
Waktu menunjukkan pukul 7.30 pagi, Berlian dan Juno masih sedang berada di dalam kamar mereka. Juno sedang mandi di kamar mandi dan Berlian sedang mengenakan baju di ruang ganti, sekaligus menyiapkan baju untuk suaminya Juno.
Tok tok tok, tiba2 suara ketukan dari luar kamar terdengar. Segera Berlian membukakan pintu.
"Bu Mega, ada apa Buk?" Tanya Berlian pada pelayan senior di rumah itu yg lebih akrab di sapa buk Mega.
" Itu non, ada tamu yg datang mencari nona, katanya beliau adalah mamahnya nona Berlian" Jelas bu Mega.
"Mamah?" tanyanya heran. Kemudian Berlian baru mengingat seseorang yg sering Ia sebut mamah yakni Sekar. Tapi ada urusan apa mamah Sekar datang mencarinya.
"Benar nona, beliau bilang dia adalah mamah nona Berlian. Beliau sedang menunggu nona di bawah" Jelas Buk Mega.
"Baiklah buk, saya akan segera turun" ucapnya seraya masuk untuk mengambil tas ranselnya kemudian turun menemui Sekar.
Berlian Melangkah menuruni anak tangga, tatapannya pun tertuju pada Sekar yg sedang menunggunya di ruang tamu.
Ada apa lagi mamah Sekar mencariku ya, apa ini ada hubungannya dengan Mutiara? batinnya.
"Berlian" Seru Sekar saraya menghampiri Berlian kemudian memeluknya.
"Mamah ada apa?" tanya Berlian seraya mengajak Sekar untuk kembali duduk di sofa.
"Mamah hanya datang untuk melihat keadaanmu" Ucapnya dengan lembut.
"Oh iya. Mamah kebetulan masak rendang dan teringat padamu, jadi sekalian mamah bawain buat kamu" Tambahnya seraya menyodorkan bawaannya pada Berlian.
"Ya ampun mamah repot2 sekali, terima kasih mah" Balas Berlian.
"Bukan apa2 tidak repot kok" jawab Sekar dengan terus tersenyum ramah.
Seorang pelayan datang membawakan minuman beserta cemilan untuk Sekar.
"Silahkan diminum nyonya" jawab pelayan kemudian pergi meninggalkan mereka.
Sekar tersenyum membalas pada pelayan itu.
Aku pasti akan hidup enak jika aku bisa masuk kedalam rumah ini. Batinnya seraya meminum kopi yg telah disiapkan untuknya.
"Oh iya, kemana suamimu?" Tanya Sekar mulai mencari pembahasan.
"Dia masih di atas mah, mungkin sebentar lagi turun" balas Berlian
Apa sih sebenarnya tujuan mamah, kenapa dia belum membahas masalah Mutiara sama sekali? batin Berlian semakin bertanya2.
"Eh ada tamu rupanya" Sahut Martha saat melihat Sekar.
Sekar dengan sigat berdiri dan membungkuk sopan pada Martha. Martha yg melihat hal itu hanya membalas dengan tersenyum ramah seraya mempersilahkan Sekar duduk kembali.
"Martha. Ini mamah Sekar mamah tiriku" jelas Berlian.
"Oh MAMAH TIRI" balas Martha, ada penekanan pada kalimat itu. Seketika Ia teringat pada ucapan Radit yg bilang kalau mamah tiri Berlian adalah orang yg sangat kejam pada Berlian.
Ada apa dia kesini, apa dia ingin menjilat Berlian sekarang? Hmm, akan ku pantau kau. Batin Martha terus melihat gerak gerik Sekar.
Mengapa dia terus menatapku seperti itu, apa dia tahu hubunganku dengan Berlian selama ini tidak baik? ahk, aku harus membuat mereka yakin kalau aku adalah mamah yg baik. Batin Sekar.
__ADS_1
"Ini pasti saudara Tuan Juno, suaminya Berlian" Sekar mencoba mencari simpati Martha.
"Iya benar" Balas Martha.
"Anda adalah ibu tiri Berlian yg sering menyiksanya itu kan?" lanjut Martha yg membuat Sekar membelalakkan matanya.
Bagaimana dia tahu soal itu? dasar kau Berlian, ternyata kau sudah mengadu pada keluarga suamimu tentang perbuatanku ya. Tidak, aku tidak boleh kalah. Batin Sekar.
Bagaimana Martha tahu soal itu? aku bahkan tidak pernah cerita apa2, apa mungkin kelihatan dari raut wajah mamah Sekar ya kalau dia jahat?" pikir Berlian seenaknya.
"Ah itu, saya tahu selama ini saya sudah banyak berbuat salah pada Berlian, itulah kenapa saya merasa sangat bersalah padanya. Saya baru menyadari kalau perbuatan saya selama ini sudah keterluan, makanya hari ini saya datang khusus untuk meminta maaf pada Berlian" jelasnya dengan bersuha merendahkan dirinya.
Martha hanga tersenyum sinis melihat gelagat tidak baik dari mamah tiri adik iparnya itu.
Dengan menghilangkan harga dirinya dan rasa malunya, Sekar menjatuhkan dirinya di kaki Berlian dan memohon untuk di maafkan. Tidak lupa Ia menggunakan air mata palsunya sebagai pelengkap dramanya hari ini.
"Berlian maafkanlah mamah, mamah sangat berdosa sama kamu" mohonnya di kaki Berlian.
"Mamah tidak perlu begini, aku sudah memaafkan mamah kok" Berlian berusaha membantu Sekar untuk kembali duduk di sofa, namun Sekar terus memaksa duduk di depan kaki Berlian.
"Tidak Ian mamah sangat salah padamu, maafkanlah mamah dan kakakmu Mutiara" lanjut Sekar.
"Aku sudah memaafkan mamah dan Ara, Bangunlah Mah" balas Berlian dengan terus berusaha membangkitkan Sekar dari duduknya di depan kaki Berlian.
"Ada apa ini?" Tiba2 suara Juno terdengar.
Dengan sigap Sekar berdiri dan membungkuk sopan pada Juno.
"Tuan Juno, saya Sekar mamahnya Berlian" sahut Sekar.
"MAMAH TIRI" Sahut Martha dengan kembali menekan kalimatnya itu.
"Tiri?" balas Juno seraya menatap intens pada Sekar.
"Ada urusan apa anda kemari?" tanyanya seraya duduk tepat di samping Berlian. Kemudian menggenggam tangan Berlian dan mengangkatnya ke atas pangkuannya.
Berlian hanya menatap heran pada suaminya itu.
Ada apa dengannya, apa tadi dia terbentur sebelum turun kesini? . Batin Berlian.
Sedangkan Sekar menatap aksi suami istri itu dengan tatapan yg tidak senang.
Huh mau pamer kebahagiaan kalian di depanku, lihat saja kalian. Batin Sekar.
Namun dengan cepat Ia kembali berusaha menguasai dirinya.
"Benar tuan, saya mamah tirinya Berlian. Saya datang kesini hanya untuk membawakan Berlian sedikit masakan rendang yg saya buat, sekaligus mengunjungi Berlian" Jelasnya.
"Saya juga ingin meminta maaf pada Berlian atas segala kesalahan saya di masa lalu" Lanjutnya.
"Memangnya anda ada kesalahan apa dengan istri saya di masa lalu?" balas Juno, masih dengan terus menggenggam tangan istrinya.
"Emm itu, saya pernah berbuat khilaf pada Berlian" Jawab Sekar dengan ragu2.
"Kesalahan seperti apa yg pernah anda lakukan pada istri saya?" tanyanya lagi seraya mengecup lembut tangan istrinya.
__ADS_1
Berlian membulatkan matanya, semakin heran dengan kelakuan suaminya ini. Sedangkan Martha hanya bisa tersenyum melihat kelakuan adiknya itu, serta ekspresi heran dari adik iparnya itu.
"Sa.saya" ucap Sekar mulai gagap, Ia tidak tahu kesalahan seperti apa yg akan Ia katakan pada Juno. Karena tentunya kesalahannya sangatlah banyak.
"Kenapa tidak jawab? Saya ingin tahu kesalahan apa yg pernah anda lakukan pada istri saya" Ucapnya seraya mengangkat kepalanya menatap Sekar yg masih berdiri sedari tadi.
"Agar saya bisa membalas perbuatan anda dengan setimpal" lanjutnya yg berhasil mengagetkan Sekar sekaligus Berlian.
"Sa.saya hanya" ucapnya dengan kaku.
Sial. Bukanya dapat keuntungan dengan datang ke rumah ini. Justru mendapat masalah. lihat saja kamu anak sialan. batin Sekar murka.
"Hanya apa?" potong Juno.
"Saya hanya pernah memukul Berlian beberapa kali" ucapnya akhirnya, memutuskan untuk menyebutkan kesalahannya pada Berlian adalah memukulnya.
"Hanya?" Juno menekan kata hanya sebagai tanda tidak terima dengan kata itu.
"Apakah saya juga harus menyuruh orang untuk memukul anda?" lanjutnya mengancam.
Sekar kembali membulatkan matanya.
"Bukan begitu tuan, maafkan saya" Sekar semakin gemetar. Berlian yg melihat keadaan Sekar jadi tidak tega.
" Mamah datang kesini dengan maksud baik, mamah ingin meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu. Aku juga sudah memaafkannya" jelas Berlian.
Ia merasa tidak tega melihat Sekar yg terpojok begitu. Meski Sekar selama ini sangat jahat padanya, namun hati nuraninya tetap tidak bisa melihat mamah tirinya itu mendapat kesulitan dari Juno.
Sedangkan Juno menatap istrinya itu dengan heran mencoba mencari tahu isi pikirannya.
Apa yg dipikirkan wanita ini, aku yg baru tahu saja tentang perbuatan mamah tirinya di masa lalu sudah sangat kesal, bagaimana dia bisa semudah itu memaafkan orang ini? Batin Juno.
Juno memang telah menyelidiki tentang latar belakang keluarga Berlian, dan sedikit banyak menemukan fakta tentang perbuatan Sekar selama ini. Hal itulah yg membuatnya tidak suka pada Sekar dan semakin tidak suka sejak melihatnya hari ini.
"Baiklah karena istriku berkata ingin memaafkanmu, maka aku anggap masalahmu dengan istriku sudah selesai. Dikemudian hari aku harap kau bisa menjaga sikapmu pada istriku" Jelas Juno.
Berlian Tersenyum senang mendapat pembelaan dari suaminya itu, sedangkan Martha menatap tidak percaya pada keputusan Juno, apa dia akan melepaskan Sekar dengan semudah ini?
Disisi lain ada kelegaan di hati Sekar karena setidaknya Ia bisa lepas hari ini, namun hatinya tetap tidak bisa menerima kekalahan dirinya atas Berlian.
Baiklah hari ini biarkan aku tidak mendapatkan hasil apa2, tapi lihat lain kali aku akan membuat kalian mendapatkan balasan atas penghinaan kalian padaku hari ini. Batin Sekar.
"Mamah ayo makan bersama" Ucap Berlian akhirnya.
Sekar menatap pada Juno. Berlianpun ikut menatap pada suaminya itu, yg mengisyaratkan bahwa sirinya sedang memohon. Juno hanya bisa menerima keinginan Berlian.
"Tentu saja, kita harus makan bersama" Balas Juno akhirnya.
Berlian tersenyum senang, Martha memutar bola matanya tidak senang. Sedangkan Sekar tersenyum puas.
Hmm. ternyata sangat mudah mendapat maaf dari kalian. batin Sekar.
Berlian mungkin memaafkanmu tapi tidak dengan melepaskanmu atas semua kesalahanmu di masa lalu. Batin Juno.
BERSAMBUNG....
__ADS_1