Berlian

Berlian
Setelah Kematian Dewi


__ADS_3

Sebulan berlalu setelah kepergian Dewi, kini Berlian sudah kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa. Meski masih menyisakan kesedihan di hatinya, tapi wajah cerianya yg dulu sudah mulai kembali.


Karena mengerti akan keadaannya, pihak kampuspun tidak memberatkannya karena tidak masuk kuliah hampir dua bulan. Untuk menutupi ketidak hadirannya Ia hanya perlu mengumpulkan tugas2 yg ketinggalan serta beberapa tugas tambahan.


Hari itu sepulang kuliah Ia tidak mampir kemana2, baik konveksi tempatnya bekerja ataupun panti asuhan. Iapun langsung pulang ke rumah.


"Kok ada mobil, apa mama Sekar lagi ada tamu?" Gumam Berlian saat melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumahnya.


Ragu2 Iapun segera masuk ke dalam rumah.


"Eh kok sepi?" gumamnya lagi saat tidak melihat siapapun di dalam rumah.


Iapun segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya. tiba2


"Auugghh" Suara de**han seorang laki2 terdengar jelas ditelinganya. Iapun menghentikan langkahnya.


"Siapa itu? dan kenapa orang itu, suaranya seperti orang yg sedang kesakitan? dan sepertinya suaranya dari kamar mama Sekar" Berlian menghentikan langkahnya, Iapun mencoba mendekati kamar Sekar.


"Aauugghh,, Terus sayang. Aauuggh" Kali ini suara Sekarlah yg berhasil Ia dengar.


"Apa Mama Sekar membawa seseorang laki2 masuk ke dalam kmarnya? Ayah Ibu maafkan Ian yg tidak bisa menjaga kesucian rumah ini" Gumamnya merinding saat menyadari apa yg sedang terjadi di dalam kamar.


Iapun meninggalkan kamar Sekar dan segera menuju kamarnya. tak lama Iapun keluar dan segera menuju dapur untuk memasak.

__ADS_1


Karena sedang asiknya memasak Berlian tak menyadari kehadiran seseorang di belakangnya. Seseorang itu memeluk pinggangnya dengan kuat. Iapun berbalik karena kaget.


Berlianpun kaget saat melihat seorang pria tua yg bahkan bisa di lihat dari rambutnya yg semunya telah memutih, wajahnya yg keriput dan sudah pasti omes. Pria itu bertelanjang dada yg bahkan dadanyapun telah keriput, Ia hanya menggunakan handuk kecil yg Ia lilitkan di area tertentu.


"Halo sayang" kakek mesum itu menyapa Berlian saat Berlian menarik dirinya dari pelukan kakek mesum itu.


"Kakek siapa, kenapa kakek disini? jangan ganggu saya" Berlianpun ingin berlari meninggalkan kakek mesum itu, namun segera kakek itu menarik tangan Berlian.


"Jangan panggil kakek dong panggil mas aja biar lebih enak di dengar. hahaha" kakek mesum itu tertawa terbahak2.


Berlian mulai menangis, Ia sangat takut melihat kakek mesum itu. Ia terus menarik tangannya agar terlepas dari pegangan kakek mesum itu.


"Jangan takut dong sayang, mas bukan orang jahat, kita hanya akan bersenang2" Mencoba memeluk Berlian, Namun Berlian dengan sigap menghindari pelukan kakek mesum itu.


Debug.. Ia menabrak seseorang didepannya yg tak lain adalah Sekar.


Praaak.. Satu tamparan keras mendarat di pipi Berlian.


"Berani2 nya kau menggoda kekasihku" Teriak Sekar pada Berlian yg terduduk di lantai akibat tamparan keras dari Sekar.


"Enggak ma. Berlian gak gangguin Kakek itu, kakek itu yg gangguin Berlian" Berlian mencoba menjelaskan.


"Apa katamu, kakek? siapa kakekmu, siapa hah?" Sekar semakin murka.

__ADS_1


" Maaf mah, maafkan Berlian" Berlian semakin takut.


"Berani2 nya kau menuduh kekasihku menganggumu padahal kau yg sudah menggodanya. dan kau bilang apa tadi, kakek?"


Kemarahan Sekar semakin menjadi2 Iapun menyeret Berlian.


"Sini kamu" Di seretnya Berlian masuk ke dalam gudang.


Bruug.. Sekar mendorong tubuh Berlian hingga terkapar di dalam gudang.


"Maafkan Berlian ma, ampun ma ampun" Berlian terus memohon dalam tangisnya.


"Ampun? Baiklah kau akan aku ampunkan setelah mendekap di dalam gudang ini selama 1 minggu"


Praak.. Sekar menutup puntu gudang dengan keras kemudian menguncinya dari luar.


"Gelap sekali disini aku takut. Ayah ibu tolong Ian, Ian takut" Gumam Berlian dalam tangisnya.


"Terima kasih Tuhan, setidaknya aku bisa lepas dari gangguan kakek mesum itu" Batin Berlian Kemudian.


Karena lelahnya menangis akhirnya Berlianpun terlelap dalam kegelapan gudang itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2