Berlian

Berlian
Siapa dr. Wiliam?


__ADS_3

Malam menunjukkan pukul 01.45, Rangga serta rombongan sampai ke RS dimana ibu Rangga sedang di rawat. Rangga mengajak Martha dan Juno menemui ibunya, Martha terlihat cemas dan sedikit gugup.


"Ibu" ucap Rangga saat menemui ibunya.


Wanita paruh bayah itu menoleh dan melihat kehadirah putranya serta beberapa orang bersamanya. Sontak Wanita itu berusaha bangkit dari pembaringannya, namun karena badannya yg masih terasa lemas Ia kembali ambruk ke pembaringannya.


"Hati2 Buk" Ucap Rangga yg dengan sigap menghampiri ibunya itu.


"Tante tidak perlu bangun, tante masih lemas dan harus banyak istirahat" timpal Juno


"Bagaimana keadaan tante, apa tante merasa baik?" tanya Martha dengan raut sedih.


"Alhamdulillah tante merasa baik, maaf tante tidak bisa datang ke pertemuan malam ini, tante sangat menyesal" balas Wanita itu dengan terlihat kecewa.


"Itu bukan salah tante, kita justru senang melihat tante baik2 saja" balas Martha memberi semangat.


"Terima kasih nak Martha, terima kasih juga nak Juno sudah datang melihat tante" balas wanita itu seraya tersenyum haru.


Merekapun akhirnya membicarakan lamaran Martha di ruang rawat ibu Rangga, meski tidak sesuai dengan espektasi Martha. Ia tetap merasa sangat bahagia karena perihal lamarannya akhirnya bisa di bicarakan


****


Jam menunjukkan pukul 09:15 pagi, Juno terlihat sibuk bergelut dengan berkas2 di mejanya. Tak sesekali terlihat memijat2 kepalanya karena merasa kantuk akibat begadang semalam.


Tok tok tok.. Suara ketukan pintu mengagetkan Juno.


"Masuk" perintah Juno dari dalam.


"Seseorang ingin menemui anda bos" Ucap Rissa.


"Oh iya suruh dia masuk" ucap Juno pada Rissa.


Rissapun mempersilahkan orang itu masuk ke ruang kerja Juno, kemudian meninggalkan dua orang itu. Sedangkan Juno bangkit dari kursi kerjanya dan segera menuju sofa, sekaligus mempersilahkan tamu yg datang untuk duduk.


"Informasi apa yg kau bawa hari ini?" tanya Juno tanpa basa basi pada Arman.


Tanpa basa basi pula Arman menyerahkan sebuah amplop pada Juno. Juno meraih amplop itu dan melihat isinya dengan seksama.


Dalam amplop itu terdapat hasil tes DNA antara Mutiara dan dr. Wiliam yg mengatakan bahwa dua orang itu memiliki hubungan darah antara ayah dan anak.


Juno melihat ke arah Arman dan meminta penjelasan.


"Itu adalah hasil tes DNA yg berhasil saya dapatkan dari dr. Wiliam dan Mutiara, saudara tiri nona Berlian tuan" Jelas Arman.

__ADS_1


"Maksud mu, Sekar adalah mantan istri dr. Wiliam?" tanya Juno terlihat tidak percaya.


"Tidak tuan, Sekar dan dr. Wiliam tidak pernah menikah. Tetapi mereka sempat menjalin hubungan terlarang 24 tahun yg lalu tepatnya saat istri dari dr. Wiliam sedang mengandung anak pertama mereka" jelas Arman.


"Saya menemukan bukti ini tuan, bahwa dr. Wiliam dan Sekar dulu pernah memiliki hubungan" lanjut Arman seraya memperlihatkan bukti2 yg di maksud. Yakni rumah yg disewakan atas nama dr. Wiliam yg diketahui tempat Sekar pernah tinggal, serta beberapa bukti transfer dana atas nama Sekar dari dr. Wiliam.


"Jadi dr. Wiliam pernah berselingkuh dengan Sekar dan Mutiara adalah hasil dari perselingkuhan mereka" Ucap Juno sedikit tidak percaya.


"Benar tuan, namun karena dr. Wiliam takut kehilangan kepercayaan dari Tuan Baroto, sehingga beliau memutuskan hubungan dengan Sekar dan memutuskan untuk menghilang dari Sekar" jelas Arman.


"Karena pada saat itu dr. Wiliam telah diangkat menjadi dr. pribadi keluarga Herlambang, beliau pasti takut jika perselingkuhannya diketahui oleh orang lain dan mengancam kariernya" Lanjut Arman.


"Lalu apa hubungannya dengan masalah yg terjadi saat ini?" tanya Juno lagi untuk mendapatkan jawaban yg lebih pasti.


"Saya mendapatkan informasi kalau Sekar dan dr. Wiliam kembali berhubungan beberapa tahun terakhir tuan, dan saya juga menemukan kalau dr. Wiliam kembali memberikan sejumlah dana yg cukup besar pada Sekar" Jelas Arman.


"Hal ini karena Sekar mengancam akan membongkar tentang keberadaan Mutiara sebagai anak dari dr. Wiliam, sehingga dr. Wiliam menuruti permintaan Sekar agar Sekar mau menutup masalah itu" lanjut Arman.


"Tunggu, apa maksudmu pemalsuan hasil kesehatan buk Dewi dan pemberian obat2an dengan dosis berbahaya itu juga adalah ulah dr. Wiliam?" tanya Juno.


"Benar tuan, itu semua adalah permintaan Sekar yg harus di turuti oleh dr. Wiliam jika ingin rahasiannya tetap aman" balas Arman.


"dr. Wiliam, ternyata anda adalah rubah tua yg sangat menjijikkan" gumam Juno dengan kesal.


"Saya rasa bukti yg kau kumpulkan sudah cukup untuk menyeret mereka kepenjara. Lakukan dengan benar, pastikan semua yg terlibat mendapat hukuman yg setimpal. Saya tidak ingin ada yg lolos satupun dari mereka" Jelas Juno.


"Kalau begitu saya permisi tuan" ucap Arman kemudian seraya pamit meninggalkan ruang kerja Juno.


***


Sore hari di rumah Juno.


Juno memasuki kamarnya yg di sinari dengan cahaya remang2 dari sinar matahari senja. Mendapati Berlian sedang duduk di atas sofa dan bergelut dengan tugas kampusnya. Menatap wajah Berlian yg senduh membuat lelahnya hilang seketika.


Juno mendaratkan kepalanya tepat diatas pangkuan Berlian, hal itu sudah menjadi kebiasaannya akhir2 ini saat pulang kerja. Berlian hanya dapat tersenyum melihat kelakuan Juno.


"Gimana kerjaannya hari ini, semua berjalan lancarkan?" tanya Berlian berbasa basi pada Juno.


"Emmm" balas Juno singkat seraya memejamkan matanya.


"Yaudah aku siapin kamu air mandi dulu ya" ucap Berlian dengan berusaha untuk bangkit dari duduknya.


"Nanti aja, tetap disini. Aku ingin seperti ini dulu, aku sangat lelah sekarang" balas Juno.

__ADS_1


"Hmm" balas Berlian pula seraya mengusap lembut kepala Juno.


Mendapati perlakuan Berlian itu, Juno tersenyum senang.


***


Disisi lain, Sekar sedang asik melakukan Yoga di ruang tengah rumahnya, tiba2 suara ketukan pintu terdengar dari luar. Sekarpun membukakan pintu untuk tamu yg datang. Betapa kagetnya Sekar saat mendapati orang yg sedang berdiri di depan pintu rumahnya adalah beberapa orang polisi.


"A.ada apa ya pak?" tanya Sekar sedikit gugup.


"Apa benar ini rumah Buk Sekar?" tanya salah seorang polisi.


"Be.benar pak, saya Sekar. Ada apa ya pak"? tanya Sekar semakin gugup.


"Maaf buk Sekar, berdasarkan laporan yg kami terima, ibu Sekar dinyatakan terlibat dalam kasus pembunuhan oleh buk Dewi beberapa tahun silam, sekaligus buk Sekar di duga orang yg telah memerintahkan seseorang untuk menyebabkan kecelakaan pada mobil yg dikendarai oleh pak Hendra 13 thun silam" jelas polisi itu pada Sekar.


"Apah, bagaimana mungkin? pasti ini ada kesalahan pak" balas Sekar tidak terima.


"Untuk pembelaan anda bisa lakukan di persidangan. Untuk saat ini anda perlu mengikuti kami ke kantor untuk mempermudah penyelidikan" ucap polisi itu tegas.


"Bawa dia"lanjutnya memberikan perintah pada dua bawahannya untuk menangkap Sekar.


"Tunggu dulu pak, ini pasti ada kesalahan. Saya tidak pernah melakukan kejahatan itu" bela Sekar.


"Anda bisa menjelaskannya nanti dikantor, cepat bawa dia ke dalam mobil" balas Polisi itu.


Sekar terus memberontak namun tenaga kedua polisi itu membuatnya hanya bisa untuk pasrah. Mutiara yg sedari tadi sedang berada di dalam kamarnya segera berlari menemui Sekar saat mendengar teriakan Sekar .


"Mah. mamah kenapa, ada apa ini kenapa mamah saya mau di bawa sama polisi?" tanya Mutiara kaget, siang itu Mutiara kembali ke rumahnya krn mendapat kabar dari mamahnya kalau hutang mereka sudah lunas dan mereka sudah aman.


"Tolongin mama sayang, mama mau di tahan sama mereka. padahal mama gak salah apa2" ucap Sekar.


"Ibu anda diduga terlibat dalam pembunuhan oleh buk Dewi dan pak Hendra, kami harus menahan beliau untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika mmg ibu anda tidak terlibat kami pasti akan membebaskannya" Jelas polisi itu dan dengan cepat memasukkan Sekar ke dalam mobil mereka.


"Maah" teriak Mutiara saat melihat punggung mobil polisi yg membawa Sekar meninggalkan halaman rumah mereka.


"Pembunuhan ibu Dewi dan ayah Hendra, apa mungkin mamah melakukan semua itu?" gumam Mutiara tidak percaya.


BERSAMBUNG.......


Assalamualaikum teman-teman semunya. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menajalankan ibadah puasa bagi kalian yg menajalankannya. Semoga novel Berlian bisa menemani kalian yg sedang berpuasa😊


Mohon maaf yg sebesar-besarnya penulis sampaikan, karena novel BERLIAN baru sempat update karena beberapa hal kesibukan oleh penulis. Semoga para pembaca sekalian tetap berkenang melanjutkan bacaan Berliannya ya🙏😊.

__ADS_1


Salam sayang dari penulis😘😘


TERIMA KASIH😇


__ADS_2