Benang Merah Yang Terputus

Benang Merah Yang Terputus
Reno & Jhennite: Musik untuk yang hilang


__ADS_3

"APA ??". Teman teman Dafira semuanya secara sepontan langsung kaget bersamaan. Mereka langsung menatap lekat Rafaela dengan wajah tak percaya. Dafira yang melihat hal ini hanya bisa tersenyum, karena ia juga seperti itu saat pertama kali berjumpa dengan Rafaela.


Dafira yang tersenyum membalas raut wajah terkejut teman temannya, lalu dengan santai, tak terburu-buru, ia menceritakan semua tentang Rafaela yang di ketahuinya selama beberapa minggu ini.


Dikursi dengan meja yang sama, Dafira pada akhirnya perlahan lahan menceritakan siapa itu Rafaela, bagaimana Rafaela bisa ia kenal, dan apa alasan dari disembunyikan nya tentang diri Rafaela dari media, kepada teman temannya.


Cerita itu memakan waktu cukup lama, namun setelah nya semua teman teman Dafira yang tadinya bingung kini sudah dapat mengerti dengan situasi yang sedang terjadi.


"Ouhhh... begitu...". Itulah yang diucapkan semua teman teman Dafira setelah mendengar biodata tentang Rafaela Wiandara.


Tak bisa dipungkiri kini dari raut wajahnya mereka semua terlihat sangat bahagia, karena sekarang ada satu orang lagi yang sangat mirip dengan Rahel Wiandara disamping mereka, yang dapat mengobati rasa rindu terpendam mereka selama 6 tahun lamanya.


Sambutan hangat pun diberikan oleh teman teman Dafira kepada Rafaela, meski bukan Rahel yang sedang berada dihadapan sekarang, namun semua teman teman Dafira merasakan aura Rahel yang sangat kuat dari Rafaela, hingga tanpa disadari mereka menjadi dekat dengan mudahnya.


"Jadi Rafaela, sekarang kamu yang melanjutkan perusahaan ??". Tanya Sovia yang sedang mengisi topik pembicaraan selanjutnya.


"Ya, karna aku anak dari adik paman". Namun percis sama dengan kakaknya, Rafaela hanya menjawab pertanyaan itu seperlunya saja, padahal dari tadi pertanyaan yang dilontarkan oleh teman teman Dafira sudah panjang lebar.


"Hahaha, kamu jangan terlalu kaku Rafaela". Hingga sikap Rafaela itu membuat Sovia tertawa kaku seketika. Karena melihat peluang topik pembicaraan ini sangat dingin, Sovia pada akhirnya langsung memilih untuk membelokkan topik kearah yang lain.


"Ohya, aku dengar Reno membuat lagu kan di Jerman ??". Inilah topik pembicaraan selanjutnya yang dipilih dari seorang Sovia.


"Hmmm... ya begitulah, kau tau dari mana hal itu ??". Tanya Reno kepada Sovia.


"Yahhh... aku hanya tau saja". Jawab Sovia kemudian.


Ditengah tengah pembicaraan Sovia dan Remo, Dafira sang pecinta musik pun masuk tiba tiba kedalam topik pembicaraan.

__ADS_1


"Wahhh !!... Reno kamu membuat musik lagi ??". Begitulah sorak kagum dari Dafira dimulai. "Aku ingin mendengar nya apakah boleh ??". Hingga permintaan yang seharusnya tidak perlu, malah terlaksana oleh Dafira.


Reno yang mendengar permintaan Dafira tentu merasa sangat senang karena ada yang ingin mendengarkan lagu ciptaannya, namun tanpa mereka sadari hanya dengan lantunan melodi dari lagu itu saja, dapat menyakiti hati seseorang.


"Baiklah aku akan memainkannya untuk kalian, tapi bisakah aku meminta bantuan mu Aldo ??".


"Ck !, kenapa aku yang kau minta". Mendengar permintaan dari Reno Aldo langsung berdecak jengkel sembari menatap Reno dengan tatapan tajam.


"Memangnya ada lagi yang bisa aku minta tolong ??". Sedangkan Reno membalas kalimat Aldo dengan sebuah kenyataan.


Aldo sebenarnya ingin menyambung perdebatan itu, namun Sovia yang berada disampingnya sudah memberikan kode agar ia mau melakukan apa yang diinginkan oleh Reno. Lalu jadilah perdebatan itu berakhir, dengan Aldo yang mengalah demi permintaan sang tunangan.


"Ck !, terserahlah, aku lakukan ini karena Sovia juga menginginkannya".


"Oke, terserah motif mu".


Pada akhirnya lagu itu pun dapat dimainkan dan dinyanyikan oleh Reno diatas panggung kafe, semua orang menatap kearah panggung karena mendengar suara emas Reno, dan suara lantunan piano yang sangat indah dari Aldo.


Namun ditengah tengah itu, dengan wajah yang tak dapat dijelaskan, Jhennite angkat bicara sambil menjelaskan apa sebenarnya isi lagu dari yang Reno nyanyikan saat ini.


"Lagu itu judulnya Benang yang hilang". Begitulah kalimat pertama yang dilontarkan oleh Jhennite kepada Dafira dan Sovia.


Dafira, Sovia, dan Rafaela, yang mendengar kalimat tiba tiba dari Jhennite ini, langsung kaget dan menoleh kearah Jhennite dengan tatapan heran.


Tapi Jhennite tetap tak peduli dengan tatapan itu, ia tetap melanjutkan penjelasannya tentang lagu itu sampai sekarang sudah pada isi lagu dan makna yang ingin disampaikan oleh sang pembuat.


"Lagu itu menceritakan tentang cinta sangat dalam seorang pria kepada wanita lugu dan tidak peka". Lanjut Jhennite kemudian.

__ADS_1


"Namun pria itu sangat takut mengungkapkan perasaannya kepada wanita itu, hingga akhirnya pria itu harus pergi meninggalkan sang wanita, namun wanita tadi malah sudah menemukan pasangan baru yang ia cintai ketika sang pria kembali lagi untuk mengungkapkan perasaannya, jadi bisa dibilang lagu ini menggambarkan cinta yang tidak tersampaikan".


Sovia, dan Dafira langsung terdiam mendengar penjelasan lagu yang sedang dinyanyikan oleh Reno saat ini, mereka mau mengatakan bahwa lagu itu adalah lagu tentang Jhennite, namun jika dilihat dari makanannya itu terasa tidak mungkin menceritakan tentang cinta Reno terhadap Jhennite.


Tanda tanya yang besar itu terus berputar di kepala Sovia dan Dafira hingga tanpa disadari lagu Reno sudah berakhir dimainkan. Kemudian sekarang Reno beserta Aldo sudah turun dari panggung dan menghampiri Jhennite beserta Sovia.


Tapi saat sampai dimeja Aldo serta Reno merasa bingung kenapa kedua temannya ini hanya terpaku dan tidak memberikan tepuk tangan penghargaan kepada mereka yang sudah selesai bermain.


"Hei !!, apa yang kalian berdua lamunkan ??". Begitulah ucap Aldo dan Reno sembari menjentikkan jarinya didepan wajah Dafira beserta Sovia yang sedang melamun.


"Hei hei apa kalian ada disana ?".


Disaat jentikkan tangan yang kedua dilayangkan, Dafira dan Sovia pun tersadar dari lamunannya.


"E-ehh, kalian sudah selesai bermain". Begitulah ucap Sovia pertama kali yang sadar dari lamunannya, sambil memberikan tepuk tangan kepada sang tunangan yang sekarang ada dihadapannya.


" Apa yang kamu pikirkan tadi ??". Melihat gelagat tidak benar dari tunangannya Aldo pun langsung menanyakan kejadian apa yang terjadi saat mereka sedang berada dipanggung tadi.


Tapi Sovia yang dilayangkan pertanyaan hanya menjawab tidak ada apa apa, hingga membuat Aldo merasa curiga.


Malam itupun berakhir dengan cerita membingungkan yang dilayangkan oleh Jhennite kepada Sovia dan Dafira.


Namun malam yang berbeda malah terjadi Antara Jhennite dan juga Reno dikala itu.


.


.

__ADS_1


.


"Reno, sebenarnya bagaimana kau menganggap pertunangan mu dan aku sekarang ??".


__ADS_2