
"Apa kamu baik baik saja ??".
Aku merasa terpaku saat mendengar ucapan dan menerima uluran tangan dari pria didepanku itu, dadaku berdebar dan mataku juga tidak mau berpaling dari dirinya. Entah kenapa dimataku pria ini sangat mirip dengan Rahel, ingatan tentang aroma tubuh Rahel seketika terlintas dan teringat kembali dikepalaku, tatapan mata yang tegas dari pria ini juga sangat mirip dengan tatapan mata dari Rahel.
"Hei !!".
Pria itu kembali memanggil ku karena aku termenung dan tidak menjawab pertanyaan darinya.
"Eum !!". Gumamku.
"Apa kamu baik baik saja ??". Pria itu melayangkan pertanyaan yang sama kepada ku.
Saat itu aku sebenarnya ingin menjawab kalau aku tidak apa apa, tapi entah kenapa mulut ini tidak bisa terbuka dan mengeluarkan suara sedikitpun.
"Hahhh !!". Hela pria itu. "Tolong panggilkan dokter keruang peristirahatan".
"Baik tuan".
"Grep !!". Setelah memberikan perintah kepada salah satu bodyguard miliknya pria itu tiba tiba saja mengangkat tubuhku dan berjalan menuju ruang peristirahatan yang biasanya dipergunakan bagi para tamu perusahaan ku.
"Ehh !!?, apa yang kamu lakukan cepat turunkan aku !!!". Aku langsung berteriak dan meronta ronta didalam gendongan pria itu, tapi karena postur tubuh nya yang kekar gerakan ku seperti tidak ada rasanya sama sekali bagi pria itu.
Pria itu menatapku dengan lekat lalu ia berkata.
"Kamu tidak menjawab pertanyaan dari ku, aku juga melihat air mata mengalir dari matamu itu, jadi aku mengambil kesimpulan saat kau jatuh tadi pasti rasanya sangat sakit karena itu aku menggendong mu untuk dibawa ke ruang peristirahatan".
Ketika mendengar penjelasan dari pria itu aku langsung menyadari kalau ada kesalah pahaman diantara kami berdua, bersamaan dengan itu pula aku merasakan sesuatu seperti dejafu melintas diingatan ku.
...6 Tahun sebelumnya......
Musim hujan tahun pertama yang aku rasakan setelah pinda rumah kekota A.
"Hey hey nanti kita mau makan dimana ??".
"Gimana kalau chilli fried chicken ??".
"Boleh tu !!".
Pada musim hujan itu aku tidak memiliki seorang teman pun disekolah, aku setengah mati menyesuaikan diri didalam lingkungan sekolah itu demi mendapatkan teman, namun entah kenapa aku tetap tidak bisa berbaur dengan mereka padahal sudah dua Minggu berlalu sejak aku bersekolah disekolah ini.
"Tringggggg !!!!".
Suara bel berbunyi menandakan pelajaran sudah usai dan hari ini juga aku tidak bisa menemukan teman satupun.
"Hufff !!". Hela ku sambil melangkah menuju keluar kelas, saat berada diluar kelas aku pun menyadari kalau saat ini hujan deras sedang turun diluar.
"Ahhhhh !!. Hari ini ternyata hujan, aku malah tidak membawa payung".
Aku menggerutu didalam hati sambil melihat keluar jendela yang basah kuyup terkena piasan air hujan. Ketika itu pula aku mendengar sayup sayup suara melodi yang begitu indah bercampur dengan suara derasnya hujan.
"Hmmm apa itu suara melodi ??". Tanyaku didalam hati. Karena rasa penasaran yang besar aku pun mengikuti melodi itu dan aku sampai disebuah ruang musik.
__ADS_1
"Sangat indah".
Aku langsung terkagum kagum saat mendengar melodi itu secara jelas. "Krekk !". Aku membuka pintu dari ruangan itu.
Saat suara aku membuka pintu ruang musik terdengar seorang pria berambut hitam menoleh kearah ku, seketika itu pula aku terpaku dengan perasaan gugup luar biasa, aku tidak menyangka kalau hanya akan ada pria itu saja didalam ruang musik tersebut.
"Siapa kau ??". Pria itu bertanya kepada ku dengan nada dingin dan tatapan mata tajam.
"A-aku... aku tadi tidak sengaja mendengar melodi yang kamu mainkan, ja-jadi aku... aku mengikutinya".
Saat menjawab pertanyaan dari pria itu aku gugup setengah mati sehingga membuat kalimatku terbata bata.
"Hmmm".
Pria itu hanya merespon kalimat ku seperti itu saja. Tidak seperti yang aku perkirakan pria itu hanya bergumam setelah mendengar penjelasan ku lalu kembali kepekerjaan nya yang tadi.
Ketika itu aku merasa bodoh sekali karena aku sudah tau kalau pria itu tidak menginginkan aku ada, tapi entah kenapa kakiku tidak mau melangkah pergi keluar dari ruangan musik ini.
"Ooohh !!, Yaampun kenapa dengan kakiku ini ??".
"hey !!".
Tidak disadari pria tadi memanggil ku.
"Ya-iya ada apa ??".
Jawabku dengan gugup.
"Apa kau ingin memainkan ini ??". pria itu menyodorkan sebuah biola kepadaku.
"Emmn aku... tidak bisa memainkannya".
"Kenapa tidak bisa ??".
"Arghhh !!".
Aku merasa sedikit kesal ketika mendengar kalimat pria tidak jelas itu. Yang benar saja ia menanyakan alasanku tidak bisa memainkan biola, bukankah jawabannya itu sudah jelas karena aku belum pernah mempelajari cara memainkannya.
"Aku tidak pernah mempelajari cara memainkan benda itu". Jawabku sedikit ketus.
"Tapi kamu anak terbaik disekolah ini kan ??".
"Kamu tau dari mana". Aku kembali dibuat kaget dengan apa yang dikatakan oleh pria didepanku ini.
"Setiap tahunnya sekolah ini mengumumkan siapa siswa terbaiknya, apa kamu lupa ??".
"Ahhh iya aku lupa".
"Lalu kenapa kamu tidak bisa bermain biola ??".
"Karena aku tidak pernah diberikan izin belajar musik, aku hanya dituntut untuk bisa hebat di bidang akademik saja".
__ADS_1
Ketika itu entah kenapa aku merasa sangat mudah menceritakan tentang kehidupan ku kepada pria yang belum aku kenal itu, padahal selama ini cerita bagaimana kehidupan yang aku jalani merupakan rahasia terbesar dan hanya diketahui oleh 3 orang saja.
"Maafkan aku, aku jadi curhat kepada mu".
"Tidak masalah, kamu kenapa tidak pulang ??".
"Hmmm ??,itu".
"Kamu tidak membawa payung ??".
Entah tau dari mana tebakan Pria itu pun benar begitu saja.
"Ah !, iya... ha...haha".
Aku tertawa canggung karena menahan rasa malu.
"Hufff !!, ayo pulang bersama !".
"Ehhh tidak perlu !!, aku bisa menunggu sopir rumah menjemput kok".
"Tidak masalah, aku juga mau pulang ayo".
Pria itu menyodorkan sebuah payung ketanganku.
Karena tidak memiliki pilihan lain lagi mau tidak mau aku harus menerima payung yang diberikan oleh pria itu.
"Te... terimakasih".
"Ya".
Aku dan pria itu pun berjalan menuju keluar ruang musik dan menuju gerbang keluar sekolah. Sepanjang kami berdua berjalan menuju gerbang keluar suasana menjadi hening dan canggung, pria yang berada disamping ku ini bagaikan batu yang tidak memiliki mulut, pria itu begitu tenang dan pendiam sampai aku tidak henti hentinya merasa gugup. Namun disela sela keheningan itu...
"Bruk !!!".
Sangking gugupnya Aku terpeleset genangan air sampai terjatuh.
Pria yang mendengar suara ku terjatuh langsung menoleh kearah belakang dan menghampiri ku dengan cepat.
"Hei !!!, kamu tidak papa ??".
Pria itu bertanya kepada ku dengan raut wajah cemas. Tapi karena sangking malunya aku tidak menjawab pertanyaan dari pria itu sama sekali.
"Hey !!". Teriaknya sekali lagi.
"Ck !!, terserah saja lah !!".
Karena aku tidak menjawab sedikitpun pertanyaan dari pria itu, ia menjadi panik dan secara tiba tiba mengangkat tubuh ku begitu saja.
"Ahhhh !!, apa yang kamu lakukan cepat turunkan aku".
"Tidak bisa !!, kau tidak merespon ku sedikit pun, jadi aku berfikir mungkin saja kamu mengalami cedera dibagian kepala".
__ADS_1
"Aku tidak cedera !!". Aku berteriak sambil meronta-ronta didalam pelukannya. Namun pria itu hanya diam membisu dan tetap menggendong ku menuju ruang UKS sekolah.
"Astaga !!, pria ini salah mengartikan peristiwa saat aku diam tadi".