Benang Merah Yang Terputus

Benang Merah Yang Terputus
Pulang


__ADS_3

Di Dunia sebenarnya...


"Apa ambulance belum sampai juga ?!!." Terdengar teriakan dokter Elis kepada seorang perawat


"Be...belum dokter, sepertinya akan ada keterlambatan karena macet di jalan."


"Gawat, ini tidak bisa ditunggu lagi ! darah nona Dafira sudah hampir habis." Kemudian terdengar pula suara dokter Chandra yang tak kalah paniknya.


"Lalu mau bagaimana ?, kita bawa pakaian mobil nona Sovia saja ?." Seorang perawat memberikan usulannya, dikala perasaan panik telah menyelimuti kedua dokter tersebut.


Namun belum lagi usulannya diberi jawaban...


"Tunggu..."


"Ini..."


"Ada apa dokter Chandra ?."


Semua orang terpaku akibat dari perkataan dokter Chandra.


"Aku tidak bisa merasakan denyut nadi nona Dafira !."


"Apa !!!!." Suasana yang tadinya hening seketika berubah menjadi huru hara, semua orang kalang-kabut berusaha untuk membuat kemungkinan Dafira hidup kembali walau hanya 2%. Seluruh alat medis dari dalam psikiater telah keluar berserakan disekeliling Dafira. Obat pemicu detak jantung pun sudah diberikan berkali-kali kepadanya.


"Tidak, kenapa ini tidak berhasil ?!!."


"Nonaa!, bertahanlah nona !."


"Tolong bertahan lah sedikit lagiii !!."


Tapi takdir sudah berkehendak atas kehidupan Dafira.


.


.


.


"Tittttt...."


"Nona Dafira sudah tiada Tadi jam 02.30."


Alat pemeriksa jantung dipasangkan pada tubuh Dafira saat dokter Chandra berhasil membawanya ke rumah sakit. Namun...alat tersebut tidak berbunyi seperti biasa, suaranya sebagai isyarat bahwa Dafira sudah tiada, lalu seperti bertukar posisi sekarang semua orang merasakan apa yang dirasakan Dafira ketika Rahel meninggal.


Apalagi papa dan mama Dafira, mereka tak henti hentinya menjerit meluapkan kesedihan sambil memeluk erat tubuh putri satu-satunya. Dunia seperti hancur dan runtuh bagi mereka.


Begitu pula Sovia, ingatan akan detik-detik Dafira jatuh membuat mentalnya terguncang, ditambah kondisi Aldo semangkin kritis, hal ini membuat sikologis nya terganggu.


Sampai titik puncak adalah pemakaman Dafira.

__ADS_1


Sungguh banyak yang berteriak histeris menyaksikan Dafira untuk terakhir kalinya, Rayhan, sekretaris Kim, dokter Chandra, Sovia, bahkan Reno yang sedang diluar negeri pun tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.


Tak lepas dari Rafaela, fantasi akan harapan bahwa Dafira bisa menjadi kakak pengganti nya kini telah terhembus angin badai, ia tak bisa berkutik lagi, bahkan air mata tidak dapat keluar karena ia belum percaya bahwa Dafira telah pergi.


Harapan mereka untuk kebahagiaan Dafira bersama lelaki lain, serta depresinya yang hilang dengan adanya pria lain yang mengisi hatinya, kini pupus dengan timbunan tanah yang perlahan-lahan menghilangkan Dafira dari pandangan.


"Dafiraaaaaaa !, jangan tutup anak ku dengan Tanahh !, dia masih hidup !." Mama Dafira histeris lalu pingsan dalam waktu yang cukup lama.


Sedangkan Sovia, ia menjadi depresi menghadapi kenyataan. "KYakkhhhhh !!!!, Akhhhh Dafira !!, AKHHHHHH !."


Dan...Aldo mengalami koma panjang akibat luka tusuk. Tidak ada yang tau akan takdir berakhir, begitulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan yang mereka rasakan saat ini.


"Sahabatku Dafira, sudah banyak yang kau lalui didunia kejam ini, aku berharap keputusanmu akan membawamu kedalam kebahagiaan. Meski didunia berbeda, aku berdoa agar kau menemukan kehidupan lebih baik lagi."


"Kak aku tidak bisa menyerahkan titipan mu kepada kakak Dafira, aku serahkan semuanya kepadamu, karena kak Dafira sudah menyusulmu ke sana. Kau ucapkan lah semua yang ingin kau katakan sebelumnya, lalu temukanlah kebahagiaan dikehidupan mu yang lain."


.


.


.


Di Korea 12 Oktober 2030


..."Yess... akhirnya aku masuk universitas seni, walau hanya diizinkan papa 1 bulan sih."...


..."Tuk." Tanpa sengaja seorang wanita menyenggol seorang pria berambut hitam di sampingnya....


..."Oh tidak apa. Sebentar..." Mengingat sesuatu. "Kamu orang yang memberikan ku saran untuk membeli kopi di kafe itu kan ?."...


..."Iya benar, ternyata anda pria itu."...


..."Sungguh kebetulan yang menyenangkan ya."...


..."Hahaha iya." Seorang wanita berambut hitam tertawa kecil dengan anggun....


..."Karena kita sepertinya satu universitas, bagaimana kalau kita saling berkenalan." Mengulurkan tangannya....


..."Nama ku Alexso Rahel Putra Wiandara, kamu bisa memanggil aku Rahel, nama kamu siapa ?."...


...Wanita tadi menyambut tangannya dengan ramah...


..."Aku kaget kalau kamu adalah tuan muda dari keluarga Wiandara itu. Kalau namaku..."...


...~Tamat~...


.


.

__ADS_1


.


Hai semua, akhirnya benang merah yang terputus tamat 🥳


Banyak sekali yang author lalui didunia real saat menulis BMYT ini 😅 dan hampir aja BMYT tidak author teruskan seperti karya lainnya 😂.


Tapi karena banyak pembaca yang mendukung author jadi semangat, hingga akhirnya BMYT berhasil sampai puncaknya.


Terimakasih author ucapkan untuk pembaca BMYT tercinta, terimakasih juga untuk pembaca yang telah memberikan semangat kepada author 🥰. Kalau tidak ada pembaca tercinta author pasti sudah berhenti menulis BMYT ditengah 😂.


Ohya author punya kejutan nih. Sebenarnya tokoh utama pria didalam novel author adalah teman-teman didunia real 😂 tapi ternyata kepribadian mereka sama dengan kepribadian tokoh yang author perlukan sehingga jadilah, tokoh Aldo, Andika, Adam, Reno, dan Fahri. 😂


Tidak banyak yang bisa author katakan pada surat cinta ini, tapi author berharap agar para pembaca yang author cintai selalu diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki, dan seluruh impiannya dikabulkan oleh Allah SWT.


Untuk sekarang karya BMYT sudah selesai sampai disini 🥳 jadi... nantikan terus ya karya author selanjutnya


.


.


.


sepesial dari author


Ilustrasi Dafira dan Rahel:



Ilustrasi Sovia:



Ilustrasi Jhennite:



Ilustrasi Dafira:



Sedikit motifasi dari author untuk semuanya ❤️



.


.


.

__ADS_1


Sampai jumpa lagi semuanya 🥰, dikarya berbeda milik author.


__ADS_2