Benang Merah Yang Terputus

Benang Merah Yang Terputus
Reno & Jhennite: Langit mendung


__ADS_3

Hai semua, disini author memakai pandangan dari Jhennite ya πŸ˜‰.


Selamat menikmati ☺️.


.


.


.


Reno dan aku adalah sepasang tunangan yang memang sudah dijodohkan dari kami masih kecil, perjodohan itu bukan semata mata hanya untuk kepentingan kami pribadi saja, tapi juga karena alasan perusahaan.


Tidak...lebih tepatnya itu semua demi kepentingan perusahaan. Keluarga Fahreza memiliki bisnis di bidang teknologi, sedangkan perusahaan keluarga ku bergerak di bidang penginapan. Jadi menurut papa pernikahan kami berdua akan mendatangkan keuntungan yang sangat besar.


Pertunangan kami berdua pun merupakan pertunangan yang memiliki beberapa aturan, serta banyak sekali ketentuan yang harus dicapai, dengan martai pada selembar kertas disertai tandatangan dari dua belah pihak.


Sejak dulu aku mengimpikan perasaan cinta yang sungguh romantis, serta menyenangkan, namun karena perjanjian kontrak itu aku merasa pertunangan ini tanpa cinta dan diliputi keterpaksaan dari satu pihak, karena itu perasaan selam tiga tahun yang mengganjal akhirnya aku pertanyakan pada hari ini, dimalam yang dihiasi langit mendung.


"Reno, sebenarnya bagaimana kau menganggap pertunangan mu dan aku sekarang ??".


"Apa maksud perkataan mu itu ??".


Aku sebenarnya sudah tau perasaan ini sejak lama, aku sudah tau... bahwa selama ini kami hanya lah sepasang tunangan yang terikat perjanjian perusahaan.


Namun harapan pria didepanku ini mencintaiku seperti tunangannya sendiri pun tak bisa dielakkan. Setiap harinya dihati kecil ku ini selalu tersirat harapan besar agar ia bisa melihat diriku, meski hanya sedikit saja.


Tapi sebesar apapun aku berharap, dimatanya tidak pernah ada aku, karena...


ada bayangan cinta pertamanya yang sungguh tak bisa ia lupakan.


"Apa Reno tidak menganggap diriku ini ada ??".


Aku selalu berfikir setiap malam, jika aku menghilang dari hidupnya apakah ia akan mencariku ?.


"Tentu saja aku menganggap mu ada, jangan berbicara konyol Jhennite, jika kamu nyata maka semua orang akan menganggap keberadaan mu ada".

__ADS_1


"Ta-tapi bukan begitu". Gumam


Dan setiap paginya pula, pertanyaan malam itu langsung mengeluarkan kata tidak.


"Reno !!".


"Apa ??".


Jika kalian bertanya mengapa...


"Papa menyuruh kita menyudahi pertunangan ini Reno, aku datang kesini juga untuk menjemput mu pulang ke Amerika".


Itu karena, cinta tulus kepadaku benar benar tidak ada didalam hati Reno sedikitpun.


"Hah ??!".


Seperti sekarang saja, Reno yang merupakan tunangan ku selama tiga tahun, tiba tiba membulatkan matanya, dan memasang wajah kaget sesaat mendengar bahwa papa menyuruh ku dan Reno melakukan pernikahan.


"Reno !, kita sudah bertunangan lama sekali, dan sampai sekarang kamu belum juga mau menikah dengan ku. Apa lagi yang kamu tunggu Reno ?!".


Padahal bagi sepasang tunangan muda, waktu setahun sudah cukup untuk saling mengenal, dan melaksanakan tugas masing masing didalam perusahaan.


Lalu tanpa disangka, pada saat hujan turun dari langit, perkataan Reno yang begitu menggemparkan hatiku tiba tiba terlontar tanpa adanya tembok yang menahan.


Sejujurnya aku merasa sangat sedih, dan tersakiti, hingga rasanya tubuh ini sudah tidak lagi berada di dunia. Tapi bodohnya diriku dikala itu, disela sela perasaan kecewa yang teramat dalam, aku tetap saja menginginkan Reno menyadari kalimat nya tadi dan meminta maaf kepada ku.


"Jadi benar ya Reno. Kamu tidak mencintai ku sebagai tunangan mu ??".


Reno hanya bereaksi diam tanpa memperdulikan ucapan ku, ia mengalihkan pandangannya dan sama sekali menganggap aku tidak ada dihadapannya.


Meski sudah melihat sikap dan mendengar kalimat nya tadi, entah kenapa aku tetap menginginkan kalimat tidak keluar dari mulutnya. Walaupun sekarang ia benar benar tidak melihat diriku.


"Tolong katakan tidak Reno".


"Tolong katakan tidak".

__ADS_1


Kalimat itu saja yang berputar putar dikepalaku tanpa henti disaat hujan turun dengan derasnya. Suasana hening yang tercipta sungguh membuat ku merasa ingin lari kedalam goa terpencil. Harapan yang tadinya ingin sekali aku dengar sekarang sudah musnah, hingga aku melepaskan cincin tunangan dari jari manisku.


"Jika memang begitu pertunangan ini kita batalkan saja". Aku meletakkan cincin yang awalnya melingkar di jariku keatas meja dengan air mata yang terjatuh kedalam lubuk hati.


Aku meninggalkan Reno sendiri dan membesarkan langkah ku untuk meninggalkan ruangan sesak itu. Aku terus melangkah, dan melangkah, hingga langkah itu berubah menjari larian kencang.


Hujan yang turun deras dikala itu sama sekali tidak terasa ditubuhku, suara petir yang mengguncang juga sama sekali tidak terdengar ditelingaku. Sekarang hanya rasa pedih dan sakit lah yang bisa aku rasakan, kepala ku penuh dengan semua kejadian kejadian pilu yang aku alami tadi.


Hingga aku tidak menyadari bahwa lampu sudah berubah menjadi merah, mobil yang baru datang dari arah sebelah kanan pun tanpa disadari sudah mendekat ke tubuhku.


"Brak !!!".


Pada akhirnya tak ada yang bisa menolong ku, aku merasa semua tubuhku sakit, darah juga keluarga dari kepalaku, pandangan ku sudah tidak jelas lagi, tapi samar samar aku mendengar suara seorang pria yang menghampiri ku.


"Jhennite !!!". Begitu suaranya memanggil ku.


"Jhennite kamu bisa mendengar ku kan ???". Lalu kembali mengulang dan mengaung di telinga ku.


"Ren-reno... ??". Sedangkan aku yang bodoh ini, tetap menganggap Reno lah yang datang, menghampiri diriku yang sedang lemah tak berdaya.


"Jhennite bertahanlah kita akan kerumah sakit". Pria itu mengangkat tubuh ku. Saat berada didekapnya aku merasakan kehangatan yang tidak asing bagiku. Wajahnya memang samar dipandang ku, tapi tubuhnya yang kokoh, dan aroma parfum yang lembut, mengingatkan aku kepada seseorang.


Aku tidak tau mengapa, namun sampai detik ini aku masih saja memikirkan Reno, dan menganggap pria yang menolong ku ini adalah Reno yang tidak peduli kepadaku.


Dimalam dengan hujan deras, dan secerca kehidupan tertinggal ditubuh ku. Aku sempat berfikir sekilas... apakah hari ini, atau perasaan Reno kepada ku akan berbeda, jika cinta pertama Reno tidak ada ??.


Atau perasaan Reno akan tetap sama meski, ia tidak pernah menemukan cinta pertamanya. Harapan ku hanya satu detik ini, jika aku diperbolehkan untuk selamat dari kecelakaan tadi, aku menginginkan Reno sadar bahwa aku adalah seseorang yang selalu disampingnya, bukan cinta pertamanya...


.


.


.


Sampai disini dulu ya semua kisah cinta Reno dan Jhennite, semoga kalian suka dengan alur ceritanya πŸ˜‰.

__ADS_1


Terimakasih juga untuk yang selalu mendukung author πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†.


...I love you all...


__ADS_2