Benang Merah Yang Terputus

Benang Merah Yang Terputus
Reno & Jhennite: Sahabat lama, reoni, dan debut Rafaela diantara teman teman.


__ADS_3

"Ray, apa kita sudah sampai ??".


"Sebentar lagi kita sampai nona".


"Baiklah, terimakasi Ray".


"Tidak masalah nona".


Dafira sekarang sedang berada didalam mobilnya menuju ketempat yang diberitahukan oleh Sovia tadi pagi. Sambil menunggu sampai ditempat tujuan, Dafira melihat lihat sedikit kearah luar kaca jendela mobil.


Disana ia berfikir, ini adalah kali pertamanya ia jalan jalan setelah kematian Rahel tunangannya, terasa sedikit aneh sekarang, karena biasanya Rahel ada disamping Dafira kemana saja ia pergi, tapi sekarang hanya ada Rayhan bodyguard nya yang menemani.


Dafira hanya memejamkan matanya, rasa sesak yang selalu ia rasakan saat menaiki mobil ditengah malam, kini terasa kembali hingga membuatnya sesak nafas.


Selama ini Dafira tidak pernah sekalipun menaiki mobil disaat malam hari, karena pada saat inilah kenangan terakhir dengan tunangannya terjadi.


Ada trauma ?...


Itu pasti, selama 3 tahun Dafira sama sekali tidak bisa menaiki mobil dan bahkan ia tidak bisa mendengar mesinnya berbunyi. Tapi sekarang trauma Dafira sudah dua puluh persen menghilang setelah melakukan terapi, namun tetap saja trauma menaiki mobil dimalam hari tidak bisa dihilangkan.


Rayhan yang melihat kondisi Dafira sekarang melalui cermin mobil , hanya bisa memandang dengan wajah sendu, trauma yang begitu dalam membuat sahabat kecilnya itu menjadi menderita selama bertahun-tahun. "Tidak ada yang bisa mengalahkan traumanya selain dirinya sendiri", pernyataan ini pun menambah rasa kasihan dan sesak didalam hatinya Rayhan.


Rayhan merasa usaha, dan kerja keras yang ia lakukan selama ini sia sia karena sang sahabat kecil hidup didalam bayang bayang ketakutan. Ingin sekali hati Rayhan memutar balikkan waktu hingga ia bisa menahan kepergian si sahabat kecil dan tunangannya ketempat gelap itu, namun ia sangat sadar bahwa keinginannya sangatlah abstrak dan tak bisa dikabulkan.


Pada akhirnya karena tidak tahan melihat penderita Dafira didalam mobil Rayhan pun memulai sebuah lelucon yang dibuat dengan asal.


"Nona apa anda ingin mendengar sebuah cerita ??". Tanya Rayhan yang membuat Dafira membuka pejaman matanya.


"Cerita apa itu ??". Balas Dafira kepada Rayhan.


"Jadi begini nona, ada seorang turis yang pergi ke Indonesia, disana ia melihat toko yang bertuliskan CAT. Lalu ia masuk kedalam toko itu tanpa mengetahui isi didalamnya. Hahaha !". Belum sempat menceritakan sampai tengah, Rayhan pun sudah langsung terkekeh geli secara tiba tiba, hingga membuat Dafira bingung.


"Lalu setelahnya bagaimana ??". Tanya Dafira yang masih menunggu kelanjutan ceritanya Rayhan.


"Pff !!. Maaf nona, lalu setelah masuk ketoko turis itupun bertanya, apakah ada kucing Persia ditoko itu ?. Lalu sang penjual pun menjawab tidak ada, mendengar jawaban penjual sang turis pun bingung hingga menanyakan seluruh nama kucing yang ia ketahui, namun sang penjual tetap menjawab tidak ada". Lanjut cerita si Rayhan kepada Dafira. Kini Dafira yang mendengar cerita menarik Rayhan tanpa disadari melupakan semua traumanya dan merasa malam ini lebih enjoy dari biasanya.


"Lalu apa lagi yang terjadi ??". Tanya Dafira lebih penasaran.


"Wah wah nona sangat tertarik dengan cerita ini ya ternyata". Ledek Rayhan kepada Dafira sambil terkekeh kecil.

__ADS_1


"Yaampun... Ray cepat cerita saja jangan meledekku". Balas Dafira yang cukup merasa kesal.


"Baiklah baiklah nona. Turis itu akhirnya menanyakan kenapa semua kucing yang ia inginkan tidak ada kepada sang si penjual, ia berkata begini, kalau semua kucing tidak ada kenapa nama toko kamu itu Cat ??. Begitulah tanya sang turis kepada penjual, lalu sang penjual tertawa, dan ia menjelaskan kalau cat itu bukanlah kucing seperti yang dimaksud sang turis, namun cat yang sering kali digunakan sebagai pewarna. Begitulah akhirnya~".


Ceritanya Rayhan pun habis dengan tawa Dafira yang memenuhi mobil. "Hahaha !!!, sepertinya si turis itu harus belajar bahasa Indonesia deh". Dafira sama sekali tidak menyangka akhir dari cerita ini akan sangat lucu hingga berhasil membuat ia tertawa keras.


Sedangkan Rayhan yang melihat sahabatnya itu sudah bisa tertawa, hanya bisa ikut terkekeh bahagia karena sudah menghibur sang sahabat dari cerita konyolnya.


.


.


.


Waktu terus bergulir sampai tanpa disadari mobil pun sudah berhenti disebuah kafe mewah yang bernama Zodiak.


Rayhan yang berfrofesi sebagai bodyguard Dafira pun langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untuk sang nona muda. "Silahkan nona". Begitulah ucap Rayhan sambil membukakan pintu untuk Dafira. Dan Dafira membalas hal ini dengan senyuman.


Tanpa menunggu waktu lama lagi Dafira yang sudah turun dari mobil beserta Rayhan bodyguard nya masuk kedalam kafe mewah itu. Bersamaan dengan langkah kaki Dafira menuju pintu kafe Rafaela pun tanpa disadari ikut mengiringi nya.


"Ehh Rafaela ??". Sapa Dafira sambil menoleh kearah sampingnya. Sedangkan Rafaela yang menyadari ada suara seseorang dia kenal, langsung melihat kearah asal suara tersebut.


"Iya aku baru saja sampai, aku fikir kamu tidak datang".


"Mana mungkin, kakak bilang ada teman teman kak Rahel, aku tak bisa melewatkan kesempatan ini".


Mendengar alasan itu Dafira menjadi tersenyum. "Yasudah ayo kita masuk". Lalu menarik tangan Rafaela agar mengikuti kakinya yang berjalan menuju dalam kafe tempat Sovia sudah menunggu.


Namun seperti yang diperkirakan Dafira tadi, sekarang wajah Sovia sudah sangat buruk seperti makhluk asing yang entah berasal dari mana.


"Yaampun perasaan ku tidak enak". Batin Dafira yang melihat wajah Sovia.


Dan benar saja apa firasat Dafira itu, setelah melihat kehadiran Dafira Sovia langsung berteriak diiringi dengan omelan khas dirinya.


"Dafiraaaa !!!". Inilah awal dari sakitnya telinga Dafira.


"E-eh iya, halo Sovia".


"Aduhhhh !!!, Dafira kamu tau gak aku hampir berkarat disini tau". Protes Sovia terhadap Dafira temannya.

__ADS_1


"Untung aja aku gak jadi berkarat semua, cuma setengah saja berkaratnya". Sambungnya lagi dengan wajah cemberut. Tapi disela sela itu ada pula suara yang tiba tiba menyahut.


"Ohya ??. Tapi karatnya tidak nampak tuh". Itulah balasan dari Reno yang tiba tiba menyeletuk disaat ia baru sampai di tempat tujuan.


Sontak mendengar suara Reno Dafira dan Sovia pun langsung menoleh kearah sumber suara. "Reno kamu datang juga ??". Tanya mereka berdua secara kompak kepada Reno yang baru saja datang.


"Ia dong aku gak bakal melewatkan kesempatan ini". Jawab Reno kemudian.


"Aku fikir kamu tidak datang karena ada pemotretan".


"Akukan kerja ditempat mu Dafira, jadi aku ambil cuti sehari saja". Reno menjawab pertanyaan Dafira itu dengan menjentikkan jari seraya menunjukkan sedikit kesombongannya.


Sedangkan Dafira yang melihat kelakuan temannya ini, langsung menghela nafas malas, dan menggelengkan kepala sebagai bentuk ketidak percayaan nya terhadap sikap seenaknya Reno itu.


"Yaampun, dasar Reno yang tidak pernah berubah".


Dan Reno hanya bisa tertawa setelah mendengar kalimat Dafira tadi. "Hahaha".


Melihat keakraban Reno kepada Dafira, serta tak adanya perasaan kaget di hati Dafira, Sovia pun tiba tiba menengahi pembicaraan mereka berdua itu. "Tunggu sebentar".


"Hmmm ??". Gumam Reno dan Dafira


"Kalian berdua ini sudah saling berjumpa ??". Tanya Sovia dengan bingung.


"Ya tentu saja, Dafira ini adalah model ku". Jawab Reno dari pertanyaan Sovia.


"Benar, aku juga sudah bertemu tunangannya Reno" Sambung Dafira sesudahnya.


Mendengar informasi baru itu Sovia pun menjadi kaget seketika, ia mengerutkan dahinya lalu melanjutkan rasa kesalnya itu dengan protes cemburu yang merasa dibedakan dari Dafira oleh Reno.


"Astaga, padahal Reno ini kejutan dariku untukmu Dafira. Dan kamu juga Reno, kenapa hanya Dafira yang diberitahu tentang tunangan mu ??, apa aku tidak sahabat mu lagi ??, kamu sungguh jahat !". Begitulah omelan yang keluar dari mulut Sovia.


Reno yang faham dengan sahabatnya hanya bisa membalas dengan tawa, lalu dengan bergegas ia pun mengenalkan Jhennite kepada sahabat sahabat nya itu semua secara lengkap.


Disitu pula, dengan mata elang nya, Aldo yang sedari tadi diam membuka suara, dan menanyakan siapa orang disamping Dafira saat ini.


"Dafira siapa anak laki laki itu ??". Tanya Aldo sambil memperhatikan Rafaela dengan lekat.


"Ohh... dia adik Rahel".

__ADS_1


"APA ?!!!!".


__ADS_2