Berlian

Berlian
Permintaan dan Janji


__ADS_3

Hari menunjukkan pukul 6.45 pagi hari. Matahari mulai terlihat tersenyum malu-malu menyapa bumi. Juno terlihat tertidur di samping pembaringan Mentari, tak sedetikpun Ia rela meninggalkan kekasihnya itu.


Radit telah kembali ke perusahaan beberapa hari lalu untuk mengurus beberapa pekerjaan yg terbengkalai, akibat bosnya yg tidak dapat bekerja sejak satu minggu lalu.


"Sayang" Ucap Mentari membangunkan Juno yg tertidur di sampingnya.


" Eh kau sudah bangun?" ucap Juno saat membuka matanya. Iapun terlihat merenggangkan otot2nya yg pegal akibat duduk semalaman.


"Kenapa tidur disini? setidaknya tidurlah di sofa supaya kamu lebih nyaman" Ucap Tari pada Juno.


"Aku nyaman jika berada di sampingmu" Balas Juno dengan tersenyum.


Mentaripun balas dengan tersenyum hangat, meski dengan wajah yg telihat pucat.


"Aku mandi sebentar ya, gerah. Kalau kamu butuh sesuatu pencet tombol ini nanti suster akan datang, atau panggil aku juga boleh. Aku akan mandi di kamar mandi itu jadi aku bisa mendengar suaramu" Ucap Juno denga tersenyum lembut, dibalas Tari dengan anggukan mengiyakan.


"Demi aku dia rela tidur duduk dikursi, demi aku dia rela tinggal dirumah sakit seperti ini, padahal dia sangat tidak suka bau rumah sakit apalagi harus mandi di rumah sakit. Maafkan aku Juno, aku sudah membuatmu dalam keadaan sulit" Mentari


Derrtt..


Getaran ponsel Juno menandakan ada pesan yang masuk. Mentari mencoba menggapai ponsel yg terletak di atas meja itu dan melihat pesan yg masuk.


Radit: "Kabari aku jika kau memerlukan sesuatu" Isi pesan yg di kirim oleh Radit.


Mentari mematikan layar ponsel Juno dan berniat meletakkannya kembali.


"Ian, bagaimana keadaannya? aku sangat rindu padanya" Gumamnya tiba2 saat teringat pada Berlian


Taripun mengetik nomor ponsel Berlian yg sudah Ia hapal di luar kepalanya.


Tuuut tuut tuut..


Bunyi menandakan panggilannya telah tersambung.


📞Berlian : "Halo" Terdengar suara Berlian di seberang sana.


📞Tari : "Halo Ian, ini ka Tari"


📞Berlian : "Ka Tari. Aaaaaa kakak, Ian kangen. Ka Tari dimana kak, kenapa belum pulang jg?" balas Berlian dengan semangat.


📞Tari : "Kakak jg kangen sama kamu, tapi kakak belum boleh pulang Ian, urusan kakak belum selesai" Tari tak mampu menahan kesedihannya, Iapun mulai menangis.


📞Berlian : " Ka, apa ka Tari baik2 aja? sepertinya kakak lagi nangis, kakak kenapa ka?" tanya Berlian panik.

__ADS_1


📞Tari : "Enggak apa2 Ian, kakak cuman kangen sama kamu, kangen sama panti, anak2 panti dan ibu panti" Ucap Tari menenangkan Berlian.


📞Berlian : " Iya ka, kita disini jg kangen sama ka Tari. Semoga urusannya cepat selesai dan kakak bisa pulang" Ucap Berlian bersemangat.


📞Tari : "Iya ade ku sayang, Kakak tutup telponnya dulu ya. Lain kali kakak telpon lagi" Balas Tari.


📞Berlian : "Iya ka, kakak baik2 ya disana. Jangan lupa makan dan jangan lupa oleh2 buat Ian, hehe" Ucap Berlian terdengar sambil tertawa manja.


📞Tari : "Iya Ian. Kamu jaga diri baik2 ya. kakak sayang kamu" Ucap Tari, Ia kembali meneteskan air matanya. Ia sangat merasa sedih, karena ini mungkin terakhir kalinya Ia mendengar suara adik yg Ia sayangi itu.


📞Berlian : "Iya ka, Ian juga sayang kakak. Jaga diri baik2. babay"


Sambunganpun terputus.


Tari meletakkan ponsel Juno di atas meja, Ia mulai menangis dengan lebih keras. Hingga Juno keluar dari dalam kamar mandi dan segera mengahampirinya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Juno panik.


Tari hanya menggelengkan kepalanya dengan terus menangis.


"Ada apa, apa ada yg sakit?" Juno semakin panik


"Aku hanya merindukan adikku" Ucapnya di sela2 tangisnya.


"Tidak. Aku tidak mau dia kesini, aku tidak mau dia tahu keadaanku" Balas Tari dengan mulai mengendalikan perasaannya.


Junopun duduk di samping Tari, menggenggam tangan Tari dan mengusap kepalanya dengan sayang.


"Sayang, jika kamu ingin sesuatu maka katakan saja padaku" Ucap Juno.


"Apa aku boleh meminta sesuatu?" tanya Tari.


"Tentu saja, kau boleh meminta apapun dariku. Asal kau tidak minta aku membalikkan bumi, aku pasti akan melakukannya" Ucap Juno sambil tersenyum.


"Memang kenapa kalau aku memintamu membalikka bumi?" balas Tari


"Aku manusia biasa sayang, aku tidak bisa melakukannya" Ucap Juno dengan wajah sedih yg dibuat2.


Tari terlihat tertawa kecil mendengar ucapan juno.


"Aku pikir kekasihku ini sangat sombong, ternyata tidak sesombong itu" Ucap Tari dengan tersenyum.


"Sekarang katakan apa yg kau inginkan?" tanya Juno mengembalikan topik awal.

__ADS_1


Tari terlihat terdiam beberapa saat. Ia kemudian mempererat genggaman Juno padanya.


"Sayang, permintaanku tidaklah berat maka aku ingin kau berjanji untuk memenuhnya. Bisakan kau berjanji untuk memenuhi permintaanku?" ucap Tari dengan ekspresi yg penuh harap.


"Asal kau tidak memintaku untuk meninggalkanmu atau memintaku untuk menjauhimu dengan alasan karena kau sakit, aku akan menurutinya" Balas Juno dengan yakin


" Aku tidak akan memintamu untuk meninggalkanku juno, karena akulah yg akan meninggalkanmu" Tari


"Bukan itu, aku akan meminta yg lain. Tapi sebelumnya aku ingin kau berjanji untuk mengabulkannya" Ucap Tari menginginkan kepastian.


"Aku berjanji akan mengabulkannya" Ucap Juno dengan yakin.


"Tapi apa yg akan dia minta, apa dia ingin meminta sebagian hartaku, ah itu tidak mungkin Tari bukan wanita seperti itu. Apa dia ingin aku menikahinya sekarang? Akh aku pasti melakukannya" Juno


Juno bermain dengan pikirannya sendiri.


"Baiklah kau sudah berhmjanji dan aku percaya akan janjimu. Sebelum aku kesini, aku menuliskan sebuah surat. Surat itu aku letakkan dalam laci di kamarku, di panti asuhan. Nanti saat aku telah tiada, bacalah surat itu dan penuhi permintaanku dalam surat itu" Jelas Tari.


"Apa maksudmu telah tiada, kau akan tetap bersamaku sampai kita akan tua bersama" Juno terlihat kesal dengan ucapan Tari.


"Sayang, kau pasti tahu waktuku sudah tidak lama lagikan?" ucap Tari dengan air yg menggumpal di sudut matanya.


Melihat kesedihan Tari, Juno menutupi kekesalannya dengan mencoba menghilangkan kesedihan Tari.


Juno tahu betul keadaan kekasihnya itu, dimana setiap harinya Ia merasa beruntung jika masih bisa melihat wanitanya itu membuka matanya. Keadaan Tari yg semakin hari semakin memburuk, sedangkan dirinya hanya menjadi orang bodoh yg hanya bisa menyaksikan penderitaan kekasihnya itu.


"Maafkan aku. Aku berjanji akan memenuhi permintaanmu, apapun yg kau tuliskan dalam surat itu" Ucap Juno berusaha menyenangkan hati wanitanya.


Tari terlihat senyum kembali.


"Ian, kau akan mendapatkan oleh2 yg sangat special" Tari.


"Tapi kenapa harus pakai surat? kan kau bisa mengatakannya sekarang"Tanya Juno sedikit heran.


"Aku hanya ingin memberikanmu kejutan" Ucap Tari dengan tersenyum hangat.


"Aku tidak bisa mengatakannya secara langsung, karena aku tidak ingin melihat murkamu dengan permintaanku" Tari


"Hmmm" Balas Juno pasrah.


Bersambung.....


SIAPAPUN YANG BACA CERITA INI AKU UCAPKAN TERIMA KASIH, AKU SAYANG KALIAN💕😘

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAH, SARAN KALIAN SANGAT DI BUTUHKAN BAGI SAYA PENULIS YANG MASIH BELAJAR🥰


__ADS_2