
Malam ini adalah hari yang paling bahagia bagi ku karena pada malam ini aku dapat melihat bintang bertaburan di langit bersama dengan orang yang paling aku cintai . Tapi akankah malam itu akan berakhir bahagia ?? . inilah kisah kemalangan ku .
………………
Pagi ini terasa sangat cerah entah kenapa sang matahari terbit lebih cepat dari biasanya .
" Hmmmm.... ".
Cahaya yang cerah itu menyelinap kedalam kamar Dafira dan mengganggunya .
Karena silau akan cahaya matahari tadi Dafira pun akhirnya jadi terbangun , ia duduk diujung tempat tidur nya sambil mengusap usap mata yang masih mengantuk . Namun saat sedang memandang keluar jendela Dafira baru menyadari kalau hari yang cerah itu terlihat sangat indah.
" wuahhh !!, indahnya pagi ini !!!".
Teriak Dafira setelah ia bangun dari tidur .
Dafira langsung turun dari tempat tidur nya untuk menghirup udara segar dari pagi yang cerah ini dengan perlahan lahan ia menuju jendela kamarnya dan membuka jendela itu satu persatu , ketika baru saja jendela kamarnya dibuka si Pekono yang merupakan kucing Dafira langsung menyelinap masuk tanpa minta ijin dan langsung merebahkan tubuh gembulnya diatas kasur yang masih berantakan .
" Yaampun Pekono !! , lihat deh selimut nya jadi tambah kotor kan ".
Dafira berteriak kesal kepada Pekono yang tidur di atas kasurnya , namun sebagai seorang kucing Pekono hanya mengeluarkan suara ngeongannya tanpa memperdulikan teriakan Dafira .
" Meoooonggg ".
" Akhhh !!! apa apaan jawaban itu Pekono , cepat turun sekarang juga apa kamu tidak lihat kalau alas kasurku jadi kusut parah karena kamu !!".
Kehebohan Dafira pun sekarang dimulai .
Sebenarnya kalau kita fikir fikir lagi tubuh sebesar Pekono itu hanya akan membuat sedikit kusutan pada kasurnya Dafira tapi hanya karena masalah itu saja dipagi yang cerah ini kehebohan Dafira menggegerkan kediaman Dauson .
" Pekono !!! ".
" Yaampun nona muda ada apa sebenarnya ini ?".
Maid pribadi Dafira langsung berlari menuju kamarnya ketika mendengar suara heboh .
" Eleen !! , pas sekali kamu datang coba lihat deh Pekono mengusutkan tempat tidurku ".
" Hahhh !!".
Maid pribadi Dafira menghela nafas panjang ketika melihat sikap kekanak-kanakan dari nona mudanya itu .
" Yasudah nona saya yang akan membersihkan tempat tidur anda , sebaiknya sekarang anda cepat bersiap siap untuk pergi bersama tuan muda ".
" Ehhh !! , sebentar memangnya aku dan Rahel ada jadwal apa ".
Dafira menyerengitkan jidatnya sambil berfikir .
" Yaampun !!! , nona muda lupa ya ?. Hari ini kan jadwal anda dan tuan muda untuk pergi liburan sebelum hari pernikahan digelar ".
" Ahhhh !!!! , benar aku lupa . Aduhh !!, bagaimana ini Eleen aku dan Rae akan pergi tiga puluh menit lagi ".
Kehebohan Dafira yang tadi sempat mereda sekarang kembali lagi .
__ADS_1
" Yaampun... Yaampun dimana baju mandiku Aleen ?, aduhh dimana juga farfum spesial yang diberikan mama untukku , Akhhh !!! kenapa semua barang jadi hilang sihh !!.
Saat ini kepanikan sedang tercipta saat Dafira baru menyadari bahwa hari ini ia akan pergi liburan dengan tunangannya , dengan cepat Dafira berlari kesana kesini sambil berusaha untuk bersiap siap secepat kilat .
" Yaampun ini baju mandi anda nona ".
" lalu dimana farfum nya Eleen ? , aku tidak bisa menemukannya ?".
" Farfum ya ??, seharusnya ada disini kan nona ?!".
" Iya tapi tidak ada !".
" Yaampun lalu harus bagaimana ini ?".
Eleen pun yang dari tadi berusaha tenang akhirnya ikutan menjadi panik karena Dafira dari tadi berteriak histeris sambil mencari barangnya yang tidak jumpa .
" Ahhh !!!, nona apa sekarang anda sadar pentingnya membersihkan kamar ?".
" Aduh Eleen bisakah mengomelnya nanti saja ?".
************
Pada akhirnya kehebohan yang dibuat oleh Dafira berhenti setelah satu jam kemudian , bersamaan dengan berhentinya kehebohan itu Dafira juga sudah selesai berdandan hingga cantik .
Berbeda lagi ceritanya dengan Rahel yang sudah menunggu Dafira selama satu setengah jam . kalau ditanya bagaimana keadaan Rahel sekarang , yah... tentu saja Rahel sudah berjamur menunggu Dafira yang memakan waktu sangat... sangat lama hanya untuk berdandan .
" Hah !! , Dafira lama banget sih masak cuma dandan aja satu setengah jam aku udah laper nih ".
Ketika hati Rahel mulai kesal menunggu , seorang gadis pun keluar dari balik pintu sebuah kamar dan menuruni anak tangga satu persatu . Gadis yang menuruni anak tangga itu terlihat sangat menawan dan begitu elegan , kecantikannya semangkin bertambah saat ia mengenakan gaun biru berhiaskan pita putih dibagian pinggangnya . Rahel yang melihat gadis itupun menjadi terperangah seketika ia merasa kalau kebosanannya yang sudah menunggu selama satu setengah jam tidak sia sia .
Dafira menyapa tunangannya .
" Hai juga sayang , hari ini kamu cantik sekali sih ". Goda Rahel
" Ahhh ~ benarkan ?".
" yes you are like the moon shrouded in clouds ".
Saat melihat kecantikan tunangannya itu Rahel pun langsung meluncurkan gombalan mautnya .
" Gombal . Apa kamu tau kalau aku artikan kamu itu anggap aku gendut karena bulan itu bulat , terus dibalik awan artinya aku selalu dibawah bayang-bayang dong ".
Dafira langsung memajukan mulut kecilnya sebagai tanda merajuk .
" Ahh iya aku lupa kalau tunangan ku memiliki sudut pandang berbeda kepada gombalan ". Rahel langsung menyadari kalau ia meluncurkan gombalan kepada orang yang terlalu jenius sampai tidak pernah berfikir sempit .
" Sayang jangan merajuk donk nanti kecantikan nya hilang loh ".
Goda Rahel sambil mengusap rambut panjang Dafira .
" Hmmmm... kalau aku jelek kamu kan tetap cinta kepada ku sayang ".
Mendengar gombalan dari tunangannya itu Dafira pun membalas nya dengan rayuan manis nan manja .
__ADS_1
Kemesraan itupun berlangsung sangat lama sampai mereka berdua lupa kalau para maid dan para pekerjan dikediaman keluarga Dauson sedang melihat kemesraan itu .
" Ehem !!".
Suara batuk dari seseorang terdengar seketika dan membuyarkan kemesraan mereka tadi .
" Ehhh !!!, pak Basti ada disini dari tadi ??".
Wajah Dafira langsung memerah seperti tomat saat menyadari kalau sekretaris kepercayaan mamanya itu melihat semua kemesraan mereka dari awal hingga akhir .
" Nona dan tuan muda lebih baik anda pergi sekarang kalau tidak anda bisa terlambat sampai ditujuan !!".
Mendengar teguran dari pak Basti Rahel dan Dafira langsung memutuskan untuk pergi sekarang juga sebelum ceramah panjang keluar dari mulut pak Basti .
" Baik pak Basti saya dan Dafira pergi sekarang ya ".
" Hati hati dijalan ya tuan muda dan nona muda ".Ucap pak Basti sambil tersenyum .
" Baik pak Basti . Sayang ayo kita pergi teman teman pasti sudah menunggu ".
.
.
.
Saat itu Rahel mengulurkan tangannya untuk aku genggam sambil tersenyum , senyumnya itu dimataku terlihat seperti musim panas yang indah dan dapat melelehkan semua salju . Bersamaan dengan itu pula aku berdo'a agar senyuman Rahel itu akan tetap jadi milikku dan tidak akan hilang sampai kapanpun .
Aku pun menyambut uluran tangan itu dengan wajah bahagia dan berseri sambil berjalan menuju mobil Rahel , saat ini tidak ada kata lain lagi dikepalaku yang tergambar selain kebahagiaan . Tapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama , ketika aku dan Rahel sampai ditempat tujuan ada sebuah penyerangan yang dilakukan oleh keluarga saingan Rahel dan disaat itu ...
" Dorr !! " .
Suara tembakan pistol menggema ditelinga ku , tubuhku bergetar seketika saat melihat darah yang bercucuran dari tubuh Rahel yang melindungiku .
" Ra... Rahel ~ sayang bertahanlah !!, aku... aku akan memanggil kan dokter ".
Air mata yang tidak bisa dikendalikan terus menerus mengalir dengan deras dari mataku , tangan Rahel yang terus menggenggam ku semangkin lama semangkin melemah akupun seketika menjadi panik apalagi jaringan ditempat ini tidak begitu bagus .
" Apa kamu mencintai ku ??".
Tanya Rahel tiba tiba kepadaku.
" Apa yang kamu bicarakan tentu saja aku sangat mencintaimu , jika aku tidak mencintaimu Aku tidak akan mau bertunangan dan menikah dengan mu ".
" Kalau begitu ... itu saja sudah cukup bagiku , Dafira tunangan ku yang paling berharga jagalah dirimu oke ingatlah aku selalu ada disisi mu ".
Saat itu Rahel tersenyum lemah kepadaku , tapi aku merasa senyumnya itu terasa berbeda dari biasanya ,dan entah kenapa kalimat Rahel itu juga terasa seperti kata kata perpisahan bagiku , kalimat perpisahan yang mengisyaratkan kalau aku dan Rahel tidak akan berjumpa lagi . Dan benar saja tangan Rahel yang ada di pipiku tiba tiba terkulai lemas , mata Rahel yang tadi menatapku dengan hangat sekarang juga sudah tertutup . Melihat Rahel yang sudah tidak berdayanya jantungku terasa berhenti berdetak seketika , duniaku juga seperti berhenti berputar , air mata dan jeritan penyesalan pun sudah tidak dapat aku bendung lagi .
" Rahel !!... Rahel sayang bangun !!!... bangun Rahel !!!! ... hiks Rahel buka matamu hiks ~ . Akhhhhh Rahel bangunnnn !!!!.
Dunia ku yang tadinya terang sekarang berubah menjadi gelap bersamaan dengan kepergian cahayaku , musim semiku , dan mata hariku .
A dream that I never wanted, a dream that always haunts me until whenever it suddenly occurs at the happiest moment.
__ADS_1
Please save me from this nightmare