Benang Merah Yang Terputus

Benang Merah Yang Terputus
Chapter 48: Sovia plan


__ADS_3

"Kling !". Pesan masuk kedalam hp Dafira.


"Hmm ?, siapa ya ?".


..."Hai...hai Dafira, aku lagi buat pesta nih kamu mau datang gak ?. Ohya disana juga ada Jhennite, jadi aku sangat berharap kamu datang....


...Salam manis Sovia ❤️"....


"Hufff...pesta ya ?".


.


.


.


Dikediaman keluarga Fahreza


"Kling ?".


📱"Halo sayang". Sovia duduk di sofa panjang didekat jendela.


📲"Bagaimana rencana kita ?".


📱"Kamu tenang aja, semuanya berjalan mulus kok".


📲"Yah, aku harap begitu. Nanti jam 8 malam aku menunggumu dilantai satu".


📱"Terserah bagaimana kamu ingin memulainya, aku akan mengikuti".


📲"Terimakasih Sovia".


📱"Sama-sama sayang".


📲"Tut !".


Telfon berbunyi sebagai isyarat percakapan telah selesai. Tidak ada yang tau apa sebenarnya rencana dari sepasang sejoli ini, namun pembicaraan tadi terdengar sangat menegangkan seperti rencana mereka berdua akan membawa dampak buruk bagi seseorang.


Hal itu mungkin belum diketahui oleh keduanya, karena raut wajah puas begitu tergambar diwajah Sovia. Dengan menompang kepalanya diatas tangan, Sovia bersemirik menandakan sekarang ia sedang yakin, bahwa nanti malam akan menjadi akhir segalanya.


"Tok!,tok. Nona saya datang menghadap kepada anda". Sovia menoleh kearah pintu.

__ADS_1


"Hai Fahri lama tidak jumpa, tapi perjumpaan sekarang kita tidak akan bermain-mainan, karena ada hal besar. Kamu faham kan ?".


"Tentu nona, saya akan datang kembali setelah menyusun kelompok saya".


"Silahkan". Dipandangnya laki-laki berambut hitam, dengan pakaian kaus tertutupi jaket dihadapannya, dengan keyakinan menggebu sangat besar. Pada saat itu pula semiriknya tadi berganti dengan tawa kecil.


"Saya permisi nona". Pergilah sang pria tadi dari hadapan Sovia, setelah membungkuk menandakan penghormatan pria itu benar-benar langsung menjalankan tugas dengan sangat cepat sebelum jam menandakan pukul 20.00.


Pria itu berjalan menuju suatu tempat. Tidak tunggu, dia seakan setengah berlari sekarang, tapi...jika dikatakan begitu kakinya sangat cepat, bagaikan ia tengah beradu kecepatan bersama orang lain.


Tentu hal ini membuat banyak orang kaget melihatnya, apalagi pria tersebut memiliki pangkat besar, tak mungkin seorang pun tidak mengenal dia.


"Clek !".


"Ketua Fahri !!".


Itu dia ketua besar dari keluarga Fahreza, seperti yang dikatakan tadi, tak ada seorang pun yang tidak mengenal siapa itu Fahri Resfansyah. Seperti sekarang saja, hanya dengan melihat wajahnya sekali, semua bodyguard yang sedang berkumpul dihalaman pelatihan keluarga Fahreza langsung membungkuk memberikan hormat kepada sang ketua besar.


"Bagaimana latihan kalian ?".


"Berjalan sangat baik ketua". Jawab seorang bodyguard tingkat S.


"Bagus, kalau begitu kalian pasti bisa menjalankan tugas dengan sangat sempurna". Fahri mulai memberi kode kepada semua bodyguard dihadapannya.


"Sempurna ??". Bodyguard tingkat S menatap Fahri secara lekat. "Apa sebenarnya yang membuat anda kembali kesini ?".


Suasana terasa mencekam, tatapan yang saling berpandangan antara Fahri dan bodyguard tingkat S tadi terasa mengandung makna begitu dalam. Semua orang ditempat itu mungkin tidak tau apa yang sedang mereka telepati, tapi setelah tatapan itu bodyguard tingkat S pun menghela nafas berat, yang seakan helaan itu mengatakan bahwa ada misi berat yang dibawa oleh sang ketua besar.


"Lebih baik anda jelaskan sekarang saja ketua".


"Perhatian semua !".


Semua bodyguard langsung membentuk barisan rapi saat mendengar suara lantang Fahri memberikan perintah.


"Ada rencana yang akan kita laksanakan, rencana ini diberikan langsung oleh Nona besar Sovia. Selain itu perintah dari nona sangat berat, karena yang akan kita tangkap adalah anggota keluarga konglomerat".


"Wahhh". (Suara ribut dari bodyguard mulai terdengar samar-samar)


"Kalian tidak perlu khawatir jika misi ini kalian kerjakan dengan baik, karena itu kalian harus melaksanakannya tanpa ada kesalahan. kalian faham !"


"Baik ketua !".

__ADS_1


"Kita tidak perlu waktu panjang berdiam disini, jadi langsung kalian bentuk 5 kelompok, dengan ketua masing-masing mendekat kearah ku".


Tak perlu waktu lama ketua dari setiap kelompok sudah berada menghadap kearah Fahri.


"Semua ketua kelompok sudah hadir ketua". Ucap mereka bersamaan.


Guna menghargai kecekatan mereka menanggapi perintah, Fahri menunjukkan seringai bangganya kepada 5 ketua kelompok itu.


"Ini adalah strategi kita". Fahri memberikan selembar kertas kepada setiap ketua kelompok. "Ini harus kalian jelaskan secara rinci kepada seluruh anggota kalian. Waktu pelaksanaannya sudah tertera di dalam kertas, jadi jangan sampai terlambat".


"Baik ketua !".


"Satu lagi, ketua kelompok 1 tolong kamu panggilkan pengacara Andika beserta Adam".


"Saya mengerti ketua".


"Laksanakan sekarang !".


Semua kelompok bodyguard tadi menghampiri kelompoknya masing-masing, baru kemudian seluruh kelompok langsung bergerak mengikuti instruksi dari sang ketua.


kini tinggal kita tunggu saja kelanjutannya nanti malam, apakah sang pelaku masih bisa bersembunyi dibalik selimut hangatnya.


...----------------...


Salah satu tokoh BMYT



Nama : Fahri Resfansyah


Golongan darah: A


Umur: 25 tahun


Status: Jomblo


Pekerjaan: Tangan kanan Sovia


Hobi: Olahraga, membaca buku, dan Memecahkan teka-teki


Hal dibenci: kotor, lambat dan pekerjaan tidak benar

__ADS_1


Makanan favorit: Ayam pedas


Moto: Selalu ada petunjuk disetiap masalah


__ADS_2