
"Hei turunkan aku !!". Aku masih meronta ronta didalam gendongan pria itu ketika ia berjalan entah menuju mana.
"Cek !!!, jangan berisik". Jawab pria itu sambil mengeratkan gendongannya agar aku tidak jatuh.
"Apa kamu tidak mengerti ??,kamu itu sudah berat jadi jangan ditambah bergoyang lagi, asal kamu tau bisa saja kita berdua terjatuh karena ulah mu ini !!.
Amarahku langsung memuncak saat mendengar ucapan tidak sopan dari pria ini.
dengan sepontan tanganku yang berada di bahunya itu langsung melayangkan sebuah tinju, yang menurutku akan terasa sedikit sakit.
"Buk!!!. Dasar tidak sopan !!".
Namun seperti kulit baja peria itu tidak bergeming sedikitpun pun saat merasakan tinju dariku itu. Tapi setelah nya...
"Kau ini !!". Pria itu berhenti ditempat dan menatapku dingin. Ketika itu aku tidak menyadari bahwa pria dihadapan ku ini sedang menahan rasa kesalnya, aku malah semangkin meronta ronta sambil menggoyang goyangkan kakiku dan tanganku.
"Aaakhhhhh !!!".
Teriakanku langsung keluar saat pria itu tiba tiba sengaja melonggarkan gendongannya, untung saja aku tidak jatuh karena ia berhasil menangkap ku.
"Mau bergoyang lagi hah ??!!!".
Karena sudah ketakutan dengan kejadian tadi, aku langsung menggelengkan kepala tanpa berfikir panjang lagi.
"Terserah saja deh !!". ucapku sambil memejamkan mata.
Semua usaha ku untuk terlepas dari gendongannya tidak berhasil, pada akhirnya akupun menyerah dan memilih diam didalam gendongan nya, karena saat itu aku berfikir "diam lebih baik daripada aku jatuh".
Tapi siapa sangka Pria itu tidak sedang bercanda, ia benar benar menggendong ku sampai keruang UKS sekolah.
"Brak!". Aku kaget ketika melihat pria itu membuka ruang UKS dengan kakinya.
Setelah selesai membuka pintu dengan kaki pria itu berjalan sambil menggendong tubuhku menuju kasur yang ada didalam UKS. Lalu setelah nya..."Pluk". Ia meletakkan tubuhku diatas kasur itu dengan sangat perlahan.
Sesaat setelah meletakkan tubuhku diatas kasur, pria itu mengeluarkan handphone nya dari saku, lalu ia menatapku secara tiba tiba dengan pandangan melihat dari atas sampai bawah.
Akupun menjadi tersentak dan sepontan langsung memberikan tatapan tajam kepada pria yang ada didepan ku ini.
"Apa yang sedang kau fikirkan?!!".
"Kau ini. Jangan berfikiran aneh aneh !!". Raut wajah pria itu terlihat kesal saat mendengar ucapan ku yang tiba tiba tadi.
"Tunggu sebentar disini !!".
__ADS_1
Tampa basa basi lagi pria itu langsung membalikkan badannya dan keluar dari ruang UKS.
" Astaga apa yang aku pikirkan !!". Seketika Wajahku berubah menjadi merah.
Awalnya aku tadi berfikir kalau pria itu akan melakukan hal tidak masuk akal seperti tadi lagi namun ternyata tidak. Aku pun jadi menahan malu untuk kedua kalinya karena sudah kegeeran sendiri.
"Huhhh !!".
Setelah melihat pria itu tidak ada didalam ruang UKS lagi akupun menjatuhkan tubuh ku keatas bantal, lalu menghela nafas panjang seraya memikirkan bagaimana menjelaskan peristiwa tadi kepada pria yang baru aku kenal itu.
"Apa aku harus bilang kalau aku tadi malu karna terjatuh ya ??".
Lima menit setelah berperang dengan batin sendiri, suara pintu yang terbuka pun terdengar ditelingaku, lalu seorang pria yang asing juga ikut muncul bersama dengan seorang dokter dari balik pintu tersebut.
"Ini dia pasiennya dok !!". Ucap pria itu sambil mendekat kearah ku.
"Baiklah saya akan periksa sebentar ya".
Dokter itu berjalan ke arahku lalu langsung melakukan pemeriksaan kepada ku.
"Hemm...". Dokter itu bergumam setelah selesai memeriksa ku.
"Tuan sepertinya tidak ada cedera dibagian kepalanya seperti dugaan anda, hanya saja ada sedikit memar dibagian lutut nona ini".
"Benar sekali tuan".
Pria itu terdiam sebentar mendengar pernyataan dokter...
"Lalu kenapa dia tidak menjawab saya tadi, sesaat saya merasa dia seperti termenung atau semacamnya". Jelas pria itu dengan nada panik
Dokter yang mendengar hal ini pun menjadi tersenyum geli ketika melihat sikap pria ini.
"Coba anda tanyakan sekarang apa ada bagian yang sakit dari tubuh nona ini, jika ada panggil lah saya kembali tuan, saya izin permisi". Dokter itu pun tersenyum seraya melangkahkan kakinya menuju keluar UKS.
Setelah dokter itu benar benar pergi pria tadi memanggil nama ku kembali.
"Heii !!". Panggil nya.
Aku yang mendengar panggilan itu menoleh kearahnya. "Hmm ??". Gumamku.
"Apa benar tidak ada yang sakit??". Tanyanya dengan raut cemas.
Aku kembali merasa malu saat pria itu melayangkan pertanyaan tadi, tapi disela sela itu pula aku iku merasa geli karena ia bersikap seperti anak anak.
__ADS_1
"Peff!!, yang benar saja, masa aku bisa cedera kepala hanya karena terpeleset !!". Tawaku didalam hati.
"Sebenarnya tidak ada".
"Hah ?!!". Pria itu terlihat kaget saat aku menjawab pertanyaan dari nya.
"Apa yang kau maksud sebenarnya".
"Sebenarnya... sebenarnya aku, hmmm... ba-bagaimana ya". Aku tidak bisa menjawab pertanyaan nya itu sangking malunya, tapi karena aku yang hanya bergumam pria itu menjadi sangat kesal dan marah.
"Cek !!. Cepat jawab saja jangan pakai ha-em...ha-em segala !!". Ucapnya dengan nada tinggi.
"Ck!!, sabar donk". Aku juga membalasnya dengan bentakkan.
" Saat jatuh tadi sebenarnya tidak ada yang sakit, tapi karena aku malu aku tidak menjawab pertanyaan darimu".
Aku menjelaskan pertanyaan nya dengan wajah merah dan tertunduk .
"Kenapa kau malu ??".
Entah kenapa aku merasa pria ini menanyakan berbagai hal hal yang membuatku malu sedari tadi. Karena sudah tidak mungkin diam dihadapannya, aku menjawab pertanyaan itu dengan nada lirih dan tertunduk malu.
"Karena aku jatuh, disebabkan tidak melihat jalan, terus terpeleset air didepan".
Ketika itu tiba tiba saja suara tawa pecah diruang UKS, tawa itu terasa sangat berbeda dan menghilangkan keheningan yang aku rasakan sedari tadi.
"Hahahahaha !!!, Apa apaan sih kamu ini, hanya karena hal itu kamu menjadi bisu sesaat dan tidak berani menatap ku".
"Ehhh !!, kamu ini berhenti menertawakan aku !!".
"Aduh !!, perutku sakit nih. Bagaimana kira kira reaksi dokter tadi ya jika tau cerita ini ??, Hahaha".
Pria dingin dan kaku tadi seketika berubah menjadi pria hangat dan menyenangkan secara tiba tiba, ketika ia tertawa dan tersenyum dihadapan ku aku dapat merasakan keceriaan dan rasa hangat seperti yang aku rasakan di kala musim kesukaan ku datang.
"Ohya, perkenalkan nama ku adalah Rahel Wiandara". Pria itu mengulurkan tangannya kepadaku sambil tersenyum hangat. Aku pun yang melihat senyuman itu menjadi terbawa suasana dan menerima uluran tangan nya.
"Hai Rahel, namaku Dafira senang berkenalan dengan mu". Balasku dengan wajah kagum.
"Senang juga berkenalan dengan kamu Dafira, semoga kita bisa jadi teman baik ya".
Saat itu aku menyadari bahwa pria ini memiliki kepribadian yang berbeda, disatu sisi ia adalah orang yang dingin dan tegas namun disisi lain a adalah orang yang sangat hangat dan juga ceria.
Begitulah cerita ku bertemu dengan musim semi kesukaan ku yang sangat berharga.
__ADS_1