Berbagi Cinta: Istri Untuk Ardhi

Berbagi Cinta: Istri Untuk Ardhi
Bab 78


__ADS_3

Para tamu mulai mengambil pita mereka, termasuk Ishana dan Ardhi. Posisi mereka saat ini lumayan jauh, panitia sengaja memisah, agar pasangan tidak saling lempar kode pada pasangan mereka.


"Ini bukan sekedar pesta dansa acak biasa saja. Kalau salah satu kalian mendapat pasangan yang sedang merayakan anniversary pernikahan mereka. Maka ... dia akan mendapatkan hadiah, baik itu yang berpasangan dengan Lanz, atau berpasangan dengan Nadien ...." teriak Host.


Suara tepuk tangan mulai menggemuruh. Ishana mulai tidak bersemangat ikut pesta ini, sesekali dia menoleh kearah Ardhi, laki-laki itu malah melempar senyuman padanya. Yang Ishana takutkan, dia malah berpasangan dengan Jully malam ini. Terlebih Ishana tidak tahu siapa istri Jully.


"Kalau ada yang malas untuk berdansa, maka ada hukumannya, yaitu: sebelah tangannya akan di ikat dengan pasangan dia, berlaku bagi siapa saja." Teriak host itu lagi.


"Jangan berlama-lama lagi, angkat pita kalian ke udara dan cari pasangan kalian, 2 iphone seri terbaru menanti dua orang yang beruntung ...." Host itu heboh sendiri, diiringi dentuman irama musik yang semakin menambah semarak suasana.


Semua tamu undangan, termasuk Ishana juga mengangkat pitanya tinggi ke udara.


Dugggg!


Hal yang Ishana takutkan terjadi, pita ungu yang dia angkat ke udara sama dengan pita yang Jully pegang. 


Saat padangan keduanya bertemu, rasanya waktu berhenti pada titik itu.


"Bagi yang sudah menemukan pasangannya dan memilih berdansa, ayoo semua medekat ke sini, ambil posisi nyaman kalian. Bagi kalian yang lebih memilih mojok berbicara dari hati ke jantung silahkan menepi dan terima rantai kemesraan kalian."


Teriakkan suara host itu bagai perintah yang wajib dituruti. Semua tamu undangan langsung mendekati panggung bagi mereka yang siap berdansa. Sisanya bersiap tangan mereka diikat bersama.


Jully mendekati Ishana. "Kamu ingin berdansa, atau terikat bersamaku?" tanya Jully.


"Sebenarnya aku ingin menjauh darimu, bagaimana perasaan istrimu, jika dia melihatmu bersamaku? Aku tidak tahu dia, tapi dia tahu aku pastinya."


"Dia istriku." Jully menunjuk kearah Dewi yang mendapatkan rekan dansa sesama wanita.


"Cantik," gumam Ishana.


"Iya cantik, tapi saat ini aku belum bisa mengeluarkan kamu dari hatiku."


"Kalau ada pasangan dansa yang menyerah berdansa sebelum waktu dansa berakhir, maka akan di hukum, yaitu akan dikurung di sebuah ruangan bersama pasangannya, atau apabila mengganggu pasangan lain, hukuman serupa juga dia dapat." Teriakkan host begitu lantang, membuat Ishana dan Jully menyudahi obrolan mereka.


"Semoga dansa malam ini, bisa mengeluarkan aku dari hatimu, juga sebaliknya. Aku dan Ardhi telah memulai segalanya, bahkan saat ini aku tengah hamil 2 minggu."


Mengetahui Ishana sudah hamil, rasanya kedua kaki Jully tidak berpijak pada bumi ini, namun dia terus berusaha untuk terlihat tegar.


Lagu 'Beautiful in White' mulai bermain. Para pasangan laki-laki mulai memberikan tangan mereka untuk pasangan dansa mereka. Ishana pun sudah memberikan tangannya pada Jully.


Dari kejauhan Ardhi melihat Ishana mulai berdansa bersama Jully.


Risma sangat benar, andai aku dan Ishana belum melakukan apa-apa, rasanya aku ingin meng-ikhlaskan Ishana untuk Jully, karena mereka terlihat begitu bahagia.


Tapi, demi kebaikan bersama, maafkan aku Na. Aku tidak bisa melepasmu untuk orang lain.


...Not sure if you know this...


...But when we first met...


...I got so nervous I couldn't speak...


...In that very moment...


...I found the one and...


...My life had found its missing piece...

__ADS_1


Semua peserta dansa terus bergerak mengikuti iringan lagu. Sedang Dewi dan rekan perempuannya memilih duduk dengan tangan terikat bersama sampai pesta dansa selesai. Mata Dewi terus tertuju pada Jully yang menikmati berdansa dengan Ishana.


Di sana.


Tangan Jully terus menempel pada pinggang Ishana, sorot matanya pun hanya memandangi wajah wanita yang selalu bersemayam dalam hatinya.


"Apapun alasan kalian menikah, tetap cintai dan sayangi istrimu."


"Terima kenyataan Jull, kita tidak berjodoh, kita hanya bisa menjadi sebagai teman. Lupakan mimpi kita yang kandas, dan jalani masa depan dengan bahagia, kau dan aku tidak bisa hidup sebagai suami istri, tapi kita bisa berdampingan sebagai teman."


...Na na na na...


...So beautiful in white...


...Tonight...


Ishana berputar di depannya, Jully pun mengimbangi gerakan dansa Ishana.


"Demi menjaga perasaannya, aku katakan, kalau kamu meninggalkan aku dan kembali pada mantan suamimu, maafkan aku, karena memutar balikan fakta."


Ishana tersenyum. "Tidak mengapa, itu lebih baik."


Mereka terus berdansa, seakan melepas segala rasa yang terlanjur terjalin diantara keduanya.


...So as long as I live I love you...


...Will have and hold you...


...You look so beautiful in white...


...This day I'll cherish...


...You look so beautiful in white...


...Tonight...


...Na na na na...


...So beautiful in white...


...Tonight...


Lagu berakhir, pesta dansa pun berakhir.


"Terima kasih, atas segalanya," ucap Ishana. Ishana tidak bisa melanjutkan kata-katanya, karena Ardhi dan Dewi sudah menghampiri mereka.


"Kamu tega Na, kenapa kamu meninggalkan Jully di detik terakhir pernikahan kalian?" ucap Dewi tiba-tiba.


Ishana tersenyum. "Aku tidak bisa menikah dengan laki-laki yang tidak aku cinta. Sebab itu aku memilih kembali pada laki-laki yang selalu aku cinta." Dengan nyamannya Ishana masuk kedalam pelukan Ardhi.


"Jully adalah jodoh dari Tuhan untuk kamu, sayangi dan cintai dia, lupakan sebab pernikahan kalian yang tak seindah kisah cinta seperti di novel-novel, jalani rumah tangga kalian, dan melangkah bersama dengan cinta dan harapan yang baru." Ishana menepuk pundak Dewi, dan meninggalkan Jully dan Dewi di sana.


Sedang Ishana dan Ardhi, langsung berpamitan pada Erla, dan segera menuju mobil mereka. Perlahan Ardhi mengemudikan mobil mereka meninggalkan tempat acara.


Sepanjang perjalanan, keduanya saling diam. Ishana terus menatap Ardhi, dan tersenyum sendiri. Sedang Ardhi pura-pura tidak mengetahui tatapan mata Ishana yang terus tertuju padanya, dia terus fokus pada jalanan di depan mereka.


"Bagaimana perasaanmu?"

__ADS_1


Pertanyaan yang sama keluar dari mulut keduanya.


"Kamu dulu," ucap Ardhi.


"Aku bisa pastikan, hatiku hanya ada dirimu."


"Yakin?"


Ishana tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Keduanya saling diam kembali.


Ardhi fokus mengemudikan mobilnya, hingga mereka sampai di kediaman Ardhi, setelah melewati gerbang, Ardhi melajukan mobilnya menuju garasi. Di mana tempat itu jauh dari jangkauan penjaga malam yang menjaga keamanan rumahnya.


...Every night in my dreams...


...I see you, I feel you...


Ishana tersenyum sambil menyenandungkan Lagu My Heart Will Go On.


Ardhi juga tersenyum simpul, rasanya dia faham kemana arah nyanyian Ishana.


"Kamu benar-benar siap bernostalgia di sini?"


...That is how I know you go on...


Ishana terus bernyanyi pelan. Dia memberikan satu foto kecil pada Ardhi.


...Far across the distance...


Terus saja melanjutkan nyanyiannya yang sama sekali tidak pas dengan nadanya.


...And spaces between us...


"Aku tidak bisa melihatnya, di sini gelap!" Keluh Ardhi.


...You have come to show you go on...


Ishana menyalakan flash pada handphonenya, hingga Ardhi bisa melihat jelas foto apa.


"Kamu hamil?"


Ishana tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "2 minggu."


...Near, far, wherever you are...


Kembali bernyanyi dengan nada 'Seke' (Sekenanya)


Ardhi sangat bahagia mengetahui Ishana akan kembali memberinya anak.


...I believe--...


Ishana tidak bisa melanjutkan nyanyian Fals-nya. Ardhi menyerangnya dan melakukan adegan seperti dalam scene film Titanic.


***


TAMAT


😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2