
Sore menjelang malam. Radit melajukan mobilnya menembus keramaian kota, menyusuri jalan raya yg di terangi dengan lampu2 jalan yg mulai memancarkan cahayanya.
Sore itu sepulang kantor, Radit tidak langsung pulang kerumahnya. Ia berniat menemui Berlian di kost nya. Entah apa yg membuatnya semakin yakin untuk menemui Berlian saat itu jg.
Di parkirnya mobilnya tepat di area halaman kost, yg tidak jauh dari kamar kost Berlian.
Radit keluar dari mobilnya dengan menenteng sekotak donat di tangannya. Menurut Juliana, Berlian sangat menyukai donat.
Segera Radit menuju kamar Berlian, yg pasti sudah Ia ketahui tempatnya.
Tok Tok Tok
Suara ketukan Radit. Tak berapa lama pintu pun terbuka.
Creek.. Suara pintu terbuka secara perlahan, dan terlihat seseorang mengintip dari dalam.
"Apa aku mengganggu?" Tanya Radit saat melihat Berlian
"Eh eem, enggak2" Ucap Berlian segera membuka pintu lebih lebar dan keluar dari kostnya.
"Maaf, siapa ya?" Tanya Berlian setelah berdiri di depan kamar kostnya.
"Aku Radit, kakaknya Juliana" Jawab Radit.
"oh, em eh" Kaget Berlian
"Ka Radit?" Tanya Berlian memastikan.
"Iyep" Jawab Radit singkat.
"Oh iya ka duduk dulu, tapi di luar aja ya gak bisa masuk soalnya" Jelas Berlian sambil cengengesan.
"Iya gak papa" Sahut Radit seraya duduk di teras depan kamar kost Berlian.
"Oh iya ini ka Radit bawa donat, kali aja kamu suka" ucap Radit seraya menyodorkan sekotak donat pada Berlian.
"Hah donat. suka sih, sukaa banget malah, hehe makasih ka" Ucap Berlian seraya menerima kotak donat dari Radit.
Saking penasarannya di bukanya kotak donat itu, seketika Berlian menelan liurnya sendiri karena ngiler.
Melihat donat yg begitu menggemaskan dimata Berlian, Iapun refleks mencolek salah satu donat dengan telunjuknya dan menjilatnya. Saat menyadari ada Radit di hadapannya, Berlianpun tersipu malu dan cengengesan.
__ADS_1
"Ehehe maaf ka, kelepasan" Berlian menutup kembali kotak donatnya dan di taruh di sampingnya.
"Iya gak apa2 santai aja. kalau mau di makan sekarang juga boleh" Ucap Radit seraya tersenyum.
Di balas Berlian juga dengan tersenyum.
"Oia, ka Radit mau minum, bentar aku ambilin" Buru2 Berlian ingin bangkit dari duduknya, namun di cegah oleh Radit.
"Gak usah lain kali aja, ini ka Radit gak lama kok" Ucap Radit.
"Oh gitu. Terus ka Radit kesini ada apa ya?" Tanya Berlian setelah duduk kembali.
"Oh iya bentar ka Radit ambil dulu di mobil, ketinggalan" Raditpun berdiri dan menuju ke mobilnya. Tak berapa lama Ia kembali dengan membawa buku catatan Berlian.
"Ini buku catatanmu yg ketinggalan di kantin kemarin" Ucap Radit seraya menyerahkan buku catatan Berlian.
"Oh jadi ka Radit yg nemu?" Ucap Berlian seraya mengambil catatannya.
"Eh, ka Radit gak baca isi catatankukan. Aduh, mana banyak hal memalukan yg uda aku tulis di dalam lagi" Berlian
"Maaf kemarin ka Radit gak niat bawa tu catatan, niatnya mau nyusulin kamu ke perpus. Soalnya sempat dengar kamu telponan terus bilang mau ke perpus. Cuman bos di kantor tiba2 manggil, jadi buru2 gak sempat ke perpus, jadi kebawa deh bukunya"
"Emm tapi gak di baca kan ka?" Dengan berani Berlian menanyakannya.
"Haha memangnya privasi ya? maaf kalau gitu, uda kebaca sedikit" Ucap Radit yg berhasil membuat Berlian menundukkan kepalanya merasa sedikit malu.
"Aduh di baca lagi, apa aja yg di baca ya?" Berlian
"Sedikit banyak sih, tepatnya hampir semua. hahaha" Lanjut Radit tanpa rasa bersalah di akhiri dengan tertawa.
Seketika Berlian membelalakkan matanya.
"Semua?" Ucap Berlian kaget.
" Aku pikir itu cuman catatan biasa, maaf kalau sudah lancang" Radit mulai menyadari ekspresi tidak nyaman yg di tampilkan Berlian.
"Gak papa si ka itu memang cuman catatan biasa, aku cuman sedikit malu karena banyak nulis hal2 yg aneh di dalam" Jelas Berlian
"Seperti kentut dalam bis yg buat orang satu bis jadi heboh. hahaha" Ucap Radit mengingat salah satu catatan harian Berlian yg sempat Ia baca, seraya tertawa terbahak2. Sedangakan Berlian sendiri menutup mukanya dengan tangan, karena merasa sangat malu.
" Aaa benerkan di baca yg itu, malu2 in banget sih" Berlian
__ADS_1
Melihat Berlian yg hanya tertunduk malu, Raditpun menghentikan tawanya.
"Maaf2, aku kelepasan. maaf juga karena uda lancang baca catatannya, kamu gak marah kan?" Ucap Radit dengan ekspresi sedikit nyengir.
" Iya ka gak papa, uda terlanjur juga" Ucap Berlian akhirnya.
"Oh iya, makasih juga ka Radit uda bantuin cariin kostan terus uda di bayarin juga kostnya dua bulan" Ucap Berlian seraya tersenyum manis.
"Manis banget, bikin gemes aja" Radit.
Segera Radit memalingkan wajahnya dari Berlian. Berlianpun kaget melihat reaksi Radit.
"Ada apa ka, apa aku salah ngomong?" Tanya Berlian kemudian.
"Ah enggak kok. ka Radit cuman ngerasa kayaknya uda kelamaan disini, mungkin kamu juga mau nugas atau istirahat" Ucap Radit berusaha untuk menyembunyikan perasaan degdegannya. Melihat senyuman Berlian tadi berhasil membuat jantungnya olahraga malam.
"Berlian sih gak papa, tapi kalau ka Radit uda mau pulang yaudah" Ucap Berlian seraya tersenyum manis kembali.
"Gila. Jantungku, ada apa denganmu?" Batin Radit
Buru2 Radit berdiri, sebelum jantungnya semakin tak terkendali. Iapun memutuskan untuk segera pamit dan pulang.
"Ya udah kalau gitu ka Radit pulang dulu. Jangan lupa donatnya di makan" Ucap Radit. Entah kenapa Ia benar2 jadi merasa grogi.
" Eh iya ka. Makasih donatnya. sama itu loh ka kostnya, makasih juga" Ucap Berlian terus tersenyum
"Kenapa dia jadi senyum mulu, mana manis banget lagi" Batin Radit.
"Iya sama2, santai aja. Yaudah ka Radit pamit ya" Ucap Radit dan segera menuju mobilnya.
Berlian hanya menatap heran.
"Ka Radit kenapa ya, kok tiba2 sikapnya aneh gitu? apa jangan2 dia kebelet pipis ya tapi malu ngomong? hmmm bisa jadi" Gumam Berlian menyimpulkan sendiri.
"Huuff" Radit menghembuskan nafasnya kasar saat duduk di jok mobilnya.
"Ni jantung pake olahraga segala malam2 gini, harus banget ya degdegan sampai segitunya. Diakan cuman senyum kenapa jadi ni jantung yg olahraga" maki Radit pada jantungnya sendiri. (Terlalu kau Radit, jantung di salahin- Thor😂)
Segera di lajukan mobilnya meninggalkan area kost Berlian, menyusuri keramaian kota.
Bersambung...
__ADS_1