Benang Merah Yang Terputus

Benang Merah Yang Terputus
Chapter spesial: Hari pertama libur dimulai


__ADS_3

"Tit !".


"Tit !".


"Tit !".


Hari ini adalah hari pertama libur musim panas ku dimulai.


"Hmm ??, sudah jam berapa ini ??".


Pada hari itu aku memulai liburannya, dengan terbangun dari tidur nyenyak karena suara jam beker yang berisik.


Aku sebenarnya tidak ingin bangun saat itu, tapi karena teringat janji ku kepada Rahel aku jadi terpaksa bangun dan turun dari tempat tidur dengan mata yang masih rapat.


Namun meski seperti itu aku tetap menjalani rutinitas kebiasaan ku setiap pagi, yaitu membukakan jendela kamar untuk sigembul Pekono.


Yahh, seperti kita ketahui, memang setiap harinya sigembul Pekono meminta ku untuk membukakan jendela agar ia bisa masuk kedalam kamar, dan sekarang pun ia sudah menunggu jadwal masuk kedalam kamar ku.


Tapi pada hari ini aku bertekad agar tidak membiarkannya masuk dengan mudah...


Dengan rencana jahil yang sudah tersusun rapi, aku pun berjalan mengendap-endap mendekati Pekono agar ia tidak lari duluan sebelum aku menjalankan rencana ku, lalu setelah jarak ku dan Pekono hanya beberapa jengkal saja dengan sigap aku langsung mengangkat tubuh berat nan besar miliknya itu tanpa ada basa basi lagi. Tentu saja Pekono menjadi kaget dan meronta ronta, tapi aku tidak memperdulikannya.


Aku malah membuat Pekono berputar putar dan mengikuti gerakan balet yang seminggu lalu aku pelajari dari Madam Yolanda. Aku sungguh senang menjahili Pekono seperti ini


"Meongg !!". Suara ngeongan Pekono terdengar, mengisyaratkan bahwa ia sekarang sedang marah.


Tapi aku yang mendengarnya tidak menghiraukan sedikitpun.


"MEEONGGGG !!!". Suara teriakan marah Pekono semangkin kuat bersamaan dengan beriring nya waktu. Tapi sama seperti tadi aku tetap tidak menghiraukannya sedikitpun.


Saat itu aku tidak mengerti kalau teriakan Pekono ini akan menjadikan trauma untuk ku.

__ADS_1


Saat sedang berputar putar, Pekono 3 kali mengeluarkan suara nya. Tapi disetiap suara tersebut ada pertambahan tinggi nada yang seakan akan mengisyaratkan marah Pekono semangkin besar.


Lalu karena aku tak kunjung berhenti mengganggu nya Pekono pun melancarkan serangan milik dirinya yang paling handal.


"Crak !!!". Begitulah suara Serangan Pekono.


Aku yang kaget menerima hal ini pada akhirnya langsung melepaskan Pekono dari gendongan ku. Setelah Pekono turun aku baru menyadari bahwa tanganku sudah mengalir darah dari bekas gigitan ditambah cakaran Pekono.


Sontak aku menjadi kaget dan panik, aku langsung mengira gigitan ini akan menjadi rabies keesokan harinya. Jadi dengan fikiran yang begitu akupun langsung berlari turun kebawah untuk menemui Eleen dengan membawa segudang perasaan panik.


"Eleen !!!... Eleen !!!". Begitu teriak ku sambil berlari menuju tempat Elen berada.


"Iya ada apa nona ??". Eleen menjawabnya sambil menoleh kearah ku.


Aku hanya diam dan tak menjawab apa pun, tapi aku langsung menunjukkan bekas gigitan dan cakaran dari Pekono kepada Eleen. Dan Eleen yang melihat kondisi tanganku ini tentu saja menjadi kaget seketika.


"Astaga!. Nona itu tangan anda kenapa ??". Eleen langsung menghampiri ku dengan cepat, namun sebelum itu Eleen sudah meletakkan mangkuk makanan yang sebelumnya ada ditangannya keatas meja.


"Pekono mencakar nya Eleen, aku takut~~~". Aku mengeluarkan menjawab atas pertanyaan dari Eleen dengan suara sedikit gemetar.


"Hmmm...ini tidak papa nona, jangan takut, saya akan menelfon dokter untuk datang kerumah, anda tenang saja ya". Ucap Eleen yang berusaha menenangkan perasaan panik ku.


"Ini benar benar tidak masalah kan Eleen ??".


"Benar nona, nona tenang saja".


"Baiklah kalau begitu".


Tanpa membuang waktu lagi Eleen pun dengan cepat langsung mengambil hp nya dan menelfon dokter Chandra agar dapat datang kerumahku.


📱: Halo ?".

__ADS_1


📲: Dokter Candra, ini saya Eleen. Bisakah anda kesini, tangan nona digigit Pekono".


📱: Astaga, seberapa parah gigitan itu ?".


📲: Saya sudah melihatnya dan itu tak terlalu parah".


📱: Baiklah sepuluh menit lagi aku sampai".


📲: Baik".


📱: Tut !".


Dan begitulah cerita awal musim panas ku dimulai. Tapi cerita ini belum berakhir, karena musim panas yang paling menyengat belum muncul.


Ditempat lain...


3 jam kemudian...


"Ck !!, dia lagi dimana sih ??".


📱:"Tit...Tit... Tit... !!".


"Di telfon juga gak diangkat, apa aku pulang saja ya ??".


"Tap...tap...tap...".


"Rahel !!!!!".


"Hmm ?".


"Maaf menunggu ya, tadi ada sedikit kendala".

__ADS_1


"Dek !!".


"Tumben aku gerogi saat ingin mengajarkan seseorang".


__ADS_2