Benang Merah Yang Terputus

Benang Merah Yang Terputus
Chapter 3: Dream


__ADS_3

"Dek !!".


"Rahel !!".


Dafira langsung tersentak dengan debaran dada begitu kuat.


"Uhhhh". Gerang Dafira sambil memegangi kepalanya.


Setelah bangun dari pingsan Dafira merasakan sakit dibagian kepalanya, karena itu ia memilih untuk duduk agar sakitnya dapat mereda. Bersamaan dengan sakit kepala saat ini nafasnya Dafira juga tampak terengah-engah, bagaikan sedang bermimpi buruk tubuh Dafira juga ikut gemetaran tanpa henti.


"Nona besar !!". Teriak serketaris Kim dan Ray yang dari tadi berada disamping Dafira.


Semua orang yang ada di ruangan itu langsung kaget saat melihat Dafira tiba tiba membuka matanya sambil gemetaran. serketaris Kim yang mengerti kalau kondisi Dafira saat ini sedang buruk secara sigap ia menghampiri Dafira dan membantunya untuk menenangkan diri.


"Nona anda baik baik saja ??". Tanya sekretaris Kim.


Tapi pertanyaannya itu masih tetap tidak dijawab oleh Dafira, saat ini kondisi Dafira belum stabil ia masih belum bisa merespon dan juga mendengar suara disekitarnya.


"Sekretaris Kim". Panggil Ray.


Karna melihat keadaan Dafira sangat tidak baik Ray langsung mendekat keranjang Dafira dan menghampiri sekretaris Kim untuk menanyakan keadaan terkini sang nona besar.


" Bagaimana keadaan nona ??".


"Keadaannya masih belum stabil Ray, sepertinya kesadaran nona belum semua terlepas dari alam bawah sadarnya". Jelas serketaris Kim.


Ray langsung terenyuh saat mendengar penjelasan serketaris Kim. Hati Ray selalu sakit saat melihat kondisi depresi sahabat kecilnya itu, iya setiap hari selalu berdoa agar Dafira dapat pulih kembali seperti semula tapi doa Ray belum dikabulkan sampai saat ini.


"Andai... andai saja aku bisa menggantikan posisi mu itu Dafira, maka bagiku itu tidak masalah asalkan kau bisa tersenyum tulus seperti dulu".


Ray sangat mengetahui bagaimana penderitaan Dafira saat ini, Rahel adalah cinta pertama dan cinta yang paling terindah bagi Dafira, disesaknya rumah dan kehidupan Dafira Rahel datang disela selanya sebagai penghibur hati Dafira dan penyejuk kesengsaraan, namun sekarang orang yang selalu menjadi tempat bersandar Dafira telah pergi untuk selama lamanya, hal inilah yang membuat Ray sangat terenyuh setiap kali melihat Dafira mengalami depresi.


Disela sela itu.


"Brak !!".


Suara dobrakan pintu mengagetkan semua orang, dari balik pintu tersebut nampak seorang wanita berambut pink.


"Dafira !!!".


Panggil seorang wanita berambut pink itu dengan wajah cemas.


Dibelakang wanita itu ada beberapa wanita dan pria lagi, ya... benar mereka bertiga adalah teman teman Dafira, mereka langsung pergi ke perusahaan cabang PT Dauson Corporecion setelah mendengar kalau depresi Dafira kembali lagi.


"Dafira sayang kamu gak papa ???". Tanya teman Dafira yang bernama Ana.


"...".


Tapi Dafira tetap tidak merespon pertanyaan Ana itu.

__ADS_1


"Hufff !!".


"Sayang jangan begini donk kamu harus kembali sadar". Ucap ana sedikit terenyuh.


Saat melihat tatapan mata kosong Dafira Ana langsung memeluk tubuh Dafira yang terasa bergetar, didalam pelukan itu pula Dafira mulai memberikan responnya.


"Hiks...hiks...hiks... aghhhhh !!!!". Ketika berada didalam pelukan Ana tangis Dafira pecah, teriakan histeris juga terdengar mengikuti tangis tersebut.


"Tenanglah sayang... tenang, kamu boleh menangis sekuat kuatnya karena kami ada disamping mu". Ucap Ana sambil mengelus kepala Dafira.


Teman teman Dafira yang dari tadi hanya diam saja sekarang ikut mendekat dan mendekap Dafira didalam pelukannya.


...……………………………...


"Sir let's change poses".


"Crak !!, crak !". Suara pemotretan ambil gambar



"good sir, now change the pose back".


Arahan dari seorang fotografer kepada model nya.


"Tink". (Suara pintu otomatis)


Disela sela sesi pemotretan itu seseorang dengan berkas ditangan nya menghampiri seorang Pria berambut hitam.


Panggil seorang wanita berambut pendek dengan pakaian jas.


"Hmm ??".


Merasa kalau ada yang memanggil dirinya seorang pria tampan berambut hitam, dengan mata bewarna coklat tua menoleh kearah wanita itu.


"Ada apa serketaris Yoo ??".


Tanya peria itu.


"Sekarang adalah waktunya untuk anda pergi menemui Nona besar Dafira tuan".


"Hum !, kita pergi sekarang aku juga sudah selesai pemotretannya".


"Baik tuan".


"Thank you for your cooperation, sir".


Ucap fotografer tadi sambil mengulurkan tangannya.


Pria tampan itu juga menyambut uluran tangan itu dengan senyuman yang hangat.

__ADS_1


"no problem, please help for a long time ".


"Ayo tuan".


Pria tampan itu langsung berjalan menuju ruang kerja nona Dafira bersama dengan serketaris Yoo.


"Kamu mau makan dimana Dafira ??". Tanya Ana.


"Terserah saja". Jawab Dafira.


"Apa lagi jadwalku saat ini Yoo ??".


"Jadwal Anda ...~". jelas serketaris Yoo.


"Dek !!".


Dada Dafira kembali berdebar saat melihat seorang pria lewat disampingnya.


"Siapa itu ??, Rahel !!, itu...".


Ketika ia meyakini opini bahwa pria tadi Rahel, Dafira langsung berlari dan mengejar pria tadi sambil berteriak memanggil nama Rahel.


"Rahelll !!". teriak Dafira, namun teriakan nya itu tidak didengar oleh pria berambut hitam itu.


"Rahell !!". teriak Dafira sekali lagi.


"Rah...Buk !!".


Dafira tiba tiba terjatuh ketika ingin memanggil pria tadi dengan nama Rahel.


Mendengar adanya suara yang jatuh pria tadi berhenti dan menoleh kearah belakang, ternyata disana ia menjumpai kalau ada seorang wanita sedang tersungkur dilantai.


"Kau tidak papa ??".


Pria itu berjalan mendekat kearah wanita yang sedang terjatuh itu dan mengulurkan tangannya dengan maksud menolong.


Saat melihat uluran tangan dari orang yang sangat mirip dengan tunangannya yang sudah tiada Dafira seakan akan menjumpai sebuah keajaiban, keajaiban yang sangat luar biasa dan terasa bagaikan mimpi tidak nyata.


...*****************...


...Keajaiban benang merah menyatukan dua hati terluka...


...Cahaya padam mulai kembali bercahaya...


...Hati nan putus asa mulai merasakan kehidupan...


...Ikatan yang sudah terjalin mengubah semuanya...


...Takdir membelenggu sekarang telah berputar...

__ADS_1


...Merubah takdir dan kenyataan...


__ADS_2