Berbagi Cinta: Istri Untuk Ardhi

Berbagi Cinta: Istri Untuk Ardhi
Bab 63 Sulit Percaya


__ADS_3

Risma dan Ardhi pulang lebih dulu, sebelum dua orang yang baru berbaikan itu menyadari kehadiran mereka.


"Bagaimana hasil pemeriksaan kamu waktu itu?" Ardhi selalu lupa menanyakan hasil pemeriksaan Risma.


Seminggu sebelum keberangkatan mereka, Risma melakukan pemeriksaan sendiri, karena Ardhi yang sudah berangkat keluar kota.


"Baik, tidak ada masalah, dan aku sehat."


Ardhi sangat lega, melihat ambisi Risma, Ardhi takut ada sesuatu yang tidak beres pada Risma.


"Hasil pemeriksaan kamu mana?"


"Mana ku bawa mas, ya aku tinggal di rumah lah."


"Ingat, tetap cek up rutin ya, ingat ada aku dan Dhifa yang sangat butuh kamu, kamu adalah kebahagiaan kami. Kamu nggak boleh sakit, andai harus sakit, biar aku yang gantiin."


Risma memandang sayu wajah Ardhi. "Mas sangat cinta aku?"


Ardhi menepikan rambut Risma ke sisi telinga wanita itu. "Melebihi diriku sendiri, tapi saat diuji aku gagal." Ardhi tersenyum sendiri.


Risma terharu, dan masuk kedalam pelukan Ardhi.


"Terima kasih banyak atas semua cinta yang mas beri padaku," ucap Risma lirih.


Tapi maafkan aku, karena aku tidak bisa berada disampingmu lebih lama lagi.


Risma hany bisa menjerit dalam hati, dia tidak berani mengatakan keadaanya.


Supir yang mendengari percakapan pasangan suami istri itu hanya bisa menjerit dalam hati.


Sesampai di vila, ketiga anak mereka sudah tidur, Rita terlihat sangat bahagia bisa bermain bersama ketiga cucunya.


"Mereka baru tidur ma?" tanya Ardhi.


"Iya, ketiganya anak yang hebat, mama bahagia banget, walau hanya sebentar bisa bersama Dina dan Rian."


"Setelah liburan ini berakhir, kalau mama kangen sama mereka, kita akan kesini lagi mah," sela Risma.


"Momen ini tidak akan mama lupakan, terima kasih banyak atas pengorbanan kalian semua."


Ardhi menceritakan perihal hubungan Ishana dan Jully, juga perjuangan Jully selama ini. Rita menyambut baik hubungan Jully dan Ishana, baginya saat ini adalah kebahagiaan setiap orang yang utama.


Malam semakin larut, penghuni vila itu perlahan berlarut ke alam mimpi mereka. Ardhi masih sibuk dengan layar laptopnya, sambil menunggu kedatangan Ishana.


Terdengar suara mesin mobil berhenti di depan vila, Ardhi segera bangkit untuk membukakan pintu.


Keadaan di luar.


Ishana belum keluar dari mobil Jully. Mata Jully memandangi vila yang ada di depannya.

__ADS_1


"Kenapa kesini Na?"


"Vila ini ditempati Ardhi dan keluarganya, Dina dan Rian ku titip sama mereka, pengasuh mereka kan libur menjelang perkemahan ini."


"Mereka tahu kalau kamu menemui aku?"


Ishana menganggukkan kepalanya. "Antara aku dan keluarga Pramudya, tidak punya ikatan lain, selain persaudaraan dan persahabatan, walau ada anak diantara aku dan Ardhi, semua itu tidak mempengaruhi apapun. Ardhi memang Ayah dari anakku, tapi antara kami tidak ada apa-apa."


"Aku percaya."


"Besok, kamu bisa antar anak-anak ke perkemahan?"


"Akan aku usahakan."


Ishana pun segera keluar dari mobil dan melangkah santai menuju vila. Saat mobil Jully sudah menghilang dari halaman vila, Ardhi segera membukakan pintu untuk Ishana.


"Salam perpisahannya lama banget," ledek Ardhi.


Ishana hanya tersenyum, dari sorot mata Ardhi yang penuh selidik, pastinya Ardhi mengira dirinya dan Jully melakukan seperti apa yang mereka lakukan dulu dalam mobil, jika lama tidak keluar dari mobil.


"Aku dan Jully tidak seliar itu, kami masih menjaga batas kami."


Ardhi tersenyum mendengar jawaban Ishana, apa yang dia lihat di pantai, rasanya sulit percaya dengan ucapan Ishana.


"Satu lagi, aku dan Jully, berbeda. Tidak seperti saat aku dan kamu."


"Hmm ...." Ardhi berusaha menggoda.


"Ya ya ya."


"Satu lagi," sela Ishana.


"Apalagi?"


"Apa sampai pagi kita hanya mengobrol di depan pintu?"


Ardhi menepuk jidadnya, iseng menggoda Ishana dia lupa mempersilakan Ishana masuk.


"Maafkan aku, silakan masuk."


Setelah Ishana masuk, Ardhi segera menutup pintu utama vila itu. Dari sudut yang lain, Risma mendengar semua percakapan Ishana dan Ardhi. Sumpah demi apapun, dia sangat bahagia andai saat ini Ishana istri kedua Ardhi.


Andai keajaiban itu ada, aku tidak meminta kesembuhan untukku, tapi aku mohon satukan kembali Ardhi dan Ishana. Jerit batin Risma.


"Kamar aku di mana kak?" tanya Ishana.


"Kamar kosong ada satu di sana, kalau Dina, Rian, sama Dhifa, tidur sama mama di kamar itu, kalau kamu mau tidur bertiga bareng aku dan Risma, hayukk kita ke kamar itu."


"Idih ...."

__ADS_1


Ishana dan Ardhi sama-sama tertawa. Rasa ini persis saat mereka masih berteman, jauh sebelum ada ikatan suami istri antara mereka.


Ardhi mempersilakan Ishana menempati kamar kosong, sedang dirinya langsung menuju kamar Risma. Melihat Ardhi berjalan kearahnya, Risma langsung berlari ketempat tidur dan menyelimuti dirinya.


Malam itu berlalu begitu saja dengan mimpi mereka masing-masing.


*


Pagi menyapa, keadaaan di vila lebih heboh dari biasanya. Kejahilan Rian yang suka menggoda dua saudaranya membuat Dina dan Dhifa berteriak, hingga tiga anak itu kejar-kejaran di dalam rumah.


Ardhi dan Risma mematung memandangi kehebohan tiga anaknya.


"Ris, persiapan perkemahan buat Dhifa bagaimana?"


"Amm, punya Dhifa sudah lengkap Na, kita tinggal berangkat."


"Owh, oke aku tinggal tunggu Jully datang." Ishana segera menghubungi Jully.


"Na, maaf Na, aku tidak bisa antar anak-anak, ada rapat di Rumah Sakit, maafin aku ya Na ...."


"Ya sudah, tapi setelah acara kamu selesai, jangan lupa tengok mereka, Dina dan Rian kangen banget sama kamu."


"Iya, Na. Pasti!"


"Mamanya juga kangen," goda Ishana.


"Uhukkk! Air!" ledek Risma.


Ishana tersenyum melihat reaksi Risma, dia segera menyudahi panggilan teleponnya bersama Jully.


Dina dan Rian mulanya sedih, karena saat acara pembukaan perkemahan tidak diantar oleh Jully, namun Ishana berusaha menghibur keduanya, menjanjikan Jully akan datang jika tugasnya selesai.


Momen itu tidak disia-siakan oleh pemburu berita, seorang Ardhi Pramudya bersama 3 putrinya, dan 2 istrinya.


Kini vila terasa sepi lagi, Dhifa, Dina, dan Rian kini di perkemahan, hanya tinggal orang dewasa di vila itu, Ishana memilih kembali ke rumah mamanya, walau hanya ada pelayan di sana, tapi dirinya merasa nyaman.


*


Keseruan anak-anak di perkemahan menjadi cerita sendiri bagi dunia mereka, para orang tua hanya menjenguk pada saat waktu yang telah ditentukan panitia.


Jully menepati janjinya, dia mendatangi Dina dan Rian saat jam pertemuan dengan orang tua. Hingga dia bertemu dengan Ardhi, Risma, dan Rita.


"Harapanku, setelah menikah nanti, kalian kembali ke kota Jull, biar kami bisa sering-sering bertemu Dina dan Rian," ucap Rita.


"Kami tinggal di mana setelah menikah, belum kami rencanakan bu, apalagi keluarga Jully masih lengkap, kasian semuanya jika kami masih menetap di sini, karena kami ada di pulau ini, hanya ingin sembunyi," tambah Ishana.


"Kini tidak perlu sembunyi lagi Na, semua sudah tau, dan mas Ardhi masih mengurus semuanya," tambah Risma.


Kini, jalannya untuk bersama Ishana terbuka lebar, surat cerai masih dalam proses, restu dari Ardhi di dapat, restu dari keluarga Ishana juga sudah di dapat, tinggal menunggu waktu, untuk menghalalkan wanita pujaannya.

__ADS_1


*****


Beberapa part sengaja alur cepat, selain aku sibuk banget, risetku juga belum selesai, demi tetap lanjut jadi aku percepat. Mohon maaf semakin akhir cerita ini semakin membosankan, terima kasih banyak semua telah menjadi bagian🙏🙏


__ADS_2