
1 Jam berlalu...
Didalam ruang ICU...
"Tit...Tit...Tit...".
"Dokter detak jantung pasien berhasil kembali !!". Salah seorang perawat berteriak, hingga membuat para dokter menoleh ke mesin Elektrokardiogram.
"Hahhh... syukurlah !".
Disana para dokter benar benar bisa melihat bahwa keberuntungan masih berpihak kepada Jhennite, hingga detak jantungnya saat ini bisa kembali lagi setelah sempat terhenti.
Kelegaan dan kebahagiaan pun tak bisa dipungkiri, setelah sekian lama waktu bergulir semua dokter akhirnya bisa bernafas lega melihat detak jantung Jhennite berdetak secara normal, termasuk para dokter kepercayaan tiga keluarga konglomerat tersohor di dunia.
Kabar bahagia ini tentunya langsung diinformasikan kepada keluarga Jhennite yang sudah menunggu di depan ruang ICU. Dengan cepat salah seorang perawat disamping dokter Chandra langsung berlari pergi keluar dan menemui keluarga pasien yang bernama Jhennite itu.
.
.
.
Diluar ruangan ICU...
"Keluarga nona Jhennite ??".
"Ya !...kami disini, bagaimana keadaan anak saya ?". Papa Jhennite berjalan cepat mendekat kearah seorang perawat yang berada didepan pintu ICU. Diikuti oleh Reno, Aldo beserta teman teman yang lain.
"Tadi detak jantung nona Jhennite memang sempat berhenti, namun sekarang sudah berhasil kembali berdetak. Kita harus bersyukur atas keajaiban ini, selamat ya keluarganya nona Jhennite".
Sungguh saat mendengar itu semua dunia langsung berubah menjadi terang, kegelapan yang gersang, kini berhasil berubah menjadi cahaya yang sama. Seperti halnya seorang ayah, papa Jhennite juga sempat merasakan dunianya berhenti berputar karena anak sematawayangnya diambang kematian, namun dunia yang berhenti itu kembali berputar lagi bersamaan dengan kabar gembira yang diberitahukan oleh perawat tadi.
"Hufff !!!". Suara helaan nafas panjang juga terasa sangat melegakan untuk Reno setelah sejam menanti keajaiban datang dari yang maha kuasa, guna menyelamatkan nyawa Jhennite.
Seperti yang kita ketahui, sebelumnya Aldo mendapatkan kabar bahwa detak jantung Jhennite sempat berhenti, dan berhasil membuat banyak orang menjadi geger, tapi bersyukur atas doa dan juga perjuangan dari banyak tenaga medis handal berpengalaman Jhennite berhasil diselamatkan, dan detak jantung nya pun kembali setelah 2 jam melalui penanganan para tenaga medis.
Lantas tanpa dipertanyakan lagi, tentu hal ini menjadi kabar gembira yang membuat semua orang menjadi bahagia. Bak rollercoaster, jantung orang orang yang menyayangi Jhennite sempat diajak naik turun hingga terjun sesaat tadi, namun sekarang permainan berhenti dititik kondisi yang sudah stabil.
Kesenangan yang begitu besar juga tidak bisa disembunyikan oleh Reno, sedari tadi sejak dokter menyatakan detak jantung Jhennite kembali ia selalu senyum senyum sendiri hingga membuat Aldo sedikit keheranan.
"Hei !, jangan senyum begitu donk, seram juga tau melihatnya". Aldo menyenggol lengan Reno dengan tatapan mata yang mulai menandakan bulu kuduknya berdiri.
"Ck !!, aku kan bukan hantu, tapi kenapa reaksimu begitu cobak ?". Lalu Reno membalas Aldo dengan raut wajah tidak senang.
Memang kalau dilihat dari dulu, mereka berdua bagaikan tom&jeri yang selalu kelahi, namun sekali sekali akur hanya dalam waktu sesaat.
__ADS_1
Berbeda dengan Reno dan Aldo yang mulai bisa bercanda, papa Jhennite malah harus langsung pergi keprusahaan cabang setelah mengetahui keadaan putrinya sudah terlepas dari masa kritis. Jadilah sekarang hanya Reno bagian hidup Jhennite yang setia menunggu nya hingga sadar.
Waktu waktu lama menunggu Jhennite sadar tidak hanya diam dan terhenti, sebuah pertanyaan mulai muncul satu persatu dari seorang Sovia...
"Reno, aku mau nanya nih". Sovia menengahi perdebatan Reno dan Aldo. "Kamu yakin mau melanjutkan pertunangan itu ??, apa dasarmu ?, jika kamu terpaksa sebaiknya jangan, nanti kamu bisa menyakiti perasaan Jhennite lebih dalam lagi".
Reno hanya terdiam mendengar pernyataan Sovia, reaksinya tidak berkutik sedikitpun, bahkan mata terbelalak dan tubuh yang tersentak karena kaget tidak ada keluar dari raut wajah Reno, tapi semua hal itu ada alasannya.
"Hufff ~".
Reno menghela nafas berat terlebih dahulu, baru setelah itu ia menjawab pertanyaan dari Sovia.
"Tidak Sovia untuk sekarang aku sangat yakin mengambil keputusan ini, jika kamu bertanya mengapa, hal itu karena aku sedikit membaca cuplikan diary elektronik Jhennite tadi".
Mendengar penuturan Reno, Sovia malah yang menjadi kaget, matanya menatap tajam bagaikan bisa menembus kepala Reno sekarang. Bukan sekedar kaget saja reaksi Sovia, bahkan Sekarang secara spontan ia menjadi kesal sendiri kepada pria didepan matanya ini.
"Akhhhh !, yang benar saja diary itu hal rahasia bagi wanita tau !!!". Emosi Sovia meledak seketika hingga membuat beberapa orang yang lewat menoleh kearahnya, namun Aldo sebagai tunangan hanya membalas tatapan mata heran orang orang tadi dengan senyuman.
Setelah situasi menjadi stabil barulah Aldo memberikan sedikit teguran kepada tunangannya si pemiliki suara cempreng.
"Sayang jangan berteriak seperti itu". Bisik Aldo.
"Kamu gak tau sih Al bagaimana pentingnya rahasia diary bagi perempuan !". Sovia membalasnya tetap dengan emosi.
"Tapi jangan kuat begitu suaranya, malu sayang dilihat banyak orang". Aldo tetap mempertahankan nasehatnya.
"Oke deh Reno, karna kamu udah terlanjur baca diary nya Jhennite, aku mau tanya lagi bagian diary mana yang membuat mu menjadi ingin mempertahankan pertunangan yang tidak kau inginkan".
Dengan pertanyaan singkat dari Sovia, Reno pun langsung mulai bercerita tentang apa saja isi dari diary Jhennite yang sudah ia baca tadi. Reno menceritakannya satu persatu hingga terbentuk rangkaian cerpen kisah hidup Jhennite.
...~...
...Biodata tokoh utama...
..."BENANG MERAH YANG TERPUTUS**"...
Nama: Sovia Ashley Putri Fahreza
Umur: 26 tahun
Golongan darah: "A"
Status: Tunangan Aldo
__ADS_1
Pekerjaan: Model
Makanan favorit: Nasi goreng
Hobi: -Membantu pekerjaan Aldo
-menemani kucing Dafira main
-berdandan
Hal dibenci: -Serangga
-Katak
Moto: Semua bisa aku lakukan, termasuk
merenggut kebahagiaan orang orang
pengusik hidup ku !!.
Nama: Aldo Satria Putra Nugroho
Umur: 27 tahun
Golongan darah: "O"
Status: Tunangan Sovia
Pekerjaan: -CEO PT. Nugroho
-(Detektif pekerjaan selingan)
Makanan kesukaan: Brownies kukus
Hobi: -Basket
-Belajar
-Memecahkan misteri
Hal dibenci: Orang orang pengusik hidup Sovia
Moto: Semua hal yang terjadi pasti ada
__ADS_1
alasannya