengan nada suara sedih .
" Iya aku tidak papa, Sayang apa kamu tau selama 3 tahun aku berusaha menghilangkan luka yang ada dihati Dafira, aku mengajarkan segalanya agar ia bisa tumbuh tanpa kekurangan tapi sepertinya itu tidak berhasil ya ?".
" Huff !!, jangan seperti itu Dafira adalah anak yang kuat dia pasti baik baik saja".
Tuan Dauson berjalan mendekati istrinya yang sedang sedih itu lalu mendekapnya dengan dekapan yang sangat erat dan hangat, didalam dekapan erat itu tuan Dauson dapat merasakan getaran tubuh istrinya yang menahan Isak tangis.
" Sayang lihatlah semua orang menyayangi dirimu kamu harus bisa lepas dari masa lalu itu Dafira, lihatlah lebih jauh kedepan dan tinggalkan semua beban itu bersamaan dengan cinta yang kamu dapatkan".
...Because after all you are a light to us, a Light so precious that it cannot be lost in darkness...
__ADS_1