
"Drap !!! drap!!! drap !!!".
"Eleen !!!. Eleen !!!".
Dimalam yang dihiasi hujan, seharusnya suasana menjadi hening dan senyap karena para penghuni rumah terlelap kealam fana nya masing masing. Namun hal ini berbeda bagi kediaman keluarga Dauson, karena pada malam yang harusnya hening itu suara derapan langkah kaki yang begitu kuat, diiringi teriakan panik memenuhi seluruh penjuru ruangan.
Mendengar teriakan nona muda mereka seluruh para pekerja pun terbangun dari alam fananya, lalu dengan pontang panting mengejar sang nona dengan perasaan cemas.
"Ada apa nona ?!!". Itulah teriakan pertama yang terdengar, setelah teriakan dari Dafira terhenti. Eleen yang baru saja terbangun dari tidurnya, tiba tiba langsung berlari menuju lantai tiga dimana kamar sang nona berada.
Lalu setelah teriakan dari Eleen selesai, teriakan dari para pekerja lain yang tak kalah paniknya juga menyambut kepanikan dari Dafira tadi.
"Ada apa ini nona Eleen ??". Begitulah tanya salah satu pekerja kepada Eleen yang sedang berjalan kencang menyusuri jalan menuju kamar Dafira.
"Aku juga tidak tau". Jawab Eleen yang semangkin membesarkan langkah nya.
Dalam keadaan semua orang yang panik, disana pula lah Dafira keluar dari kamarnya yang begitu luas bagaikan satu rumah normal dijadikan satu ruangan pribadi. Dafira keluar dari ruangannya dengan wajah panik dan nafas yang sama sekali tidak beraturan, sontak hal ini membuat semua orang yang melihatnya langsung menghampiri Dafira dengan perasaan yang lebih panik dari sebelumnya.
"Nona ada apa ??". Eleen yang melihat sang nona gemetaran langsung menghampiri Dafira, dan menanyakan ada apa dengan keadaan nya saat ini.
Sedangkan Dafira tidak mau menjawab pertanyaan itu, ia hanya memperlihatkan chat yang berasal dari Reno. Ketika melihat chat itu, Eleen pun menjadi kaget sama halnya dengan Dafira. Karena pada chat itu Reno mengatakan bahwa Jhennite sedang menjalani operasi saat ini, karena ada pembekuan darah pada bagian otak, pasca Jhennite mengalami kecelakaan.
"Eleen sudah lihat kan, bagaimana ini ??". Dafira yang sudah panik tak kepalang kini tidak memiliki ide lagi untuk mencari keputusan yang tepat dengan keadaan yang dialami Reno sekarang. Oleh sebab itulah Eleen sebagai pengawal setia serta asisten Dafira dengan tegas langsung mengambil keputusan terbaik untuk sang nona besar saat ini.
__ADS_1
"Nona !, sekarang anda kabarkan hal ini kepada teman teman anda, lalu anda perintahkan mereka untuk membawa masing masing dokter terbaik yang selalu menangani keluarga mereka. Dengan demikian saya yakin, saat keadaan nona Jhennite memburuk mereka yang sesama dokter bisa mengambil keputusan bersama".
Mendengar penjelasan dari Eleen tersebut Dafira pun mengangguk setuju, dengan cepat ia langsung mengabari semua temannya satu persatu tanpa ada terkecuali. Tidak terlepas dengan reaksi Dafira, semua teman teman Dafira pun terkejut, karena saat mereka tinggalkan pulang tadi keadaan Jhennite masih baik baik saja.
"Tapi tidak ada waktu untuk memikirkan hal itu". Begitulah kata Dafira didalam telfon dengan tegas. "Kalian semua cepat saja datang kerumah sakit !, aku yakin sekarang Reno sedang membutuhkan semangat dari kita".
"Baiklah". Telefon pun terhenti sampai di situ, semua teman Dafira setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dafira sebelumnya.
Hanya memerlukan waktu sepuluh menit Dafira langsung berangkat menuju ke rumah sakit dengan kecepatan mobil yang tinggi, hingga sopir Dafira saja takut melihat permintaan kecepatan mobil dari sang nona muda.
Dirumah sakit...
Sudah setengah jam lebih sejak Jhennite dibawa masuk keruang operasi, dan melakukan operasi. Reno sekarang tengah duduk didepan ruang operasi dengan perasaan yang campur aduk disertai cemas berlebihan. Setengah jam yang ia lalui sekarang terasa begitu lama...lampu merah yang ia tunggu hijau, tak kunjung juga berubah hingga kini.
"Reno !". Begitulah panggil teman temannya.
Reno yang mendengar panggilan ini pun secara sepontan langsung menoleh kearah samping kanannya, lalu disanalah perasaannya perlahan mulai tenang, karena ada 3 orang yang akan menguatkannya.
Sekarang Aldo, Sovia dan Dafira yang kebetulan sampai ditempat tujuan seiringan, sudah berada disamping Reno bersama dokter mereka masing masing. Dafira membawa dokter Chandra, Aldo membawa dokter Floren, dan Sovia membawa dokter Zidan.
Ketiga dokter yang mereka bawa itu adalah dokter terbaik dari keluarga mereka masing masing, namun karena situasi sedang genting para dokter tidak berada didepan ruang operasi dalam kurun waktu yang lama. Ketiga dokter ini sudah terkenal dengan kehebatannya, jadi dengan bocoran kondisi Jhennite diruang operasi, mereka sudah mengetahui apa saja langkah pertama yang harus mereka ambil sebagai kerjasama tim. Hanya dengan kode rahasia saja semua dokter tersebut sudah dapat melaksanakan telepati, dan langsung berlari menuju kesebuah ruangan lain tanpa berpamitan kepada tuan dan nona muda mereka.
Ini adalah hal biasa bagi ketiga penerus keluarga konglomerat itu, jadi melihat dokter mereka sudah menghilang entah kemana, mereka pun hanya bisa diam saja, lalu menghampiri Reno dan memberikan kekuatan kepada Reno yang sudah seperti orang yang nyawanya mengambang dan menghilang.
__ADS_1
Dafira yang melihat kondisi Reno ini, perlahan lahan mendekat kerah tempat duduk Reno, lalu ia pun duduk disampingnya, diikuti pula dengan Sovia yang ikut duduk disamping Reno. Saat disamping Reno, dengan ragu Dafira mengeluarkan kalimat yang menurut pendapatnya dapat menenangkan sedikit perasaan gundah Reno sekarang.
"Reno". Begitulah penggil Dafira untuk pertamakali guna menenangkan perasaan Reno.
"Jangan khawatir, Jhennite pasti selamat kami sudah membawa dokter terbaik untuk Jhennite, jadi tenanglah oke". Begitu sambung Dafira kemudian.
"Iya benar, kamu tau gak, ini adalah rumah sakit terbaik, dan juga memiliki dokter dokter hebat didalamnya, jadi kamu gak perlu secemas itu". Dan disambung pula dengan Sovia yang berusaha ikut menenangkan Reno.
Namun semua upaya itu seperti tidak ada gunanya, Reno masih tertunduk cemas dan perasaan takut dihatinya tidak hilang sedikitpun. Didetik ini hati Reno sebenarnya bergumam.
"Anda tadi aku tidak melakukan hal bodoh itu, dan bisa sedikit lebih baik kepada Jhennite, pasti...pasti hal ini tidak akan terjadi". Itulah isi hati penyesalan Reno, ia tidak bisa tenang sebelum Jhennite dinyatakan selamat, karena perasaan bersalah yang seperti itu.
Disela sela kalimat penenang dari Dafira dan Sovia, Reno mengeluarkan suaranya, dengan gemetar menandakan kegelisahan begitu besar dihatinya sekarang.
"Aku takut...sangat takut".
"Aku seperti mendorong Jhennite kedalam bahaya tadi".
"Jadi aku tidak yakin bisa tenang kalau Jhennite belum keluar dari ruang operasi itu".
Sesaat mendengar kalimat Reno, Aldo yang merupakan sahabatnya itu, langsung menengahi kalimat Reno, dengan sebuah pertanyaan yang sangat berat bagi Reno.
"Apa yang kau lakukan kepada Jhennite setelah kami pulang tadi ?!".
__ADS_1