
"Sebenarnya Rahel itu adalah tunangan saya yang sudah meninggal tuan". Dafira menjawab pertanyaan itu dengan wajah tertunduk sambil meremas ujung gaun yang sedang ia pakai saat ini.
"Apa !!".
Namun berbeda dengan yang ada difikirkan Dafira, reaksi dari sang pria yang ada dihadapannya itu sangatlah mengejutkan, pria itu langsung memasang ekspresi wajah tidak menyangka dan sangat terkejut ketika mendengar jawaban dari Dafira.
Dafira yang merasa kebingungan dengan reaksi pria ini pun secara sepontan langsung menjadi terbata bata saat menanyakan apa alasan pria itu terkejut dengan jawaban yang ia berikan tadi.
"A-apa ada sesuatu tuan ??". Ucapnya dengan nada kebingungan.
Sedangkan pria tadi tidak menghiraukan pertanyaan dari Dafira itu sama sekali. Bagi Dafira ia terlihat seperti orang yang sedang mendengarkan kabar buruk saat ini, bagaimana tidak pria itu berkali-kali menghela nafas panjang seraya memijit bagian pelipisnya.
Saat itu pula ada sesuatu hal yang terbesit didalam kepala Dafira tentang segala hal yang pernah diceritakan oleh Rahel tentang keluarganya sebelum mereka menikah." mungkin kah pria ini adalah adiknya Rahel!!". Begitulah hal yang terbesit di dalam fikirannya Dafira.
"Aku yakin Rahel pernah berbicara tentang keluarganya terbagi dari keluarga utama dan juga keluarga kedua, keluarga kedua itu adalah keluarga kembaran dari papanya Rahel, sedangkan keluarga pertama adalah keluarga dari papanya Rahel. Dengan begitu pria ini bisa jadi bagian keluarga kedua, karena bukan hanya firasat ku sesaat tapi aku yakin pria ini sangatlah mirip dengan Rahel".
Sekarang dengan teori Dafira yaitu "cepat dan dapat" ia langsung memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi dengan situasi saat ini.
Setelah mendapatkan semua kemungkinan yang jelas, Dafira pun langsung menanyakan kebenarannya...
"Tuan !". Panggil Dafira. "Apa anda adik dari Rahel ??". Tanpa basa basi lagi Dafira langsung menuju kearah inti pembicaraan.
Sedangkan sang pria tadi ia kembali merasa kaget untuk keduakalinya setelah mendengar pertanyaan yang dilayangkan oleh Dafira. matanya membulat dan ekspresi wajah yang memucat juga sudah tidak bisa ia elakka lagi.
"Huf !, tenang Rafaela. Dia orang yang dimaksudkan oleh kakak mu !".
Batin Rafaela seraya memejamkan matanya.
Saat memejamkan mata Rafaela pun terdiam untuk beberapa saat, karena ketika memejamkan mata itu ia sedang berusaha memahami situasi saat ini, setelah merasa kalau ia faham dengan situasi yang ia hadapi sekarang Rafaela pun mulai menjawab pertanyaan yang dilayangkan oleh Dafira tadi.
__ADS_1
"Benar seperti yang anda katakan nona". Ucap Rafaela sambil menatap ke arah Dafira. "saya adalah adik dari Rahel wiandara, dan nama saya adalah Rafaela Putra wiandara".
Setelah kalimat terakhir yang dilontarkan oleh sang pria berambut hitam petir disiang bolong pun dapat terdengar ditelinga Dafira, kini Dafira tengah berada didalam posisi kebingungan dan tidak menyangka seperti yang dirasakan oleh Rafaela tadi. Sangking kagetnya iya sudah tidak bisa berkata-kata sedikitpun hingga terpaku dan membeku ditempatkan.
Suasana ruangan itu tentu saja sudah dapat ditebak, bagi dua orang itu ruangan peristirahatan PT Dauson Corporecion saat ini sangatlah sesak dan juga canggung, kebenaran yang tidak pernah terlintas dikepala mereka kini terjadi didalam satu waktu, pertemuan dan juga kejadian. Sungguh takdir yang mengagetkan !!... itulah isi hati mereka masing masing.
"Tenang Dafira... tenang. Kamu tidak boleh begini, dia adalah adik Rahel, kamu harus bisa menerima hal ini, dia pasti sama seperti kamu, dia pasti sedih saat mengetahui kepergian kakaknya, jadi kenyataan ini harus kamu terima Dafira".
Namun dengan kepala dingin dan hati tenang Dafira tetap berusaha membawa dirinya masuk kedalam pertemuan yang tidak disangka sangka ini, Dafira tetap berusaha menjaga perasaan Rafaela yang merupakan adik kesayangan dari almarhum tunangannya.
Karena itu untuk memecah keheningan yang tidak menyenangkan didalam ruang peristirahatan PT Dauson Corporecion Dafira lebih memilih untuk memulai topik pembicaraan duluan, walau saat ini perasaan tidak suka begitu tergambar di raut wajah Rafaela.
"Aku yakin, pasti pertemuan ini sangat mengagetkan bagi kamu, karena aku juga begitu saat ini, bagiku tak masalah jika kamu merasa keberatan dengan keadaan ketika kita bertemu seperti ini. Tapi, aku tetap sangat senang bisa bertemu dengan kamu Rafaela". Meski hati dan fikirannya masih dalam keadaan terguncang Dafira tetap berusaha tersenyum kearah Rafaela yang sedang memalingkan wajahnya.
"Tak apa mungkin dia belum bisa menerima kenyataan". Begitu lah isi fikiran Dafira ketika melihat saudara dari tunangannya yang telah meninggal memperlakukan dirinya bagaikan manusia transparan.
"Aku...tau pasti kamu saat ini sangat benci kepada ku". Dafira kembali melanjutkan topik pembicaraan nya. "karena Rahel, meninggalkan dunia ini karena kesalahan ku, maaf Rafaela".
"Hentikan itu, tolong jangan salahkan dirimu sendiri". Ucap Rafaela dengan menatap wajah Dafira.
Dafira pun langsung bereaksi senang ketika mendengar suara Rafaela kembali terdengar ditelinga nya, ia kemudian langsung mengangkat kepalanya seraya menatap kearah adik sepupu dari tunangannya itu. Tapi lagi lagi ketika menatap wajah Rafaela... Dafira sedikit merasakan sesuatu yang aneh.
"Memang benar aku dulu sempat membenci mu, karena kalau bukan permintaan mu untuk pergi berlibur sebelum pernikahan digelar kakak ku pasti akan tetap berada disamping ku sampai saat ini".
"Tapi disisi lain aku merasa kalau hal ini adalah yang terbaik, aku merasa kakak pasti sangat bahagia setelah keluar dari kesesakan didalam keluarga utama. Kakak sekarang ini sudah tidak perlu mempelajari hal hal yang ia tidak suka, sekarang kakak juga pasti sudah bisa beristirahat sesuai kemauannya tidak lagi seperti dulu, kakak pasti sekarang juga bisa melukis diatas awan. Karena itu kau jangan terlalu sedih kakak pasti sangat merasa bahagia saat ini".
Meski kalimat ini kedengarannya sangat memilukan namun perasaan yang lega juga sedikit tersirat dari raut wajah Rafaela, lega bukan karena akhirnya bisa mendapatkan posisi pewaris, namun perasaan lega ini disebabkan karena akhirnya kakak yang begitu ia sayangi bisa menjalankan kehidupan sesuai dengan keinginannya. Walau bukan didunia ini, palingan tidak didunia sana ia dapat melakukannya, dengan tenang, dan tanpa tekanan sedikit pun.
Sedangkan Dafira, saat mendengarkan kalimat Rafaela ini Dafira sedikit merasa tidak mengerti, ia tidak faham dengan maksud Rafaela yang mengatakan bahwa Rahel sangat bahagia didunia sana, apalagi kalimat itu ditambah dengan kesesakan didalam keluarga utama, "memang apa yang sebenarnya terjadi didalam keluarga utama" begitulah fikirannya Dafira saat ini.
__ADS_1
"Apa...apa yang kamu maksud dengan kesesakan keluarga utama ??". Tanya Dafira.
"Kau tidak mengetahuinya ??". Rafaela pun langsung bertanya bingung kepada Dafira.
"Tidak. Aku tidak pernah sama sekali mendengar hal seperti yang kamu ucapkan tadi, sebenarnya apa yang terjadi di dalam keluarga utama ??".
Ketika mendengar pengakuan Dafira ini Rafaela merasa sedikit terkejut, karena biasanya seorang tunangan atau bisa dibilang calon menantu dari keluarga konglomerat Wiandara, mereka secara garis besar pasti sudah mengetahui seluk beluk dan juga rahasia yang terdapat didalam keluarga Wiandara, apalagi jika dia adalah tunangan dari keluarga utama, maka seharusnya tunangan dari pewaris utama itu sudah mengetahui segalanya tentang keluarga Wiandara.
"Huff!!!. Sepertinya kakak tidak menceritakan segala-galanya ya kepada mu ya ?".
"Sepertinya tidak...".
"Apa kamu mau aku ceritakan dari awal hingga akhir tentang penderitaan kakak ku didalam penjara yang bernama kediaman Wiandara ??".
Dafira pun mengangguk kan kepalanya sebagai tanda ia mau mendengarkan cerita yang dimaksudkan oleh Rafaela.
"Baiklah kalau aku menceritakan tentang kakakku didalam rumah nya, bisakah kau menceritakan tentang kakak dari sudut pandang mu ??".
"Ya !!, tentu saja. Aku akan menceritakan semuanya".
"Baiklah kita mulai dari mana ya cerita ini… Ahh!! mungkin dari saat kakak berumur 14 tahun saja ya, karena pada saat inilah penyiksaan dimulai".
Rafaela pun mula menceritakan segala hal yang dialami oleh Rahel didalam kediaman keluarga Wiandara kepada Dafira, bukan hanya cerita yang berpenggal penggal, namun cerita yang diceritakan dari awal hingga akhir.
...…………………...
kira kira apa ya cerita dari Rafaela ini ??.
apa sebenarnya yang dialami oleh Rahel selama bertahun-tahun ??.
__ADS_1
nantikan terus kelanjutannya di chapter selanjutnya 😉