
25 Januari
Apa sebenarnya cinta, aku tidak tau arti kalimat itu. Namun papa menyuruh ku untuk melakukan pertunangan secara tiba tiba, aku tidak faham perasaan ku karena aku terbiasa melakukan semua yang diinginkan oleh orang tua ku, namun kali ini berbeda, aku merasakan perasaan besar menyelimuti hatiku yang dingin.
.
.
.
27 Januari
Aku akan melakukan pertemuan pada hari ini, akhirnya seorang pria yang tidak kukenal akan aku lihat wajahnya. Gugup, senang, dan kurang percaya diri semua aku rasakan menjadi satu didalam dadaku seraya merasakan deguppan begitu kencang. Tapi aku mencoba menenangkan diri lalu melangkahkan kaki mendekati ketempat pria itu sudah menunggu.
Aku menemuinya dengan wajah tertunduk, tapi pria itu menemui ku dengan wajah yang bersinar tanpa ada tanda tanda ia merasa tidak percaya diri. Aku menoleh kearahnya disanalah aku menyadari betapa tampan dan tegasnya pria itu. papa sungguh tau apa yang aku inginkan, begitulah awal cinta ku dimulai.
.
.
.
30 Maret
Setelah melakukan pertemuan antara kedua belah pihak keluarga, aku dan pria yang memiliki nama Reno menyetujui perjanjian yang diajukan dari keluarga masing masing. Hingga hari ini pertunangan ku diadakan didalam sebuah pesta nan megah dan juga indah. Aku dapat merasakannya ketika berdansa dengan Reno, aku merasakan bahwa kehangatan yang ia berikan sangat sesuai dengan yang aku butuhkan, ditambah tatapan mata Reno begitu tulus dan juga terasa sangat teduh, aku selalu ingin memandang mata itu tanpa pernah merasa puas.
Tapi seperti biasanya, keluarga konglomerat tidak pernah mendapatkan kebahagiaan secara cuma cuma, didalam semua orang bahagia aku dapat merasakan aura kebencian beserta iri dengki dibeberapa perasaan nona konglomerat.
Tapi. inilah kehidupan ku.
__ADS_1
.
.
.
14 Mei
Hari ini aku pergi ke bandara untuk melepaskan Reno yang akan melanjutkan sekolah di Jerman. Aku sedikit sedih karena seharusnya pada bulan ini aku dan Reno melakukan pernikahan, tapi karena Reno akan pergi menuntut ilmu aku harus memahami nya dan mengundur hari pernikahan hingga Reno merasa siap menikah dengan ku.
.
.
.
16 Desember
.
.
.
14 Agustus
Sekarang seharusnya aku merasa sangat bahagia karena perusahaan yang aku bangun sendiri berhasil menyandang kalimat sukses. Tapi diawal kebahagiaan itu ada batu besar menerjang Ku.
Diawali dengan sakit kepala diawal bulan Agustus, yang semakin terasa sakit setiap harinya. Hingga mencapai Minggu kedua aku merasakan teringaku berdenging diikuti dengan sakit kepala yang sungguh luar biasa.
__ADS_1
"Ada apa ini ??". Itulah fikir ku, tapi semakin aku banyak berfikir rasa sakitnya semangkin dahsyat menghantam ku.
Aku merintih didalam kantor Perusahaan ku, semua yang melihat ku berlarian menghampiri guna memeriksa kondisi ku. Aku tidak menjawab, aku merasakan ada darah yang mengalir dari hidung, kemudian perlahan lahan mataku terasa berat dan pandangan ku menjadi buram.
.
.
.
16 Agustus
Duniaku hancur, hitam dan putih sudah menghilang hingga tidak bisa aku bedakan lagi. Aku terjatuh hingga rasanya tidak mungkin aku bangun lagi. Sayap kegelapan ini memelukku ketika aku mendengar diaknosa dokter mengatakan bahwa ada tumor otak didalam kepala ku.
Aku takut, sangat takut, hingga rasanya aku ingin berhenti disaat diaknosa itu belum terbaca, aku gemetaran, mimpi buruk selalu menarikku menuju kedalam dirinya.
Aku ingin minta tolong, tapi tidak ada yang bisa menolong. Ada tunangan yang harus selalu aku ingat, ada keluarga yang harus aku jaga, semuanya membuatku semakin putus asa.
Dilema diantara aku memilih membiarkan tumor besar tetap bersarang, atau aku harus mengangkatnya, dengan frekuensi aku melupakan 80 persen memoriku didalam sana.
...Aku selalu berdoa kepada mu Tuhan, biarkan aku tetap hidup dan mengingat dirinya, karena aku sangat mencintai nya, meski aku tidak mengenalnya. Aku mohon kepadamu berikan yang terbaik kepada ku....
.
.
.
__ADS_1
Semoga semua suka ya dengan bagian chapter ini 😉😉